" Dia... Kenapa ada disini?"
Luna diam diam naksir pangeran sekolah selama delapan tahun. Luna adalah seorang gadis yang baru saja enam bulan bekerja pada sebuah perusahan raksasa tanpa sengaja bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang bernama Zafran Mahesa.
Dari pertemuan yang tidak sengaja itu, membuat zafran perhatian padanya. zafran secara terang terangan mendekati luna. luna yang akan membuka hatinya, harus di kejutkan dengan hadirnya kembali cinta pertama zafran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu Zafran Mahesa
"Lun, gimana wawancara hari ini? Ada yang menarik gak? " tanya lusi membuka obrolan.
" Ada beberapa yang gw yakin pak kaisan bakal approve sih" jawab Luna sambil mengambil ponsel nya dalam tas.
" Ada yang bisa di gebet gak lun? " tanya Lusi kembali. Belum sempat luna menjawab, pesanan mereka sudah selesai
" atas nama ka luna" teriak barista. Luna segera berdiri dan mengambil dua gelas kopi pesanan luna dan lusi. Baru juga luna duduk kembali dikursinya, ponselnya berdering, tanpa melihat ke layar luna langsung mengangkat telepon itu.
" hallo" sapa luna ramah
" lagi dimana? " suara itu membuat luna terkejut dan segera menatap layar ponselnya,
zafran telefon gw!!!
Tenang luna tenang
Ucap luna menenangkan diri
"luna" panggil zafran kembali
" eh.. Iya pak" jawab luna reflek
" pak?! " tanya zafran
" iyah pak" jawab luna kembali
"huft.. Dimana kamu? " tanya zafran setelah menghela nafas
" oh ini lagi di coffe shop lobby" jawab luna
"ok" jawab zafran segera mematikan telefonnya.
Hmm kenapa langsung di matiin?
Tanya luna heran
" siapa lun? " tanya lusi
" hmm gak ko lus, yuk lanjut, tadi lo nanya apa?" ucap luna dan menaruh ponselnya di atas meja.
Mereka berdua melanjutkan perbincangan sambil menikmati segelas Butterscotch Sea Salt Latte milik mereka.
" eh lun, lo masih singel kan? Ada anak divisi keuangan pengen kenalan sama lo" ucap lusi
" hah? Siapa? "
" Akbar, kenal gak? "
" enggak.. " jawab luna singkat, padat, jelas
" elah lun , kita udah berbulan bulan disini, masih aja gak peka sama cowo ganteng" ucap lusi , luna hanya tersenyum menanggapi
" dia pengen kenalan sama lo, dan bentar lagi kesini" ucap lusi
" hah? Jadi ceritanya lo mau jadi mak comblang? " tanya luna
" ya gitu deh, gw ngincer dia sebelumnya, tapi dia to the point bilang suka sama lo. Jadi ya udah gw bakal dukung haha.. Lagian cewe cantik kaya lo di pasangin sama akbar yang ganteng cocok banget. Gw bakal jadi fans couple kalian" ucap lusi antusias. Luna hanya tertawa. Tak lama terdengar suara deheman laki laki dibelakang luna. mereka berdua menengok ke arah belekang, dan begitu terkejutnya melihat sosok pria dengan kancing jas yang sudah terbuka dan rambut yang sudah mulai berantakan, tapi membuat tingkat ketampanan malah bertambah. Zafran sudah berdiri disana, dengan ekspresi wajah hmm sedikit kesal
" selamat malam pak" sapa lusi dan luna hanya menunduk tak berani menatap zafran
" malam.. luna kamu udah selesai? " tanya zafran. Luna yang bingung oleh pertanyaan zafran, hanya mengerutkan dahi nya. Zafran yang hanya melihat ekpresi luna bingung, memajukan langkahnya ke depan luna secara perlahan, membuat luna terintimidasi dan gugup. lusi yang melihat hal itu, tak kalah gugup. Baru kali ini dia melihat aura misterius pak zafran.
" ayu pulang" ucap zafran lembut sedetik kemudian, dan mengusap puncak kepala luna.
Ii.. Ni... Maks.. Udnya.. Gimana...
Ya tuhan ya tuhannn apa maksud zafran kaya gini
Zafran tersenyum melihat luna, dan menggenggam jemari luna. Sedangkan lusi? Jangan di tanya, dia begitu terkejut dengan apa yang di lihat didepan matanya. Ada hubungan apa sebenarnya sahabatnya dengan tuan muda mahesa ini.
Melihat tidak ada reaksi, zafran kembali membuka suaranya
" kita pulang luna" ucap zafran kembali dengan nada penekanan membuat luna tersadar.
" ba.. ik pak" ucap luna terbata
" pak? " tanya zafran kembali. Luna mengerutkan kening bingung
Zafran kenapa sih, trus gw panggil apa kalau bukan pak
" kamu panggil aku apa sayang? " tanya zafran ditutup dengan senyuman yang penuh arti.
