NovelToon NovelToon
Pengasuh Sang Pewaris (Dia Tahu Segalanya)

Pengasuh Sang Pewaris (Dia Tahu Segalanya)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Ibu susu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Dituduh menjual jasad anak kandungnya sendiri, Raznalira Utami (28 th) tidak hanya kehilangan buah hatinya tetapi juga rumah tangganya. Suaminya menceraikannya tanpa memberi kesempatan untuk menjelaskan.

Dalam keterpurukan hidupnya, Razna menerima tawaran menjadi ibu susu bagi bayi laki-laki milik seorang duda muda konglomerat, Rendra Mahardika (35th). Demi bertahan hidup, ia menekan masa lalunya dan masuk ke dunia baru yang terasa asing, dingin, dan penuh rahasia.

Namun takdir seolah belum selesai mempermainkannya.
Di rumah megah itu, Razna bertemu dengan seorang wanita misterius yang membuat darahnya seketika membeku. Wanita tua yang dulu membeli jasad anaknya.

Apa tujuan sebenarnya wanita itu membeli jasad bayi Razna?
Apa hubungan wanita tua itu dengan Rendra?

Kecurigaan Razna berubah menjadi ketakutan saat perlahan ia menyadari sesuatu yang mustahil, apakah itu?


Happy reading 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 Menjadi Ibu Seutuhnya

Pintu kamar terbuka lebar, memperlihatkan sosok pria tampan, berpostur tinggi dengan aura tegas. Ia berpakaian rapi mencerminkan wibawa seorang CEO. Kehadirannya seketika menguasai ruangan dengan sorot mata yang tajam penuh kendali.

Lelaki itu adalah Rendra. Sosok yang sangat dihormati dan disegani oleh banyak orang. Wibawanya tidak hanya terpancar dari pesona penampilannya saja, namun dari setiap langkah dan keputusan yang ia ambil. Satu hal yang pasti, setiap ucapan yang keluar dari bibirnya, tidak boleh ada satu pun yang berani menentangnya.

Rendra dikenal sebagai pribadi yang tegas, dingin dan sulit ditebak. Tidak banyak orang yang benar-benar mengenalnya lebih dalam, termasuk orang-orang yang berada di lingkungan terdekatnya. Banyak wanita di luar sana yang sudah mengantre ingin dijadikan istrinya. Namun tidak ada satu pun yang bisa mengusik hatinya, termasuk Danara. Dia masih sangat mencintai mendiang istrinya.

Netranya menyapu seluruh isi ruangan. Tatapannya berhenti pada seorang wanita yang sudah ia tolong semalam. Razna.

"Ada apa ini, pagi-pagi sudah ada keributan?" suaranya rendah agar tidak mengusik anaknya yang masih bayi.

Suara Rendra cukup membuat suasana di ruangan tersebut semakin tegang.

Danara segera mendekat dengan memegang lengan kanan Rendra, "Kak Rendra, wanita ini tiba-tiba masuk kamar Finza tanpa izin dariku. Bahkan wanita asing itu mau menyentuh Finza padahal aku sendiri tidak tahu siapa dia. Dasar engga ada adab, masuk kamar engga izin dulu, huh!" adu Danara menatap sinis Razna yang tertunduk tak bisa menyangkal.

"Maaf nona Danara, tadi kan aku sudah bilang kalau aku yang mengizinkan Mbak Azna masuk ke kamar Finza...," jelas Surti dengan suara yang cukup bergetar.

Surti menyikut lengan Razna agar Razna pun ikut berbicara setidaknya bisa membela diri.

"Ma...maaf Tuan. A..aku hanya ingin menenangkan bayi itu. Tidak ada maksud lain," ujar Razna merasa tidak enak hati, sambil menggelengkan kepalanya, suaranya lirih dan terbata- bata, menahan rasa gugup yang perlahan menguasai dirinya.

Keheningan kembali menyelimuti ruangan. Rendra mencerna setiap ucapan wanita yang berada di dalam kamar anaknya itu.

Tangisan Finza kembali terdengar, kali ini lebih keras. Bayi itu terlihat semakin gelisah. Kemungkinan saat ini Finza merasa lapar yang tidak tertahankan.

"Kak, Finza tidak mau minum susu formula lagi. Gimana ini? Apa harus pake jasa donor ASI saja?" suara Danara terdengar cemas.

Rendra tidak menjawab. Tatapannya terpaku pada wanita yang masih berdiri di sisi boks bayi. Dia menyadari bagian dada pakaian wanita itu tampak basah.

Wanita yang tak lain adalah Razna, menunduk malu dan segera menutupi bagian pakaiannya dengan kedua tangan.

"Saya tidak mau tahu, kamu harus menyusui Finza, anakku sekarang juga!" ujar Rendra tegas, dia menunjuk ke arah Razna.

