NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dikira saya patung?

“Hati-hati ya, Lun! Sampai ketemu besok,” ucap Safira melepas kepergian Kaluna untuk menjalankan patroli bersama Tina dan beberapa anggota militer lainnya.

“Iya ih... melow banget, kayak bakal aku tinggal lama aja, Fir,” sahut Kaluna.

“Cepat-cepat! Sudah siang.”

Suara lantang itu membuat Kaluna menggeleng-gelengkan kepala. Ia menghela napas panjang sambil memandang ke arah kendaraan taktis tempat seseorang yang baru saja memberi interupsi berdiri dengan gagahnya.

“Cerewet banget tuh orang,” omel Kaluna seraya menaiki kendaraan. Sementara Tina sudah lebih dulu berada di dalam. Bahkan dengan santai duduk tidak jauh dari Kalvin.

Kendaraan mulai bergerak meninggalkan camp. Total ada dua dokter militer dan beberapa anggota Satgas yang bertugas melakukan patroli sekaligus pelayanan kesehatan di salah satu kampung pedalaman.

Kaluna duduk di dekat jendela, pandangannya mengedar menatap hamparan hutan yang membentang luas di depan mata.

Tidak sia-sia ia memohon pada sang Papa untuk mengizinkannya mengikuti penugasan ini. Pengalaman luar biasa seperti ini akan selalu Kaluna kenang. Suatu saat nanti ia bisa membagikan cerita ini kepada anak-anaknya.

Sama seperti almarhumah Kirana yang semasa hidupnya tak pernah bosan menceritakan pengalaman bertugas sebagai prajurit TNI.

Bukan hanya bertugas di berbagai daerah Indonesia, bahkan Kirana pernah menjalani misi perdamaian di Lebanon.

Lamunan Kaluna buyar kala mendengar seseorang memanggil namanya.

“Hai, Letda Kaluna,” sapa Anton ramah.

Kaluna menoleh. Rupanya Sertu Anton duduk di bangku seberang.

“Hai, Sertu Anton,” sahut Kaluna ramah.

Sementara itu Tina terus mencari alasan untuk berada di dekat Kalvin. Setelah kemarin Kaluna dan Kalvin pergi bersama menjalankan tugas, ia mulai merasa tidak tenang.

Tina takut jika suatu saat Kalvin mulai memperhatikan Kaluna. Karena itu, ia berusaha mencari kesempatan agar bisa lebih dekat dengan pria tersebut.

“Kapten Kalvin mau kopi?” tawar Tina ramah seraya menyodorkan gelas kopi yang ia bawa.

Kalvin menoleh sekilas. Ia bukan orang bodoh yang tidak memahami perhatian Tina. Terlebih setelah Nakara menceritakan siapa wanita itu sebenarnya. Namun alih-alih merasa tersanjung, Kalvin justru semakin tidak nyaman.

“Tidak. Saya tidak suka kopi,” sahut Kalvin singkat.

Setelah mengatakan itu, Kalvin kembali mengalihkan pandangannya ke luar jendela kendaraan. Ia sama sekali tidak berniat melanjutkan percakapan.

Tina tersenyum tipis dan menarik kembali gelas kopinya. Meski sudah berkali-kali mencoba mendekati Kalvin, pria itu tetap bersikap dingin seperti biasa.

Tina hanya bisa memandangi wajah Kalvin. Ada rasa kecewa yang kembali mengusik hatinya, namun ia belum berniat menyerah.

Bertahun-tahun berlalu, tidak sekalipun Kalvin pernah bersikap ramah padanya. Tatapan dingin dengan nada bicara ketus yang selalu ia berikan.

Namun entah mengapa Tina tetap saja tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari putra kedua keluarga Wiratama itu.

Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, rombongan akhirnya tiba di lokasi patroli. Sebuah kampung kecil yang berada di pedalaman dengan puluhan rumah sederhana berdiri di antara rimbunnya pepohonan.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh warga setempat. Beberapa anggota Satgas segera membagi tugas.

Ada yang berkoordinasi dengan aparat kampung, ada yang memeriksa kondisi sekitar, sementara Kaluna dan Tina mulai menyiapkan peralatan medis untuk pemeriksaan kesehatan warga.

Kalvin yang baru saja memeriksa area sekitar tanpa sengaja melihat Kaluna dan Anton tengah berbincang akrab di dekat pos pelayanan kesehatan.

Dengan santainya kedua manusia itu mengobrol tanpa menyadari keberadaannya.

“Ehem...”

Kalvin berdehem seraya berjalan mendekati keduanya, membuat Anton dan Kaluna menoleh.

“Ingat, kita sedang bertugas. Fokus pada pekerjaan masing-masing,” ucapnya tegas.

Kaluna terbelalak, namun memilih diam. Ia sudah cukup sering berdebat dengan Kalvin dan tidak ingin memperpanjang masalah.

“Saya cari Peltu Tina dulu, Sertu,” pamit Kaluna.

“Siap, Letda,” sahut Anton.

Kaluna pun berlalu dari sana. Anton yang sadar mereka sedang bertugas segera kembali membantu anggota lain.

Sementara Kalvin berdiri memandangi punggung Kaluna yang semakin menjauh.

Entah mengapa ia merasa sedikit kesal. Kaluna hanya berpamitan kepada Anton, seolah dirinya tidak ada di sana.

Dikira saya patung? gerutu Kalvin dalam hati. Ia sendiri heran dengan reaksinya. Biasanya ia tidak pernah peduli pada hal-hal seperti itu.

...****************...

Kevandra menjatuhkan bobot tubuhnya di atas kursi. Pria itu memandangi foto seorang wanita dengan pakaian TNI. Foto itu baru saja ia terima semalam.

Entah apa tujuannya, namun sang Mommy-lah yang mengirimkan foto itu kepadanya. Pandangan Kevandra lurus menatap beberapa gambar tersebut.

Wanita berparas cantik yang ada di dalam foto nampak tersenyum dengan rambut tergerai indah. Berbeda jauh dengan yang pernah ia lihat sebelas tahun silam.

Kala wanita itu menangis tergugu di samping jasad ibunya, dengan seragam sekolah yang masih melekat di tubuh kurusnya.

Kini tubuh wanita itu nampak lebih berisi, jauh lebih dewasa juga tentunya. Namun entah mengapa, ia sama sekali tidak tertarik dengan apa yang dilihatnya.

Berulang kali Kevandra menghela napas. Mommynya memberikan waktu selama enam bulan, dan siap tidak siap setelahnya ia harus menikahi wanita itu.

Bukankah itu konyol? Di zaman modern seperti sekarang, ia masih harus mengikuti tradisi perjodohan yang dibuat oleh kedua orang tuanya.

Berkali-kali Kevandra berusaha merayu adiknya agar mau menggantikan dirinya menerima perjodohan ini. Namun ia sadar, banyak hal yang sudah Kalvin lewati. Akan sangat egois jika ia masih memaksa adiknya.

Walau terkadang Kevandra iri. Iri karena Kalvin bisa menggapai cita-citanya sendiri tanpa campur tangan keluarga.

Namun sejak kecil Kevandra sangat tahu seperti apa disiplin yang Kalvin pelajari saat tinggal bersama Almarhum Kakek Dharma, ayah dari Mommynya.

Mungkin memang harus seperti ini jalan hidupnya. Ia harus menerima apa yang sudah Mommy dan Daddy-nya putuskan. Entah akan seperti apa akhirnya nanti.

Namun saat ini Kevandra ingin menikmati hari-harinya sebelum hari itu tiba. Lagi pula masih ada waktu untuk mengenal Kaluna. Barangkali ketika mereka bertemu, Kaluna mau bekerja sama dan memutuskan perjodohan aneh ini.

Lamunan Kevandra buyar kala ketukan pintu dibarengi suara seksi sekretarisnya menggema.

“Siang, Bos,” sapanya centil.

Pakaian seksi yang minim bahan hampir setiap hari ia kenakan, dan hal itu benar-benar membuat Kevandra muak.

Ingin sekali Kevandra memecat wanita itu, namun sayangnya ia tidak memiliki alasan yang konkret. Tidak mungkin ia memecat seseorang yang mampu melakukan pekerjaannya dengan baik.

Terlepas dari bagaimana penampilannya, Gisella memang pandai dan mampu mempermudah Kevandra dalam menyelesaikan pekerjaannya.

“Masuk!” seru Kevandra malas.

Seorang wanita seksi menampilkan senyum manisnya. Ia membawa beberapa berkas yang harus ditandatangani Kevandra, lalu meletakkannya di atas meja.

“Harus ditandatangani, Bos,” ucapnya.

Kevandra hanya mengangguk menanggapi perkataan Gisella, lalu meminta wanita itu segera meninggalkan ruang kerjanya.

1
MayAyunda
keren 👍👍
Alfatia🌷
Udah mulai mau ngobrol sedikit lebih banyak nih yaaa🤣
Alfatia🌷
Gak bayangin kalau Kaluna tau itu calon iparnya, terus masih ngira Kalvin penyuka sesama jenis😭🤣
Laela Kurnia
bagus bgt 👌💯
Alfatia🌷
Udah senyum-senyum tipis nihh. Curiga lama-lama ngajak ketawa bareng🤣🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 aku aduin bapakmu loh.
Mutia Kim🍑: Jangan gitu kak, nanti Kalvin malah nggak mau balik ke Jakarta😭🤣
total 1 replies
Alfatia🌷
Kaluna, itu calon iparmu loh😭
Mutia Kim🍑: Kan dia nggak tau kak😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Yang ngasih nama anaknya siapa😭 kenapa inisial nya ngikut bapaknya semua🤣
Mutia Kim🍑: Authornya😎
total 1 replies
Alfatia🌷
Anton nyari kesempatan banget🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 jangan gitu lah. Nanti malah kepincut loh😌
Alfatia🌷
Luna, dia anak camer mu lohh!!😭
Alfatia🌷
Kalvin kayak Bapaknya banget kayaknya, bodo amatan😭
Mutia Kim🍑: Bener. Dua anak laki-laki Kaivan itu sama persis kayak bapaknya yg anti cewek🥲
total 1 replies
Alfatia🌷
Ahhhh😭 sedih banget bawaannya kalau lihat Raynand🥹 sehat-sehat Om Duda tua❤
Alfatia🌷
Raynand pasti kehilangan banget ya, trauma juga. Makanannya butuh waktu lama buat izinin Kaluna😌
Alfatia🌷
Huwaaa... aku juga sedih Kirana jadi gak ada😭😭
Aril Chan
Sangat luar biasa
Alfatia🌷
Kevan ngikut jejak Bapaknya, kah🤣 jangan sampai pas masih pengantin ditinggal tugas juga🤣
Mutia Kim🍑: Tapi dia kan belum mau nikah, katanya mau PDKT dulu😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Masih nyimak, tapi... ini Kirana sahabatnya Ravela, kan? Hah... dia gak lihat anaknya nikah dong😭🥹
Mutia Kim🍑: Iya Kirana meninggal 😭😭
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
keren terus semangat ya/Drool/
Mayraa_Tapaa
semangat ka, aku mampir ya💪
izin autor hebat, 🙏🙏
jangan lupa singgah ya ka, dinovel baru ku "Balas Dendam Nyonya Cha" udah update sampai 20 episode, saling suport boleh dong ka🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!