Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15: ALASAN YANG KUAT
Empat puluh delapan jam adalah waktu yang singkat bagi seorang pahlawan yang sedang berpesta pora di atas kemenangan semu, namun bagi Charlotte, setiap detik adalah detak jarum jam pada bom waktu digital yang ia rakit sendiri. Di dalam "The Workshop", layar monitor utama menampilkan siaran langsung dari Aula Kehormatan Sektor 1. Hari ini adalah upacara penganugerahan medali bagi para perwira tinggi, dan Jenderal Kaelen berdiri di podium utama, zirah 'Grand Aegis'-nya berkilau memantulkan cahaya lampu sorot, membuatnya tampak seperti dewa perang yang tak terkalahkan.
Charlotte duduk menyilangkan kaki, tangan mekanik Phantom Reach-nya mengetuk-ngetuk permukaan meja kerja dengan irama yang tenang. Di monokel Eye of the Raven-nya, sebuah jam hitung mundur berwarna merah menyala mencapai angka nol.
[Protokol 'Trojan-Limp' Diaktifkan.]
[Memulai Malfungsi Terjadwal: Error 0x99.]
Di layar, Jenderal Kaelen baru saja mengangkat tangannya untuk memberi hormat kepada kerumunan. Tiba-tiba, gerakan sang Jenderal terhenti. Zirah emas yang megah itu mengeluarkan suara berderit logam yang tajam, diikuti oleh desisan uap panas dari katup bahu. Cahaya biru pada inti zirahnya berkedip liar, berubah menjadi ungu gelap yang tidak stabil, sebelum akhirnya padam total.
Kaelen membeku di tempat. Bukan karena ia ingin, tetapi karena sistem saraf zirahnya baru saja mengunci seluruh persendian hidroliknya. Sang pahlawan besar itu kini terjebak di dalam peti mati logam seberat dua ratus kilogram di depan ribuan mata dan kamera media faksi.
"Jenderal?" suara pembawa acara terdengar ragu melalui mikrofon.
Kaelen mencoba bicara, namun sistem pendukung hidup pada helmnya mengalami glitch, hanya mengeluarkan suara statis yang mengerikan. Kerumunan mulai berbisik, lalu panik. Para pengawal elit segera berlari ke podium, namun mereka tidak berani menyentuh zirah yang kini memercikkan petir plasma liar ke segala arah.
[Deteksi Kepanikan Publik: +800 MP.]
[Deteksi Penderitaan Mental (Penghinaan Publik) Target: +1.200 MP.]
Charlotte mematikan monitor. "Situasi panik tercipta. Sekarang, saatnya memberikan solusi."
Hanya butuh sepuluh menit sampai pintu bengkel Charlotte digedor dengan kasar. Bukan oleh Kaelen—ia masih terjebak di podium—melainkan oleh Kolonel Borov dan sepasang Ksatria *Radiant* yang membawa tandu mekanik berisi sang Jenderal yang masih terkunci dalam zirahnya.
"Cepat buka!" raung Borov. "Zirah Jenderal mengalami kegagalan total! Sistemnya mencoba membakar sarafnya hidup-hidup!"
Charlotte membuka pintu perlahan, wajahnya dipasang dalam ekspresi "terkejut yang dibuat-buat" yang sempurna. "Apa yang terjadi? Aku sudah bilang sistem ini sedang dalam tahap kalibrasi sensitif. Kenapa dia membawanya ke lingkungan dengan radiasi tinggi seperti aula itu?"
"Jangan banyak tanya! Perbaiki sekarang!" Borov mendorong tandu itu masuk.
Charlotte mendekati Kaelen. Melalui monokelnya, ia melihat suhu internal zirah itu memang naik, namun masih di bawah batas mematikan—persis seperti yang ia desain. Ia menghubungkan kabel diagnostik ke belakang leher Kaelen, membiarkan layar monitor bengkelnya menampilkan grafik-grafik merah yang tampak mengerikan.
"Ini buruk," gumam Charlotte, cukup keras agar Borov mendengarnya. "Ini adalah 'Kontaminasi Reaktor'. Partikel energi dari aula itu bereaksi buruk dengan modul baru. Jika aku memaksanya buka sekarang, reaktor ini akan meledak dan menghancurkan setengah dari blok bangunan ini."
"Apa?!" wajah Borov memucat. "Lalu apa yang harus dilakukan?"
