NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN LUKA

MENIKAH DENGAN LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:904
Nilai: 5
Nama Author: Delvi Binti

Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 16

saat waktu menunjukkan sore hari Ara pun memutuskan untuk pulang, sebab Ia takut jika tante Rianti akan mencari nya jika ia tidak segera pulang.

" kaya nya aku harus pulang sekarang de, aku takut nanti tante Rianti nyariin aku lagi." ucap Ara

" mau aku anterin engga?. " tanya Dimas

" engga usa, aku pulang sendiri aja aku engga mau ngerepotin kamu emang kamu mau di omelin tante Rianti."

"aku engga apa -apa kalau Harus di kena omel sama tante kamu, aku siap banget asal ada kamu di samping aku. "

" kamu mah bisa aja, yaudah aku pulang dulu ya, kamu hati- hati pulang nya jangan ngebut-ngebut . "

" Siap sayang nya aku, bidadari aku." jawab Dimas

" apasih engga jelas, yaudah aku pulang sekarang dahh."

akhirnya Ara pun pulang Ia pulang dengan berjalan kaki, sebab jarak rumah nya tidak terlalu jauh dari tempat Ia bertemu dengan Dimas tadi.

Sarah pun Akhirnya pulang juga, Ia pulang dengan keadaan emosi bercampur cemburu.

" harusnya yang bermesraan sama Dimas itu aku, bukan perempuan kampung itu, Awas aja ya dia, aku engga akan buat hidup perempuan itu tenang, Dimas harus tetap jadi milik aku. "

Sarah mulai memikirkan rencana- rencana jahat untuk memisahkan Dimas dan Ara, otak nya sudah di penuhi dengan rencana jahat, rasa marah cemburu dan iri sudah menyelimuti hati Sarah.

hari itu Sarah pulang dengan penuh dendam dan ambisi untuk menghancurkan hubungan Dimas dan Ara, sekarang tujuan hidup nya hanya untuk merebut Dimas kembali.

suatu hari Sarah mendatangi Rumah Dimas, dan kebetulan saat itu Dimas akan pergi ke rumah Doni, Sarah yang melihat itu seolah mendapat kesempatan untuk melancarkan rencana nya.

" hay Dim, kamu mau ke mana." tanya Sarah saat sampai di rumah Dimas.

" ini saya mau ke rumah Doni, kenapa kamu ke sini ada apa."

" engga aku cuma kebetulan lewat aja trus engga sengaja liat kamu, makanya aku mampir buat nyapa kamu."

" oo yaudah kalau gitu aku ke rumah Doni dulu." Jawab Dimas yang hendak pergi.

" Dim boleh engga aku ikut, aku bosen di rumah terus lagian aku juga pengen banget ketemu sama Doni udah lama juga aku engga ketemu dia, pliss biarin baku ikut kamu ya. "

" kalau kamu mau ketemu Doni kamu bisa kesana sendiri kan, kamu kan juga punya kendaraan dan kamu juga bisa bawanya, rumah Doni juga engga terlalu jauh kan."

" tapi kan kamu mau kerumah Doni kan jadi bisa kan sekalin aku nebeng, ayolah Dim kita kan temenan massa ama teman sendiri kamu pelit."

Dengan enggan Dimas menuruti keinginan Sarah

" yaudah tapi kali ini aja." jawab Dimas.

" makasih yaa. " jawab Sarah sambil tersenyum.

" ee itu warung ibu Titin kan, aku jadi inget kita dulu sering makan bakso bareng di warung itu. " ucap Sarah saat melewati sebuah warung bakso tempat mereka sering makan dulu.

Dimas hanya melirik warung itu sekilas lalu membuang muka, Dimas tidak menjawab apa - apa, sepanjang jalan Dimas hanya diam tidak memperdulikan apapun yang dikatakan Sara.

namuan saat melewati Rumah Ara, ternyata Ara sedang menyapu halaman samping rumah nya, dan tidak sengaja melihat Dimas dan Sarah, namun saat itu Ara tidak memikirkan hal yang macam - macam karna Ara percaya pada Dimas.

Ara berfikir mungkin itu keluarga nya, atau keluarga Doni, begitu polos nya Ara sehingga ia tidak tau bawah yang tadi di bonceng Dimas adalah orang yang berusaha memisahkan nya dari Dimas, tidak ada kecurigaan di dalam hatinya.

saat sampai di rumah Doni, Sarah langsung turun dan menyapa Doni.

