NovelToon NovelToon
Oh! Mantan Kekasihku

Oh! Mantan Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:21.4k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Menjadi Dokter sukses di usia 31 tahun ternyata tidak cukup bagi Hazel untuk membeli satu hal yang paling ia inginkan yaitu kebebasan dari kekangan Ibunya, hingga ia dipaksa untuk pergi ke daerah perbatasan demi ambisi sang Ibu mencari menantu tentara.

Namun, takdir punya rencana lain. Di tempat itulah Hazel kembali dipertemukan dengan seorang pria yang sudah lama ia kenal, pria yang mampu menggoyahkan perasaan Hazel setelah 14 tahun lamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Siapakah pria itu? Bagaimana nasib Hazel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dokter Hazel!

Bagi Hazel, masa-masa sekolah bersama Gavin adalah lembaran paling berwarna dalam hidupnya. Di atas motor tua milik Gavin, Hazel merasakan kebebasan yang sesungguhnya.

Gavin membawanya keliling kota dan menikmati sate gerobakan di pinggir jalan, membiarkannya tertawa lepas di bawah rintik hujan dan yang paling penting, Gavin selalu menyediakan punggungnya sebagai tempat bertumpu saat Hazel merasa lelah dengan tuntutan tanpa akhir dari Mama Vivian. Bersama Gavin, Hazel cukup menjadi seorang gadis yang suka melukis langit senja.

Namun, semuanya harus berakhir karena tiba-tiba Mama Vivian tahu mengenai hubungan Gavin dan Hazel. Satu minggu sebelum wisuda, Mama Vivian langsung membawa Hazel ke luar negeri dan mengawasi Hazel dengan begitu ketat. Kepergian Hazel tentunya secara mendadak dan ia tidak sempat berpamitan dengan Gavin, ia juga tidak bisa berkomunikasi dengan Gavin karena Mama Vivian sudah memutus semuanya.

Karena itu, ketika melihat Gavin. Hazel yakin jika Gavin pasti sangat membencinya karena tiba-tiba pergi tanpa mengatakan apapun dan terbukti saat ini tatapan Gavin sangat berbeda dar 14 tahun lalu.

​"Dokter Hazel? Dokter beneran nggak apa-apa?" suara Suster Kinan sekali lagi memecah lamunan Hazel dan membuyarkan seluruh ingatan masa lalu yang baru saja berputar di kepalanya.

​Hazel mengerjap dan tersadar bahwa ia masih berada di kantin. Di ujung ruangan, Gavin tampak masih sibuk memeriksa logistik, pria itu sama sekali tidak menoleh lagi ke arahnya.

​"Ah, iya, Suster. Maaf, kepala saya tiba-tiba agak pusing. Mungkin karena efek melewatkan makan sejak kemarin," alibi Hazel sembari meletakkan piring aluminiumnya yang masih tersisa separuh.

​"Tuh kan, apa saya bilang. Lebih baik Dokter balik ke barak aja buat istirahat. Biar saya yang rapiin piringnya," tawar Suster Kinan khawatir.

​"Terima kasih banyak ya, Suster. Saya permisi duluan," ucap Hazel parau.

​Hazel bangkit dari duduknya dengan perlahan, berusaha menyembunyikan langkah kakinya yang pincang akibat luka lecet di tumit yang kembali berdenyut nyeri. Hazel berjalan menunduk, melewati deretan meja kayu panjang dengan terburu-buru, ia ingin segera keluar dari suasana kantin yang terasa kian mencekik dadanya.

​Namun, takdir sepertinya masih ingin mempermainkannya. Tepat saat langkah kaki Hazel tinggal beberapa meter lagi dari pintu keluar kantin, suara bariton yang berat dan sangat familiar itu kembali terdengar, menggema di dalam ruangan yang sunyi.

​"Sersan Baim," panggil Kapten Gavin.

​"Siap, Kapten!" Sersan Baim yang kebetulan sedang berdiri di dekat meja tim medis langsung mengambil sikap sempurna dan bergegas menghampiri Gavin.

