NovelToon NovelToon
GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: RISMA AYINI SAFITRI

seorang gadis bernama hazia ayini que'en namyesa yang merupakan seorang gadis bar bar, nakal, jahil, dan juga bermulut pedas yang susah di atur oleh orang tua nya sehingga iya dan juga kakak sepupu laki laki nya yang bernama kevin di kirim ke sebuah pondok pesantren yang merupakan milik sahabat keluarga hazian.

apakah ayini si gadis bar bar bisa berbuat baik dan memperbaiki akhlak serta adab nya di pondok pesantren itu?
atau apakah ayini akan berbuat jahil dan mengacaukan pondok itu?
apa yang akan ayini lakukan ketika iya bertemu dengan anak kyai yang bernama Alvaro!
atau kerap di panggil gus alvaro? seorang Gus yang memiliki sifat dingin dengan wajah datar yang ternyata akan menjadi CALON SUAMI nya karena masalah yang iya lakukan sendiri...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16. PERANG DI KAMAR PENGANTIN.

"Aturan kedua: Jangan berani-berani nyentuh gue tanpa izin. Aturan ketiga: Jangan ngatur-ngatur hidup gue di luar urusan pondok. Dan aturan keempat... jangan pasang muka datar kayak jalan tol gitu kalau lagi berdua! Serem tau nggak!"

Alvaro melangkah maju satu langkah, membuat Ayini refleks mundur hingga punggungnya menabrak lemari.

Alvaro tidak menyentuhnya, ia tetap menjaga jarak beberapa senti, namun auranya yang dewasa dan dominan membuat Ayini mendadak ciut.

"Sudah selesai bicaranya?" tanya Alvaro dengan suara yang sangat rendah dan tenang.

"Be-belum! Pokoknya Gus harus setuju!"

"Ayini, dengerin saya," ucap Alvaro, kali ini ia menatap langsung ke mata Ayini.

Tatapannya begitu dalam, membuat jantung Ayini seolah mau copot. "Saya juga tidak pernah merencanakan pernikahan ini. Saya juga manusia, saya punya rasa terkejut yang sama besar denganmu. Tapi, saya adalah laki-laki yang sudah mengucap sumpah di depan Allah dan ayahmu."

Alvaro menjeda kalimatnya. "Soal pisah kasur, saya tidak akan memaksamu jika kamu memang belum nyaman. Saya akan tidur di atas sajadah di pojok sana setelah salat malam. Saya tidak akan menyentuhmu tanpa keridaanmu, karena dalam Islam, memuliakan istri adalah kewajiban saya."

Ayini tertegun. Ia mengira Alvaro akan marah atau mendebatnya dengan ayat-ayat suci yang panjang, tapi jawaban Alvaro justru sangat tenang dan menghargai keputusannya.

"Tapi soal wajah saya..." Alvaro melanjutkan dengan sedikit nada sindiran halus. "...ini adalah ciptaan Allah. Jika kamu tidak suka, silakan pejamkan matamu setiap kali melihat saya."

"Ih! Gus nyebelin banget sih!" teriak Ayini kesal, rasa gengsinya terluka karena ia merasa kalah telak dalam adu mulut ini.

"Sekarang, silakan mandi. Saya akan ke masjid sebentar untuk menenangkan pikiran. Jangan kunci pintunya, saya membawa kunci cadangan," ucap Alvaro sambil mengambil sajadah dan tasbihnya, lalu melangkah keluar kamar tanpa menoleh lagi.

Ayini menghentakkan kakinya ke lantai dengan kesal. "Astagfirullah alazim! Kenapa gue bisa kalah debat sama dia? Padahal gue kan ratu mulut pedas di Muara Teweh!"

Ayini melempar bantal hias ke arah pintu. Namun, saat ia melihat bayangan Alvaro di balik kaca pintu yang menjauh, ia kembali teringat ucapan Alvaro tadi.

'Memuliakan istri adalah kewajiban saya'.

Wajah Ayini mendadak merona merah. Ia membenamkan wajahnya di bantal. "Tuh kan... dia emang kulkas, tapi kenapa omongannya bikin meleleh sih?"

Malam itu, di kamar pengantin yang seharusnya penuh kehangatan, justru terjadi perang dingin pertama.

Ayini tidur di atas ranjang yang luas dengan perasaan campur aduk, sementara Alvaro menghabiskan malamnya dengan bersujud di masjid, mengadu kepada Sang Pencipta tentang takdir unik yang kini harus ia jalani bersama seorang gadis bar-bar yang kini resmi menjadi separuh agamanya.

Keesokan paginya, satu pondok menantikan kemunculan pasangan baru ini.

Mereka tidak tahu, bahwa di balik pintu kamar itu, sebuah drama rumah tangga yang penuh aksi "iseng" dan "kaku" baru saja dimulai.

Kehidupan setelah pernikahan ternyata tidak semulus bayangan para santriwati yang iri.

Di dalam kamar, Ayini masih sering memprotes sifat kaku Alvaro, namun di luar, ia mulai menikmati statusnya sebagai "Istri Gus".

Meskipun begitu, sifat aslinya yang ramah dan cenderung "bar-bar" seringkali membuatnya lupa bahwa ia sudah tidak lagi melajang.

Sore itu, Ayini sedang menemani Kevin bermain basket di lapangan belakang pondok.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!