NovelToon NovelToon
Sangkar Merah

Sangkar Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:644
Nilai: 5
Nama Author: Mooniecaa_moon

Aletha merupahan remaja yang sangat senang akan dunia malam. Ia juga merupakan anak konglomerat yang terkenal di kota Metropolitan. Tapi kini dirinya harus di hadapkan dengan perjanjian kontrak dengan Danny yang sepertinya menguntungkan? atau malah merugikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooniecaa_moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Casandra—14

Setelah obrolan berat yang mendadak di meja makan tadi, Danny dan Aletha memutuskan untuk kembali ke atas. Koridor lantai dua mansion Dirgantara terasa begitu tenang saat pintu kamar hitam legam itu kembali tertutup, mengunci mereka berdua dari tatapan penuh godaan Mama Dominic.

Danny berjalan menuju walk-in closet-nya, mengambil sebuah setelan baru yang sudah diletakkan oleh pelayan di sana sejak siang. Sebuah baju santai sore berupa atasan kaos rajut tipis berwarna putih tulang dan celana kulot katun yang sangat nyaman.

"Nih, mandi sana," ujar Danny sembari menyerahkan pakaian itu ke tangan Aletha. "Biar segeran dikit. Muka lo dari tadi kelihatan tegang banget mikirin soal apa sih lo?."

Aletha menerima pakaian itu, lalu mendengus pelan menatap Danny. "Gue nggak tegang, Dan. Gue cuma lagi mikir skenario ke depan aja."

"Sama aja. Udah, buruan mandi," sahut Danny santai sembari mendudukkan dirinya di kursi dekat jendela.

Setengah jam kemudian, Aletha keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih agak basah, sudah berganti pakaian santai sore pilihan pelayan. Pakaian itu pas sekali di tubuhnya, membuatnya kelihatan santai namun tetap memancarkan aura mahal seorang Aletha Adinata.

Belum sempat Aletha mengeringkan rambutnya dengan handuk, terdengar ketukan berirama di pintu kamar.

Tok! Tok! Tok!

"Kak Danny? Boleh masuk nggak? Ada Kak Aletha di dalam, kan?" Suara Cassandra terdengar nyaring dari luar.

Danny yang sedang menyalakan tablet, lalu menoleh ke arah Aletha seolah meminta persetujuan. Aletha hanya mengangguk sembari tersenyum tipis.

"Masuk aja, Cas. Enggak dikunci," seru Danny.

Cklek.

Pintu terbuka dan Cassandra langsung melongokkan kepalanya. Begitu melihat Aletha sedang duduk di tepi ranjang, mata gadis berusia 20 tahun itu langsung berbinar ceria. Ia langsung masuk dan menutup pintu, mengabaikan fakta bahwa kamar ini adalah area teritori pribadi kakak sulungnya yang biasanya paling haram untuk diinjak orang lain.

Jarang-jarang seorang Cassandra mau menapakkan kaki di kamar Danny, tapi sore ini, godaan untuk mengobrol dengan calon kakak iparnya jauh lebih besar daripada rasa takutnya pada sang kakak.

"Ih, Kak Aletha! Seriusan Kakak nginep? Wah, Kak Danny pinter banget ya! gercepnya!" Cassandra tanpa permisi langsung menjatuhkan tubuhnya di samping Aletha, duduk bersila di atas ranjang dengan kehebohan khas anak kuliahan.

Aletha tertawa renyah, meletakkan handuknya. "Iya, Cas. Kemarin kemaleman, jadi dipaksa menginap sama Tante Dominic."

"Bagus deh! Biar kamar ini ada kehidupan dikit. Kak Danny mah membosankan banget orangnya," cerocos Cassandra mulai membuka sesi gosip sore itu.

Sementara kedua perempuan itu mulai asyik mengobrol di atas ranjang, Danny hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Pria itu berdiri, berjalan menuju sudut kamarnya di mana sebuah grand piano hitam mewah berdiri megah di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke taman belakang.