Charlotte berdiri, menatap Borov dengan tatapan dingin yang berwibawa. "Aku butuh 'Penstabil Mana Kelas-S' dari Gudang 0. Dan aku butuh 'Inti Dingin' prototipe yang disimpan di ruang isolasi terdalam. Tanpa itu, aku tidak bisa menetralkan panasnya. Aku harus pergi ke sana sekarang."
"Gudang 0 adalah area terlarang!" bantah Borov. "Hanya Jenderal yang bisa memberikan akses fisik!"
"Jenderal kalian sedang sekarat!" Charlotte menunjuk ke arah Kaelen yang matanya membelalak ketakutan di balik kaca helm. "Pilih mana: protokol keamanan atau nyawa orang terkuat di faksi ini? Jika dia mati karena kau menunda aksesku, kau tahu siapa yang akan digantung oleh dewan pimpinan."
Borov berkeringat dingin. Ia menatap Kaelen, lalu menatap Charlotte. Kehancuran reputasi faksi jika sang Jenderal meledak di bengkel sipil jauh lebih menakutkan daripada pelanggaran protokol.
"Baik," Borov mengeluarkan kartu akses biometrik darurat miliknya. "Aku akan mengawalmu. Tapi kau punya waktu lima belas menit."
"Aku butuh ruang kerja yang tenang, Kolonel. Jika kau membuntutiku, kau hanya akan mengganggu sinkronisasi saraf yang sedang kulakukan melalui terminal jarak jauh," Charlotte berbohong dengan lancar. "Berikan kartu itu, atau biarkan dia menjadi kembang api."
[Tingkat Persuasi: 96% (Bonus Penderitaan Aktif).]
Borov menyerahkan kartu itu dengan tangan gemetar. Charlotte mengambilnya, merasakan kemenangan yang dingin menjalar di ujung jarinya. Inilah "Alasan yang Kuat" yang ia ciptakan. Ia tidak mencuri akses; mereka memberikannya dengan sukarela sambil memohon bantuannya.
Charlotte segera meninggalkan bengkel, menuju lift pribadi yang mengarah langsung ke lantai bawah tanah terdalam markas Radiant. Begitu pintu lift tertutup, wajah "panik"-nya menghilang, digantikan oleh seringai tajam.
[Waktu Operasi Dimulai: 15 Menit.]
[Target: Gudang 0 - Ekstraksi Komponen Eksperimental.]
Pintu lift terbuka, menampakkan lorong beton yang dijaga oleh menara senapan otomatis. Charlotte menggesek kartu Borov. Sistem keamanan berdengung hijau. Ia melangkah masuk ke dalam ruangan luas yang dipenuhi oleh ribuan peti logam yang tertata rapi. Inilah jantung kekayaan *Radiant*.
Monokelnya segera memindai sekeliling, mencari koordinat yang sudah ia petakan dari data curian sebelumnya.
"Sistem, aktifkan 'Ekspansi Penyimpanan'. Kita ambil semuanya yang memiliki nilai MP di atas 500."
[Memulai Penjarahan Terencana...]
[Item Diambil: 5x Reaktor Mana Tipe-X, 10x Kristal Prismatik Murni, 1x Modul Saraf 'Aegis' Prototipe.]
Charlotte bergerak seperti bayangan di antara rak-rak tinggi. Tangan mekaniknya menarik komponen-komponen langka dan memasukkannya ke dalam kompartemen rahasia di bawah jubahnya yang telah ia modifikasi dengan teknologi ruang hampa kecil—sebuah proyek sampingan yang ia selesaikan semalam.
Namun, ia tidak hanya mengambil barang. Ia berhenti di depan server utama Gudang 0.
"Pasang 'Alat Pelacak Kesalahan' (Error Tracker) pada sistem inventaris ini," perintah Charlotte. "Aku ingin setiap kali ada barang keluar atau masuk dari gudang ini, laporannya masuk ke terminalku terlebih dahulu sebelum sampai ke meja logistik."
**[Pemasangan Berhasil. Anda sekarang adalah pengawas bayangan dari seluruh aset Radiant.]**
Sambil memasukkan barang terakhir—sebuah lengan prostetik militer yang belum sempat dipasarkan—Charlotte mendengar suara statis di komunikatornya. Itu adalah Borov.
"Charlotte! Sudah sepuluh menit! Kaelen mulai kejang-kejang! Mana penstabilnya?!"