​"Bagaimana laporan hasil tim medis yang melakukan pemeriksaan kemarin? Apa ada kendala?" tanya Kapten Gavin.

​Hazel menghentikan langkahnya secara refleks, tubuhnya menegang membelakangi Gavin. Jaraknya dengan pria itu kini hanya berkisar tiga meter dan ia bisa mencium aroma samar minyak pelumas senjata bercampur wangi sabun maskulin yang menguar dari tubuh Gavin, aroma yang sangat berbeda dengan parfum yang dulu Gavin pakai.

​"Siap, laporan operasional secara umum berjalan lancar, Kapten," jawab Sersan Baim tegas.

Namun, sedetik kemudian sersan paruh baya itu melirik ke arah punggung Hazel yang mematung. "Hanya saja, medan pasca hujan semalam cukup berat untuk tim medis wanita. Ada Dokter yang sempat terjatuh di rute lereng bukit dan mengalami luka lecet di telapak tangan, Kapten," lanjut Sersan Baim.

​Hazel memejamkan matanya rapat-rapat, merutuki kelancangan mulut Sersan Baim dalam hati. Ia tidak ingin terlihat lemah, terutama di depan pria yang pernah ia tinggalkan tanpa kabar belasan tahun lalu.

​Mendengar laporan itu, keheningan sempat menyergap selama beberapa detik. Hazel bisa merasakan sepasang mata tajam milik Gavin kini kembali tertuju pada punggungnya, menembus jaket kain tipis yang ia kenakan.

​"Siapa nama Dokter yang terluka?" tanya Gavin dingin.

​"Siap, Dokter Hazel dari rumah sakit Ganendra, Kapten," jawab Sersan Baim tanpa ragu.

​Hazel membalikkan badannya perlahan dan merasa tidak sopan jika terus memunggungi komandan tertinggi di pos ini saat namanya disebut secara langsung, ia mendongak dan memberanikan diri menatap sepasang mata elang milik Gavin yang kini mengunci pandangannya. ​Wajah Gavin tetap tidak berubah. Dingin, kaku dan profesional.

​"Dokter Hazel!" panggil Gavin.

​"Iya, Kapten," jawab Hazel dengan suara yang bergetar samar, tangannya yang berbalut plester saling bertautan di depan tubuhnya untuk menyembunyikan rasa gugup yang luar biasa.

​Gavin melangkah satu langkah mendekat, tatapannya beralih sejenak ke arah telapak tangan Hazel yang terbalut plester lalu kembali menatap wajah pucat wanita di hadapannya.

​"Di sini adalah wilayah perbatasan, bukan rumah sakit elite di ibu kota. Jalanan di sini tidak akan berkompromi dengan status atau kenyamanan yang biasa anda nikmati di kota besar," ucap Gavin penuh penekanan, setiap katanya terdengar ketus dan menyengat di telinga Hazel.

​"Jika luka sekecil itu sudah mengganggu anda dalam menjalankan tugas pengabdian, saya sarankan anda segera mengajukan surat permohonan agar bisa kembali ke Jakarta hari ini juga. Kami tidak butuh tenaga medis yang hanya akan menjadi beban bagi anggota kompi di lapangan, paham?" lanjut Gavin.

​Kalimat sarkasme yang keluar dari bibir Gavin terasa bagai tamparan keras yang menghantam harga diri Hazel di depan seluruh pasang mata yang kini mengamati mereka di kantin. Dokter Tyas dan perawat lainnya tampak menahan napas, tidak menyangka bahwa sang kapten yang tampan bisa bersikap sekejam itu pada seorang Dokter wanita yang baru datang.

​Hazel mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kuku-kukunya memutih, rasa perih di hatinya meluap menjadi setitik kemarahan yang membakar dada. Gavin boleh membencinya atas apa yang terjadi di masa lalu, namun Gavin tidak berhak meragukan profesionalismenya sebagai seorang Dokter yang telah bersumpah untuk mengabdi.

​Hazel menegakkan bahunya dan menatap lurus ke dalam manik mata Gavin dengan binar keberanian yang jarang ia tunjukkan di depan Ibunya sendiri.

