"Papa tidak setuju!"
Terdengar suara tinggi Dion setelah mendengar keinginan anaknya, yang ingin menikah dengan pria yang berjarak 13 tahun dari sang putri.
"Aku ngga mau nikah, kalau bukan sama Om Alvin!" Sisil bersikeras.
"Tidak bisa!" tegas Dion. "Kamu itu masih muda, cantik, pintar. Jangan rendahkan diri kamu dengan menjadi PELAKOR!!"
***
Ingat, jangan nabung bab!
Follow IG : ichageul9563
Facebook : Khairunnisa (Ichageul)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Apa Denganku?
“Hanya pegawai di toko,” jawab Alvin cepat seraya memasukkan ponsel ke saku celana.
Pria itu sengaja berbohong agar tidak memicu pertengkaran dengan Anyelir. Dia sudah malas mendengar cerocosan istrinya.
Setelahnya, dia menikmati lagi makannya. Namun usai mendapat pesan dari Sisil, Alvin menghabiskan makannya dengan cepat.
“Kamu sudah selesai?” tanya Alvin yang sudah menyelesaikan makannya. Entah mengapa dia ingin segera pulang, bertemu dengan Sisil.
“Sebentar lagi, Mas.”
Alvin bangun dari duduknya. Pria itu segera menuju toilet yang ada di sudut pujasera. Saat berada di dalam bilik toilet, dia malah mengambil ponselnya, lalu menghubungi Sisil.
“Halo Om,” terdengar suara renyah Sisil dari seberang.
“Kamu masih di mini market?”
“Ini lagi di rumah, ambil makanan terus balik ke sana. Mau makan di sana aja bareng yang lain.”
“Teman kamu masih ada?”
“Teman? Oh … Reza. Iya, dia masih ada. Nih ikut antar aku ke rumah.”
Ada perasaan tak suka menyusupi perasaan Alvin. Rasa cemburu itu kembali menyerangnya.
“Kamu mau dibawain apa? Om sebentar lagi pulang.”
“Ehm … apa ya? Terserah Om aja deh. Apa yang Om bawain, aku makan. Aku kan pemakan segala.”
“Hahaha … ada-ada aja kamu. Om belikan kue mau? Tiramisu, cheese cake, black forest, brownies atau red velvet?”
Alvin memang tahu kalau Sisil menggemari kue atau cake. Anak itu paling suka kue berbahan coklat dan keju. Favoritnya cheese cake dan black forest.
“Pengen dua boleh?”
“Cheese cake sama black forest pasti,” terka Alvin.
“Kok tempe?”
“Apa sih yang Om ngga tahu soal kamu?”
“Kalau kue kesukaan Tante apa?”
“Ehm ….” Butuh waktu sejenak untuk Alvin memikirkan jawabannya. “Dia suka opera cake.”
“Sama bawain jus juga ya, Om.”
“Jus alpukat kan?”
“Iya. Makin lope-lope deh sama Om. Tahu aja apa yang kusuka.”
“Ya sudah tunggu aja. Om sebentar lagi pulang,” Alvin melihat jam di pergelangan tangannya. “Mungkin satu setengah jam lagi Om sampai, kalau ngga macet.”
“Oke, Om.”
Panggilan di antara keduanya pun berakhir. Alvin keluar dari bilik toilet. Dia berdiri di depan wastafel sambil melihat pantulan wajahnya di cermin.
Mengingat perbincangan dengan Sisil tadi, tak ayal membuat senyumnya mengembang. Ada perasaan lain yang menyusup di hatinya.
Ada apa denganmu, Alvin? Sadarlah.
Alvin menggelengkan kepalanya pelan. Mencoba mengusir bayangan Sisil yang terus menari-nari di kepalanya. Pria itu berusaha mengembalikan dirinya pada kenyataan kalau dia sudah beristri. Setelah mencuci tangannya, barulah dia keluar dari sana.
Sekembalinya di meja makan, nampak Anyelir sudah menyelesaikan makannya.
“Sudah selesai?”
“Sudah. Memangnya Mas mau kembali sekarang? Ngga mau temani aku sebentar lagi?” wajah Anyelir nampak cemberut.
“Aku masih ada pekerjaan.”
“Ya sudah.”
Dengan perasaan kecewa, Anyelir meninggalkan pujasera lebih dulu bersama Alvin. Sementara Sandi masih bertahan di tempatnya. Sejatinya pria itu senang Alvin pulang lebih cepat.
“Aku langsung pulang,” ketika keduanya sudah berada di pelataran parkir.
“Hati-hati, Mas ….”
Anyelir mendekat lalu memeluk suaminya. Wanita berjinjit kemudian mencium pipi suaminya. Ketika posisi mereka tak ada jarak, Alvin mencium aroma parfum lain di tubuh istrinya.
“Kamu ganti parfum?”
Seketika Anyelir dibuat terkejut. Pasti parfum Sandi yang menempel di tubuhnya. Dengan gugup Anyelir melepas pelukannya lalu sedikit menjauh dari Alvin.
“Tadi pagi pas baru datang, lift yang kunaiki penuh. Mungkin kecampur pas bareng orang-orang, Mas.”
Alvin hanya menganggukkan kepalanya saja. Rasa penasarannya sementara tertepikan. Dia harus secepatnya kembali. Ada yang menunggunya.
