NovelToon NovelToon
Di Balik Seragam Yang Sama

Di Balik Seragam Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tazaya

Sebuah kisah 2 orang anak SMA, dibalik seragam yang sama ternyata kehidupan mereka sangat bertolak belakang

dengan kisah anak gadis bernama Naira dengan kehidupan nya yang sunyi dan dingin
dan kisah anak lelaki yang berkerja keras sambil bersekolah tapi dikelilingi keluarga yang hangat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tazaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Busa Sabun dan Janji Hari Minggu

Setelah sesi makan siang yang penuh tawa dan diwarnai insiden "pete terbang" selesai, Naira langsung berdiri. Dengan cekatan, dia mengumpulkan piring-piring kotor di atas meja, termasuk mangkuk sup jagung Rama yang sudah terkontaminasi.

Melihat anak perempuan anggun itu mengangkat tumpukan piring, Ibu Rama buru-buru menahan lengannya. "Eh, Naira, enggak usah, Nak! Biar Ibu saja nanti yang cuci. Kamu kan tamu, masa cuci piring."

Naira tersenyum manis, menggelengkan kepalanya dengan tegas. "Enggak apa-apa, Ibu. Naira bisa kok! Biar Naira yang kerjain ya, Bu," potong Naira cepat, langsung membawa tumpukan piring itu menuju bak cuci piring sederhana di pojok dapur.

Sebenarnya, Naira bukannya sering mencuci piring di rumah mewahnya. Di sana ada asisten rumah tangga yang mengurus segalanya. Tapi siang ini, di rumah ini, Naira benar-benar ingin mengabdi dan menjadi bagian dari keluarga hangat ini, sekecil apa pun caranya.

Melihat keras kepalanya Naira, Rama akhirnya berdiri dan berjalan menyusul ke dapur. Dia berdiri di samping Naira, memperhatikan gadis itu mulai menyalakan keran air.

"Beneran bisa nyuci piring? Jangan-jangan nanti piring Ibu pecah semua," goda Rama lempeng.

"Ih, meremehkan banget ya! Lihat nih, profesional!" sahut Naira bangga. Dia mulai menuangkan sabun cuci piring cair ke atas spons.

Namun, karena Naira terbiasa dengan segala hal yang serba maksimal, dia memencet botol sabun itu terlalu kuat. Cairan sabun hijau pekat keluar dalam jumlah banyak. Begitu Naira meremas sponsnya di bawah kucuran air keran, busa sabun langsung meluap dengan brutal.

"Eh... eh, Ram! Kok busanya banyak banget?!" seru Naira panik.

Busa putih tebal itu terus berkembang, menutupi seluruh permukaan bak cuci piring bahkan mulai meluber ke lantai kayu dapur. Naira yang panik mencoba menyeka busa itu dengan tangannya, namun yang terjadi malah busa-busa itu beterbangan ditiup angin dari jendela dapur.

"Naira, stop remas sponsnya," kata Rama setengah menahan tawa.

Naira menoleh ke arah Rama dengan wajah cemas, tapi gerakannya yang mendadak membuat segumpal busa sabun yang menempel di tangannya terbang dan plop! mendarat tepat di pucuk hidung mancung Naira sendiri.

Naira membeku. Dia mencoba melihat ke arah hidungnya dengan mata yang juling ke tengah. "Ram... ada di hidung aku ya?" cicitnya pasrah.

Rama tidak bisa menahan diri lagi. Tawa kecil yang renyah akhirnya lolos dari bibirnya sebuah tawa lepas yang sangat jarang dia perlihatkan di sekolah. Rama melangkah maju satu langkah, mengikis jarak di antara mereka di pojok dapur yang sempit itu.

Tangan kiri Rama yang bebas bergerak pelan, naik ke wajah Naira. Dengan sangat lembut, ujung jarinya mengusap busa sabun di hidung Naira, lalu dengan gerakan usil yang tak terduga, Rama memindahkan busa itu ke pipi kiri Naira.

"Nah, sekarang kamu mirip kucing persia," bisik Rama pelan, matanya menatap langsung ke dalam manik mata Naira.

Naira terpaku. Sentuhan tangan Rama di wajahnya terasa begitu hangat, berbanding terbalik dengan hawa dingin yang biasa dia rasakan. Jarak mereka begitu dekat hingga Naira bisa mencium aroma samar sabun mandi maskulin dari kaos Rama, berpadu dengan wangi parfum vanilanya sendiri.

Jantung Naira mendadak berdegup kencang, menciptakan debaran yang jauh lebih dahsyat daripada saat dikejar begal kemarin malam.

Mereka saling bertatapan selama beberapa detik di tengah kepungan busa sabun yang beterbangan, seolah waktu di sekitar mereka mendadak berhenti.

"Ehem! Dika mau ambil air minum, tapi kayaknya areanya lagi dipenuhi bunga-bunga asmara nih," celetuk Dika yang tiba-tiba muncul di ambang pintu dapur sambil memegangi gelas kosong.

