NovelToon NovelToon
Benih Cinta Sang Dokter

Benih Cinta Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Raisa dan Adit keduanya sudah menikah selama 2 tahun, namun sampai saat ini keduanya belum dikaruniai seorang anak.

Hingga Raisa pun mendatangi seorang dokter untuk program kehamilan, namun tanpa disangka dokter itu adalah mantan kekasihnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Hari ini Adit datang ke klinik untuk menemui Rangga, dengan penuh emosi Adit datang menemui dokter tampan itu.

" Rangga gue pengen bicara "

Seorang perawat sudah mencoba untuk menahan Adit, namun sayangnya usahanya itu gagal dan Adit tetap memaksa untuk tetap masuk.

Beruntung saat itu tak ada pasien yang berada didalam ruangannya.

" Biarkan dia masuk sus " ucap Rangga

Adit pun langsung masuk kedalam ruangan, ia menutup pintu dengan segera.

" Gue tau lo tau kan dimana Raisa sekarang ? kasih tau gue dimana dia sekarang ? "

" Ga tau gue ga tau dimana Raisa, dan kalaupun gue tau ga akan gue kasih tau lo dimana Raisa "

" Lo ga usah ikut campur, atau jangan jangan lo ada hubungan sama Raisa hah ? "

" Loh bukannya lo yang ada hubungan dengan perempuan yang bernama Sherly ? Yang sekarang lagi hamil ? "

" Bukan urusan Lo untuk ikut campur Rangga "

" Mau lo apa sih Dit ? biarin Raisa bahagia sekarang, lagian perempuan mana yang ga sakit hati saat tau suaminya selingkuh dan punya anak "

" Lo itu ga tau apa apa Rangga, coba ya lo bayangin sebagai suami ga di layanin dengan baik apa masih tahan Lo ? "

" Tahan, kenapa engga ? Emangnya suami itu harus di layanin seperti apa sih ? OHH atau lo gamau pisah sama Raisa karena harta ? "

" Jaga omongan lo Rangga, gue juga punya uang ko "

" Ya kalau begitu lepasin Raisa, biarin dia bahagia sekarang. Lo ga liat badan dia itu kurus, dia cape kerja, dan lo bisa bisanya ga bersyukur dan selingkuh "

" Kalau emang Raisa ingin cerai yaudah biarin aja, mungkin itu udah keputusan terbaik dia Dit "

" Dan kalau emang lo gagal buat bikin Raisa bahagia, gue bisa bikin dia bahagia "

Adit yang emosi langsung memukul wajah Rangga.

" Sialan lo "

" Gue ga akan tinggal diam, gue ga akan biarin Raisa dengan siapapun itu "

Adit pun dengan emosi langsung keluar begitu saja, sedangkan Rangga ia masih menahan sakit akibat pukulan Adit

....

Raisa menunggu Rangga pulang, waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore dan Rangga belum juga pulang.

Baru Raisa ingin mengirim pesan kepada Rangga, Rangga pun masuk kedalam rumah sambil memegangi pipinya.

" Kenapa Rangga ? " Raisa menghampiri Rangga

" Tadi Adit datang buat cari kamu "

" Terus ? Dia mukul kamu ? "

" Hmm "

" Kurang ajar emang ya, aku harus bikin perhitungan "

" Raisa udah kamu ga perlu cape cape temuin dia, yang ada dia akan macam macam sama kamu Sa "

" Aku ambil es ya, aku kompres yang sakit " kata Raisa dan Rangga mengangguk

Raisa segera mengompres pipi Rangga, laki laki itu benar benar membela Raisa dari Adit.

" Sakit banget ya Ga ? "

" Sedikit Sa "

" Maaf ya Ga, karena aku kamu jadi kayak gini "

" Ga apa apa Raisa, udah ya jangan merasa bersalah. Tapi Sa, kayaknya ga sembuh kalau cuma di kompres gini "

" Terus gimana ? harus pakai apa ? "

Rangga, ia mengusap lembut bibir milik Raisa.

