Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Nadia terbiasa bangun tidur lebih siang dari biasanya jika hari libur,seperti hari ini,Ia menuruni kasur tingginya lalu memakai sandal berlapis bulu-bulu halus.
Ia berjala menuju balkon rumahnya.
Dari atas ia bisa melihat jalanan perumahan yang sepi dan hanya ada beberapa orang berjalan santai sembari memegang tali hewan peliharaan.
"Hooaamm..".
Nadia pun menuruni tangga dan berjalan ke halaman depan,dengan masih mengenakan piyama ia menghampiri anjing peliharaan kakanya,
"Haaii roki.."
"Apa kamu juga mau jalan-jalan.." ucapnya sembari mengambil tali yang berada tak jauh dari rumah kecil roki.
Nadia mengelus seluruh badan roki lalu menciumnya sesekali,
"Ayo kita jalan-jalan juga.."
"sudah lama kan kamu ga jalan-jalan sama acuu.." ucap nadia dengan manja.
Nadia pun mulai berjalan santai mengitari perumahan,
Dan berhenti di sudut pos yang sedang ramai karna ada tukang bubur berjualan.
"Neng nadia juga mau?" Tawar sang tukang bubur.
"Boleh mang.."
"Udah lama banget nih neng ga pernah ngajak roki jalan-jalan.."
"Biasanya setiap minggu pasti muterin perumahan.."
"Iyaa nih mang.."
"Lagi banyak kegiatan di sekolah.." ucap nadia yang kini tengah menunggu bubur nya siap sembari memotret roki melalui ponselnya.
"Selamat pagi..aku dan roki jalan-jalan santai dulu"
Tulis nadia di history whatsapp yang menampilkan foto roki.
Bubur pun telah siap sedia,ia mengikat roki disalah satu tiang pos dan mulai melahap sarapannya itu.
"ASTAGA.." teriak nadia.
"Kenapa neng" tanya sang tukang bubur.
"Ehh gapapa mang.." buru-buru ia meletakkan mangkok kecil kekursi disebelahnya dan mengambil ponsel yang ada di sakunya.
"Kok aku lupa kalau pak saga juga ada di kontak whatsappku.."
"Tuhkan dia udah liat.."
"Mati lah aku.." bathin nadia.
Nadia pun kembali kerumahnya dengan perasaan tak tenang.
"Kenapa nad?" Tanya sang kaka.
"Engga apa-apa kak,aku sedikit ga enak badan.."
"Aku mau tidur lagi aja.." nadia mengutarakan alasan yang hanya ada di kepalanya.
"Huuu alesan,bilang aja mau males-malesan." umpat sang kaka.
Nadia tidak mempedulikan ucapan sang kaka,ia menaiki tangga satu persatu dengan malas-malasan.
Ia juga tak lupa mematikan ponselnya dan mengimpannya di laci meja belajarnya.
"Bodo amat lah".
Sementara di kediaman saga.
Saga tengah berendam di kolam renang dengan air yang dingin karna malamnya diguyur hujan,
Aldo,sang anak semata wayangnya sejak kemarin juga telah di jemput untuk menginap di rumah orang tuanya.
Saga mondar-mandir berenang ke kiri dan ke kanan.
Ia kini sedang di landa kecemasan,
semalaman ia memikirkan nadia.
Sudah dua hari sejak kejadian di apartemennya ia tidak berkomunikasi dengannya.
Saga meremas rambutnya sendiri yang basah kuyup setelah menenggelamkan kepalanya sendiri lalu keluar kolam,
Meraih handuk yang berada di atas kursi panjang dan kemudian memakai piyamanya kembali.
Cukup lama ia berbaring menutup mata berfikir apakah harus dia menghubunginya terlebih dahulu,atau menunggu hari dimana nadia datang kerumah untuk mengajari aldo.
Atau bagaimana jika nadia tidak datang lagi.
"Hah" saga mengernyitkan dahinya melihat history yang dibuat oleh nadia,
"Bukankah dia?"
"Sepertinya ada yang ga beres" bathin saga.
Saga pun mencoba menghubungi nomor nadia namun tidak tersambung.
Namun karna rasa penasarannya yang lebih besar ia pun mulai mencari tau siapa sebenarnya nadia.
Apakah sesuai dengan yang di bicarakannya atau hanya cara nadia untuk menarik dirinya.
"Anak jaman sekarang banyak sekali yang bermain gila demi mendapatkan uang lebih.."
Gerutu saga sembari meraih handuk keringnya lalu masuk kedalam rumah.
Malam harinya,saga kembali melihat ponselnya.
Masih dengan pesan yang berceklis satu,
Dan panggilan telfon yang belum tersambung.
"Kemana anak ini?"
"Awas aja kalau sampai dia bermain dengan orang lain dibelakangku.."
"Dan siapa laki-laki yang waktu itu berboncengan dengannya.."
"Sepertinya seumuran dengannya! Apakah satu kampus?"
Saga mencoba untuk tenang,membuka lembar kerja yang ia bawa pulang kerumah tetapi bayang-bayang nadia masih saja menghantui pikirannya.
"Ahh shitt.." geram saga.
Ia mulai mengingat hari dimana dirinya pertama kali melakukan hubungan bersama nadia tempo hari lalu.
Hasrat mulai merasuki tubuh saga,perlahan benda tumpul miliknya pun bereaksi,
Ia mengusap benda itu dari luar celananya.
"Ahhh bisa gila aku.."
"Gadis itu sangat mengganggu pikiranku.."
Saga mulai memejamkan matanya,mulai kembali mengingat bagaimana ia memulainya.
Tok tok tok..
"Aarrgghh brengsek.."
"Siapa malam-malam berani menggangguku.." gerutu saga dengan buru-buru membenahi celananya yang sudah turun sampai lutut.
"Siapa!" Teriak saga dengan penuh amarah.
"Siapa disana!" Ucap saga kembali karna tidak mendapat jawaban.
Saga pun bangkit dari kursi kerjanya dan membuka pintu.
Kondisi rumah yang sudah gelap membuatnya tak dapat melihat siapa baru saja yang mengetuk ruang kerjanya.
Namun yang pasti,sekilas ia melihat ada sesosok yang menuruni tangga.
Saga pun berjalan perlahan,mencoba mencari tau siapa si pemilik tubuh itu.
"Siapa disana?" Tanya saga.
"Begitu aku menemukanmu,aku tidak akan melepaskanmu.."
"Tapi jika kamu muncul aku akan membiarkanmu pergi.." terdengar suara saga lebih tenang.
"Bhaaaa!!" Terdengar suara lelaki mengangetkan dirinya.
"Brengsek!"
"Ngapain kesini malam-malam"
"Dan bagaimana kamu bisa masuk kesini!" Ucap reno kembali menaikkan nada suaranya.
"Sorry sorry.."
"Abisnya tadi udh pencet bel ga ada yang nyaut,eh pintu juga ga ke kunci.."
"Ngapain sih ren.." ucap saga pasrah.
"Aku lagi galau.."
"Kamu galau,tapi aku lagi nanggung tadi!"
"Hahh..nanggung,nanggung apa?"
Hayoo pasti berharap nadia kan yang dateng,
Dan saga nanggung apa hayo😋😋