NovelToon NovelToon
IMMORTAL TRANSMIGRATION

IMMORTAL TRANSMIGRATION

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / TimeTravel / Fanfic
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuhbelas

Setelah mengetahui tentang kehamilan, Jessy jadi lebih berhati-hati saat melakukan sesutau. Dia juga makan makanan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anaknya, meskipun akan memiliki anak kandung Jessy tetap menyanyangi Zhao seperti sebelumnya.

tok..tok..tok..

“Zhao, boleh Ibu masuk?.” Jessy mengunjungi kamar Zhao.

“Masuklah Ibu.” Jawab Zhao dari dalam.

Jessy masuk membawa susu hangat, melihat Zhao sudah memakai hanfu hitam dan ransel kain membuat Jessy mengernyit heran. Apa lagi yang akan di lakukan oleh Zhao?.

“Mau kemana?.” Heran Jessy.

“Ibu, izinkan aku pergi.” Ucap Zhao misterius.

“Pergi kemana? jangan melakukan hal berbahaya lagi.” Jessy hendak melarang.

“Tidak, aku hanya ingin jalan-jalan dan berkelana. Aku bosan, Ibu selalu di kamar sedangkan Paman cacing sibuk di pabrik. Tidak ada yang bisa aku lakukan selain berlatih sendiri, aku benar-benar bosan.” Ucap Zhao.

“Memengnya mau jalan-jalan kemana?.” Tanya Jessy.

“Entahlah, intinya aku akan pulang setelah puas melihat-lihat.” Ucap Zhao.

“Kalau begitu berhati-hati lah, jangan pergi terlalu lama karena Ibu akan khawatir. Bawa perbekalan yang cukup, istirahat di tempat yang aman dan jangan lupa makan yang teratur. Jaga kesehatan dan keselamatan mu selama pergi, jangan lupa untuk mengirim surat kabar pada Ibu ya.” Jessy akhirnya mengizinkan.

“Tentu, Ibu tenang saja. Oh kapan adik akan lahir? aku harus pulang sebelum adik lahir.” Ucap Zhao.

“Sekitar 4 bulan lagi.” Jawab Jessy.

“Baiklah, tunggu Kakakmu ini ya adik. Kakak akan kembali membawa banyak cerita menyenangkan untukmu, oh dan oleh-oleh juga.” Ucap Zhao mendekat pada perut Jessy.

“Terimakasih Kakak.” Jessy meniru nada anak-anak dan tersenyum senang.

“Kalau begitu aku akan pergi sekarang Ibu.” Ucap Zhao berpamitan setelah menghabiskan satu gelas susu hangat pemberian Jessy.

“Ibu selalu menunggumu.” Jessy memeluk anak pertamanya dengan berat hati, ingin menahan pun tidak kasihan karena Zhao tidak punya teman.

Zhao tersenyum lalu pergi dari rumah dengan senyum mengembang di wajahnya. Dia berjalan dengan ceria, sebenarnya Zhao bukan ingin berjalan-jalan melainkan ingin menyusul Ziang di Ibu kota.

Zhao tidak suka Ayah dan Ibunya terpisah, dia ingin mereka terus bersama. Apalagi keberadaan Ocong yang membuat mata Zhao sakit, dia tidak suka ada pria lain yang dekat dengan Ibu nya.

“Lihat saja nanti, aku akan mengadu pada Ayah.” Gumam Zhao tersenyum smirk.

Zhao bertanya kepada banyak orang sambil tersenyum tampan, dia bahkan mendapatkan banyak pertolongan dari orang-orang yang terpesona oleh wajah tampannya.

Dia naik kapal di pelabuhan sampai ke kota seberang, lalu melanjutkan perjalanan naik kereta kuda menuju Ibu kota. Perjalanan memerlukan waktu sekitar 4 hari, Zhao tidak pernah telat makan dan tidur dengan cukup karena menuruti pesan Jessy.

Sebenarnya Zhao ini anak yang sangat penurut dan polos, dia tidak bisa berbohong pada orang yang menurutnya berharga. Bahkan dia sampai nekad menyusul Ziang hanya karena tidak tahan melihat Ocong semakin gencar mendekat pada Ibu nya.