"Aku baru saja menemukannya, Kolonel. Ada sedikit masalah pada segel magnetiknya. Aku akan segera kembali," Charlotte menjawab dengan suara yang dibuat terengah-engah.
Ia berlari kembali ke lift, namun ia sengaja menjatuhkan sebuah obeng kecil di dekat rak reaktor. Sebuah "jejak" kecil yang akan ia gunakan nanti untuk menuduh ada penyusup lain jika militer melakukan audit.
Kembali di bengkel, Charlotte melakukan pertunjukan medis-mekanik yang dramatis. Ia menyemprotkan cairan nitrogen ke arah zirah Kaelen, menciptakan awan uap yang menutupi pandangan Borov. Ia seolah-olah memasang komponen yang ia bawa dari bawah, padahal ia hanya menonaktifkan kode 'Trojan-Limp' melalui perintah suara internal.
CLACK—SHIIII.
Zirah Kaelen terbuka secara otomatis. Sang Jenderal jatuh tersungkur ke lantai, menghirup udara dengan rakus, tubuhnya basah oleh keringat. Cahaya pada zirahnya kembali menjadi biru stabil.
"Dia... dia selamat," Borov menghela napas panjang, hampir jatuh terduduk.
Charlotte berdiri, menyeka tangannya dengan kain lap kotor, wajahnya tampak sangat kelelahan. "Jangan pernah... jangan pernah membawa zirah itu ke lingkungan radiasi aula lagi tanpa modifikasi tambahan. Kau beruntung aku tahu cara menjinakkan reaktor itu, Jenderal."
Kaelen menatap Charlotte dengan tatapan yang bercampur antara amarah, malu, dan rasa terima kasih yang mendalam. "Kau... kau menyelamatkanku lagi."
"Dan kali ini, jasanya jauh lebih mahal," kata Charlotte datar. "Aku butuh akses permanen ke laboratorium riset sebagai biaya 'Jasa Ekstra' ini. Dan aku tidak ingin ada perdebatan lagi soal kartu akses."
Kaelen hanya bisa mengangguk lemah. Ia terlalu hancur secara mental untuk membantah. Di depan publik, ia baru saja mengalami malfungsi yang memalukan, dan di dalam ruangan ini, ia baru saja menyadari bahwa hidupnya bergantung pada seorang gadis mekanik pemulung.
[Misi Sukses: Alasan yang Kuat.]
[Total MP Diperoleh: 3.500 MP.]
[Aset Tambahan: 12 Item Eksperimental dari Gudang 0.]
[Pesan Sistem: Anda tidak hanya menyelamatkan nyawanya, Anda baru saja membeli jiwanya. Jenderal Kaelen sekarang adalah aset pribadi Anda.]
Setelah mereka pergi, Charlotte mengunci pintu bengkelnya. Ia mengeluarkan barang-barang jarahannya dari balik jubah. Reaktor-reaktor itu bersinar ungu cantik di kegelapan. Dengan barang-barang ini, ia tidak hanya bisa memperbaiki dirinya sendiri, ia bisa mulai merancang senjata yang jauh lebih kuat daripada apa pun yang dimiliki Radiant.
Ia telah menciptakan situasi panik, ia telah memberikan solusi, dan ia telah merampok gudang paling rahasia di dunia ini tanpa melepaskan satu tembakan pun. Bagi Charlotte, pahlawan adalah klien terbaik—karena mereka selalu memiliki alasan untuk merasa takut, dan rasa takut mereka adalah mata uang yang paling stabil di dunia yang rusak ini.
"Alasannya sudah cukup kuat," bisik Charlotte sambil membelai reaktor mana yang baru ia curi. "Sekarang, mari kita lihat bagaimana pahlawan-pahlawan lain bereaksi saat aku mulai mematikan lampu mereka satu per satu."
[Status: Administrator Bayangan Aktif.]
[Langkah Selanjutnya: Menghadapi Pembangkang Internal (Mekanik Lain).]
Charlotte duduk di kursinya, membiarkan kegelapan bengkel menyelimutinya. Di kepalanya, ia sudah mulai menyusun rencana untuk menyingkirkan Kolonel Borov dan para mekanik militer lainnya yang mulai mencurigainya. Dalam dunia mekanik, efisiensi adalah segalanya, dan Charlotte akan segera menunjukkan betapa "tidak efisiennya" memiliki pesaing di dalam wilayah kekuasaannya.