" Cium ? " tanya Raisa dan Rangga mengangguk

Raisa pun memberikan kecupan di pipi Rangga yang sakit.

" Udah sembuh ? " tanya Raisa

" Belum, masih sakit "

Kembali Raisa mencium pipi Rangga, namun kali ini Raisa mencium cukup lama..

" Udah ga sakit kan ? " ucap Raisa dan Rangga mengangguk sambil tersenyum

" Oya hampir lupa, aku beli sesuatu buat kamu Raisa "

" Apa ? "

Rangga mengeluarkan dua batang coklat dari dalam tasnya, ia pun memberikannya kepada Raisa.

" Coklat ? " ucap Raisa dengan wajah gembira

" Iyah, buat kamu. Biasanya makan yang manis itu bisa ngurangin rasa sakit "

" Makasih ya "

" Tadinya aku mau beliin kamu cemilan yang lain, tapi karena buru buru mau pulang jadi aku beli yang ada di dekat klinik"

" Rangga.. Makasih banyak "

Rangga pun bangun dari duduknya, menimbulkan tanda tanya bagi Raisa.

" Mau kemana ? "

" Ke kamar, ganti baju. Mau ikut ? "

" Engga mauu.. "

" Hahaha yaudah sebentar ya "

Raisa pun mengangguk, Rangga pun segera pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya.

.....

Adit pulang untuk menemui orangtuanya, disana ia mencari sang ibu untuk meminta pendapatnya.

" Raisa belum ketemu sampai sekarang Mah "

" Kamu gimana sih, terus gimana ini nasib kamu "

" Adit juga ga tau Mah "

Ditengah obrolan anak dan ibunya itu, sang ayah masuk dan ikut bergabung

" Sudahlah kalau memang Raisa ingin meminta cerai, kamu ini seperti tidak ada harga dirinya " ucap sang Papah

" Papah itu tau apa sih ? Sudah diam saja " ucap sang istri

" Kamu itu punya anak perempuan Mah, apa kamu rela jika anak perempuanmu di selingkuhin oleh suaminya ? Sudah jelas Adit itu salah, selingkuh sampai hamil "

" Tapi kan ini salah Raisa, dia yang ga becus jadi istri berarti "

" Kamu ga usah salahin Raisa, disini kita yang salah karena ga becus buat didik anak kita. Harusnya kalau kamu belum siap berumahtangga gausah kamu nikah Adit "

Sang Papah keluar begitu saja, meninggalkan Adit dan juga ibunya.

" Udah ga usah kamu dengerin apa kata Papah mu, kamu fokus mencari Raisa kalau perlu kamu sujud depan dia biar dia luluh "

" Iyah Mah "

.....

Raisa dan Rangga keluar untuk makan malam bersama, keduanya pergi kesebuah tempat makan yang menjadi favorit Raisa.

" Yaampun udah lama banget ga makan kayak gini Rangga "

" Yaudah kamu makan yang banyak yah "

" Nanti kalau aku gemuk gimana ? "

" Ga apa apa, tetap lucu ko " ucap Rangga sambil mencubit kedua pipi Raisa

" Ranggaa nyebelin "

" Haha "

Sebuah tempat makan bernuansa khas Sunda, Raisa selalu menyukai tempat makan seperti ini.

Rangga terus memperhatikan raut wajah Raisa yang nampak bahagia, rasanya Rangga tak ingin senyuman itu hilang.

" Menurut kamu Ga, kalau aku jual rumah itu bagaimana ? "

" Jual ? Kamu sudah yakin mau jual ? Ga sebaiknya kamu gunain untuk investasi, contoh kamu kontrakin gitu "

" Hmm iya ya, tapi gimana cara ngusir Adit dari rumah itu yah. "

" Hmm nanti kita pikirin, sekarang kamu makan dulu yang banyak ya "

" Kamu juga dong, masa aku doang sih Rangga "

" Iyah Iyah ini aku juga makan ko "

Tanpa mereka sadar, ada seseorang yang memperhatikan mereka dan mengambil foto keduanya.

1
Rian Moontero
lanjoootttt👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!