NovelToon NovelToon
The Nethermist

The Nethermist

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi / Hari Kiamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Clevareus

( Versi sekarang adalah Versi remake dari Novel The Nethermist dengan Versi paragraft dan tanda baca yang lebih rapi )

Lima hari sebelum pernikahan politik yang akan menyatukan dua kekuatan besar, dunia Leoric berubah selamanya.
Sebagai putra mahkota yang dipilih di tengah intrik, Leoric bersiap menikahi Clarissa, putri dari keluarga penguasa dataran tinggi. Namun, retakan di langit tiba-tiba muncul, membuka jalan bagi kabut gelap, sihir asing, dan makhluk-makhluk yang menghancurkan segalanya.
Dalam sekejap, kerajaan runtuh dan pernikahan mereka tertunda tanpa kepastian.
Di tengah dunia yang kacau dan kekuatan baru yang belum dipahami, Leoric harus memastikan keselamatan Clarissa—sambil menghadapi kenyataan bahwa kekuasaan, sihir, dan takdir kini berada di luar kendalinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clevareus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Expedition to a fallen kingdom (V)

11 Februari

Perjalanan tim ekspedisi menuju Kerajaan Peak Cavalry kini berada dalam situasi yang sangat genting. Seorang pria berjubah dan seorang wanita berjubah telah menghadang mereka. Semuanya dimulai dari pria misterius yang mampu menggunakan sihir pemanggilan monster, lalu disusul wanita berjubah yang menerobos kereta kuda dari belakang. Kini, nasib seluruh tim ekspedisi bergantung pada bagaimana mereka dapat melewati para bandit misterius yang ternyata bekerja sama dengan Cortinus.

Leoric melihat Cortinus terbaring di tanah setelah terpental dari kereta kuda. Meskipun tidak sadarkan diri sebelumnya, benturan itu tampaknya membuatnya sedikit tersadar. Di sisi lain, Leonard sang panglima perang kini sedang bertarung melawan wanita berjubah dan posisinya semakin terdesak.

Tanpa membuang waktu, Leoric memberi isyarat kepada Anastasya dan Basten untuk mengurus pria berjubah di depan. Sementara itu, dirinya sendiri akan menghadapi wanita berjubah yang ia yakini adalah Leona. Leoric segera memacu kudanya kembali menuju kereta kuda, melewati Cortinus yang tergeletak di tanah, lalu melompat turun begitu sampai di lokasi pertarungan.

Wanita berjubah itu sedang beradu senjata dengan Leonard. Dalam satu gerakan cepat, ia menendang perut Leonard hingga tubuh pria itu terpental dan pingsan seketika. Setelah itu, ia mengalihkan pandangannya kepada Leoric dan tersenyum lebar.

"Haiii, siapa disanaaaaa!? Ahh, akhirnya datang juga sang pemeran utama kita. Sang bintang yang sedang kami incar. Aku Leona, sedangkan pria di sana bernama Oscar. Kami tidak tahu bagaimana caranya kau bisa mengetahui penyergapan ini... tapi berani sekali kau datang sendirian ke sini?"

Keringat dingin menetes dari pelipis Leoric. Saat itu juga ia menyadari ada tiga sosok berjubah lain yang berdiri di belakangnya.

Dari kejauhan, Anastasya melihat situasi itu dan langsung menyuruh Basten tetap berada di tempat. Ia memutar kudanya dan berlari menuju kereta kuda untuk membantu Leoric. Namun ketika melewati Cortinus, tubuhnya mendadak terlempar dari pelana. Kepalanya terasa pening saat menyadari kuda yang ia tunggangi telah ditusuk oleh Cortinus menggunakan pedang.

"Pangeran Cortinus...? Tapi... kenapa?"

Mendung yang sebelumnya menyelimuti lapangan perlahan menghilang. Cahaya matahari kembali menerangi tanah terbuka itu. Namun anehnya, bayangan awan masih menggantung tepat di atas Cortinus, seolah menutupi dirinya dari sinar matahari.

Cortinus tersenyum tipis.

"Hoi, kakak! Tidak, bagaimana caramu mengetahui penyergapan mereka? Sial, kau ternyata tahu soal pengkhianatanku! Dan kau juga membuatku tidak sadarkan diri, dasar brengsek!"

Sambil menggenggam pedangnya erat, Cortinus melangkah mendekat.

Melihat keadaan semakin buruk, Basten akhirnya meninggalkan Oscar yang sudah tidak berdaya dan berlari menuju Anastasya. Tepat ketika Cortinus mengayunkan pedangnya, Anastasya mengangkat senjatanya dan menahan serangan itu meski tubuhnya masih terasa sakit akibat jatuh.