Sampai di Ibu kota, Ziang menginap di penginapan untuk istirahat sambil mencari cara untuk masuk ke dalam istana. Karena dia tidak tahu caranya, jadi lebih baik istirahat dulu.

Kebetulan sekali malam ini ada festival kembang api jadi Zhao pergi untuk melihat festival itu. Membeli aneka macam makanan yang baru pertama kali dia makan, dia terlihat senang dan menikmati perjalanan nya.

Sampai saat semua orang berkerumun untuk melihat kembang api, Zhao melihat seseorang yang sangat mirip dengan Ziang namun sedang menggandeng tangan seorang wanita dengan jarak yang sangat dekat. Entah kenapa Zhao sakit hati melihat itu, apa benar Ayahnya berselingkuh dari Ibu nya? apa mungkin keluarganya akan hancur seperti ini.

Zhao menguatkan hati, dia mendekat tidak mempedulikan desakan orang dalam kerumunan. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan, dia masih berharap itu bukan Ayahnya.

Sraatttt

Zhao menarik rambut pria yang mirip Ziang, pria itu menoleh dan__

Deg.

Zhao melotot tidak percaya, pria itu benar-benar Ziang. Ziang juga tidak kalah terkejut saat melihat ada anak muda yang terlihat mirip dengan Zhao di Ibu kota, wanita yang sedang mendempel pada Ziang juga menoleh terkejut.

“Apa ini yang Ayah lakukan saat jauh dari Ibu.” Suara Zhao bergetar karena marah dan kecewa, matanya berkaca-kaca.

“Zhao?.” Kaget Ziang, memastikan mata dan telinga nya.

“AKU BENCI AYAH.” Teriak Zhao keras, lalu berbalik pergi dari sana.

“ZHAOLONG.” Teriak Ziang, lalu mengejar.

Zhao berlari sambil mengusap air matanya kasar, hatinya sakit membayangkan bagaimana perasaan Ibu nya jika tahu tentang hal ini. Bagaimana nasib adiknya? dan bagaimana nasib keluarganya, kenapa Ayahnya tega melakukan itu.

Greb

Tangan Zhao di tarik kuat oleh seseorang, Zhao menoleh dan menatap tajam. Matanya memerah dengan bulir air mata yang terus bercucuran, sakit hatinya itu sungguhan.

“Zhao.” Kaget Ziang.

“Lepas! dasar pembohong.” Teriak Zhao berusaha melepaskan diri.

“Tidak, kenapa kau marah?.” Bingung Ziang.

“KENAPA? Apa Ayah bertanya karena benar-benar tidak tahu?!!!! Saat Ibu dan aku sedang menunggu kepulangan Ayah dirumah, tapi di sini Ayah justru sedang bersenang-senang melihat festival bersama wanita lain. DASAR KEJAM, AKU BENCI AYAH.” Teriak Zhao menggebu-gebu.

“Ayah tidak mengerti maksudmu, Ayah datang ke sini karena mengawal Putra mahkota Ruan. Ayah sama sekali tidak bersama wanita, dan bagaimana kau bisa sampai di sini?.” Ucap Ziang.

“Memangnya aku buta? aku melihat dengan mataku sendiri bagaimana wanita itu merangkul tangan Ayah dan menyandarkan kepalanya ke pundak Ayah. Hahahahah bukankah itu sangat romantis? dasar menjijikan.” Sarkas Zhao.

“Apa katamu? tapi Ayah tidak merasakan apa-apa. Ayah hanya berdiri lalu seseorang menarik rambutku, hanya itu saja.” Jujur Ziang.

“Jadi wanita tadi hantu? seperti itu maksud Ayah?.” Zhao tersenyum sinis.

“Tidak Zhao, Ayah benar-benar tidak merasakan atau melakukan seperti yang kau katakan. Seperti apa wanita itu? ayo kita tanyakan langsung pada orangnya.” Ucap Ziang serius.

“Wanita berambut hitam memakai hanfu biru.”  Ucap Zhao sambil mengusap air matanya kasar.

“Ayo cari wanita itu, apa dia melakukan semacam sihir atau apa kita akan tahu setelahnya. Ayah benar-benar tidak melakukan seperti apa yang kau katakan, percayalah.” Ziang berusaha meyakinkan Zhao.

