NovelToon NovelToon
SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

Status: tamat
Genre:Sistem / Action / Penyelamat / Tamat
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.

Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.

Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 Air Mata Di Bawah Hujan

Mobil mewah itu pergi meninggalkan Jack sendirian. Hujan turun sangat deras membasahi seluruh tubuh dan bumi yang ada di sekitarnya.

Air hujan itu dingin sekali menusuk sampai ke tulang sumsum dan luka-lukanya. Namun rasa dingin itu tidak seberapa dibandingkan rasa beku di dalam hatinya.

Jack tidak berusaha mencari tempat berteduh atau berlindung sama sekali.

Ia justru menengadahkan wajahnya ke atas membiarkan air itu membasahi wajahnya.

"Hujankan aku sekuat tenagamu! Basahi aku sampai ke tulang sumsumku! Cuci bersih semua darah dan lumpur yang menempel di tubuhku yang kotor dan hina ini!"

Air mata Jack akhirnya pecah dan mengalir deras bercampur dengan air hujan.

Ia menangis tersedu-sedu seperti anak kecil yang kehilangan arah dan tempat pulang.

"Kenapa Tuhan ciptakan dunia yang begitu jahat dan penuh dengan kebohongan? Kenapa orang yang berbuat benar harus menderita dan dihina sampai begini nasibnya?"

Jack memukul-mukul aspal basah di hadapannya dengan kedua tangan yang lemah. Darah dari lukanya bercampur air membentuk genangan merah yang perlahan hilang terseret arus.

Dia sudah tidak punya apa-apa lagi sekarang. Tidak ada rumah! Tidak ada uang! Tidak ada kekuatan! Bahkan teman dan harapan pun sudah pergi meninggalkannya.

Di tengah tangis dan kepedihan yang mendalam itu, sesuatu berubah di dalam dirinya. Api kemarahan yang tadinya padam kini menyala kembali tapi dengan bentuk yang berbeda.

"Kalau fisikku sudah lemah dan tidak berguna lagi ... Kalau kekuatan super sudah hilang... Maka mulai hari ini aku akan gunakan akal dan otakku untuk balas dendam!"

Jack berhenti menangis dan mengusap air di wajahnya dengan punggung tangannya. Matanya yang tadinya sayu kini berubah menjadi tajam dan penuh dengan tekad baja.

Ia berdiri perlahan meski tubuhnya masih terasa sakit dan gemetar hebat. Langkah kakinya gemetar tapi arah tujuannya kini sudah sangat jelas dan tegas.

Tiba-tiba sebuah payung terbuka meneduhkan kepala Jack dari hujan deras itu. Jack terkejut dan menoleh ke samping melihat siapa orang yang berani bantu dia.

Di sana berdiri seorang wanita tua sederhana membawa keranjang bekas makanan. Wanita itu menatap Jack dengan mata penuh kasih sayang dan tidak ada rasa takut sama sekali.

"Nak... Hujan deras sekali ini. Masuklah ke bawah payung ini sebentar. Jangan diam saja di situ nanti sakit dan demam. Ikut Aku ke tempat yang hangat."

Jack tertegun melihat kebaikan yang datang di saat paling gelap hidupnya. Ia sadar tidak semua orang membenci dia. Masih ada hati yang suci di dunia ini.

Jack menatap wanita tua di hadapannya dengan mata yang bingung dan terharu. Ia tidak mengerti kenapa orang asing ini mau berbaik hati menolong orang buronan.

"Nak... Jangan berdiri di situ terus! Hujan makin deras dan anginnya dingin sekali! Ayo ikut Aku ke gubuk kecil di belakang sana! Aku punya air hangat dan sedikit makanan buat kamu!"

Jack mengikuti langkah wanita itu dengan tubuh yang masih gemetar hebat. Mereka berjalan menyusuri gang sempit menuju sebuah rumah kayu yang sangat sederhana.

"Silakan masuk Nak! Jangan malu-malu! Rumah kami memang kecil, tapi hangat dan aman dari kejaran orang jahat! Silakan duduk di bangku itu dulu!"

Wanita itu mengambilkan handuk bersih dan membungkuskan ke tubuh Jack. Ia juga menyodorkan segelas air jahe hangat yang langsung diteguk habis oleh Jack.

"Terima kasih banyak Bu... Aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Orang lain pada lari dan benci melihatku, tapi Ibu justru terima aku dengan baik sekali."