“Ya sudah, kembali ke ruanganmu.”
Alvin segera memasuki mobilnya. Tak lama berselang, kendaraan roda empat itu mulai bergerak. Anyelir nampak bernafas lega karena suaminya tidak memperpanjang masalah parfum. Dia segera memasuki lobi dan langsung menuju lift.
Ketika pintu hendak menutup, sebuah tangan menahannya. Sandi segera masuk ke dalam lift. Dia langsung mendekati Anyelir yang berada di pojokan. Begitu pintu menutup, tangannya meraih pinggang wanita itu merapat padanya.
“Nanti sepulang kerja, mampir dulu ke apartemen.”
“Ngga tahu.”
“Ayolah, Nye. Terakhir waktu kita cuma sebentar.”
“Ehm … oke deh.”
“Gitu dong.”
Wajah Sandi langsung sumringah. Pesona istri orang ini benar-benar sudah memikatnya. Entah karena memang hatinya sudah terpaut atau karena penasaran saja.
***
Dua slice cheese cake dan dua slice black forest sudah dibeli oleh Alvin. ditambah dengan jus alpukat dua.
Kenapa dua?
Karena Alvin berencana makan berdua dengan Sisil.
Ya, hanya berdua. Bahkan pria itu tidak ingat membelikan istrinya.
Padahal bisa saja dia membelikan opera cake untuk Anyelir. Tapi … ternyata Alvin tidak mengingat sang istri sama sekali.
Alvin memarkirkan mobilnya di depan rumah. Sambil membawa bungkusan berisi kue di tangannya, pria itu memasuki rumah.
“Bi … Sisil mana?”
“Non Sisil ke mini market lagi, Mas.”
“Tapi dia sudah makan?”
“Sudah.”
Alvin hanya menganggukkan kepalanya. Pria itu menaruh dulu kue dan jus yang dibelinya tadi ke kulkas, setelahnya dia masuk ke kamar. Sebelum bertemu Sisil, dia ingin membersihkan tubuh lebih dulu.
Sekitar lima belas menit kemudian, Alvin selesai mandi. Tubuhnya sudah lebih segar dan wangi. Bahkan pria itu menyemprotkan lagi parfum ke tubuhnya. Padahal dia tidak akan kemana-mana.
Alvin mengeluarkan kembali kue dan jus, menaruhnya di atas meja, kemudian mengambil gambarnya. Setelahnya dia mengirimkannya pada Sisil disertai caption.
Mau ini?
Hanya dalam hitungan detik, centang abu sudah berubah menjadi biru. Terlihat Sisil sedang mengetik. Dengan sabar Alvin menunggu apa yang diketik gadis itu. Matanya terus melihat ke layar ponsel. selang beberapa detik kemudian pesan dari Sisil masuk.
[OTW pulang sekarang.]
Senyum tercetak di wajah Alvin. Pria itu memindahkan dulu kue ke atas piring kecil, menambahkan garpu, baru kemudian dia membawanya ke ruang tengah.
Terdengar suara pintu terbuka dan langkah terburu masuk ke dalam rumah.
“Aaaaa!! Kue kesukaanku!” pekik Sisil ketika melihat kue kesukaannya dan jus sudah tertata di atas meja.
Gadis itu langsung duduk di samping Alvin. Langsung saja dia mengambil piring berisi cheese cake.
“Ehm … enak banget. Rasanya sama kaya buatan Tante Astrid.”
“Kamu bisa bikin kue?”
“Bisa dong. Emangnya Mama yang kalau bikin kue berakhir bantat dan gosong, hahaha ….”
Sisil tak bisa menahan tawanya setiap kali mengingat hasil kue buatan Mamanya. Kalau tidak bantat, pasti gosong. Dan sang papa sering meledeknya. Tapi kalau membuat kue kering jangan ditanya. Kirana jagonya.
“Teman kamu mana?”
“Udah pulang,” jawab Sisil sambil menyuapkan kue ke mulutnya. “Om mau ngga?”
“Mau. Makanya Om sengaja beli dua slice.”
“Terus kenapa ngga dimakan?”
“Pengen disuapin kamu.”
Seketika Alvin langsung terdiam. Kenapa juga dia harus melontarkan kalimat seperti itu?
Suasana di sekitar mereka tiba-tiba saja menjadi hening. Sisil melihat Alvin dengan mata bulatnya, membuat jantung pria itu berdetak tak karuan.
Ya Tuhan … ada apa denganku?
***
Mohon maaf, aku lagi sibuk beberapa hari ini. Ditambah laptop dibawa anak ke sekolah buat TKA. Update masih belum menentu ya🙏🏻
Terus berkarya ya kak
C rian tuh bner membelot apa cuma pura2 doang sih 🤔
asyikk 2X tayang
waddauwww......mas calon dudaa merajuk terbakar kompor meleduk nya si rian😔😂
kuyyy gasken....tim suksesnya mem paparazi anye gmn udah melapor blom mas Al.....temuannya udah ada hasilnya kah 🤔
mangat mas Al menuju duren /Determined//Determined//Determined//Joyful/
mampozzzz Nye....alvin udah mati rasa....aduhhh gmn kalo anye tau alvin udah mati rasa padamu ......tambah tambah niii mah 🤭....tp biarin lah syukurin aja ....bomat/Smug/