NovelToon NovelToon
Balas Dendam Nyonya Cha

Balas Dendam Nyonya Cha

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

Han Ji-an rela dicap "mandul" dan dihina mertua demi menutupi aib suaminya, Kang Min-woo, yang tidak subur. Namun, ketulusannya dikhianati. Min-woo berselingkuh dengan sahabat sekaligus dokter kandungan Ji-an, memalsukan rekam medisnya, lalu mendepaknya tanpa sepeser uang pun.

​Di titik hancur, Ji-an dinikahi Cha Jin-wook, CEO nomor satu di Korea. Tiga tahun berlalu, Ji-an membuktikan kebohongannya dengan melahirkan dua anak. Kini, ia kembali ke Seoul sebagai Nyonya Besar Cha Group yang elegan, siap menghancurkan karier, rumah tangga, dan harga diri orang-orang yang telah membuangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Sisa Abu dan Detak Jantung Baru

​Penandatanganan surat pengunduran diri Cha Tae-sung berlangsung dalam kesunyian yang mencekam. Pena yang digoreskan sang paman di atas kertas bermaterai itu bergetar hebat, menandai berakhirnya ambisi puluhan tahun untuk merebut takhta Cha Corporation. Dua petugas keamanan internal langsung mengawal Tae-sung keluar dari pintu belakang gedung, menjauhkannya dari jangkauan media demi menjaga stabilitas nama baik perusahaan.

​Satu per satu jajaran komisaris berdiri, membungkuk hormat dengan takzim kepada Cha Jin-wook dan Han Ji-an sebelum meninggalkan ruang rapat. Pandangan mereka kini sepenuhnya berubah. Jika dulu mereka menganggap Ji-an hanyalah pemanis di samping Jin-wook, hari ini mereka sadar bahwa wanita itu adalah belahan jiwa sekaligus benteng terkuat sang Presdir.

​Begitu pintu ruang rapat tertutup rapat dan menyisakan mereka berdua, ketegangan di wajah Jin-wook melarut. Ia melonggarkan ikatan dasi hitamnya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya langsung menarik kursi Ji-an agar mendekat ke arahnya.

​"Kau benar-benar tidak memberi mereka celah untuk bernapas, Nyonya Cha," ujar Jin-wook, suaranya kembali melembut, dipenuhi rasa bangga yang amat sangat.

​Ji-an tersenyum manis, menyandarkan kedua tangannya di atas bahu tegap Jin-wook. "Aku sudah berjanji padamu, bukan? Siapa pun yang mencoba mengusik keluargaku, harus melewati aku terlebih dahulu."

​Jin-wook tidak bisa menahan hatinya lagi. Ia berdiri, mengangkat Ji-an dari kursinya, dan langsung mendudukkan wanita itu di atas meja rapat marmer yang panjang. Tanpa memedulikan tempat mereka yang merupakan ruang sakral korporasi, Jin-wook mengunci tubuh Ji-an dengan kedua lengannya, menatap lekat bibir merah muda istrinya yang tampak begitu menggoda di bawah pendar lampu neon ruangan.

​"Jin-wook ya, kita masih di kantor..." bisik Ji-an, pipinya merona merah saat merasakan detak jantung Jin-wook yang berdegup kencang menempel pada dadanya.

​"Aku pemilik gedung ini, Ji-an. Dan saat ini, aku hanya ingin menyatakan hak milikku atas wanita yang baru saja menyelamatkan takhtaku," balas Jin-wook parau dengan senyuman miring yang begitu seksi.

​Ia menunduk, meraup bibir Ji-an dalam sebuah ciuman yang lambat namun penuh gairah yang mendalam. Kecupan-kecupan hangatnya berpindah ke sudut bibir, turun ke rahang, hingga menyentuh syal sutra kecil di leher Ji-an. Jin-wook menarik pelan syal tersebut, mengecup kembali tanda kemerahan yang ia tinggalkan semalam, membuat Ji-an mendesah pelan dan mencengkeram kerah kemeja suaminya. Aliansi cinta mereka terasa semakin pekat dan tak tergoyahkan oleh apa pun.

​Sementara itu, di sebuah dermaga peti kemas yang sepi di pinggiran Incheon.

​Kang Min-woo berdiri di bawah payung hitam yang bocor, menatap laut lepas dengan perasaan campur aduk. Di kantong jaketnya, tiket kapal menuju Manila dan amplop uang dari Min Chae-rin terasa berat. Ia tahu, melarikan diri ke luar negeri berarti ia menyerah kalah dan membiarkan Han Ji-an hidup bahagia di atas penderitaannya.

​Ponsel murah di genggamannya bergetar. Sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal masuk.

​"Cha Tae-sung baru saja dipecat dan diusir dari Cha Group. Rencana kita di Seoul hancur berantakan. Jangan naik ke kapal itu, Kang Min-woo. Datanglah ke alamat ini jika kau ingin pembalasan yang sesungguhnya."