Naira langsung tersentak mundur, wajahnya seketika memerah padam sampai ke leher. Dia buru-buru memalingkan wajah dan kembali membilas piring dengan air keran yang mengalir deras, menyembunyikan senyum malunya yang tak bisa ditahan. Sementara Rama langsung berdeham kaku, membuang muka ke arah jendela luar sambil berpura-pura merapikan letak perbannya yang sama sekali tidak bergeser.

"Dika, ambil air di depan saja," usir Rama dengan nada lempeng andalannya, membuat Dika terbahak-bahak sambil berjalan pergi.

Setelah perang busa sabun dan insiden salah tingkah itu selesai, Naira akhirnya berhasil mengeringkan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang, dan sudah saatnya dia pamit pulang. Seluruh anggota keluarga Rama mengantarnya sampai ke depan teras, tepat di samping mobil mini Naira.

"Ibu, Bapak, Dika... Naira pamit pulang dulu ya. Makasih banyak buat makan siangnya yang enak banget," ucap Naira tulus, membungkuk hormat.

"Iya, Nak Naira. Sering-sering main ke sini ya. Jangan kapok makan jengkol sama pete," balas Ibu Rama sambil memeluk Naira sekali lagi dengan hangat.

"Siap, Ibu! Minggu depan Naira pasti main ke sini lagi buat belajar masak," sahut Naira riang.

Naira kemudian menatap Rama yang berdiri di paling ujung dengan tangan kiri di dalam saku celana. Gadis itu berjalan mendekat, lalu menatap perban di tangan kanan Rama.

"Obatnya beneran diminum ya, awas kalau lupa. Sampai ketemu besok di sekolah, Pelatih Rama," ucap Naira dengan nada manis yang sedikit menggoda.

Rama tersenyum tipis, sebuah senyuman hangat yang kini terasa sangat familier bagi Naira. "Iya, bawel. Hati-hati di jalan. Jangan lewat jalan sepi lagi."

Naira mengangguk mantap, lalu masuk ke dalam mobilnya. Naira sudah hampir menyalakan mesin mobilnya ketika Rama mengetuk kaca jendela bagian pengemudi.

Naira menurunkannya, dan Rama berbisik dengan nada yang terdengar sedikit canggung, "Ra..."

​"Iya, kenapa?" tanya Naira.

​Rama membuang muka sebentar sebelum menatap Naira lagi dengan tatapan yang intens. "Jangan lupa kabarin ya setelah sampai rumah. Supaya aku tahu kamu aman."

​Naira yang tadinya sudah siap memutar setir, mendadak freeze. Jantungnya serasa berhenti berdetak sesaat mendengar perhatian kecil namun sangat berarti itu.

Wajahnya yang sudah kembali normal setelah insiden busa sabun tadi, sekarang terasa panas kembali.

​"E-eh... iya, iya! Pasti aku kabarin kok!" jawab Naira terbata-bata, lidahnya mendadak kelu seperti anak SMP yang baru pertama kali didekati gebetan.

​Rama tersenyum kecil melihat reaksi Naira yang kehilangan kata-kata. "Ya sudah, hati-hati."

Mobil mini itu pun melaju meninggalkan gang, dan selama perjalanan, Naira hanya bisa duduk membeku di balik kemudi dengan senyum yang tidak bisa luntur dari wajahnya. Pikirannya dipenuhi oleh satu hal, bahwa perhatian sederhana dari Rama barusan, ternyata jauh lebih mewah daripada kado apa pun yang pernah dia terima selama hidupnya.

1
Wawan
Sepertinya ini sama persis degan bab di depan 💪✍️
Wawan
Nah kena Amor lu 😍😄✍️
tazayaa: hahaha🤭
total 1 replies
Wawan
Kok mirip ceritaku ya ... "Pada Suatu Masa" 💪✍️
Wawan: Panjang kalau di ceritaku 😄 ... But ide tulisamu menarik dan menyenangkan Thor 💪✍️
total 2 replies
Wawan
Satu ilklan plus mawara buat yang lagi klepek klepek 😄✍️
tazayaa: hihii terimakasih 💪😄
total 1 replies
Wawan
Suit suiiit 😍
tazayaa: hihiii🤣
total 1 replies
Wawan
Rama dan Naira 😍😍😍
tazayaa: jangan lupa baca kisah selanjutnya yaa😍😍😍
total 1 replies
Protocetus
Bibit2 timnas 💪
Protocetus
Gk sekolah mau kerja apa bossku 😂
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
tazayaa: siapp, sama-sama👍
total 3 replies
Dhatu Lukita
terus semangaattt 💪💪💪
tazayaa: terimakasih kak, semangat jugaa 💪
total 1 replies
Dhatu Lukita
haloo thor aku mampir nih, semangat terus berkarya ya 💪💪💪
tazayaa: siapp kak, makasihh yaa
total 1 replies
tazayaa
bantu follow ya supaya admin semangat update niii🤭🤭
cila_aa
aduhh ada yang mulai tumbuh tapi bukan pohon nihh 🤭
tazayaa: wkwkw
total 1 replies
tazayaa
BAGUSSS POLLL!!!🩷🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!