“Tidak mau.” Zhao menghempas tangannya kasar, tidak mau percaya.

“Ayo ikut Ayah, Ayah kenalkan juga kau pada Putra mahkota Ruan Ze. Jika memang Ayah terbukti melakukan hal seperti yang kau katakan, akan kuberikan satu mataku untukmu.” Ucap Ziang mengutarakan kesungguhannya.

“Hanya satu kali.” Lirih Zhao.

“Terimakasih.” Ziang tersenyum lega.

Tapi meskipun mau ikut Zhao tidak mau di pegang oleh Ziang. Dia selalu menepis dengan kasar dan ketus, dia masih marah dan kecewa.

“Guru, ternyata anda disini.” Seorang pemuda yang terlihat cukup tampan dan kayaraya datang.

“Maaf yang mulia, saya tidak sengaja bertemu dengan putra saya.” Jujur Ziang.

“Putra? ah jadi dia yang selalu Guru ceritakan padaku.” Ruan Ze menatap Zhao.

“Benar, Zhao beri salam pada yang mulia.” Ucap Ziang.

“Salam.” Zhao hanya melirik ketus.

“Ahhh sepertinya putra anda sedang dalam suasana hati yang buruk ya.” Ruan Ze hanya tersenyum merasa lucu, apalagi mata merah dan bengkak Zhao yang sangat ketara.

“Ada kesalahpahaman di antara kami, maaf kan sikap tidak sopan putra saya. Saya akan menerima hukuman sebagai gantinya.” Ucap Ziang.

“Astaga tenang saja Guru.” Ruan Ze tertawa.

Zhao masih cemberut melirik tidak suka interaksi antara Ziang dan Ruan Ze. Lalu seorang wanita datang menyapa, membuat Zhao langsung menggeram marah dan ingin menjambak wanita itu.

“Maaf mengganggu, festival sebentar lagi di mulai. Alangkah baiknya kita semua melihat dari dekat.” Ucap seorang wanita berambut hitam, memakai hanfu biru.

“BRESENGEK!! KAU KAN, KAU WANITA TIDAK TAHU MALU YANG MERAYU AYAHKU!!!.” Teriak Zhao kesetanan.

Deg.

“A-apa?.” Wanita itu mematung.

“Aku melihatnya sendiri, bagaimana kau merangkul lengan Ayahku dan menyandarkan kepalamu. Apa kau ingin mengelak dasar wanita rendahan jelek!!! apa kau tidak tahu seberapa cantik Ibuku?!! Apa kau pikir Ayahku akan tergoda oleh wanita jelek dan murahan sepertimu!!!!.” Teriak Zhao mengundang banyak orang berkerumun.

“A-apa yang anda katakan. Saya__

“Zhao?.” Ziang menatap Zhao untuk memastikan.

Zhao menggangguk dengan wajah yang kacau, Ziang mengeratkan rahangnya. Penglihatan Zhao tidak mungkin salah karena dia naga, naga itu kebal sihir jadi bisa melihat apa yang tidak bisa di lihat oleh mata telanjang.

“Astaga sepertinya kau berlebihan, dia tabib keluarga ku. Dia memang berdiri di samping Ayahmu tapi tidak melakukan hal tidak senonoh seperti yang kau katakan, kami juga sempat berbincang bersama.” Ucap Ruan Ze klarifikasi.

“Aku melihatnya sendir___

“Di sana gelap dan banyak orang. Bisa saja kau salah lihat, jangan mencoreng nama baik tabib yang sangat berjasa bagi keluarga Ruan.” Ruan Ze memberikan peringatan.

Greb.

“Putraku bukan pembohong, aku tau dia anak yang sulit diatur tapi dia bukan pembohong. Aku sangat mengenalnya dengan baik, bisa saja ada orang yang menggunakan sihir tanpa saya ketahui. Bukankah ini sangat merugikan saya? jika yang mulia ingin membela nona tabib maka saya akan membela putra saya.” Ucap Ziang merangkul pundak Zhao, memberikan pembelaan.

