NovelToon NovelToon
Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Zinnia, putri cantik yang manja dari keluarga kaya cavendish. Yang jadi kesayangan semua orang, selalu mendapat apa yang ia mau. Di kenal tak suka di kekang dan sudah banyak menolak banyak lamaran lelaki muda kaya raya. Suatu ketika dia mengincar perhiasan dari batu langka di sebuah pelelangan, namun dua perhiasan yang ia incar justru jatuh ke tangan dua pengusaha muda yang langsung membuatnya kesal. Ternyata pertemuan singkat mereka kala itu adalah cerita pembuka untuk cinta segitiga di antara mereka di masa depan. Kecantikannya yang luar biasa memikat kedua pengusaha kaya itu, tanpa ia sadari. Dan perlahan kedua cowok tersebut dapat meruntuhkan tembok pertahanan yang selama ini ia buat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 : Obrolan bersama Kakek.

Sesampainya di rumah Kakek Atmareja, suasana langsung terasa berbeda. Udara terasa sejuk dan segar, jauh dari kebisingan kota. Rumah kakek Atmareja berdiri megah namun sederhana di kaki gunung, dikelilingi pepohonan rindang. Meskipun harta kekayaannya mencapai miliaran rupiah, kakek memilih hidup tenang dan sederhana di sini, terlebih setelah sang istri meninggal dunia beberapa minggu lalu. Hanya ada dia dan beberapa pelayan setia yang tinggal di sana.

Begitu mobil berhenti, sosok tua namun masih terlihat gagah dan berwibawa itu langsung menyambut mereka dengan hangat di halaman.

"Rion akhirnya kamu datang juga nak..." Ucap Kakek Atmareja, senyum lebar terukir di wajahnya yang penuh keriput. Ia langsung memeluk cucunya itu erat, sebuah pelukan hangat yang sudah lama tak dirasakan Rion.

Setelah melepaskan pelukan, Rion pun dengan segera memperkenalkan Zinnia dengan singkat.

"Kenalkan Kek, ini Zinnia... pacar saya."

Kakek Atmareja menatap Zinnia dengan tatapan teduh dan bijaksana, lalu mengangguk ramah.

"Oh jadi ini orangnya ya.. Cantik sekali. Cucu-cucuku memang punya selera bagus soal memilih kekasih. Oh iya.. silakan masuk Nak, silakan duduk."

Mereka kemudian duduk bersantai di teras depan rumah yang luas, duduk di sebuah kursi kayu. Malam itu indah sekali, langit gelap dihiasi ribuan bintang, dan ribuan kunang-kunang beterbangan bebas di sekitar taman, menciptakan pemandangan bak di dalam dongeng.

Suasana hening sejenak, sampai akhirnya Kakek Atmareja membuka suara, menatap cucunya dengan penuh penyesalan.

"Rion... kau tahu aku tak pernah membuangmu. Aku anggap kamu adalah salah satu cucuku juga, sama posisinya dengan yang lain. Tapi aku tahu kamu mungkin belum bisa menerima fakta tentang pernikahan kedua orang tuamu..."

Rion hanya diam membatu, wajahnya datar namun matanya menyimpan banyak tanya. Begitu pun Zinnia di sampingnya, ia ikut terdiam mendengar pembicaraan serius itu. Merasa butuh kekuatan, tangan Rion semakin mempererat genggamannya pada tangan Zinnia, seolah mencari sandaran.

"Tapi kamu harus tahu..." lanjut Kakek pelan namun tegas, "Pernikahan pertama ayahmu itu... adalah pernikahan kontrak. Itu salahku."

Rion mendongak cepat, matanya membelalak kaget.

"Waktu itu, Kakek terlalu terobsesi dengan bisnis dan kekuasaan...." Kakek menunduk lesu, " Sampai memaksakan pernikahan itu demi menyatukan perusahaan, sampai akhirnya malah memisahkan cinta sejati antara ayahmu dan ibumu. Kakek yang salah..."

Napas Rion tercekat. Selama ini ia marah, ia benci, ia merasa ibunya tidak dihargai... tapi ternyata semua ini bermula dari kesalahan sang kakek demi bisnis?

"Mungkin saat ini ayahmu belum bisa menemuimu secara bebas..." Kakek kembali bicara, "Tapi jangan khawatir. Setelah Kakakmu menikah dan mendapatkan posisinya yang sah, ikatan kontrak itu akan selesai. Saat itulah dia bisa bebas menemui kau dan ibumu lagi, tanpa ada yang perlu ditutup-tutupi."

Rion masih tetap diam. Mulutnya terasa kelu, bingung harus berkata apa. Marah? Kecewa? Lega? Semua perasaan itu bercampur aduk menjadi satu di dadanya.