Dan luna hanya terdiam mematung dengan rona merah di wajahnya. sedangkan lusi sontak terkejut dan menutup mulutnya.
lusi yang mendengar itu, tentu serasa disambar petir di malam hari. Begitu terkejutnya dia mengetahui fakta sahabatnya dan boss besarnya sayang sayangan?!!
" sorry,.. " ucap zafran melihat lusi
" lusi pak" jawab lusi cepat
" ok lusi. Saya bawa luna pulang yah.. Orangtua saya, sudah menunggu calon menantunya untuk makan malam bersama " ucap zafran santai tapi penuh penakanan.
" baba..ik pak, silahkan" ucap lusi berusaha setenang mungkin. Mendengar sayang saja sudah syok di tambah salon mantu, gila juga yah lun, gak pernah cerita sama kita.
Zafran tersenyum. ia melirik ke arah meja, mengambil sebuah tas dan ponsel milik luna yang sudah sangat di kenalnya. Sedangkan luna, masih terdiam tak bersuara dan tak berkutik. Ia hanya kaget, syok, masih gak percaya tangannya di genggam oleh zafran dan what? Sayang? Calon mantu? Orang tua?
Lusi yang melihat zafran tak melepaskan genggaman tangan luna, antusias sendiri. Dan detik berikutnya dia melihat zafran membawa tas luna tanpa rasa malu.
" duluan yah lusi" ucap zafran mulai berjalan dan menarik tubuh luna mendekat pada tubuh zafran. Membuat luna semakin merona dan tidak bisa begerak. melihat luna yang seperti ini, zafran berbisik pelan di telinga luna
" sayang, mau jalan sendiri atau aku gendong? " goda zafran. Luna yang mendengarnya, meriding sebadan badan.
" ja... jalan send..ri.. " ucap luna pelan. Ia hanya ingin kabur dari sini saking malu dan rasanya jantungnya mau copot.
Zafran tersenyum melihat tingkah gemas luna. Ingin rasanya dia memeluk wanita di ini, bahkan mencium bibirnya. Betapa kesalnya dia mendengar luna akan di jodohkan oleh lusi. Membuat zafran sangat tidak senang, dan terlebih tidak ada penolakan dari luna, yang membuat zafran semakin kesal.
Zafran mulai berjalan dan membawa luna kesisinya. Dan luna memberi isyarat pada lusi kalau dia duluan, dan menyuruh lusi tutup mulut. Baru tiga langkah zafran berhenti dan berbalik
" hmm lusi" panggil zafran dengan nada intimidasi
" ya pak" jawab lusi terkejut
" saya gak suka, apa yang milik saya di usik apalagi harus di jodohkan dengan orang lain. Kamu ngerti kan maksud saya" ucap zafran santai tapi dengan intimidasi yang kuat, membuat lusi meriding apalagi dengan tatapan sinis zafran. lusi paham betul arah obrolan ini
" baik pak saya paham"
" bagus" ucap zafran menarik luna keluar dari coffe shop meninggalkan lusi yang berdiri mematung.
" gila kalau tau luna sama pak zafran mana berani gw nyomblangin. berasa mati ditempat gw di ancam gini" ucap lusi menghembuskan nafas
****
Luna menunduk selama tangannya di genggaman zafran. Dia tidak berani melihat keadaan sekitar , melewati lobby kantor yang tentu saja pasti masih ada pekerja yang lalu lalang untuk pulang. Zafran tidak mengeluarkan sepatah kata apapun, dia hanya fokus membawa luna.
Sesampainya di depan mobilnya, pintu sudah di buka oleh erwin.
" tunggu di luar dulu win" ucap zafran tegas. erwin hanya menganggukan kepala. Zafran menarik tangan luna pelan menyuruhnya masuk ke dalam mobil dan begitu luna masuk, zafran mengikuti luna dan akhirnya luna bergeser duduk. Zafran segera menutup pintu dan membalik badan ke arah luna.
Jangan tanya kondisi luna, tegang, suka, gugup dan bingung campur aduk jadi satu. Kenapa malam ini zafran bersikap seperti bukan zafran yang dia kenal. Luna masih melihat jemarinya yang tidak dilepaskan oleh zafran. Jari dan telapak tangannya sangat kecil bila di sandingkan dengan milik zafran.
" luna.. " panggil zafran lembut
" hmm.. " jawab luna tanpa berani menoleh ke arah zafran
" liat aku" ucap zafran. Luna yang mendengar hal itu, terdiam terpaku, dia menoleh pelan ke arah zafran.
" kamu takut sama aku? " tanya zafran lembut. Luna segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.
" enggak.. " ucap luna pelan. Zafran yang mendengarnya tersenyum senang.
" kamu punya pacar? " tanya zafran kembali sambil mengusap jemari jemari lentik luna di genggamannya. Luna yang mendengar hal itu, tentu saja terkejut
" enggak... " jawab luna pelan
" bagus! " seru zafran senang dan lega
" kalau gitu.. Luna.. " panggil zafran
" mulai sekarang, saya akan kejar kamu, sampai kamu mau sama aku, boleh? " tanya zafran menatap mata luna.
***