NovelToon NovelToon
Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Nikah Kontrak
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Nyangka nggak kalau temen mu sendiri bisa jadi setan yang sesungguhnya di dunia nyata?

Ini yang dialami Badai, lelaki 23 tahun ini dijual ke mantan pacarnya sendiri sama temennya, si Sajen!

Weh kok bisa? Ini sih temen laknatullah beneran ya kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Silaturahmi di lift

"Nitip bengkel, Jen! Jangan sampai ilang." seru Dai yang sudah naik di atas motor bersama Kilau.

"Najis. Kayak bengkel lo emas permata aja yang kudu gue jaga dengan segenap jiwa raga." komat-kamit mulut Sajen mengutarakan isi hatinya.

"Lo yakin mau ngasih kerjaan sama orang kayak gitu, Ki? Baek-baek kena sawan saben hari ngadepin dia." Dai menatap horor ke arah Sajen.

Kilau diam saja. Ya apa sih yang harus dia komentari dari kedua orang itu. Yang satu merasa paling waras, satunya lagi merasa paling benar. Ya udah..

Perjalanan ke rumah Dai tak membutuhkan waktu lama, hanya sepuluh menit dan mereka tiba juga di halaman yang cukup luas dan asri. Banyak tanaman hias di dalam pot juga polibag menandakan si pemilik rumah memang gemar berkebun.

"Ki, gue jelasin singkat aja sebelum kita masuk dan ketemu ibuk. Tadi pagi Lalin ke sini dan ngasih video yang kemarin itu ke ibuk. Kalau lo bisa langsung tahu kalau itu editan, tapi ibuk gue enggak. Ibuk ngira gue emang seliar itu. Jadi, di sini gue minta tolong banget sama lo buat yakinin ibuk kalo video yang dia lihat itu editan." jelas Dai tanpa melepaskan pandangan matanya pada perempuan di depannya.

Kilau saat ini mengenakan gaun mini hitam dengan potongan leher persegi yang menonjolkan garis lehernya. Dipadukan dengan jaket hoodie pendek hitam yang dibiarkan terbuka resletingnya. Kesan cetar itu muncul bersama stoking setinggi paha di atas lutut dan kalung tipis yang manis. Penampilannya terlihat modis, percaya diri. Dan jujur saja Dai beberapa kali harus menyadarkan otaknya dari pengaruh bisikan setan yang terkutuk karena penampilan Kilau malam ini sungguh menggoda. Sedangkan Dai, jas nya sudah dia letakkan di bengkel tadi. Hanya mengunakan kemeja hitam yang dua kencingnya dibiarkan terbuka.

"Oke." hanya itu yang Kilau ucapkan, lalu keduanya bergerak masuk ke dalam rumah. Suara ketukan pintu terdengar, dan yang muncul dari dalam bukan Ambar melainkan Senja, adik Dai yang saat ini masih menjadi pelajar SMA.

"Kakak kok baru pulang.. Eh, ini.." Senja seperti sedang mengingat apakah di memorinya tersimpan wajah ayu dari perempuan yang ada di samping kakaknya.

"Dia Kilau. Masa lo lupa. Minggir, ibuk mana?"

Dih si semprul satu ini bener-bener nggak berakhlak ya. Gimana Senja bisa mengingat Kilau jika dulu saat pacaran sama Kilau si Senja masih SD, lagian juga dulu Dai nggak pernah ngajak Kilau main ke rumahnya.

"Ih apa sih dateng-dateng dorong-dorong orang!" jelas saja Senja protes wong Dai main nonyor bahu adiknya itu kok.

"Kak, pacarnya kak Dai ya? Cantik banget. Kok mau sama simpanse macam kakak ku?" kali ini Senja tersenyum manis ke arah Kilau.

"Gue simpanse, lo monyet nya! Ibuk mana, nyet?"

"Dai!" Kilau nggak suka mulut lemez Kai dipakai buat ngata-ngatain Senja yang menurutnya sangat manis. Seketika Dai diam tak berani berkata apapun lagi. Wah, Senja seperti menemukan sosok malaikat yang bisa dia andalkan untuk membela dirinya ketika ditindas oleh kakak bekantannya.

Adanya keributan yang mengusik relung jiwa, muncullah ibu ratu dari dalam sana. Ambar melihat Dai datang langsung melengos tapi adanya Kilau di samping Dai mau tak mau senyum itu muncul juga.

"Ini siapa ya? Cantik sekali." Memang pantas dipuji seperti itu, Kilau memang cantik paripurna.

"Saya Kilau, tante." Kilau juga tersenyum ramah.

Mereka duduk dengan damai di ruang keluarga, Senja bagian nyiapin minum dan cemilan, Dai ganti baju dulu nggak ada lima menit, dan Kilau bersama Ambar bagian santai santai kek di pantai.