Danny duduk di kursi piano, meluruskan jemari tangannya di atas tuts hitam putih. Tak lama, sebuah melodi klasik berirama tenang dan lambat mulai mengalun lembut di dalam kamar, mengisi latar belakang obrolan sore itu. Danny memilih diam, tidak berniat menyela, hanya membiarkan sepasang mata elangnya sesekali melirik ke arah ranjang, mengamati interaksi akrab antara adik perempuannya dan calon istri kontraknya.

"Eh, Kak, tahu nggak sih?" Cassandra menyenggol lengan Aletha pelan, menurunkan volume suaranya menjadi bisikan gosip yang seru, meski suaranya tetap kalah dengan dentingan piano Danny. "Anak-anak kampus tadi heboh banget nyariin Kakak! Katanya tumben banget seorang Aletha Adinata bolos kelas pagi. Mereka nggak tahu aja kalau Kakak lagi di mansion Dirgantara, ditawan sama CEO paling kaku se-Jakarta, hahaha!"

Aletha tersenyum manis, melirik Danny yang tampak fokus dengan pianonya dari kejauhan. Di dalam hati, Aletha membatin geli. Ditawan? Malah sebaliknya, kakaknya itulah yang sebenarnya sedang berjalan masuk ke dalam jaring laba-laba yang ia pasang.

"Iya, tadi ada urusan mendesak makanya gue... eh, Kakak nggak masuk," jawab Aletha, hampir saja kelepasan menggunakan bahasa 'gue-lo' di depan Cassandra.

"Halah, palingan urusan mendesak sama Kak Danny kan?" Cassandra mengedipkan matanya jenaka, lalu mulai mengalihkan topik ke gosip-gosip panas anak kampus Pelita Bangsa, mulai dari cowok-cowok yang patah hati massal karena Aletha bolos, sampai gosip dosen mereka.

Aletha menanggapi setiap obrolan Cassandra dengan sangat ramah dan friendly. Namun, fokusnya sesekali terbagi mendengarkan melodi piano yang dimainkan Danny. Musik itu begitu tenang, sangat kontras dengan isi kepala mereka berdua yang penuh dengan intrik bisnis dan kepalsuan.

Melihat bagaimana Cassandra begitu menyukainya, dan bagaimana Danny membiarkan kamarnya yang privat diisi oleh suara tawa mereka, retakan di dinding ego Aletha terasa semakin membesar. Kamar ini, malam ini, dan melodi piano ini... perlahan-lahan mulai terasa terlalu nyata untuk sebuah hubungan yang awalnya hanya direncanakan di atas selembar kertas kontrak.

Dentingan piano Danny masih mengalun indah, membawakan simfoni klasik yang menenangkan di bawah siraman cahaya sore Jakarta yang mulai temaram. Cassandra masih asyik bercerita tentang betapa kacaunya kantin fakultas hari ini karena gosip miring seputar salah satu ketua BEM yang ketahuan mendua, sementara Aletha mendengarkan sambil sesekali melempar tawa kecil.

"Oh iya, Kak!" Cassandra tiba-tiba menepuk lutut Aletha, memutus lamunan gadis itu. "Mama tadi bilang, minggu depan desainer butik langganan Mama mau dateng ke rumah buat ukur baju. Kakak harus dateng ya! Aku tebak pasti buat baju lamaran atau... tunangan resmi? Ah, aku ga sabar banget!"

Aletha tersenyum manis, mengusap bahu Cassandra lembut. "Iya, nanti kalau jadwal kuliah Kakak senggang, Kakak pasti langsung ke sini kok."

Tepat setelah kalimat itu terucap, alunan piano Danny mendadak berhenti di satu nada tinggi yang menggantung. Keheningan langsung menyergap kamar mewah itu. Danny menarik tangannya dari atas tuts, lalu memutar kursi pianonya menghadap ke arah kasur.

"Cas," panggil Danny, suara baritonnya memecah kesunyian dengan nada santai namun tidak bisa dibantah. "Udah sore. Sana balik ke kamar lo, kerjain tugas kuliah lo. Jangan ganggu Aletha terus, dia butuh istirahat."

