NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 Bayangan Hitam Dari Masa Lalu

Suasana di ruang kontrol mendadak berubah beku. Hanya terdengar suara dengungan pendingin server yang monoton, seolah menertawakan kesiapan mereka yang ternyata masih jauh dari kata sempurna.

Arkan menatap layar monitor dengan tatapan tajam. Peta digital itu menunjukkan aliran data yang bercabang menuju sebuah server yang berlokasi di Eropa, tepatnya di negara yang terkenal dengan hukum privasi perbankan dan data yang sangat ketat.

"Siapa mereka?" tanya Kiara, suaranya bergetar. Ia merasa ada sesuatu yang sangat familiar dengan pola pergerakan data itu. "Kode enkripsi yang mereka pakai... ini bukan gaya orang bisnis biasa. Ini terlalu rapi, terlalu dingin. Seperti..."

"Seperti organisasi intelijen atau kelompok kartel teknologi," potong Arkan dingin.

Pria itu berbalik badan, wajahnya tampak lebih serius dari sebelumnya. Aura dingin yang biasanya ia simpan kini terpancar penuh. Ia berjalan mondar-mandir sebentar, otaknya bekerja keras menyusun potongan-potongan teka-teki yang selama ini terlihat tidak nyambung.

"Mereka menggunakan Mahardika sebagai pion," gumam Arkan. "Mahardika cuma alat untuk mencuri formulamu, Kiara. Tapi tujuan akhirnya bukan cuma untuk bersaing di pasar kosmetik lokal."

Arkan berhenti, lalu menatap tajam ke arah mata Kiara.

"Mereka ingin merekayasa ulang formula Golden Essence itu untuk tujuan lain. Mungkin untuk bahan baku farmasi, atau bahkan senjata biologis tingkat rendah yang bisa dijual dengan harga selangit di pasar gelap."

Kiara ternganga. Dadanya terasa sesak menahan amarah dan ketakutan. Formula itu ia buat dengan hati, untuk menyembuhkan, untuk membuat orang bahagia. Bukan untuk dijadikan alat perusak atau komoditas gelap.

"Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi," kata Kiara tegas, matanya menyala penuh tekad. "Aku akan menghapus semua data dari jarak jauh sekarang juga!"

Ia segera bergerak menuju keyboard, tapi tangan Arkan lebih cepat menahannya.

"Jangan!" seru Arkan.

Kiara menoleh bingung. "Kenapa? Biarkan mereka dapat data palsu selamanya?"

"Bukan itu," Arkan menggeleng, napasnya memburu sedikit. "Jika kita menghapus data sekarang, mereka akan curiga. Mereka akan tahu kita sudah sadar keberadaan mereka. Mereka akan menghilang dan bersembunyi lebih dalam lagi. Kita tidak akan pernah bisa menangkap kepala ularnya."

Arkan mendekat, menatap Kiara dalam.

"Biarkan mereka berpikir mereka menang. Biarkan mereka terus mengirim data. Kita lacak balik setiap paket data yang keluar. Kita butuh bukti yang cukup untuk menghancurkan mereka sampai ke akar-akarnya. Tapi kali ini, kita harus bermain sangat hati-hati."

Tiba-tiba, ponsel Arkan berdering lagi. Nomor yang sama dari kepala keamanan.

"Ada apa lagi?" jawab Arkan ketus.

"Tuan... Pak Hendra tidak pulang ke rumahnya. Kami kehilangan jejaknya setelah dia keluar dari gedung Mahardika satu jam yang lalu," lapor suara di seberang sana dengan gugup.

Arkan dan Kiara saling bertukar pandang. Keduanya bisa melihat kekhawatiran yang sama di mata masing-masing.

"Jangan bilang..." Kiara tercekat.

"Pak Hendra sadar dia sudah dikhianati, atau justru dia memang agen ganda yang dikirim oleh kelompok itu sejak awal?" Arkan mengepalkan tangannya. "Sialan! Orang itu sudah bekerja di perusahaan ini selama sepuluh tahun!"

"Itu artinya," kata Kiara pelan, "mereka sudah menyusup jauh ke dalam sistem kita sejak lama. Bahkan mungkin sebelum Ayahku jatuh sakit..."

Kalimat itu menggantung di udara, membawa aroma bahaya yang jauh lebih busuk. Jika benar begitu, maka skandal yang menjatuhkan ayah Kiara dulu bukanlah kesalahan biasa. Itu adalah sabotase yang direncanakan bertahun-tahun lamanya oleh organisasi bayangan ini.

"Kiara," panggil Arkan lembut namun tegas. Ia menggenggam kedua bahu wanita itu. "Mulai detik ini, jangan pergi ke mana-mana tanpa aku atau pengawal. Musuh kita bukan lagi orang kaya yang sombong seperti Mahardika. Kita berhadapan dengan hiu besar yang suka beroperasi di balik kabut."

"Lalu apa rencanamu?" tanya Kiara.

Arkan menyeringai, tapi kali ini seringainya penuh perhitungan berbahaya.

"Kita ubah permainan. Jika mereka ingin formula itu begitu buruk... kita akan berikan pada mereka. Tapi kali ini, kita akan masukkan 'hadiah kecil' yang jauh lebih mematikan daripada sekadar pemisahan minyak dan air."

"Apa maksudmu?"

"Kita akan memancing mereka keluar dari persembunyiannya," bisik Arkan. "Dan aku tahu siapa umpan yang sempurna untuk memancing hiu raksasa itu keluar..."

Mata Arkan menatap tajam ke arah pintu, seolah bisa menembus dinding dan melihat musuh-musuhnya yang bersembunyi di kegelapan.

"Kamu, Kiara. Kamu adalah umpan yang paling mereka inginkan."

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!