NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cabang Baru dan Kejutan Kecil

Waktu terus berjalan, dan kini sudah setahun berlalu sejak Nono dan Ayu resmi menjadi suami istri. Rumah tangga mereka berjalan dengan sangat harmonis, penuh dengan tawa, perdebatan manis, dan cinta yang semakin hari semakin tumbuh besar. Sementara itu, usaha mereka pun terus berkembang pesat. Kedai "Ombak & Senyum" yang utama tetap ramai dan menjadi tempat favorit warga sekitar, dan kini, cabang baru mereka di kota sebelah juga sudah resmi dibuka dan berjalan dengan lancar.

Pagi itu, suasana di kedai cabang baru terasa begitu hidup dan meriah. Pelanggan datang silih berganti, sama ramainya dengan kedai utama. Nono dan Ayu berdiri di sudut ruangan, menyaksikan kesibukan di sana dengan mata berbinar kagum dan bangga.

"Wah, Yu... kita berhasil ya. Kita berhasil bikin impian kita jadi kenyataan. Kedai ini juga udah punya pelanggan setia sendiri," kata Nono sambil merangkul bahu Ayu erat-erat. Suaranya penuh dengan rasa syukur dan bangga.

Ayu tersenyum lebar, matanya juga berkaca-kaca melihat hasil kerja keras mereka. "Iya, No. Aku nggak nyangka kita bisa sampai di titik ini. Semua ini karena kita kerja bareng-bareng, saling dukung, dan nggak pernah nyerah walaupun sering ada masalah dan perdebatan."

"Benar juga kata kamu dulu, Yu. Kita emang tim yang solid. Walaupun sering kayak air dan minyak, tapi pas disatuin, hasilnya luar biasa," jawab Nono sambil tertawa renyah.

"Eh, jangan ngomong gitu dong, Mas. Kita kan sekarang udah lebih akur lho dibanding dulu," seru Ayu sambil memukul lengan Nono pelan, tapi wajahnya penuh dengan senyum bahagia.

 

Sore harinya, setelah memastikan kedai berjalan lancar dan menyerahkan pengelolaan kepada manajer yang mereka percaya, Nono dan Ayu pun memutuskan untuk pulang lebih awal. Mereka ingin merayakan pencapaian ini berdua saja, dengan suasana yang tenang dan romantis.

Di perjalanan pulang, Nono sengaja memutar jalan sedikit menuju sebuah restoran kecil yang terletak di pinggir danau. Restoran itu terkenal dengan makanannya yang enak dan suasananya yang sangat romantis, terutama saat sore hari menjelang malam.

"Eh, kita mau ke mana ini, Mas? Bukan jalan pulang kok," tanya Ayu penasaran saat melihat jalanan yang tidak biasa ia lewati.

Nono tersenyum misterius. "Nanti kamu tahu deh, Yu. Sabar ya. Ada kejutan kecil buat kamu."

Akhirnya, mereka pun tiba di restoran itu. Pemandangan di sana sungguh indah. Danau yang tenang memantulkan cahaya matahari sore yang berwarna keemasan, menciptakan suasana yang begitu damai dan memukau.

"Wah, indah banget tempat ini, Mas!" seru Ayu takjub saat mereka duduk di meja yang terletak di tepi danau.

Nono tersenyum bangga. "Kan aku bilang ada kejutan. Aku tahu kamu pasti suka tempat kayak gini. Ini buat merayakan keberhasilan kita buka cabang baru, dan juga buat merayakan satu tahun pernikahan kita yang sebentar lagi tiba."

Ayu terkejut. "Wah, iya ya! Sebentar lagi kita udah setahun nikah. Cepet banget waktu berlalu."

Mereka pun memesan makanan dan minuman. Sambil menunggu pesanan datang, mereka duduk diam menikmati pemandangan indah di depan mereka. Angin sore bertiup sejuk, menyapa wajah mereka dengan lembut.

"Yu," panggil Nono pelan, memecah keheningan. Dia menatap mata Ayu dengan tatapan yang lembut dan penuh rasa sayang.

Ayu menoleh. "Kenapa, Mas?"

Nono meraih tangan Ayu di atas meja dan menggenggamnya erat. "Aku cuma mau bilang makasih banyak ya, Yu. Makasih udah jadi istri yang luar biasa buat aku. Makasih udah selalu sabar sama sifat aku yang kadang keras kepala, makasih udah selalu dukung aku dalam segala hal, dan makasih udah bikin hidup aku jadi begitu berwarna dan bahagia. Tanpa kamu, aku nggak bakal jadi orang yang kayak sekarang ini."

Air mata bahagia pun jatuh dari mata Ayu. Dia menatap wajah suaminya itu dengan hati yang terharu. "Aku juga makasih banyak banget, Mas. Aku bersyukur banget Allah ngirim kamu di hidup aku. Kamu bukan cuma suami yang baik, tapi juga sahabat terbaik yang selalu ada buat aku. Aku sayang banget sama kamu, lebih dari apa pun di dunia ini."

Nono tersenyum lebar, lalu dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku jasnya dan memberikannya kepada Ayu.

"Ini buat kamu, Yu. Cadeau kecil buat merayakan semuanya," kata Nono lembut.

Ayu menerima kotak itu dengan tangan gemetar karena haru dan penasaran. Dia membukanya perlahan, dan di dalamnya terdapat sebuah gelang cantik yang terbuat dari perak dengan ukiran pola ombak kecil yang saling berpelukan. Pola itu sangat mirip dengan liontin yang Nono berikan padanya dulu.

"Ini... ini cantik banget, Mas!" seru Ayu takjub. "Gelangnya indah banget, dan ukirannya lucu banget."

Nono tersenyum, lalu dia mengambil gelang itu dan memakaikannya ke pergelangan tangan Ayu dengan hati-hati. "Aku pilih ini karena ini ngingetin kita. Dua ombak yang sering beradu, tapi selalu saling memeluk dan nggak bisa dipisahkan. Sama kayak kita, Yu. Selalu beda pendapat, selalu berantem soal hal kecil, tapi selalu saling sayang dan selalu bersama."

Ayu menyentuh gelang itu di tangannya dengan mata berkaca-kaca. Rasanya hangat, persis seperti perasaan hatinya saat ini. "Makasih ya, Mas. Ini hadiah terindah yang pernah aku dapat. Aku bakal jaga ini baik-baik."

Mereka pun saling memandang dengan penuh cinta di bawah langit sore yang indah itu. Mereka tahu, perjalanan mereka masih panjang, masih banyak impian yang ingin mereka wujudkan, dan pasti masih banyak cerita yang akan mereka tulis bersama. Tapi mereka juga yakin, selama mereka saling bergandengan tangan, saling mengerti, dan saling menyayangi, setiap hari akan menjadi indah dan penuh dengan kebahagiaan.

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!