"Ah sudahlah Nak! Manusia itu makhluk sosial kan? Siapa pun yang sedang susah pasti butuh bantuan! Lagipula Aku tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan di TV!"

"Bu... Ibu tahu siapa Aku kan? Berita bilang Aku musuh negara dan pengkhianat bangsa! Kenapa Ibu tidak takut dan jijik seperti orang-orang lain itu?"

"Aku tidak buta dan tidak bodoh Nak! Aku punya mata dan hati untuk melihat sendiri! Orang sebaik kamu yang rela berkorban demi anak sekolah mana mungkin jadi penjahat! Itu semua rekayasa! Itu ulah orang berkuasa yang mau tutup mulut kamu! Aku percaya kamu anak baik! Aku percaya kamu tidak pernah berbuat salah sedikitpun!"

Air mata Jack kembali menetes mendengar kata-kata yang begitu menenangkan itu. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa didengar dan dihargai kembali.

"Terima kasih Bu... Kepercayaan Ibu ini lebih berharga dari seluruh harta di dunia! Aku sudah jatuh ke titik paling bawah, tapi karena Ibu Aku bisa bernapas lagi."

"Sudah jangan menangis lagi! Ini ada sedikit nasi sisa dan lauk sayur! Makanlah Nak! Kamu pasti sudah sangat lapar dan lelah sekali seharian ini!"

Sepiring nasi hangat dengan sedikit tempe dan sayur bening diletakkan di hadapan Jack. Makanan sederhana itu terlihat sangat nikmat dan mewah bagi perut kosong Jack.

"Makanlah yang banyak! Jangan dilihat dari jumlahnya! Lihatlah dari niat baik kami! Semoga bisa mengembalikan tenaga kamu yang hilang habis itu!"

Jack menyantap makanan itu dengan lahap dan air mata yang terus mengalir. Rasa hangat makanan itu menyebar ke seluruh tubuh dan juga menyembuhkan luka hatinya.

"Enak sekali Bu... Ini makanan paling enak yang pernah Aku rasakan seumur hidup! Terima kasih banyak! Aku tidak akan pernah lupa kebaikan Ibu ini!"

"Sama-sama Nak! Makan saja jangan ditanya! Kami memang orang miskin, tapi berbagi itu sudah jadi kebiasaan kami sejak dulu! Rezeki itu ada yang atur kok Nak!"

Di saat Jack sedang menikmati kehangatan itu, di tempat lain nasib negara berubah.

Kerugian yang ditimbulkan oleh para koruptor itu jumlahnya sangat besar dan memilukan.

"Bu... Aku mau tanya sesuatu sama Ibu. Berapa kira-kira uang yang sudah mereka curi dari negara ini sampai bikin Aku dihukum sekejam ini?"

"Waduh... Kalau soal itu angkanya luar biasa besar sekali Nak! Kabar yang sampai ke telingaku bilang kerugian negara sudah tembus angka TIGA PULUH TRILIUN RUPIAH!"

Jack terbelalak kaget mendengar angka yang sangat fantastis itu.

Mulutnya ternganga tidak bisa berkata apa-apa melihat betapa rakusnya mereka.

"Tiga Puluh Triliun... Itu jumlah yang luar biasa besar Bu! Uang segitu bisa buat bangun ribuan sekolah dan rumah sakit! Bisa buat makan rakyat bertahun-tahun lamanya!"

"Iya Nak! Itu baru yang ketahuan! Belum yang masih tersembunyi! Makanya mereka panik dan mau habisi kamu! Kamu tahu rahasia terbesar mereka semua!"

"Jadi perjuangan Aku itu benar adanya... Kerugian negara itu nyata dan sangat besar! Rakyat yang menanggung beban hutang dan miskin karena ulah serakah mereka!"

Jack menghentakkan tangannya ke meja dengan tekad yang baru menyala kembali.

Ia sadar meski tubuhnya lemah, tanggung jawabnya masih sangat besar dan berat.

"Terima kasih Ibu! Karena Ibu dan makanan ini, semangat Aku kembali lagi! Aku tidak boleh menyerah! Aku harus lawan mereka dengan cara yang lebih pintar dan licin!"

1
Manusia Biasa
ayo bang jack warga indo mendukungmu, runtuhkan para pejabat koruo🤣👍
Manusia Biasa
gebukin aja tu presiden 🗿
Manusia Biasa
🗿🗿🗿
Manusia Biasa
ngawor 😭 mbg o??
Fajar Fathur rizky
cepat bongkar kebusukan musuhnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!