NovelToon NovelToon
Nero Vano

Nero Vano

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: BiMO33

Di buang ke Desa Kenangan, tempat Oma-nya menghabiskan sisa umur. Nero Vano Christian malah tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis manis bernama Ainun Salsabila Adiakara. Gadis yang awalnya hanya sekedar mengusik hati.. Lalu menjadi alasan untuk Nero mulai mengenal Tuhan.

Ikuti kisahnya~

Happy Reading ><

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BiMO33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 2: KUCING ORENS DAN HIJAB PINK YANG BIKIN BINGUNG (NERO POV)

Udah tiga hari gue terdampar di sini, dan vibes-nya makin absurd. Gue lagi nyoba grinding di game cacing yang offline karena internet di sini ampas banget, like for real di teras samping rumah Oma. Tiba-tiba, kedengeran suara "Meong!" keras banget, disusul suara benda jatuh. Jedarr!

Gue langsung loncat, reflex mode siaga. "Woy! Apasi?!"

Ternyata ada kucing orens. Of course harus orens yang lagi nangkring di atas meja kayu Oma, dan vas bunga vintage kesayangan Oma udah shattered di lantai. Itu kucing natap gue seolah bilang, "Apa lo liat-liat?"

"Sialan! Heh, cat! Sini lo!" Gue coba ngejar itu kucing. Tapi dasar si orens, dia malah lari masuk ke area kebun belakang Oma yang massive dan agak rimbun. Gue, dengan bodohnya, ngejar dia sambil misuh-misuh. Kaos limited edition gue udah kena ranting, celana cargo gue kotor. Total mess.

Gue nyampe di deket pager pembatas kebun, kehilangan jejak si orens. Gue breathe heavily, ngerasa stupid banget ngejar kucing.

"Misi, Mas? Itu kucingnya tadi lari ke sana."

Suara itu lembut banget, kayak asmr yang bikin adem. Gue auto nengok.

And then, my heart literally skipped a beat.

Di balik pagar tanaman, ada cewek lagi berdiri di sana. Dia pake hijab warna pink pastel yang soft banget, serasi sama gamis longgarnya. Tapi yang bikin gue stunt adalah mukanya. Gila bro, cantiknya overkill! Putih, bersih, glowing alami tanpa skincare mahal ala Jakarta. Matanya... wait, gue gak bisa liat matanya jelas.

Soalnya itu cewek lagi nunduk. Matanya bener-bener fixated ke tanah, atau mungkin ke ujung sepatunya yang simple. Dia gak berani natap gue sama sekali.

"Hah? Oh... iya. Thanks, uh, Girl," jawab gue gagap, bener-bener clueless harus manggil apa. Gue auto benerin rambut, trying to look cool meski muka gue udah keringetan parah. "Lo... tinggal di sekitar sini?"

Gue nunggu dia eye contact sama gue, kayak cewek-cewek di Jakarta kalau gue ajak ngomong. Biasanya mereka bakal hype atau minimal flirty dikit. Tapi ini cewek... tetep nunduk. Dia cuma ngangguk pelan banget, hijab pink-nya goyang dikit.

"Iya, Mas. Saya di rumah sebelah," jawabnya pelan, suaranya kayak angin sepoi-sepoi. Dia masih nunduk, seolah ada gold bar di tanah yang lagi dia jagain.

This is weird. Like, super weird.

Gue ngerasa aneh banget. Apa gue seburuk rupa itu sampe dia gak sudi liat muka gue? Atau dia takut sama tato kecil di lengan gue? Biasanya cewek-cewek langsung approach gue, tapi yang ini malahan nunduk terus kayak lagi di-sidang bokap.

"Gue Nero," kata gue, nyoba friendly dan introduce myself biar suasana gak kaku-kaku amat. Gue stretch tangan gue buat salaman.

Itu cewek diem bentar, ngelihat tangan gue yang terulur masih tanpa natap muka gue. Terus dia pelan-pelan nempatin kedua tangannya di depan dada, ngasih salam hormat tanpa nyentuh tangan gue.

"Saya... Ainun," katanya, suaranya makin lirih. Dan dia tetep, nunduk, gak berani liat mata gue.

Gue speechless. Tangan gue gantung di udara. Gue narik tangan gue lagi sambil garuk-garuk tengkuk yang gak gatal. What just happened? Gue ngerasa kayak... rejected tapi dengan cara yang paling sopan sedunia.

Ini desa macam apa sih? Cewek secantik dia kok kelakuannya aneh banget, kayak ngerasa bersalah kalau liat muka gue. Dia sholeha banget atau gimana sih konsepnya? Gue bener-bener gak paham sama culture di sini. Total culture shock, jilid dua.

"Ya-ya udah, Ainun. Thanks infonya," kata gue akhirnya, clueless.

Dia cuma ngangguk dikit lagi, terus pelan-pelan balik badan dan jalan pergi, masih dengan posisi nunduk. Gue cuma bisa matung di tempat, natap punggung dia yang makin jauh dengan perasaan campur aduk.

Fix, ini tempat bener-bener bikin gue brainwash. Ada cewek secantik bidadari, tapi natap gue aja gak berani. Gue ngerasa aneh, tapi di saat yang sama... lowkey interested karena dia beda banget dari semua cewek yang pernah gue kenal. What a day.

---------

WWkwk, sampe sini bagus gk?

AAda typo yang bikin risih atau kalimat yang gk paham? Komen langsung yawww~

Next  ౨ৎ

1
한스Hans
semangat ya ☕
Thinker Bell ><: yetts, thanks😄👍
total 1 replies
Jeje Bobo
Nama neneknya keren pasti funky bebs
Thinker Bell ><: kan mantan sosialita kota, yang sengaja tinggal di kampung buat ngabisin sisa umur. biasa orang kaya.... 😄
total 1 replies
Jeje Bobo
Turun kasta 🫠 sedihnya untuk cm di novel yh say
Thinker Bell ><: nanti juga balik lagi kok ke kota/Shhh/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!