"Tante, maaf kedatangan saya malam-malam begini mungkin saja mengganggu waktu istirahat tante dan keluarga." Kilau mulai pembicaraan dengan penuh kesopanan dan suara lembut.

"Nggak perlu sungkan. Kamu ini.. Apa sebelumnya tante pernah bertemu denganmu? Wajahmu terlihat tidak asing," Ambar sampai menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas wajah Kilau yang duduk di sebelahnya.

Kilau memperhatikan Dai yang baru saja datang dengan setelan rumahan yang lebih santai. Dai memilih duduk di sebelah kanan Kilau, barulah setelah Dai duduk dan mengangguk pelan padanya, dia langsung mengerti harus apa. Kilau tetap tersenyum teduh, dia lalu mengeluarkan ponselnya. Ambar agak bingung tapi juga mengikuti instruksi Kilau untuk melihat apa yang ada di dalam ponselnya.

"Tante, saya adalah teman sekolah Dai dulu. Kami bertemu kembali beberapa hari yang lalu setelah saya pulang dari luar negeri. Secara kebetulan saya mengerti sedikit tentang teknologi kecerdasan buatan atau biasa disebut AI."

Kening Ambar berkerut belum paham apa yang Kilau katakan tapi tetap mengangguk menghargai apa yang dikatakan perempuan muda itu.

"Dai tadi sudah bercerita tentang dirinya yang difitnah oleh Lalin, tant." nah.. Barulah saat nama itu disebut, Ambar mengerti maksud pembicaraan ini akan bermuara ke mana.

"Kilau, mungkin kamu teman Badai.. Tapi perbuatan dia pada Lalin jelas tidak bisa dibenarkan ya nak. Tidak usah membelanya."

"Saya akan tetap membela Dai, Tante. Apalagi ketika saya tahu jika dia tak hanya dijebak tapi juga difitnah seperti ini. Tante, tolong lihat ini dulu.."

Kilau memperlihatkan ponselnya, "Video ini menggunakan teknik deepfake yang disinkronkan dengan frame-rate rendah agar cacatnya tidak terlihat. Tapi perhatikan sudut cahaya pada kemeja yang dipakai Dai. Bayangannya tidak mengikuti gerakan tubuhnya."

"Lalinan menggunakan potongan video saat Dai pingsan tak sadarkan diri karena sengaja dicekoki miras olehnya, lalu menempelkan video lain ketika dirinya melakukan tindakan tak senonoh dengan lelaki yang pasti bukan Dai, karena Dai tidak memiliki tato seperti lelaki pada video itu menggunakan perangkat lunak ilegal. Secara teknis, ini adalah tindak pidana pencemaran nama baik, tant. Kalau Dai mau, saya akan membantu Dai untuk menuntut Lalinan agar diproses secara hukum."

Imbuh Kilau menutup penjelasan tentang video yang membuat Ambar mendiamkan anaknya. "Tapi nak, malam itu Badai memang tidak pulang. Dan pagi harinya ketika datang ke rumah, dia bohong pada tante.. Dia bilang telah tidur di bengkel. Tapi dia tidak tahu, malam itu Tante dan Senja mencarinya hingga ke sana dan tak ada siapapun, bengkelnya tutup."

Kilau tak kehilangan ketenangan, dia menatap Dai lagi.. "Karena malam itu Dai menginap di apartemen saya, Tante. Dia tidak mau Tante khawatir jika pulang dalam keadaan seperti itu. Lagi pula bagaimana dia bisa pulang jika membawa diri saja tidak bisa? Dia tidak sadar waktu sopir saya membawanya ke apartemen saya. Minuman yang Lalinan berikan pada Dai mengandung kadar alkohol tinggi, dan sepertinya Dai tidak bisa mentolerir miras yang masuk ke dalam tubuhnya hingga membuat dirinya tak sadarkan diri hingga pagi." jelas Kilau membuat Ambar menatap anaknya dengan pandangan iba.

"Astaghfirullah.. Bener Dai?"

Oleh pertanyaan Ambar itu, Dai hanya mengangguk mengiyakan. Alah alah, udah kayak kucing kecil jinak yang haus belaian deh.

"Maafkan ibuk karena lebih percaya pada orang lain ya, Dai.. Jujur saja ibuk ini tidak mengerti tentang video yang sudah diedit seperti yang dikatakan teman mu tadi, ibuk pikir semua itu memang kamu yang melakukannya." Ambar lega karena anaknya tak sebejat seperti yang video itu tunjukkan.

Ambar lalu berterimakasih pada Kilau yang sudah membeberkan fakta tentang video yang Lalin tunjukkan padanya pagi tadi. Atas kesalah pahaman tersebut bahkan Ambar sempat mendiamkan anak laki-lakinya.

Waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh malam ketika Kilau meminta Dai mengantarkannya untuk pulang. Tak ada bantahan, Dai langsung mengiyakan. Setelah acara berpamitan selesai, Dai dan Kilau langsung meluncur menuju apartemen tempat Kilau tinggal.

