NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Nona Arrogant

Takdir Cinta Nona Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.

Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.

Pergaulannya kian liar,

Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.

Tuan Anthony marah bukan main,

keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.

Supir pribadi sang ayah,

brugh....
Ester pingsan....

apa yang akan terjadi.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14 mengajak

Hari senin,

Hari yang terasa begitu sibuk dan melelahkan bagi semua orang yang kembali memulai aktifitasnya setelah weekend.

Dan hari ini,

Tuan Anthony akan mengajak Yoga masuk ke dalam perusahaannya.

Ia sudah berbincang dengan sang istri, dan enrah kenapa ia merasa yakin ia perlu mengajak pemuda itu untuk sedikit banyak mengenal bisnis.

Usai sarapan,

Tuan Anthony pun keluar dengan di temani sang istri.

Sampai di teras, keduanya termangu melihat penampilan Yoga.

Celana bahan warna abu muda plus kemeja warna cream yang merupakan pilihan nyonya Hagia kemaren nampak begitu cocok menempel di tubuh Yoga.

Pemuda itu terlihat sangat tampan dan terlihat seperti pebisnis muda.

" e tuan...nyonya...." sapa Yoga, ia sedikit tidak nyaman dengan pakaian yang saat ini ia kenakan.

Tapi ia merasa sungkan untuk tidak memakainya.

Bukan karena bahannya yang tidak enak di pakai, bahannya sangat nyaman.

Tapi ia merasa sangat sungkan dengan kebaikan dua orang di hadapannya itu.

Semalam kedua pasangan paruh baya itu datang ke kamarnya dan membawa beberapa setel pakaian seperti yang saat ini sedang ia pakai.

" kamu terlihat sangat cocok dengan pakaian seperti itu Yoga,

Kamu terlihat seperti pengusaha " ucap nyonya Hagia menatap penuh kekaguman kepada Yoga.

" Yoga memang pengusaha ma...mama lupa dia punya kebun jati dan sengon laut ?! " ucap tuan Anthony.

" ah tuan dan nyonya bisa saja..." jawab Yoga sungkan.

" ah iya....

aku lupa....cocok dong jadi mantu kita ya pa..." ucap nyonya Hagia begitu saja.

Tuan Anthony seketika melotot kepada sang istri,

sementara nyonya Hagia hanya cuek saja.

Dan Yoga...

Wajah pemuda itu sontak memerah.

" sudah sudah....bercanda Yoga, berangkat sana " ucap nyonya Hagia.

Kemudian ia meraih tangan sang suami dan mencium punggung telapak tangan itu.

Bersamaan dengan itu, tiba tiba Ester nyelonong begitu saja

" misi misi....Ester dulu yang salim, Ester udah buru buru soalnya " cicit gadis sambil merebut tangan sang papa dari sang mama dan mencium punggungnya.

Tak lama ia melakukan hal yang sama kepada sang mama.

Tak ia hiraukan tatapan kedua orang tuanya itu kepadanya.

Rok jean sepanjang tiga perempat yang ia padukan dengan blous warna cream dan sepatu kats putih sangat cocok di tubuhnya.

Rambutnya yang panjang tergerai kian menambah tampilan cantik gadis itu.

" mau kemana ?! Kenapa cantik benget begini ?! " tanya tuan Anthony mulai posesif.

sementara nyonya Hagia melirik ke arah Yoga di sana yang terlihat juga sedang memperhatikan Ester.

Senyum tipis tersungging di bibir wanita baya itu,

Putrinya sangat cantik, ia yakin...Ester akan mampu menarik perhatian seorang Yoga di sana.

Ia tak perduli meski mungkin Yoga telah memiliki kekasih,

Hanya kekasih....bukan istrikan....

Cicitnya di dalam hati.

" ya elah pala....ya ngampuslah, masak mau jualan " jawab Ester.

" kok dandan cantik banget begitu kayak yang mau ngedate aja " protes tuan Anthony.

 " jangan jangan kamu...."

" ih sih papa....

lupaya kalau papa emang punya anak secantik aku,

baru pakek dandan dikit aja udah cuantik banget...

udah ah...Ester buru buru, hari ini jam pertama Ester dosennya killer banget,

dan Ester nggak mua dapat masalah hanya karena telat " sanggah Ester.

Setelah itu segera ngeloyor pergi, sempat sedikit tertegun melihat tampilan Yoga yang begitu berbeda.

tapi ia tetap melanjutkan langkah dan melewati Yoga yang saat ini juga menatapnya tak berkedip.

Bahkan tanpa sadar, netranya mengikuti kemana arah langkah kaki Ester hingga gadis itu masuk ke dalam mobilnya.

Sampai mobil Ester mulai bergerak pelan meninggalkan garasi,

Yoga masih setia menatapnya.

Seolah ia merasa sayang untuk melewatkan sesuatu yang sangat berharga.

Tanpa ia sadari, tingkahnya menjadi pusat perhatian dua orang di sana.

Nyonya Hagia dan tuan Anthony saling pandang sambil tersenyum.

" ekhem..." tuan Anthony berdehem dan sukses membuat Yoga tergagap.

" i..i...iya tuan "

" ayo kita berangkat, kita ke kantor dulu sebentar "

" baik tuan..."

