Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.
Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.
Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.
Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14 Senyum bahaya Yerin
Ekspresi Yo-han yang tadinya datar kini berubah, lebih serius dan hati-hati. Ia berpikir sejenak sebelum akhirnya berkata: "Kau tidak melihat siapapun disana kecuali Seo Yerin, mengerti?"
Jeong-won langsung menunduk. "Saya mengerti."
Suasana kembali tenang. Musik klub terus berdentum dari kejauhan. Yo-han menghabiskan minumannya sebelum bangkit dan mengenakan jaketnya.
“Kemana Anda akan pergi?" tanya Jeong-won penasaran karena sebagai seorang asisten, ia tahu jika mereka tidak punya pekerjaan untuk dilakukan hari ini.
"Tuan Minjoon memerintahkanku untuk melakukan sesuatu, aku harus bersiap dari sekarang."
"Tuan Muda Kedua? Apa Anda akan mengikuti perintahnya? Bukankah selama ini Anda selalu netral?"
Tatapan Yo-han kembali kosong sebelum akhirnya berkata pelan, “Untuk sekarang, aku tidak punya pilihan selain mengikutinya.”
Jeong-won mengerutkan dahi. Ia jelas tidak nyaman dengan hal itu.
“Dia terlalu berbahaya. Bagaimana jika dia menyingkirkan Anda begitu tujuannya tercapai? Orang itu bahkan tega menjebloskan saudaranya ke penjara."
Hening sesaat. Namun Yo-han justru tersenyum tipis. Senyum dingin yang sulit ditebak.
“Tidak perlu khawatir. Yeon Minjoon... dia tidak akan pernah mencapai tujuannya...”
Jeong-won terdiam. Ia sedikit bingung karena dari nada bicara Bosnya tadi terdengar seperti seseorang yang sudah merencanakan sesuatu jauh di depan.
Sesuatu yang bahkan mungkin akan menghancurkan seluruh Gyeomryeon Family.
Jeong-won menatap pria itu diam-diam. Namun seperti biasa ia tidak bisa membaca isi kepala Yo-han sama sekali.
....
Kabut malam menyelimuti sebuah pelabuhan tua dengan pekat.
Deretan kapal kargo berlabuh dalam diam seolah keberadaan mereka sendiri tidak ingin diketahui oleh siapa pun.
Puluhan pria bertubuh besar bergerak cepat memindahkan peti-peti kayu dari kapal ke gudang pelabuhan.
Tatapan mereka kasar. Penuh tato dan luka. Mereka lebih terlihat seperti preman dibanding pekerja pelabuhan.
“Cepat bergerak!”
Suara keras menggema.
Seorang pria paruh baya berambut merah panjang berdiri sambil memegang tongkat besi.
Tubuhnya besar. Penuh bekas luka. Aura brutal terpancar jelas darinya. Bisa terlihat dengan jelas jika dia adalah pemimpin operasi malam itu.
Satu demi satu peti diturunkan tanpa masalah hingga tiba-tiba—
BRAK!
Sebuah peti jatuh menghantam lantai karena salah satu pekerja tersandung. Isi peti yang berupa beberapa kilogram ikan kering jatuh berserakan.
Namun itu bukan ikan kering biasa karena jika diperhatikan dari dekat, di dalam perut ikan-ikan itu terdapat kantong plastik kecil berisi bubuk putih yang tidak perlu dipertanyakan isinya apa.
Wajah pria berambut merah itu langsung berubah murka.
Ia berjalan mendekat sambil memutar tongkat besinya.
“Dasar idiot…”
Tanpa peringatan—
BUGH!
Tongkat besi menghantam wajah bawahannya keras.
Pria itu langsung jatuh, tapi pukulan tidak berhenti sampai disitu.
BUGH! BUGH! BUGH!
Ia terus memukuli bawahannya yang lalai tanpa ampun hingga darah mulai memercik kemana-mana.
“Karena sampah sepertimu, semua operasi bisa gagal!”
Ia terus memukuli pria itu sampai nyaris tak bergerak lagi lalu meludah ke samping.
“Kemas kembali semuanya!”