Leoric mengepalkan tangannya. Situasi sekarang jauh lebih buruk dari perkiraannya. Melalui telepati, ia segera bertanya kepada Sarioth apakah mungkin membuat asap hitam untuk menghalangi penglihatan musuh.

"Bisa, Tuan. Tapi saya harus menunjukkan wujud asli saya."

Leoric terdiam sesaat.

Sarioth selama ini menyamar sebagai pedang hitam. Namun wujud aslinya adalah makhluk tengkorak berjubah kusam yang dikenal sebagai seorang saman atau dukun di dunianya sendiri.

Sementara itu, Basten menabrakkan kudanya ke arah Cortinus. Tidak ada pilihan lain. Tubuh Cortinus terpental cukup jauh akibat benturan tersebut. Basten segera turun dan memeriksa kondisi Anastasya. Rasa kecewa memenuhi dadanya. Pangeran yang pernah ia jaga sejak kecil kini telah berubah menjadi seseorang yang begitu licik dan menjijikkan.

Di saat yang sama, Leona mengarahkan belatinya ke leher Leoric. Tiga orang berjubah di belakangnya juga mulai mengeluarkan senjata masing-masing.

"Pedang hitam itu... serahkan pada kami. Kami akan memberimu kematian yang tidak menyakitkan."

Leoric melirik ke arah Leonard yang pingsan di atas kereta kuda. Di sekitarnya, semua prajurit sudah tergeletak tak bernyawa. Tidak ada pilihan lain lagi.

Sementara itu, Cortinus perlahan bangkit kembali setelah ditabrak kuda.

"Ahh, sial. Bagaimana aku bisa terlempar dari kereta tadi? Sepertinya Leonard itu ingin membawaku pergi. Yah, tidak masalah sih. Lagipula mereka semua temanku."

Ia mengangkat pedangnya ke arah Basten.

"Hei, Elite Guard. Sudah lama aku tidak berpedang. Di antara keluarga kerajaan Nightvale, akulah yang paling berbakat, kau tahu? Ayo kita duel sampai mati di sini."

Sesaat setelah mengucapkan kalimat itu, ia bergumam pelan.

"Yah, mereka juga tidak akan membiarkanku mati sih. Hehe."

Basten menundukkan kepalanya. Ia teringat masa kecil Cortinus yang sering memintanya mengajari teknik berpedang. Kini anak yang sama malah mengarahkan pedangnya kepada orang yang selama ini melindunginya.

Tanpa berkata apa-apa, Basten mencabut pedangnya dan menerima tantangan tersebut.

"Kalian menginginkan pedangku, ya?" kata Leoric sambil tersenyum tipis. "Baiklah. Aku tahu rencana kalian. Aku mendengar semuanya dari kamar Cortinus. Kalau memang itu yang kalian mau, ambillah."

Leona tersenyum puas dan menerima pedang itu.

Namun beberapa detik kemudian, kepalanya terasa sangat pusing.

"Apa...?"

Pedang itu terlepas dari tangannya.

"Sarioth!"

Begitu Leoric berteriak, pedang hitam itu berubah menjadi wujud aslinya. Sosok tengkorak berjubah kusam muncul di hadapan semua orang. Dengan cepat ia melantunkan mantra, lalu asap hitam pekat menyebar ke segala arah dan menutupi medan pertempuran.

Leoric langsung melompat ke kursi pengendali kereta kuda dan mencambuk kudanya.

"Jalan!"

Kereta itu melesat maju secara ugal-ugalan.

Saat para bandit sibuk karena pandangan mereka tertutup asap, Leoric menyuruh Sarioth menjemput Anastasya dan Basten. Sarioth terbang dengan kecepatan tinggi menuju mereka berdua.

Ia lebih dulu mengangkat Anastasya yang terluka dan membawanya kembali ke arah kereta. Setelah itu, Leoric berteriak kepada Basten.

"BASTEN! CEPAT NAIK! CORTINUS BRENGSEK ITU KITA URUS NANTI!"

Basten menoleh dan mendecakkan lidahnya kesal. Namun ia tahu Leoric benar. Ia segera berlari mengejar kereta yang masih melaju.

Cortinus mengejar dari belakang dan mengangkat pedangnya untuk menebas punggung Basten. Melihat itu, Leoric langsung menyuruh Sarioth membantu.

Sarioth terbang cepat dan mencakar tangan Cortinus.

"ARGHHH!"

Cortinus berteriak kesakitan sambil memegangi lengannya.

Basten memanfaatkan kesempatan itu untuk melompat ke atas kereta. Tak lama kemudian Sarioth juga kembali dan mendarat di atas kereta, meninggalkan Cortinus yang masih berteriak marah di belakang.

Saat itu Leonard akhirnya tersadar di sudut kereta. Dengan kepala yang masih pusing, ia mendengarkan penjelasan Anastasya tentang seluruh kejadian yang baru saja terjadi. Semakin lama ia mendengar, semakin pusing pula dirinya.