"Pegangan ya, Ki. Gue mau agak kenceng bawa motornya." Tanpa meminta izin dua kali, Dai beneran melesatkan si iteung, motor sport hitam nya membelah jalanan. Kilau mengangguk tanpa bersuara. Lalu menautkan tangannya di perut Dai yang rata.

Tak sampai dua puluh menit, mereka tiba di lobi apartemen. Kali ini Dai mengantarkan Kilau sampai lantai 9. Di dalam lift Dai menyampaikan ucapan terimakasih pada Kilau. Gadis itu beneran bikin masalah tentang Lalinan teratasi tanpa banyak drama.

Mereka kemudian diam tak melakukan pembicaraan apa-apa, di lift tersebut hanya ada mereka berdua. Dan ketika berada di lantai 7, gravitasi seolah menghilang. Dai tak bisa lagi menahan dorongan yang meledak-ledak di dadanya. Dia sedikit menunduk mendekatkan diri pada Kilau.

Kilau mendongak ketika tangan Dai meraih dagunya, menyatukan bibirnya dengan bibir Kilau dalam sebuah ciuman yang dalam. Erangan Kilau seperti sebuah perlawanan tak berarti.

"Dai.." Kilau mengudarakan nama mas pacarnya, entah pacar pura-pura atau enggak. Yang jelas mereka pacaran, gitu aja.

Saat bibir mereka bertemu, seolah-olah terjadi arus pendek di dalam lift. Ciuman itu dimulai dengan kelembutan yang sangat hati-hati, lalu berubah menjadi dalam serta menuntut. Dai merapatkan tubuh Kilau ke dinding lift, lengannya kini melingkar di pinggang wanita itu, mendekapnya seolah tidak ingin melepaskannya lagi.

Tangan Dai berpindah ke tengkuk Kilau, memperdalam ciuman mereka hingga keduanya terengah-engah. Oksigen di dalam lift seolah menipis, digantikan oleh sesuatu yang meluap dalam diri mereka.

Ting.

Bel lift berbunyi saat mencapai lantai 9. Pintu terbuka secara otomatis, memperlihatkan lorong apartemen yang terang dan sunyi.

Keduanya melonjak kaget, melepaskan tautan dengan napas yang memburu. Mereka berdiri mematung sejenak, mencoba mengumpulkan kembali serpihan kesadaran yang baru saja beterbangan. Bibir Kilau sedikit bengkak, dan matanya tampak berkabut.

Dai tak jauh beda, dia bahkan sampai mengusap wajahnya kasar mencoba menenangkan debar jantungnya yang seperti mesin motor yang dipacu maksimal.

"Oke, tampar aja gue sekarang. Gue salah.. Pakai sepatu lo juga nggak apa-apa." yang dikatakan Dai sambil menatap Kilau.

Kilau melengos. "Udah malam Dai, pulang sana."

Kilau berjalan agak cepat meninggalkan Dai yang masih diam mematung karena kecerdasannya hilang 80% karena ciuman brutal yang dia lakukan di lift barusan.

1
Badai pasti berkilau
Waduhh sesek ini, kalo sampe ibunya Dai tau 🤔
Bulan-⁶
bagaimana perasaan sang ibu kalo badai masih berhubungan dengan ayahnya
Bulan-⁶
untung dai punya bekingan yang lebih kuat
Bulan-⁶
wawwwwww
Bulan-⁶
ngerti sekarang kamu dai?
Bulan-⁶
sajen nganan liat pasangan didepan mata
Bulan-⁶
kebanyakan laki gak tahan sakit, langsung manjanya kumat
Bulan-⁶
bakar aja arang biar jadi abu,, ehh nunggu besok lah bentar lagi idul adha buat bakar sate aja biar lebih berguna itu arang
p
luar biasa
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
skrg bisa seenaknya mengaggap Badai sampah yg tak layak bersanding dg keluargamu Dji..
tapi nanti, stlh kamu tau siapa dia sbnrnya, pasti kamu bakal gencar agar mreka cepet² meresmikan hubungannya kan?! 😏
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Wijaya Saha Thor?
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
widih, Badai emg dabes lah Ki..
bisa diandelin buat jadi pasangan😚
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Badai klo udah spaneng, bisa menerjang lawan sampe luluh lantak nih
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
🤣🤣🤣🤣siap2 sujud2 noh bapaknya kilau kalo tau Badai anak sultan tajir melintir 🤭
Bulan-⁶
wkwkwk aman dai gak bakalan ditampar
Bulan-⁶
sajen beneran pasangannya dedemit
Bulan-⁶
wes lah mau pura2 atau beneran pacaran juga silahkan, udah kokopan juga tadi kan
Bulan-⁶
pake tossa aja thor
Bulan-⁶
perjalanan mu masih panjang dan berliku dai
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
sombong dikit boleh kok Dai🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!