Para bawahan yang lain langsung buru-buru bergerak ketakutan di bawah ancaman bos mereka.
Namun tanpa diduga—
KLIK.
Seluruh lampu pelabuhan mendadak mati hingga semuanya gelap gulita.
“A-apa yang terjadi?!”
Detik berikutnya—
BUKH!
Suara pukulan terdengar dari kegelapan.
“AARGH!”
“SIAPA ITU?!”
BRAK! BUGH! KRAK!
Jeritan dan suara tubuh jatuh mulai bergema satu demi satu.
Suasana langsung berubah kacau. Beberapa pria mencoba menyerang balik orang yang menyergap mereka. Namun mereka bahkan tidak bisa melihat siapa lawannya.
Hanya suara langkah pelan lalu tubuh lain yang tumbang.
Kegelapan berlangsung beberapa menit, dan saat lampu akhirnya menyala kembali, pemandangan mengerikan langsung terlihat.
Puluhan pria terkapar di lantai, beberapa berdarah, beberapa tak sadarkan diri. Dan di tengah semua itu, Yo-han berdiri tenang sambil mengusap darah di sudut bibirnya.
Pria berambut merah itu langsung membelalak marah. “Anjing keluarga Geumryeon....” ucapnya.
Yo-han sedikit mendekat. “Wilayah kita sudah dibagi dengan jelas sejak generasi pertama. Tapi kalian, Geng Cheonha berani diam-diam menyusup ke wilayah kami dan melakukan hal kotor ini?”
Pria berambut merah itu langsung tertawa kasar. “Banyak omong! Padahal kau datang sendirian! Aku akan membunuhmu dengan cepat sialan!”
Ia langsung menerjang maju.
Tongkat besi berayun brutal ke arah kepala Yo-han—
WHUSSH!
Namun ia menghindar tipis lalu membalas dengan pukulan keras ke perut.
BUGH!
Pria itu mundur setengah langkah.
"BAJINGAN!"
Ia menyerang kembali .
Perkelahian sengit pecah di tengah pelabuhan. Tongkat besi menghantam kontainer. Tinju saling beradu.
Yo-han jauh lebih dominan. Gerakannya cepat, presisi dan mematikan.
BUKH!
Satu pukulan keras menghantam wajah pria itu hingga darah muncrat dari hidungnya. Tapi semakin terluka, pria berambut merah itu justru semakin menggila.
Diam-diam ia mengeluarkan pisau lipat tersembunyi dan saat Yo-han lengah—
SWISSH!
Pisau langsung menusuk ke arah perutnya.
Namun—
CKLEP!
Yo-han menangkap bilah pisau itu dengan tangan kosong yang membuat darah langsung mengucur dari telapak tangannya.
Pria berambut merah tersenyum liar. “Kena juga kau!”
BUGH!
Ia menendang tubuh Yo-han hingga mundur lalu kembali menyerang membabi buta menggunakan pisau.
SWISSH! SWISSH!
Beberapa sayatan berhasil mengenai tubuh Yo-han.
"Hahahaha, rasakan ini bajingan! Aku akan membunuhmu sialan!"
Kepercayaan diri pria itu semakin meningkat begitu berhasil melukai lawannya, tapi justru itu adalah kesalahan fatal baginya.
BUAGH!!
Yo-han menghantam wajah pria itu keras saat ia lengah.
Pria itu sempoyongan, tapi detik berikutnya—
KRAK!
Yo-han mencengkeram tangan yang memegang pisau lalu memelintirnya dengan brutal.
“AAAAARGH!”
JLEB!
Pisau tertancap ke paha pria tersebut, pria itu memberontak dan melepas pisaunya. Namun sebelum menyentuh lantai, Yo-han langsung menangkapnya di udara dan—
JLEB!
“AAAAARGH!”
Pisau ditikamkan ke paha satunya. Jeritan kesakitan menggema di seluruh pelabuhan, tapi Yo-han belum selesai.
BUGH!
BUGH!
BUGH!
Pukulan bertubi-tubi menghantam wajah pria itu dengan ganas. Pukulan terakhir sangat keras hingga langsung menjatuhkannya ke lantai.