​Di bawah pesan itu tertera sebuah alamat vila pribadi di kawasan terpencil di Pulau Jeju. Min-woo menatap tiket kapalnya sejenak, lalu meremasnya hingga hancur dan membuangnya ke dalam air laut yang kotor.

​"Aku tidak akan pergi, Ji-an," desis Min-woo dengan mata yang memerah penuh kebencian. "Jika aku harus hidup di neraka, maka kau juga harus ikut terbakar bersamaku."

​Dua minggu berlalu setelah pembersihan internal di Cha Corporation. Kehidupan di penthouse Hannam-dong kembali berjalan dengan ketenangan yang manis. Min Chae-rin dikabarkan memilih terbang kembali ke New York setelah namanya terseret dalam skandal manipulasi di Hotel Shinhwa, meninggalkan posisinya sebagai direktur.

​Sore itu, suasana rumah sangat hangat. Hyun-woo sedang bermain mobil-mobilan di atas karpet bersama Jin-wook yang dengan telaten melayani celotehan putra kecilnya. Di sudut lain, Ji-an sedang memangku Seo-ah sembari memotong buah apel untuk camilan sore mereka.

​Namun, saat Ji-an hendak menyuapkan sepotong apel ke mulutnya sendiri, gelombang rasa mual yang luar biasa tiba-tiba menghantam ulu hatinya. Rasa pening yang hebat membuat pandangannya kabur seketika.

​Prakk!

​Piring kecil berisi potongan buah itu jatuh dari tangan Ji-an, pecah berantakan di atas lantai. Ji-an membekap mulutnya sendiri, bergegas berlari menuju kamar mandi terdekat dengan tubuh yang lemas.

​"Ji-an!"

​Jin-wook langsung berdiri, mengabaikan mainan Hyun-woo, dan berlari menyusul istrinya ke dalam kamar mandi. Ia menemukan Ji-an sedang bertumpu pada wastafel, wajahnya pucat pasi dengan napas yang terengah-engah setelah muntah-muntah.

​Dengan raut wajah yang dipenuhi kepanikan, Jin-wook memegangi pundak Ji-an, memijat tengkuk istrinya dengan lembut. "Ada apa? Kau salah makan? Kita ke rumah sakit sekarang, ya?"

​Ji-an menggelengkan kepalanya lemah, mencoba mengatur napasnya yang memburu. Ia menatap pantulan dirinya di cermin, lalu beralih menatap mata elang Jin-wook yang dipenuhi rasa khawatir. Sebagai wanita yang sudah pernah melahirkan Seo-ah, ada sebuah firasat dan naluri yang tiba-tiba melintas di benaknya—sebuah tanda biologis yang sangat ia kenali.

​"sayang..." Ji-an berbisik, tangannya yang gemetar perlahan turun, menyentuh perut ratanya sendiri di balik gaun rumahan yang longgar. "Siklus bulananku... sudah terlambat dua minggu."

​Jin-wook tertegun di tempatnya berdiri. Otak eksekutifnya yang biasa memproses data miliaran won dalam hitungan detik mendadak membeku. Ia menatap tangan Ji-an yang berada di atas perutnya, lalu mendongak menatap mata istrinya dengan binar tak percaya yang mulai merekah.

​"Kau... maksudmu...?" Suara Jin-wook bergetar hebat, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

​Ji-an mengangguk dengan air mata kebahagiaan yang mulai menggenang di pelupuk matanya. "Aku rasa... Seo-ah dan Hyun-woo akan segera memiliki adik baru."

​Jin-wook langsung merengkuh tubuh Ji-an ke dalam pelukannya dengan sangat erat namun penuh kehati-hatian, seolah-olah wanita di dekapannya adalah permata paling rapuh di dunia. Ia membenamkan wajahnya di rambut harum Ji-an, mengecup bahunya berulang kali dengan rasa syukur yang membuncah.

​Kabar kehamilan ini adalah berkah yang sempurna di atas kemenangan mereka. Namun, di saat yang sama, di sebuah sudut gelap di Pulau Jeju, Kang Min-woo baru saja melangkah masuk ke dalam sebuah vila tersembunyi, siap merajut konspirasi terakhir yang jauh lebih mematikan untuk menghancurkan kebahagiaan keluarga Cha.

​Kabar bahagia sekaligus ancaman baru dari Jeju telah menanti! Bagaimanakah cara Nyonya Cha melindungi calon bayinya nanti?

1
Mutia Kim🍑
Seneng banget deh Ji-An dapat pengganti yg jauh lebih baik🥰
Mutia Kim🍑
Memang lebih baik kamu pergi saja dari keluarga toxic itu Ji-an😌
Mayraa_Tapaa: makasih ka udah mampir
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
Mampir ya readers readers yg baik dan keren-keren, udah up banyak episode loh jadi enak bacanya...setiap hari juga bakal up min 4 episode sehari ya....
kutunggu kehadiran kaliam🤗✨️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!