Cassandra langsung mengerucutkan bibirnya, menatap kakaknya dengan pandangan sebal. "Ih, Kak Danny pelit banget sih! Mentang-mentang ada calon istri, aku langsung diusir. Biasanya juga kamar ini kayak kuburan, ga ada yang mau masuk!"

Meskipun mengomel, Cassandra tetap bangkit dari kasur. Sebelum melangkah pergi, ia memeluk lengan Aletha sekilas dengan manja. "Kak Aletha, aku ke kamar dulu ya. Kalau Kak Danny macem-macem atau kaku kayak batu, cubit aja!"

"Iya, Cas. Makasih ya udah nemenin ngobrol," sahut Aletha ramah, mengantar kepergian Cassandra dengan lambaian tangan hangat sampai pintu kamar kembali tertutup rapat.

Cklek.

Begitu pintu terkunci otomatis, atmosfer di dalam kamar langsung berubah 180 derajat. Ia menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, melipat kedua tangannya di depan dada sembari menatap Danny yang kini sedang berjalan mendekat ke arah kasur.

"Lo sengaja ngusir adek lo?" tanya Aletha, menaikkan sebelah alisnya dengan nada menantang. "Takut rahasia kontrak kita bocor?"

Danny tidak langsung menjawab. Ia berhenti tepat di sisi ranjang, berdiri menjulang tinggi sembari menatap Aletha yang mengenakan baju santai sore pemberian ibunya. Penampilan Aletha saat ini benar-benar mengaburkan batasan di otak Danny—gadis ini terlihat begitu menyatu dengan suasana rumahnya.

"Gak," jawab Danny pendek, suaranya terdengar lebih rendah dari sebelumnya. "Gue cuma pengen lo istirahat. Dan... ada hal yang perlu kita bahas berdua tanpa ada telinga lain yang denger."

Danny mendudukkan dirinya di tepi ranjang, membuat kasur empuk itu sedikit amblas di bawah bobot tubuhnya. Jarak mereka kini kembali mengikis, menyisakan ketegangan tak kasat mata yang perlahan merayap naik di antara mereka.

"Soal nyokap-bokap gue..." Danny menjeda kalimatnya, menatap lurus ke dalam manik mata maroon Aletha. "Gue harap lo gak keberatan kalau intensitas pertemuan kita sama mereka bakal lebih sering ke depannya. Nyokap gue... dia udah bener-bener sayang sama lo, Aletha. Dan gue gak suka liat orang tua gue kecewa."

Aletha terdiam. Kalimat Danny barusan justru memicu kembali rasa bersalah yang sempat ia rasakan di meja makan tadi. Sisi liciknya mendadak merasa terhimpit. Di satu sisi, ini adalah kesempatan emas untuk membuat Danny semakin bertekuk lutut dan memenangkan taruhan kampusnya dengan telak. Namun di sisi lain, ketulusan keluarga ini seolah menjadi racun yang perlahan melelehkan niat busuknya.

"Gue tau," sahut Aletha, suaranya kali ini terdengar lebih datar, menyembunyikan pergolakan batinnya dengan sangat rapi. Ia menegakkan tubuhnya, menatap Danny dengan senyuman tipisnya yang penuh teka-teki. "Gue bakal mainin peran gue dengan sempurna di depan orang tua lo, Dan. Lo gak usah khawatir. Tapi... gimana dengan lo sendiri? Apa lo siap kalau permainan ini mendadak berjalan terlalu jauh dari yang lo rencanain?"

Danny menatap Aletha dalam-dalam, mengunci pandangan gadis itu dengan sorot mata elangnya yang tajam, seolah sedang mencari tahu apa arti di balik pertanyaan misterius tersebut. Malam mulai menjemput, dan di dalam kamar yang remang itu, kedua orang yang sama-sama belum pernah tersentuh oleh cinta ini kembali bersiap untuk saling menguji batasan masing-masing.

1
azrinasarah
LANJUTT PLUSSS😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!