Razna mengangkat wajahnya. Jelas saja terkejut mendengar perintah yang tiba-tiba tanpa pembicaraan sebelumnya. Dia sadar kehadirannya di rumah itu pun tanpa direncanakan. Razna menatap Rendra dengan penuh tanda tanya. Dia belum menyadari bahwa pria yang berdiri di hadapannya adalah sosok yang pernah ia temui di pemakaman putrinya.

"Tapi Kak, dia itu orang asing. Kita tidak tahu latar belakang wanita itu. Kak, aku mohon cari yang lain saja. Jangan dia..." protes Danara jelas tidak setuju.

Situasi seperti ini membuatnya gelisah. Dia merasa kehadiran wanita itu akan mempersulit langkahnya untuk mendekati Rendra. Selama ini, melalui perannya sebagai pengasuh bagi anak-anak Rendra, Danara diam-diam berharap bisa semakin dekat dan secara perlahan bisa masuk ke hati pria itu.

"Orang lain tidak bisa dipastikan. Saya yakin wanita itu orang baik-baik," potong Rendra tanpa mengalihkan pandangannya.

Ucapan itu jelas membuat Danara semakin marah. Dia merasa keputusan Rendra terlalu gegabah tanpa mempertimbangkan pendapatnya sama sekali.

"Kamu boleh menggendong bayi itu! Kalau bayi itu sudah kenyang, secepatnya ke ruangan saya!" titahnya tegas tak terbantahkan.

"Surti kalau wanita ini sudah selesai, antar dia ke ruangan saya!"

"Baik Tuan," jawab Surti sambil mengangguk hormat.

Ucapan Rendra menutup perdebatan di dalam ruangan itu. Siapa pun tidak ada yang berani membantah atau pun protes.

Rendra membalikkan badannya tanpa mengatakan apa-apa lagi. Meninggalkan ruangan itu dengan langkah berat namun penuh keyakinan, bahwa keputusannya tidak akan pernah salah.

Razna masih terpaku, mencerna keputusan Rendra yang sama sekali belum bisa ia pahami. Ada apa sebenarnya?

"Hey, malah bengong. Ayo angkat bayinya. Jangan biarkan dia menangis terlalu lama," tegur Danara, suaranya terdengar tegas dan dingin.

"Ingat, kali ini kamu boleh menyentuh Finza. Tapi kalau aku sudah menemukan donor ASI buat Finza, kamu harus pergi dari rumah ini secepatnya. Paham?" sambung Danara penuh penekanan.

Razna terdiam, dia masih diliputi kebingungan dengan keberadaannya saat ini. Seingatnya, semalam dia berjalan menyusuri jalan yang sepi setelah terlibat dalam perdebatan dengan mantan suaminya. Dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi hari ini. Ada getir yang terselip di balik tatapannya yang masih menyisakan tanda tanya. Dia tetap mengangguk pelan, melirik bayi mungil yang masih menangis karena lapar.

Razna mengulurkan tangannya untuk mengangkat bayi mungil itu. Tangisnya yang semula pecah perlahan mereda. Sebuah senyum tipis terukir di bibirnya. Rasa bangga menjadi seorang ibu mulai tumbuh pagi ini. Rasa haru menerpa dirinya manakala bayi itu berada dalam dekapannya.

Bibir mungil itu mulai mencari sumber kehidupan. Begitu menemukannya, tangisnya berhenti, berganti ketenangan dan kenyamanan yang membuatnya hangat.

Razna terdiam sejenak, menahan rasa haru sambil membuai bayi mungil itu dengan lembut.

"Seandainya bayi yang kuberi ASI ini adalah putriku, aku sangat bahagia, Tapi itu tidak mungkin. Putriku sudah tiada," gumam Razna sambil menatap bayi laki-laki yang terlihat tenang dan damai di dalam dekapannya.

Bayi itu menggenggam ujung jari Razna dengan lemah, seolah enggan melepaskan kehangatan yang baru ia miliki. Entah sudah berapa lama, bayi itu tidak merasakan setetes ASI sehingga nafasnya tersengal, tubuh kecilnya jelas sekali kehausan.

"Tenang saja sayang, ibu akan selalu ada di dekatmu. Kalau Allah memberi izin, kita akan selalu bersama. Ibu akan menjagamu dengan setulus hati," bisiknya lirih.

Beberapa saat kemudian, bayi itu pun terlelap dalam dekapan Razna. Napasnya teratur, wajahnya tenang dan damai.

Razna perlahan meletakkannya kembali ke dalam boks bayi dengan hati-hati, seakan khawatir mengusik tidur lelapnya.

Seraya menghela napas panjang, berusaha bisa menenangkan hatinya yang belum sepenuhnya berdamai. Dia khawatir pertemuannya dengan ayah bayi itu justru membuat dirinya pergi dari rumah ini, sementara di dalam dirinya sudah mulai tumbuh perasaan menjadi seorang ibu seutuhnya.