Pria berambut merah itu meringis sambil berusaha merangkak.
Yo-han berjalan mendekat dengan penuh aura mengancam. “Apa kau tahu kenapa aku tidak pernah menggunakan pisau saat bertarung?”
Ia menghunuskan pisau itu tepat di leher pria tersebut.
Tatapannya dingin tanpa emosi. “Karena aku bisa membunuh lawanku dengan mudah.”
Pria itu langsung gemetar.
“A-Ampun…”
Yo-han berjongkok.
“Sekarang bicara. Siapa yang membantumu masuk ke pelabuhan ini?”
Pria itu terbata-bata ketakutan.
Namun meski begitu, sebenarnya Yo-han sudah tahu jawabannya.
Yeon Taeguk.
Karena itulah Minjoon sengaja menyuruhnya menghancurkan tempat ini.
Dua saudara itu sedang saling menyerang diam-diam sementara dirinya dijadikan alat yang bisa dibuang kapan saja.
Yo-han akhirnya berdiri. Ia menatap deretan peti narkoba itu beberapa saat sebelum menyalakan korek.
Ckrek.
Api kecil menyala dan dilempar begitu saja ke tumpukan peti.
WHOOSSH!
Api langsung melahap semuanya dengan cepat. Yo-han berbalik pergi tanpa menoleh lagi seolah tidak pernah berada di sana.
....
Di perjalanan pulang, Yo-han berjalan santai di bawah lampu jalan pelabuhan.
Tangan kirinya dibalut perban seadanya. Rokok masih menyala di bibirnya. Saat itu juga ponselnya berdering yang merupakan panggilan dari Jeong-won.
Yo-han mengangkatnya, suara panik langsung terdengar dari seberang. [Bos! Jangan bergerak dulu! Saya sudah memanggil bala bantuan untuk membantu Anda!]
“Semuanya sudah selesai," balasnya santai.
[…Apa?]
Jeong-won langsung terkejut.
Yo-han menghembuskan asap rokok. “Minjoon sengaja menyuruhku datang sendirian. Jadi meskipun kau memanggil bala bantuan, mereka tidak akan pernah datang.”
Jeong-won langsung membeku. Ia baru sadar jika Minjoon memang berniat menjadikan Yo-han umpan hidup.
[Tuan… apa Anda baik-baik saja?]
"Bicara denganmu membuktikan kalau aku masih hidup, kan?”
Namun di tengah langkahnya, Yo-han mendadak berhenti.
Di depan mobil Lykan HyperSport miliknya yang terparkir di bawah lampu jalan pinggiran pelabuhan. Terlihat seorang wanita berdiri disana.
Ia mengenakan dress berwarna putih lembut, rambut panjangnya tertiup angin malam yang menambah kesan kontras dengan suasana suram di sekitarnya.
"Akan ku hubungi nanti," ucap Yo-han langsung memutus panggilannya.
Ia sedikit mendekat.
Begitu mendengar suara langkah kaki, wanita itu langsung berbalik. Wajahnya sangat cantik, matanya yang biru indah menyiratkan kelembutan hati.
Seo Yerin.
Kebingungan muncul di wajah Yo-han. Ia sendiri tidak tahu alasan kenapa wanita itu ada disini.
Yerin berjalan mendekat perlahan. Tatapan mereka bertemu, lalu tanpa basa-basi, ia mengeluarkan secarik dokumen.
Dokumen yang sangat dikenali Yo-han.
Hasil tes DNA.
Wajah Yo-han langsung berubah lebih serius. “Bagaimana bisa....”
Dan detik itu juga ia sadar jika ia menyembunyikan dokumen itu di dalam tas Yerin dan menyuruh Jeong-won mengembalikannya karena ia lupa mengambilnya kembali.
Yerin tersenyum lembut. Terlalu lembut. Namun entah kenapa, senyum itu justru terasa berbahaya bahkan untuk Yo-han yang terbiasa dengan bahaya.
Angin malam berhembus pelan di antara mereka.
Lalu Yerin berkata santai, “Ayo... Kita menikah....”
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
keren crita'a
bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah