NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / Ruang Ajaib
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Jia Li adalah seorang dokter genius dari modern. Meski begitu, keluarganya sendiri tidak pernah menghargainya dan lebih menyayangi kakak laki-laki nya yang menjadi pengangguran.

Tepat setelah Jia Li selesai melakukan operasi. Sebuah tamparan menantinya di pintu keluar. Awal dari segalanya.

Jiwa Jia Li terseret ke zaman kuno, lebih tepat nya memasuki raga Lin Jia. Lin Jia adalah putri dari Kaisar Lin Dong dan selir kedua. Diam - diam di belakang Kaisar. Lin Jia di remehkan karena tidak memiliki Elemen apapun dalam tubuhnya.

Namun semua berubah saat jiwa Jia Li menempati raga Lin Jia. Berkat bantuan sistem dan ruang ajaib. Jia Li akan mengubah takdir Lin Jia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh Elemen

Lin Jia menyentak kedua tangannya ke arah punggung Pangeran Lin Tian. Blar!

Tubuh Pangeran Lin Tian tersentak hebat, matanya melebar seketika dengan urat-urat yang mulai menonjol di pelipisnya. Dadanya terasa seperti dihantam oleh ribuan pasir yang berputar badai, menghancurkan pertahanan luarnya, namun secara bersamaan, aliran listrik dari elemen petir merangsek masuk seperti cambuk kasat mata yang menggores dan menguliti dagingnya dari dalam.

Pangeran Lin Tian mencoba bertahan, menggertakkan giginya. Di saat yang sama, mata Lin Jia berkilat, memancarkan warna cokelat dan ungu secara bersamaan, merefleksikan dua elemen yang sedang ia kendalikan.

Tubuh keduanya mulai mengeluarkan cahaya aura yang berpendar terang. Setelah beberapa menit yang terasa seperti keabadian, tubuh Pangeran Lin Tian mulai tampak tenang, napasnya yang sempat tertahan mulai mengalir kembali.

Namun, proses itu belum selesai.

"Tahan, kakak!" kata Lin Jia pelan namun tajam. Sembari menurunkan tangannya sejenak.

Kali ini, Lin Jia memanggil kekuatan Elemen Api dan Tanaman. Sebuah bola api kecil yang bergejolak panas muncul di tangan kanannya, sementara di tangan kirinya, sebuah akar tanaman merambat keluar dari udara kosong, meliuk-liuk hidup. Lin Jia kembali menyentakkan tangannya ke depan.

Tubuh Pangeran Lin Tian langsung merespon dengan guncangan yang lebih dahsyat. Sekarang, seluruh tubuhnya terasa seperti dibakar hidup-hidup.

Darahnya mendidih, membuat keringat dingin bercucuran deras membasahi wajahnya yang tampak pucat. Secara bersamaan, kekuatan elemen tanaman seperti melilit tubuhnya dari dalam, memberikan tekanan luar biasa yang mengunci persendiannya hingga ia sama sekali tidak bisa bergerak.

Napas Pangeran Lin Tian mulai memburu, dadanya kembang kempis mengejar udara di tengah tekanan yang semakin kuat membelenggu jiwanya.

Setelah beberapa saat berlalu dalam siksaan yang membakar, tubuh Pangeran Lin Tian mulai tampak rileks kembali, meskipun napasnya masih terengah-engah.

Lin Jia mendorong tangannya ke depan untuk fase terakhir. "Ini adalah kuncinya! Terima sisa kekuatan ini dan bangkitlah!"

Kali ini, dia memanggil kekuatan elemen Cahaya. Lin Jia kembali menyentak tangannya, mengirimkan gelombang putih murni yang langsung menembus dada Pangeran Lin Tian.

Respon tubuh pangeran Lin Tian kali ini jauh lebih ekstrem. Rasa panas dan sakit yang sebelumnya dirasakan kini menjadi berkali-kali lipat lebih nyata.

Pangeran Lin Tian merasa seolah-olah setiap jengkal tulang di tubuhnya dipatahkan secara paksa, namun di detik yang sama, energi cahaya itu menyambungnya kembali dengan struktur yang jauh lebih kokoh.

Wajah Pangeran Lin Tian penuh dengan tekanan, kulitnya memerah padam menahan rasa sakit yang jauh lebih besar. Lin Jia kemudian memajukan tubuhnya dan mendorong sedikit punggung Pangeran Lin Tian.

Seketika, gravitasi di sekitar mereka seolah menghilang. Tubuh keduanya perlahan terangkat, melayang di udara dengan posisi kaki yang tetap bersilang sempurna.

Tujuh Elemen berputar hebat di sekeliling mereka—Air, Angin, Tanah, Petir, Api, Tanaman, dan Cahaya. Masing-masing elemen memiliki warna yang pekat dan memancarkan aura energi yang berbeda, saling bergesekan hingga menciptakan badai magis yang menderu.

Sementara itu, di sisi lain, Wu Kevin dan Mei Mei yang menyaksikan itu hanya bisa menelan ludah dengan tenggorokan kering. Langkah kaki mereka refleks mundur beberapa langkah ke belakang.

Tekanan aura kekuatan yang dilepaskan, membuat lutut mereka gemetar dan merasa sangat lemah, seolah-olah energi kehidupan mereka sedang ikut tersedot.

