NovelToon NovelToon
Lagu Yang Tenggelam

Lagu Yang Tenggelam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Cinta Seiring Waktu / Dark Romance
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Keivanya Huang

Selama sepuluh tahun, Nana tumbuh sebagai manusia di desa nelayan — tanpa tahu bahwa dirinya adalah putri mahkota kerajaan Siren Aequoria. Setiap malam, ia mendengar lagu misterius dari dasar laut, memanggilnya dengan nama.

Jeno, Siren penjaga perairan selatan, telah mengawasinya sejak bayi. Tugasnya sederhana: lindungi Nana sampai waktunya kembali. Tapi sepuluh tahun mengamati dari kejauhan membuatnya jatuh cinta pada lagu dalam darah Nana — dan pada Nana sendiri.

Ketika Nana berubah menjadi Siren untuk pertama kalinya, tak ada jalan kembali. Ia harus belajar mengendalikan kekuatannya, menghadapi bibinya yang merebut takhta, dan memilih antara dunia yang ia kenal — atau cinta yang selama ini menunggu di dasar laut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keivanya Huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Lagu Kerajaan

Cahaya biru dari tangan Nana menyebar ke seluruh tubuhnya.

Jantung Aequoria berdenyut kencang — dug-dug-dug — seperti genderang perang yang membangkitkan semangat para Siren Aequoria yang mulai gentar. Mereka yang tadinya mundur karena melihat pasukan bayangan Kael, kini berbalik. Mata mereka berubah — dari takut menjadi berani.

Kael menyipitkan matanya. Ia belum pernah melihat Nana seperti ini.

"Apa yang kau lakukan?" tanyanya. Suaranya masih dingin, tapi ada getar kecil di ujung kalimat — keraguan yang coba ia sembunyikan.

Nana tidak menjawab.

Ia bernyanyi.

Bukan lagu patah seperti dulu di ruang latihan. Bukan lagu perang seperti saat melawan Aramis.

Ini lagu kerajaan — lagu yang hanya boleh dinyanyikan oleh Ratu Aequoria sejati. Lagu yang sudah tidur selama sepuluh tahun, sejak Ratu Ruenna meninggal. Lagu yang tidak pernah dinyanyikan Aramis karena Jantung Aequoria menolaknya.

Getarannya berbeda dari sebelumnya. Lebih dalam. Lebih kuat. Lebih tua.

Getaran itu tidak memecahkan karang. Tidak menciptakan pusaran. Tidak menyakiti telinga.

Getaran itu merasuk ke dalam jiwa.

Pasukan bayangan Kael — makhluk-makhluk tanpa perasaan itu — tiba-tiba berhenti. Mata merah mereka berkedip-kedip, seperti lampu yang kehabisan daya. Tubuh mereka yang tadinya bergerak seperti mesin, kini membeku di tempat.

Satu per satu, mereka jatuh.

Bukan pingsan. Bukan mati. Tapi lepas — dari kendali Kael, dari sihir hitam Palung Hitam, dari belenggu yang selama ini mengikat kesadaran mereka.

Beberapa dari mereka menangis.

"Di mana... di mana aku?"

"Apa yang terjadi?"

"Aku... aku bisa berpikir lagi..."

Kael memucat. Ia mencoba memanggil kembali pasukannya — mengangkat tangan, mengerahkan sihir hitam — tapi tidak ada yang merespon.

"Apa... apa yang kau lakukan terhadap mereka?!" teriak Kael.

Nana berhenti bernyanyi.

Suaranya serak — lagu kerajaan menghabiskan banyak energi. Tapi matanya terang. Lebih terang dari sebelumnya.

"Aku membebaskan mereka," katanya. "Sama seperti aku membebaskan para Siren Hitam Aramis dulu. Kau pikir sihir Palung Hitam lebih kuat dari Jantung Aequoria?"

Ia tersenyum — senyum tipis yang tidak sampai ke matanya.

"Kau salah, Kael. Tidak ada yang lebih kuat dari jantung seorang ratu."

 

Kael mundur selangkah. Lalu dua langkah. Lalu tiga.

Ia tidak takut pada Nana. Tidak sepenuhnya. Tapi ia takut pada apa yang ia lihat di mata Nana.

Bukan amarah. Bukan kebencian. Tapi keyakinan.

Keyakinan bahwa ia akan menang. Keyakinan bahwa ia benar. Keyakinan yang tidak bisa digoyahkan oleh ancaman atau kekuatan apa pun.

"Kau... kau tidak bisa mengalahkanku," bisik Kael, lebih pada dirinya sendiri daripada pada Nana. "Aku masih punya... masih punya..."

Ia melihat ke sekeliling. Pasukannya sudah hancur — ada yang menangis, ada yang berlutut, ada yang memeluk sesama Siren Aequoria dan meminta maaf.

Ia sendirian.

"Kael," kata Nana. Suaranya tidak keras. Tapi jelas. "Kembalilah ke Utara. Temui ayahmu. Sebelum terlambat."

"Jangan! Jangan memberi nasihat padaku!" teriak Kael. Matanya merah — bukan karena sihir hitam, tapi karena amarah dan rasa malu. "Kau tidak tahu apa yang aku rasakan! Tidak tahu apa yang aku korbankan!"

"Kau benar," kata Nana. "Aku tidak tahu. Tapi aku tahu satu hal: kau tidak akan menemukan kedamaian dengan cara ini. Kau tidak akan menemukan kedamaian dengan menyakiti orang lain."

Kael terdiam.

Dadanya naik turun cepat. Tangannya gemetar. Air mata — air mata asli, bukan karena sihir — mulai menggenang di sudut matanya.

"Aku... aku hanya ingin... diakui..." bisiknya. Suaranya hancur. "Ayah tidak pernah... tidak pernah melihatku... aku selalu berusaha... selalu..."

Ia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

 

Nana tidak mengatakan apa-apa.

Ia hanya berdiri di tempatnya, memberi ruang bagi Kael untuk jatuh — untuk hancur — untuk merasa.

Kael jatuh berlutut.

Tangannya menutup wajahnya. Bahunya bergetar. Tidak ada suara — ia menangis dalam diam, mungkin karena malu, mungkin karena tidak terbiasa menunjukkan kelemahan.

Theron berenang mendekat.

Ia duduk di samping Kael — tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh.

"Kael," katanya pelan. "Aku juga tidak pernah diakui ayah. Tapi aku tidak perlu diakuinya untuk tahu siapa diriku."

Kael tidak menjawab.

"Kembalilah ke Utara," ulang Theron. "Bukan untuk ayah. Tapi untuk dirimu sendiri. Mulai dari awal. Jadilah orang yang tidak perlu diakui siapa pun."

Kael mengangkat wajahnya. Matanya merah — habis menangis. Tapi merahnya bukan merah sihir. Merahnya merah manusia (atau Siren) yang lelah.

"Kau... kau benar-benar tidak membenciku?" bisiknya pada Theron.

"Aku tidak membencimu," kata Theron. "Kau adikku."

Kael terdiam. Lalu ia tertawa — tertawa kecil, pahit, tapi lega.

"Kau orang bodoh, Theron."

"Aku tahu."

"Orang baik yang bodoh."

"Itu juga."

Mereka berdua terdiam. Tidak saling memeluk — hubungan mereka belum sehangat itu. Tapi ada sesuatu yang baru lahir di antara mereka.

Mungkin pengertian.

Mungkin maaf.

1
hrarou
seruuu!! Lanjut yaaa 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!