Suasana di teras itu hening cukup lama, hanya terdengar suara jangkrik dan desiran angin malam yang sejuk. Ribuan kunang-kunang beterbangan indah di sekitar mereka, seolah ikut menyaksikan percakapan berat yang sedang terjadi.

Kakek Atmareja menatap cucunya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Walaupun dia orang yang sangat berkuasa dan memiliki harta berlimpah, di hadapan Rion, dia hanyalah seorang kakek tua yang penuh penyesalan.

"Riondra Andreas Putra Rajasa..." panggil Kakek pelan, menyebut nama lengkap cucunya itu dengan penuh rasa sayang. "Kakek tahu... Kamu tidak mau nama belakangmu kau cantumkan 'Adhitama'. Kau lebih memilih menggunakan nama ayahmu, Rajasa, dan kau ingin berdiri di atas kakimu sendiri. Kakek mengerti... Kakek tahu betapa besar kecewamu pada keluarga ini."

Rion masih diam, rahangnya mengeras, matanya menatap lurus ke depan menahan gejolak di dadanya.

"Kakek minta maaf nak..." suara Kakek bergetar.

"Dulu... Kakek terlalu sombong, terlalu memikirkan gengsi dan kekayaan. Saat ibumu, Layla, datang ke sini dan ayahmu mengenalkannya sebagai kekasihnya. Kakek meremehkannya hanya karena dia berasal dari keluarga sederhana. Kakek menentang hubungan mereka berdua kala itu. Dan pada akhirnya Kakek memaksakan ayahmu menikah demi kontrak bisnis..."

Kakek menghela napas panjang, wajah tampak begitu lelah dan dipenuhi rasa sesal.

"Kakek salah... Kakek yang memisahkan cinta mereka. Kakek yang membuat ibumu harus bertahun-tahun menunggu, dan dikala mereka bersama, pandangan orang-orang terhadap ibumu menjadi tidak baik, tapi percayalah Kakek tidak bermaksud demikian.. Maafkan Kakek, semuanya memang salahku..."

Mendengar kata maaf itu keluar dari mulut sang kakek, pertahanan diri Riondra mulai runtuh. Selama ini dia benci, dia marah, dia merasa ibunya tidak dihargai dan selalu di rendahkan hanya karna dulunya dia berasal dari keluarga miskin dan setelah menikah dia justru di tuduh sebagai perusak rumah tangga orang lain, tanpa tahu fakta yang sebenarnta. Tapi melihat sosok tua ini menunduk meminta maaf dengan tulus, rasa marah itu perlahan berganti menjadi rasa iba yang mendalam.

Zinnia di sampingnya merasakan tangan Rion yang tadinya dingin dan kaku, kini mulai sedikit bergetar. Dia pun perlahan mengusap punggung tangan kekasihnya itu, memberi kekuatan tanpa suara.

"Sudahlah Kek..Masa lalu sudah terjadi... tidak bisa diubah lagi." suara Rion terdengar parau dan berat.

Dia menoleh, menatap wajah kakeknya yang sudah keriput itu.

"Aku memang benci... benci dengan semua kekacauan ini, benci melihat Ibu harus menunggu, benci pandangan orang lain terhadap dia..." Rion berhenti sejenak, menelan ludah menahan air mata yang mulai menggenang, "Tapi... melihat Kakek sudah menyesal dan mengakui kesalahan... akan aku ushakan untuk memaafkan Kakek."

Kakek Atmareja langsung mengangkat wajahnya, matanya berbinar haru.

"Benarkah kau mau memaafkan Kakek, Nak?"

Riondra mengangguk pelan, senyum tipis yang sangat jarang muncul akhirnya terukir di wajahnya. "Iya akan aku coba meskipun itu tak mudah bagiku... Lebih baik kita berdamai saja. Lagipula Ibu juga sudah memaafkan kalian semua, dia bahkan yang menyuruhku datang ke sini."

"Terima kasih... terima kasih Nak..." Kakek tidak bisa menahan diri lagi, dia langsung memeluk bahu cucunya itu erat sekali, seperti takut kehilangan.

"Kakek janji... mulai sekarang Kakek akan pastikan tidak ada yang bisa mengganggu kehidupan kalian lagi. Kamu tetap cucu kesayangan Kakek, sama seperti yang lain."

Riondra memejamkan matanya, membiarkan dirinya merasakan hangatnya kasih sayang kakeknya yang sudah lama hilang. Akhirnya, beban di dadanya terasa sedikit lebih ringan.

Zinnia melihat pemandangan itu dengan tersenyum haru. Dia lega sekali melihat kekasihnya akhirnya bisa membuka hati dan berdamai dengan masa lalu.

Setelah mengobrol, Kakek Atma mengajak keduanya untuk masuk dan makan bersama, semua hidangan sudah tersedia di atas meja makan. Tanpa ragu kedunya pun mulai menikmati hidangan yang ada.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!