"Ya Allah apa yang harus aku perbuat? Bayi itu membutuhkanku. Dia butuh ASI ku. Bolehkah aku berharap, aku bisa tetap di sini? Terlebih aku sudah tidak punya tempat tinggal lagi," lirihnya dalam hati. Punggung tangannya mengusap air mata yang hampir tumpah.

"Mbak Azna sudah selesaikan?" bisik Surti pelan.

Razna mengangguk pelan. Matanya tak luput dari bayi mungil itu. Sulit rasanya meninggalkan bayi tersebut sendirian.

"Yuk kita menghadap Tuan Rendra! Jangan biarkan Tuan menunggumu terlalu lama," ajak Surti menarik lengan Razna dengan pelan.

Surti bahagia Razna berada di dalam rumah ini. Setidaknya dia ada teman untuk berbagi kisah.

Razna merapikan pakaiannya di depan pintu ruang kerja Rendra. Rasa gugupnya jelas terlihat pada wajahnya yang pucat.

Surti tersenyum tipis, "Mbak walaupun tidak bercermin, Mbak tetap cantik," puji Surti.

Razna tersipu malu. Baru kali ini ada seseorang yang memuji kecantikannya selain Mamanya.

Surti menyentuh lengan Razna yang dingin, lalu tersenyum menenangkan.

"Mbak tenang saja, Tuan Rendra orangnya baik kok. Kalau tidak, mana mungkin Tuan Rendra membawa Mbak ke rumah ini saat Mbak dalam keadaan pingsan,"

Razna menelan salivanya dengan susah payah. Dia teringat dengan ucapan Surti sebelumnya saat di kamar tamu. Namun hingga saat ini Razna masih belum mengingat, siapa Rendra yang sebenarnya.

"Tuan Rendra mengenalku tapi aku sama sekali tidak mengenalnya. Apa benar Tuan Rendra orang baik? Tapi wanita itu... sepertinya tidak menyukai kehadiranku. Lantas aku harus gimana?" gumam Razna dalam hati.

Jantungnya berdegup kencang, manakala Surti mengetuk pintu ruang kerja Rendra.

"Masuk!"

Deg

Deg

Deg

1
Yuningsih Nining
👎mampooosh loe danara, bukti ada noh, mental mu mungkin langsung down kena tuh fakta, cardihlgan nya masih loe pk hahah serasa puas, iih dosa sebener nya ya ini sy begini tp kesel sm si danara
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Lahh niatan buruk mu ituhh nara
raz.. kan dia kerja.. tp kmcemburu .. dan km yg berharap sama Rendra
padahal Rendra ngk suka ma km.. dia ngangap km adik .. pahamm!
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
nahhh kembalikan aja dia.. fiadisitu kan sebagai tantenya firza bukan ibunya
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Nahh .. kecerobohan yg akan mengungkapkan kebenaran...
udah jadi adek ipar masih aja ngelunjak pgen jdi istri... ngk tau diri
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pembohong, rasakan akibatnya 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
akhirnya ada bukti akurat 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tuh dengerin 😔
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
mampus luuu Danara semoga Rendra bisa membuka kebusukan adik iparnya sendiri yang membuat Finza jatuh dari atas tempat tidur biar sekalian diusir keluar dari rumah bahaya kali ada Danara didekat Finza bisa bisa dia lakukan aksi lanjutan 🤔
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
Rendra kau kau kan orang berada mumpung Danara ada di RS suruh orang pasang cctv di kamar Finza atau ditiap ruangan biar kau lihat sendiri kelakuan Danara 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sabar Razna kebenaran pasti akan terungkap 😔
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Dasar Nara.. mulut mu kudu di lskbann.... SE enak yaaa bilang kyak gtu..
Degar sendiri kan dra klakuan adek ipar mu...
Yuningsih Nining
Rendra gercep. lah pasang CCTV tersembunyi disekitaran kmr debay mu finza diam²Gak Razna bi surti aplg danara tau , biar ada kejelasan dari bertigaan itu mn yang bener, buat km jg ada tenang mungkin gas was?
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
Danara ini berbahaya keknya agak sakit jiwanya Razna harus waspada karena pasti masih akan ada rencana busuk lainnya yang akan dilakukannya 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
rencanamu gagal total 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu memang tidak tau diri,udah numpang belagu kayak nyonya besar 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😤
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
sabarr raz .. kebenaran pasti akan terungkap.. tetap jaga hati mu..
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
alangkah lebih baiknya kalo dipasang cctv dalam kamar Finza tanpa sepengetahuan siapakah biar Rendra tahu sendiri kebusukan kelicikan adik iparnya yang berusaha naik ranjang buat gantiin kakaknya 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dih ngaku" 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!