Kereta mereka kini telah memasuki area hutan. Oscar hanya bisa melihat mereka melintas dari kejauhan. Leoric tetap fokus mengendalikan kereta bersama Basten yang duduk di sampingnya.

Beberapa saat kemudian, Leonard menoleh ke belakang.

Wajahnya langsung pucat.

"Itu... itu..."

Basten ikut menoleh.

Benar saja.

Seekor monster raksasa sedang berlari mengejar mereka di antara pepohonan. Di atas punggung monster itu berdiri Oscar, Leona, dan Cortinus.

Sarioth yang sedari tadi berada di atas kereta berjalan santai menuju bagian belakang. Leonard yang kebetulan menoleh ke samping langsung terjatuh karena kaget melihat sosok tengkorak berada tepat di dekatnya.

Mulutnya terbuka lebar.

Anastasya buru-buru menenangkannya.

"Heh, Leonard, tenanglah dahulu, tengkorak itu adalah pelayan atau servant milik pangeran."

"HANTUUUU!!"

Teriakan Leonard membuat Leoric yang berada di depan ikut terkejut.

Sarioth mengabaikan keributan itu. Ia berdiri menghadap monster yang mengejar mereka. Kedua matanya tiba-tiba menyala dengan cahaya biru terang.

Monster itu langsung meraung keras.

Lalu berhenti.

Oscar yang berada di atasnya segera memukul-mukul kepala monster sambil mengaktifkan cahaya merah di tangannya. Tampaknya cahaya itu adalah media untuk mengendalikan monster tersebut.

Namun semuanya sudah terlambat.

Monster itu tiba-tiba mengamuk dan mulai melompat-lompat liar. Bahkan sesaat kemudian, monster itu berbalik menyerang Oscar, Leona, dan Cortinus yang masih berada di atas punggungnya.

Anastasya menatap Sarioth dengan kagum.

"Bagaimana kau melakukannya?"

Perlahan, Sarioth menoleh ke arahnya. Gerakan kepalanya yang hanya terdiri dari tulang membuat Anastasya merinding. Selama beberapa detik, tengkorak itu hanya menatapnya dalam diam.

Leoric yang melihat kejadian itu ikut berkeringat.

Ada yang aneh.

Lalu tiba-tiba Sarioth membuang wajahnya ke samping. Tulang pipinya perlahan berubah kemerahan.

"Hah?"

Leoric melotot.

"Woi, tengkorak brengsek! Kau sedang malu-malu ya!?"

Basten langsung tertawa keras mendengar itu.

Untuk pertama kalinya sejak pagi, suasana di atas kereta menjadi sedikit lebih ringan.

Di depan mereka, ujung hutan mulai terlihat. Setelah melewati pepohonan itu, mereka akan memasuki wilayah perbukitan yang menjadi gerbang menuju Peak Cavalry.

Leoric tersenyum tipis meskipun tubuhnya terasa sangat lelah.

Tolong, biarkan momen ini bertahan sedikit lebih lama.

Namun ia tahu itu mustahil. Masih ada pengkhianatan Cortinus, nasib Clarissa yang belum diketahui, dan berbagai masalah lain yang menunggu di depan.

Perjalanan berlanjut selama sekitar tujuh jam.

Ketika matahari mulai tenggelam di ufuk barat, kereta mereka akhirnya berhenti.

Leoric, Basten, Anastasya, dan Leonard turun perlahan dari kereta. Tidak ada yang berbicara.

Basten melihat Leoric hanya berdiri diam memandangi sesuatu di depan. Ia sempat ingin mengatakan sesuatu untuk menenangkan sang pangeran, tetapi mengurungkan niatnya.

Tidak ada kata-kata yang bisa memperbaiki pemandangan di hadapan mereka.

Kerajaan Peak Cavalry telah hancur.

Bangunan-bangunannya runtuh menjadi puing-puing. Darah mengering memenuhi jalanan. Di berbagai tempat terlihat mayat manusia yang belum sempat dikuburkan.

Sebenarnya tanda-tanda itu sudah muncul sejak mereka berada di hutan. Banyak anak panah yang ditinggalkan begitu saja, bekas pertempuran, dan jejak monster hijau yang ditebas oleh seseorang.

Namun melihat kehancuran kerajaan secara langsung tetap terasa berbeda.

Leoric hanya menatap kosong ke depan.

Lalu, di antara reruntuhan dan darah yang berserakan, ia melihat sesuatu.

Sesosok bayangan hitam.

Pakaiannya tampak asing dan tidak biasa.

Anehnya, sosok itu terasa sulit untuk dilihat dengan jelas, seolah keberadaannya sendiri menolak untuk dipahami.