" halo kakak Doni, udah lama banget aku engga ketemu kakak, gimana kabarnya Kak sehat kan." tanya Sarah.

" ee Sarah, iya saya baik kok kamu kapan pulang dari kota nya, terus gimana sama kuliah kamu." jawab Doni.

" aku udah mau sebulan pulang nya, dan kuliah yaa gitu de kak, aku lebih suka tinggal di sini si daripada di kampung, apalagi disini ada Dimas dan kak Doni." jawab Sarah yang menatap Dimas dengan senyuman.

melihat itu Doni bisa langsung tau kalau Sarah masi menyukai Dimas, Doni hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Sarah itu ia tidak bisa berkata - kata lagi.

" yaudah masuk dulu kita ngobrol nya di dalam." ucap Doni.

tampa basa basi Dimas langsung masuk meniggalkan Sarah, Sarah yang melihat itu juga ikut masuk mengikuti Dimas.

dan saat itu Dimas tidak seperti biasa nya yang banyak bercerita ketika bertemu dengan Doni, sekarang Ia hanya Diam dan berbicara seperlunya saja.

" Don gua minjem toilet dulu yaa." ucap Dimas

" oo iya Dim noh masuk aja. "

Dimas pun bangkit lalu berjalan menuju toilet.

" kak aku mau nanya sesuatu boleh engga."

" kamu mau nanya apa, tanya aja."

" kaka tau soal pacar nya Dimas sekarang, maksud aku dia orang nya gimana."

" ooo Ara, Ara orang nya baik, dia juga ramah sama orang, ceria pokoknya gitulah."

" Dimas keliatan nya sayang banget yaa sama pacar nya yang sekarang."

" iya, si Dimas udah bener - bener jatuh cinta sama Ara, dia rela ngelakuin apa aja buat Ara."

" coba aja dulu aku engga putusin Dimas dan ninggalin dia ke kota, pasti sekarang aku sama Dimas udah bahagia."

" yaa mau gimana lagi, yang berlalu yaa biarkan berlalu jadiin itu sebagai pelajaran buat kamu kedepan nya, jangan terlalu gegabah dalam ngambil keputusan."

" iya kak, aku tau."

"apa hebat nya gadis kampung itu, dia engga akan bisa ngalahin aku, aku yakin Dimas bakalan kembali jatuh cinta lagi ke aku." gumam Sarah dalam hati.

Dimas akhir nya keluar dari toilet, dan memutuskan untuk pulang.

" Don, gua pulang dulu yaa soalnya gua masi ada kerjaan di ladang.

" oo iya, yaudah kalau gitu luh hati-hati yaa."

" kak aku juga mau pulang dulu yaa, soalnya kan tadi aku ikut Dimas kesini massa aku nanti pulang jalan kaki kalau Dimas pulang duluan."

" oo yaudah Sar, kalian hati-hati."

Tampa berbicara lagi Dimas keluar dari rumah Doni dan menuju ke sepeda motor nya, yang di ikuti oleh Sarah, Doni yang melihat itu hanya bisa mengelengkan kepala.

" Dim tunggu dong, massa kamu mau ninggalin aku di sini sih." panggil Sarah.

" makanya cepetan jalan nya."

Dimas lalu menghidupkan sepeda motor nya dan segera melaju, Sarah kesal dengan perlakuan Dimas ke dia, namuan Ia hanya bisa Diam.

Saat mereka hampir melewati Rumah Ara lagi, Sarah tidak sengaja melihat Ara yang sedang menoleh ke Ara mereka, senyum licik terpancar di wajah Sarah, sebuah rencana jahat terlintas di otaknya.

dengan sengaja Sarah memeluk pinggang Dimas, Dimas reflek kanget dengan tindakan Sarah itu, namuan iya tidak tau bahwa Ara sedang menatap mereka di balik jendela rumah nya.

" kamu apa-apaan sih Sar lepasin engga, aku turunin kamu di sini sekali juga." bentak Dimas.

" maaf Dim tadi aku hampir jatuh makanya aku pegangan ke kamu." jawab Sarah

Setelah melewati Rumah Ara, baru Sarah mau melepaskan pelukan nya itu.

Ara yang melihat itu merasakan sakit di hati nya, Ia tidak percaya bahwa Dimas akan menghianati nya, ada rasa tidak percaya, namuan apa yang Ia lihat tadi membuat nya tidak bisa mencernah semua nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!