“Guru? bukankah di saat seperti ini anda harus memberikan sikap tegas?! Dan di sini kau adalah Guruku, meskipun dia putramu tetap saja kau harus bersikap lebih bijak dalam memilih keputusan.” Ucap Ruan Ze tersinggung.

“Lalu anda mau apa?.” Ziang menatap nyalang, dia tidak suka tunduk pada perintah orang lain.

Deg.

Ruan Ze tersentak kaget, pertama kali melihat tatapan mata tajam dan menakutkan milik Ziang. Selama ini tatapan mata Ziang terlalu datar dan dingin, dia hanya bicara seperlunya dan menjaga jarak. Dia hanya menunjukan rasa sopan namun tidak pernah menjilat Ruan Ze sekalipun.

“Apa kau pikir aku akan tunduk hanya karena kau Pangeran? jika kau memintaku memilih antara murid atau anak tentu saja aku memilih anak. Untuk apa aku memilih orang lain, aku berada di sisimu karena pekerjaan sedangkan aku berada di sisi putraku karena kewajiban. Aku tegaskan sekali lagi ini adalah kewajiban ku sebagai seorang Ayah.” Tegas Ziang.

“Apa Guru tidak memerlukan pekerjaan ini lagi?.” Ruan Ze marah.

Mendengar perdebatan itu membuat Zhao merasa bersalah pada Ziang, dia sudah membuat suasana menjadi kacau. Bahkan menyebabkan Ayahnya nyaris kehilangan pekerjaan, seharusnya dia bisa lebih tenang tapi perasaan hati mempengaruhi emosi dan tingkah lakunya.

“Ayah__

“Tidak apa-apa Zhao, jika Ayah kehilangan pekerjaan pun tidak apa-apa.” Ziang menatap Zhao menujukan bahwa semua baik-baik saja.

“Aku akan melaporkan ini pada Ayahanda.” Ruan Ze berbalik pergi bersama wanita tabib tadi.

Ziang mengikuti sambil menggandeng Zhao, jika Kaisar Ruan marah seharusnya hanya akan memecatnya saja. Tidak mungkin akan sampai menangkap dan mengirimnya kembali ke wilayah Mo.

Sampai di istana Ziang dan Zhao kembali ke paviliun yang selama ini di tinggali oleh Ziang. Paviliun itu cukup luas, ada tempat tidur yang luas, meja kerja dan beberapa buku beladiri yang tertata rapih di lemari.

Zhao mengamati, dia jadi semakin merasa bersalah. Andai saja dia lebih bisa menahan emosi, pasti situasinya tidak akan jadi seperti ini.

“Maaf.” Ucap Zhao.

“Bukan masalah besar, jangan khawatir.” Jawab Ziang, menuangkan teh dengan santai.

“Tapi, anak itu bilang akan melapor Ayahnya. Karena dia Pangeran pasti Ayahnya Kaisar kan, bagaimana jika Ayah mendapatkan masalah karena ini?.” Ucap Zhao.

“Untuk apa takut? kita kuat.” Jawaban simple tapi penuh keyakinan dari Ziang.

“Tapi Ayah__

“Jangan meremehkan Ayahmu, hanya sedikit merendah karena butuh pekerjaan bukan berarti aku bisa direndahkan sesuka hati.” Ucap Ziang.

Zhao hanya bisa pura-pura tenang sampai ada seorang pengawal datang. Memberikan pesan jika Kaisar Ruan sudah menunggu di ruang rapat, mereka dimohon hadir sekarang juga.

Ziang pergi dengan langkah santai sedangkan Zhao sangat was-was. Ziang tidak senang dengan Zhao yang penakut, tidak berani menanggung resiko dari pilihannya sendiri.

“Zhao. Tanamkan baik-baik dalam ingatanmu, Ayahmu adalah aku dan bersikaplah selayaknya anakku. Aku tidak suka anak yang penakut, kalah atau menang itu urusan belakang yang terpenting itu berani melawan. Kau memiliki kekuatan naga yang kuat, untuk apa takut?.” Ziang menatap tegas, memberikan nasihat penting.

Zhao tersadar, dia tersenyum mengerti. Dia tidak boleh takut, karena Ayahnya Wu Ziang, Ibunya Jessy dan dirinya keturunan naga emas. Mereka juga bukan keluarga sembarangan.