​"Paham, Kapten Gavin Andrean," jawab Hazel tegas dan ia sengaja menekankan nama lengkap pria itu dengan volume suara yang cukup jelas.

​"Luka ini tidak akan pernah mengganggu tugas saya di sini karena saya datang ke tempat ini untuk mengabdi pada masyarakat, bukan untuk berlibur atau mencari kenyamanan. Jadi, anda tidak perlu khawatir, saya pastikan saya tidak akan pernah menjadi beban bagi kompi anda hingga masa tugas saya berakhir enam bulan ke depan, permisi," balas Hazel.

​Setelah mengatakannya, Hazel memberikan penghormatan formal yang kaku lalu membalikkan badannya dengan cepat dan melangkah lebar keluar dari kantin, mengabaikan rasa sakit yang menusuk-nusuk di kedua tumitnya.

.

.

.

Bersambung.....

1
Indriani Kartini
jangan takut hazel ada babang gavin
Ceethra DeeNa
Lanjutt Kak
SeMangattt Up Lagii Buat Besok Kak

Makasiiii Kak Cerita Sorenya
Sri Udaningsih Widjaya
Suka ceritanya kak
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Vie
ya bukanya tujuan mamah nya Hazel nyuruh ikut kesana kan untuk mempertemukan dan menjodohkan Hazel dengan komandan pasukan yang ada di sana... jadi gampang aja kali...
Raisha: jangan² ma²nya hazel memang dah tau kalo yg jadi komandan pasukannya itu Gavin,jadi dia sengaja nyuruh hazel ikut jadi sukarelawan ke sana tp caranya nyuruh yg gak di sukai hazel krn apapun yg hazel mau & impikan pasti gak di setujui oleh ma²nya...dan mungkin juga dah dari pertama mereka pacaran sebenarnya ma²nya dah setuju tp waktu itu mereka kan masih sekolah,jd ma²nya kurang suka kalo mereka pacaran,lom tau masa depan Gavin seperti apa

semoga aja kali ini, hubungan hazel & Gavin benar² di restui oleh Ma²nya hazel🤲😂
total 1 replies
Vie
iiihh jadi baper Gavin.... kamu mau gak jadi sama aku aja.. 🤭🤭🤭
Djuniati 123
lamuaaa kapten 2th...nikah siri sj skrg😁
Win wina
ayo semangat Thor up nya banyak 👍🥰
Indriani Kartini
lanjut thor suka bngt 😍😍😍
Alex
cieeeee
Ceethra DeeNa
Aku Menunggu Kamu Gaviiiiinnnnnnnnjjjjj
Ceethra DeeNa: Aku Menunggumu Gaviinnnnnnn
total 1 replies
gemar baca
suka dengan cerita ringan tapi juga mendebarkan 😂
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Vie
perasaan kamu tuh jatuh mulu dokter .. modus kali ya jatih biar bisa dipeluk2 sama Gavin 🤭🤭🤭
Vie: waduh ketebak ya kak... 😁😁😁😁 sssttt ah sekarang mah aku mau diem aja atuh... 🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Vie
masa seorang suster gelap.... kan harusnya berani... lihat mayat atau darah juga kan diharuskan berani... 🤭🤭🤭
Ceethra DeeNa
Lanjuttt Up Kak
SeMangattt Up Sorenya Kakkkk

Makasiii Ceritanya Siang Iniiii
elaretaa: Terima kasih Kak🥰🥰
total 1 replies
Djuniati 123
ciye ciyeee
Ceethra DeeNa
Lanjutttt Kak
SeMangattt Up Lagiii Buat Siang Kak
erviana erastus
karena gavin dulu dianggap berandalan .... gimana emkax hazel kalo tau Gavin yg skrng?
elaretaa: Gimana ya??? Gimana kalau author yg nggak merestui mereka🤭
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sudah semua
elaretaa: Terima kasih Kak🥰🥰🥰
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
dasarrrr.. si halo dek!
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cemburu bilang vin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!