Dan sosok itu...

sedang menatap Leoric balik tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

1
AngkaSatu
Epic
AngkaSatu
Wah jadi inspirasiku nanti.
𝐊𝐚𝐞𝐥
cliffhanger yang sangat menarik
𝐊𝐚𝐞𝐥
hm, lagi-lagi terlalu banyak perkenalan karakter. saranku, klo mau dikenalin di satu bab, mending pakai percakapan antar tokoh dan beri ciri khasnya.
Clevareus: itu cuman daftar nama anggota keluarga kerajaannya aja sebenernya, karena ngumpul di satu ruangan. tapi iya juga ditumpuk di 1 paragraft gitu 🤣🔥 makasih ya koreksinya, kedepannya bakal agak kulambatin pacingnya🙏
total 1 replies
DreamXimaginatioN😴
hmm. aku kurang setuju dengan sikap leoric, di suruh mundur eh beneran mundur ternyata, baru udah ada korban berjatuhan balik lagi ke medan perang. jadi kurang epic deh kemunculannya, maaf 😅 ini hanya dalam pikiran ku saja
DreamXimaginatioN😴
wuihh dapat senjata, kayak nya MC bakal OP nih karena si sarioth kalau di lihat mungkin saja termasuk para petinggi monster2 itu 😁
DreamXimaginatioN😴
wah ini ketambahan spasi ya, malah jadi paragraf baru. Segera di perbaiki author 👍😄
ShikiSlurx
parah bangsawan bangsawan disini kayaknya kejam banget deh
WER
semangatnya 💪💪💪
Clevareus: siapp
total 1 replies
𝐊𝐚𝐞𝐥
secara tata bahasa aman sejauh ini. plot-nya juga lumayan. tapi info dump-nya cukup parah. terlalu banyak sejarah yang dijelaskan dalam satu bab. karakternya juga terlalu banyak diperkenalkan.

semangat!
Quinnela Estesa
chapter awal, jangan langsung dikasih adegan tempo tinggi😊 nanti setelahnya bakalan kehabisan bahan bakar deh.

seharusnya fokus dulu ke tokoh utama biar banyak yang kenal.
Clevareus: oke makasih masukannya
total 1 replies
DreamXimaginatioN😴
haha nice lah pokoknya 🔥🔥🔥. Tengkorak 💀 apa itu di belakang nya.../Shame/. Hanya saran sedikit saja, monster-monster yang keluar tidak terlalu di jelaskan ya, jika emang gitu niat author tidak masalah namun setidaknya berikan sedikit jenis garis besar nya aja seperti ada yang bisa terbang/ ada yang berotot atau yang lainnya, gitu aja.
Clevareus: okee siapp
total 1 replies
DreamXimaginatioN😴
uhh... seram nya oii😬
AngkaSatu
Oke sejauh ini masih oke tetapi ada beberapa hal yang bisa diperbaiki. Ini adegan bisa dibuat lebih baik lagi misalnya disaat kedua kekasih itu ingin mengucapkan sumpah setia mereka langit tiba tiba retak dan ada mata yang melihat mereka dari atas tersebut semua orang yang menjadi tamu undangan berlarian kesana kemari. Oke segitu dulu dan maaf jika kritikan ku sedikit nyingung🙏
Clevareus: malahan aku berterimakasih kalau ada yang ngasih saran disini🔥
total 2 replies
DreamXimaginatioN😴
hmm comenter ku seperti kebanyakan pembaca lainnya yaitu terlalu banyak informas tapi bagian tengah sampai akhir mulai menarik kok😁. Aku menyarankan agar kata dan paragraf bagian awal bab pertama pada novel di buat semewah/ sebagus mungkin, buat mancing pembaca. Tapi kembali ke author sendiri sih mau di edit atau tidak. Aku menilai bab ini sudah cukup menarik di tambah tata bahasanya rapi, sudah berkelas ini 👍😁.
AngkaSatu
Pendapatku tentang Clarissa. Menurutku Clarissa itu belum diperkenalkan dengan baik. Orang orang akan bilang "Oh oke dia trauma karena perang" Tetapi bila buat Clarissa nya diperkenalkan dulu kasih dialog dulu maka orang orang akan merasa sedikit perihatin. "Oh kasian sekali Clarissa."
AngkaSatu
Menurutku terlalu banyak informasi yang dilemparkan sekaligus. Orang orang bisa lupa nanti tokoh tokoh pentingnya nanti
Clevareus: oke kak, makasih pendapatnya yaa
total 1 replies
Not Not
Gak tau mau komen apa lagi 😹 udah bagus kok
Clevareus: makasihh 🔥
total 1 replies
Not Not
terlalu banyak info dump diawal/NosePick/ mendingan ditunjukkan lewat adegan
WER
semangatttt authorrrrrr 😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!