Beberapa saat kemudian, badai elemen itu mereda. Tubuh Lin Jia dan Pangeran Lin Tian turun kembali ke tanah secara perlahan, mengakhiri segala proses yang menegangkan itu.

Lin Jia membuka matanya yang sempat berpendar, seulas senyum tipis yang penuh kelegaan terukir di wajah cantiknya.

"Ayo, bangun, Kak," kata Lin Jia, suaranya terdengar lembut.

Pangeran Lin Tian tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk pelan. Menarik nafas dalam-dalam sebelum berdiri.

Melihat situasi telah aman, Wu Kevin dan Mei Mei bergegas mendekat dengan raut wajah yang masih pucat pasi.

"Pangeran, Anda tidak papa? Apakah ada bagian tubuh Anda yang terluka?" tanya Wu Kevin dengan nada suara yang dipenuhi kecemasan mendalam.

Pangeran Lin Tian menggelengkan kepalanya perlahan, mencoba menggerakkan jemarinya yang kini dialiri sensasi aneh. "Aku baik-baik saja... setidaknya kurasa begitu. Tapi, aku merasa aneh. Tubuhku terasa sangat berat sekaligus ringan secara bersamaan. Ada rasa panas yang bergejolak, dan... aku bahkan tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata apa yang sebenarnya terjadi di dalam aliran darahku saat ini."

Lin Jia mengangguk pasti, senyumnya semakin melebar. "Itu artinya berhasil," kata Lin Jia tenang.

Pangeran Lin Tian menatap adiknya dengan tatapan bingung, alisnya bertaut rapat. "Berhasil?" ulang Pangeran Lin Tian, butuh penjelasan.

Lin Jia kembali mengangguk, menatap manik mata kakaknya dengan keseriusan penuh. "Sekarang, bukan hanya elemen Air dan Angin yang kakak miliki... Kakak juga bisa mengendalikan elemen Api, Tanah, Petir, Tanaman, dan Cahaya mulai detik ini," kata Lin Jia.

Penjelasan itu seketika membuat mata Wu Kevin dan Mei Mei membelalak terkejut, hampir melompat dari tempatnya.

"Apa?!" seru mereka berdua bersamaan, mengguncang keheningan tersebut.

"Apa kamu sedang bercanda? Menguasai tujuh elemen sekaligus adalah hal yang mustahil bagi seorang kultivator yang baru bangkit." kata Pangeran Lin Tian dengan suara bergetar, seolah tidak berani mempercayai pendengarannya sendiri.

Lin Jia hanya mengangkat bahu sekilas, menunjukkan ekspresi santai yang kontras dengan ketegangan di sekitarnya. "Kalau Kakak tidak percaya padaku, coba saja sendiri. Rasakan aliran spiritual di dalam dantian kakak," kata Lin Jia menantang.

Pangeran Lin Tian menarik napas dalam-dalam lalu memejamkan matanya. Di balik kelopak mata yang tertutup itu, muncul sebuah tekad yang membara, siap menyalut kekuatan baru yang kini bersemayam di dalam tubuhnya.

Saat matanya kembali terbuka lebar, ia mengangkat telapak tangannya ke udara. Apa yang terjadi selanjutnya benar-benar menjatuhkan akal sehat semua orang yang menyaksikannya.

Secara ajaib, tujuh bola elemen yang berbeda warna dan energi mendadak tercipta. Bola-bola itu berputar di atas telapak tangannya dengan keseimbangan yang sangat sempurna, memancarkan aura magis yang luar biasa kuat.

"Astaga..." Mei Mei spontan menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangan. Air matanya hampir tumpah karena syok dan kagum yang luar biasa.

"Ini... benar-benar mustahil," bisik Wu Kevin pada angin yang berhembus, tubuhnya kaku menyaksikan keajaiban di depan mata.

Pangeran Lin Tian menatap tak berkedip ke arah tangannya sendiri, lalu beralih menatap sang adik dengan pandangan kosong yang dipenuhi rasa tidak percaya. "Ini... apakah ini sungguh nyata?" tanyanya lirih.

Kini, takdir baru telah digenggamnya. Dia resmi memiliki tujuh elemen di dalam tubuhnya—sesuatu yang sama sekali tidak pernah terjadi dalam catatan sejarah kultivasi mana pun.

Bahkan, Putra Mahkota Lin Dui yang selama ini diagung-agungkan sebagai si genius elemen saja hanya mampu menguasai 4 elemen. Hanya ada satu orang yang menguasai hampir seluruh elemen di dunia kultivasi elemen. Dan itu hanya... Kaisar Yun Shang.

Pada hari yang bersejarah itu, sejarah dunia kultivasi elemen telah resmi berubah selamanya.

1
Batara Kresno
bavus ceritanya keren thor jangan lupa sllu up date ya
Cty Badria
up lg ni hadiah /Rose/
Mydar Diamond
lanjuutt upnya mungkin calon suami masa depan telah di temukan🤔
Dewiendahsetiowati
apakah ini calon imam Lin Jia
Hendri Wirawan
bagus....lanjutkan
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Anonim
ceritanya bagus, masih awal tapi menarik buat dibaca. lanjut semangat yaaa/Determined//Rose/
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. semangat✍️👈😍☺
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Dania
semangat tor di tunggu upnya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak bgus crita'y😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!