🍀

Sementara itu di tempat lain,

Seperti ucapan dan tuduhan sang papa, Ester nyatanya memang tidak pergi ke kampus.

Ia justru mendatangi Pietter yang menunggunya di suatu pusat perbelanjaan.

Keduanya kini nampak asyik berjalan jalan menyusuri setiap sudut yang ada di mall itu. Tempat pertama yang menjadi pilihan keduanya setelah puas berjalan jalan adalah bioskop.

Pietter dengan telaten dan sabarnya menuruti semua keinginan Ester.

Kini keduanya nampak telah duduk bersisihan dan bersiap menunggu film pilihan mereka di putar.

Tepatnya pilihan Ester, karena memang dia yang menentukan film yang akan mereka tonton.

Genre action dan petualangan adalah pilihan gadis itu.

Pietter berkali kali menghela nafas, Ester memang tidak ada romantis romantisnya. Lihatlah genre film pilihannya.

Kalau sudah begitu pilihannya bagaimana ia bisa modus pada gadis itu.

Sungguh menyebalkan, satu tahun berpacaran dengan gadis itu ia sungguh tak mendapatkan apapun darinya.

Pietter berkali kali menghela nafas kesal. Ia sama sekali tak bisa menikmati film yang merek tonton karena otaknya sibuk memikirkan bagaimana caranya agar kali ini ia tak pulang dengan tangan kosong.

Ia harus bisa memiliki Ester kali ini,

" yang.... " panggil Pietter sedikit berbisik, film yang mereka tonton akan segera berakhir.

" hemmm...." jawab Ester singkat sambil menjauhkan wajah Pietter yang terlalu dekat dengan wajahnya menurutnya.

Pietter menahan geram mendapat perlakuan seperti itu.

" kamu apaan sih yang....?! " omel Pietter.

" kamu yang apaan ?! Ngapain deket deket gitu sih ?! "

" kok malah aku yang kamu tanya apaan ?! Kamu yang apaan ?!

aku cuma mau deket sama kamu tapi kamu responnya kok gitu ?! "

" deket kamu itu nggak jelas tahu "

" yang nggak jelas itu kamu, lihat orang orang di sini,

pengen deket maksud aku ke kamu itu biasa ya....

kamu aja yang nggak jelas... "

ucap Pietter sambil menolehkan kepalanya ke sembarang tempat di tempat itu.

Ester pun mengikuti arah pandang Pietter, matanya sontak membola melihat pemandangan yang hampir sama di ruangan itu meski tak semua.

Lampu yang temaram seolah mendukung apa yang mereka lakukan.

Ester memang bukan satu kali ini masuk bioskop seperti saat ini.

Tapi sungguh ia tak tahu yang seperti itu.

" tuhkan..." ucap Pietter lagi sedikit ngegas.

Ester hanya diam, sampai film yang mereka tonton akhirnya benar benar selesaipun ia masih diam.

Otaknya benar benar blank. Ia sulit mencerna semua yang barusan ia lihat.

" yang kita ke hotel yukk " ajak Pietter setelah mereka keluar dari bioskop.

" ngapain sih ke hotel ?! " sentak Ester.

" istirahat aja yang, aku capek seharian keliling keliling sama kamu "

" ya udah kita pulang aja "

" tidak... !! " pekik Pietter cepat.

" aku masih mau sama kamu, mumpung hari ini aku free sayang.

Ya...

Mau ya....

Aku cuma mau istirahat doang, terus habis itu kita lanjut jalan jalan lagi,

ya...mau ya....."

" tapi..."

" janji deh aku nggak bakal ngapa ngapain kamu....

suer.....!! "

1
Mega Maharani
lebihin kek thor update bab nya jgn hanya 1 bab
Mardia Emailvivo
cepet up nya author kami.... Bu kin penasaran kalau bisa dobel dongg😄😄🙏
Tuti Tyastuti
𝘦𝘪𝘢 𝘺𝘰𝘨𝘢 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶 𝘴𝘮 𝘻𝘢𝘩𝘳𝘢
shinta
nahh lho, plot twist apa lagi ini..... aku kirain hubungan mereka bakal cemburu, marah dan mais kemudian... tapi ini, sepertinya ga akan mudah. duh Yoga sabar yah




makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
shinta: sama-sama, Kak Thara... semangat terus yah!!
total 2 replies
partini
good story
Tuti Tyastuti
𝘤𝘪𝘦𝘦𝘦 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘨 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶🤭😂😂
shinta
Kamu cemburu dan marah ga dilakuin calon istri ya Esther....
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣
shinta
deeuuuhhhh udah nyaman ya Neng...... bentar lagi jatuh cinta deh ke Yoga!
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘭𝘶" 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘨𝘦𝘯𝘨𝘴𝘪😂
Mega Maharani
ceritanya menarik
shinta
nah lho ... mulai ada titik...titik nihh 😍😍😍
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mardia Emailvivo
deh penasaran binggit deh kek mana kelanjutan nya,semoga nona muda ini sadar lelaki yg harus dia percaya,,😄😄😄
shinta
waaahhhh harus nunggu besok iniiii, padahal penasaran banget!
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘬𝘢𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘢𝘯 𝘴𝘪 𝘱𝘪𝘦𝘵
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘪 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!