Mereka akhirnya sampai di ruang rapat, di dalam sudah ada Kaisar Ruan, Ruan Ze, Permaisuri, beberapa pejabat sebagai saksi dan tabib wanita yang sedang menangis tersedu-sedu.

“Mo Ziang, aku sudah mendengar dari Ruan Ze dan Tabib Ming. Aku akan mendengarkan cerita mu terlebih dahulu sebelum memutuskan.” Ucap Kaisar.

“Saya Wu Ziang, ini adalah putra saya Wu Zhaolong. Mungkin ceritanya akan sama saja seperti yang di ceritakan oleh yang mulia putra mahkota, entah itu di lebihkan saya tidak tahu. Tapi sampai akhir saya akan lebih percaya pada putra saya, seperti anda yang pastinya akan mempercayai putra anda. Sebagai seorang Ayah, saya bahkan rela memberikan nyawa saya untuk membela keluarga saya.” Ucap Ziang sedikit sarkas.

“Tapi ucapan putramu sangat berlebihan, ini adalah pencemaran citra nama baik tabib Ming. Selama ini tabib Ming sangat berjasa bagi keluarga kekaisaran Ruan, kami sangat percaya padanya yang selalu sopan dan berbudi luhur.” Ucap Kaisar.

“Seperti anda yang mempercayai Tabib Ming, saya juga sangat mengenal putra saya. Dia adalah anak yang penurut, polos, tidak bisa berbohong, jujur, tidak bisa menjaga rahasia dan sembrono. Dia anak yang sulit diatur tapi dia bukan pembohong, saya menjamin itu.” Ucap Ziang.

“Tapi bukankah ini berarti didikan istri Tuan Wu sangat buruk? bagaimana bisa putra anda memiliki perangai yang sangat buruk?.” Ujar Tabib Ming menangis.

“Ibuku sangat baik.” Zhao menunduk merasa geram, dia ingin marah.

1
Wiwin Ma Vinha
hemmm🤭
Mellisa Gottardo: hehehe
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: iyaaa hiks
total 1 replies
Eka Haslinda
jadi itu dia tabib betina yg diceritakan jessy d awal kisah novel ini.. apa namanya thor.. tabib sasimo kah 🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wakakakakak iyaaa😭
total 1 replies
Eka Haslinda
ocong terfitnah 🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha iya lagi
total 1 replies
Marsya
wah tuch tabib mw digeprek sama jessy kyaknya🤔🤔🤔🤔
Mellisa Gottardo: Jessy : tunggu tanggal mainnya🤟🏻
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hadehh zhao dari ocong jadi cacing 🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wkwkwkwk
total 1 replies
Eka Haslinda
ponakan ku panggilannya ocong thor 🤣🤣🤣
Eka Haslinda: cuman fana thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
ClarissWu
semangatttt thor💪💪
Mellisa Gottardo: hehehehe
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
nama yg unik ocong
Mellisa Gottardo: #izinnnn😭
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
titisan anak monyet mulai beraksi 🤣
Mellisa Gottardo: HAHAHAHAHAHA
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kekuatan hati seorang ibu itu nyata apa ada nya
Mellisa Gottardo: hiks betull
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
suka banget gaya Jessy, masa bodoh dengan semuanya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dia yang jadi gila 🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sampai disini dan derik ini, masih sesantai itu 🤣
Mellisa Gottardo: Jessy : santai dulu g sih🤟🏻
total 1 replies
Eka Haslinda
aku kaget thor 🤣🤣
Mellisa Gottardo: heheheheheeheh maaf🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo segampang transmigrasi, aku juga mau dong 🤣
Mellisa Gottardo: bismillah dulu aja kak😭
total 1 replies
aria
author kasih gambar dong biar makin semangat menbaca.
Mellisa Gottardo: ga mood kak, apk yang buat visual sekarang ganbarnya beda🥹
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
akhirnya zhao bebas juga
Mellisa Gottardo: iyaww
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: hehe okee🥰
total 1 replies
Wahyuningsih
thor dpt bonus ruang dimensi biar mkin seru n badaz abiz thor
Mellisa Gottardo: dari nol dulu yaa🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!