NovelToon NovelToon
Aku Pergi Dan Tak Kembali

Aku Pergi Dan Tak Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti Topato

Mona Gradies, wanita 26 tahun yang ceria, blak-blakan, dan sedikit ceroboh, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah bekerja di Aditama Group—perusahaan milik Wira Aditama, seorang CEO berusia 30 tahun yang dikenal dingin, tegas, berwibawa, dan gila kerja.
Di balik sikapnya yang tampak sempurna, Wira menyimpan dunia yang penuh kontrol, aturan, dan jarak dari siapa pun. Namun Mona hadir seperti gangguan yang tidak bisa ia atur—berisik, ceroboh, tapi jujur dan hangat.
Awalnya hanya kesalahan kecil dan perdebatan sepele di kantor. Tapi semakin lama, batas profesional dan perasaan mulai kabur.
Hingga satu peristiwa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti Topato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 20- Jangan pergi sendiri

Jangan Pergi Sendiri

“Mona! Ayahmu pingsan!” Suara ibunya terdengar panik dari seberang telepon.

Wajah Mona langsung pucat. “A-Apa?!”

“Ibu lagi di rumah sakit sekarang! Dokternya bilang ayahmu harus diperiksa lebih lanjut!”

Jantung Mona langsung terasa jatuh. “Rumah sakit mana, Bu?!”

Wira yang berdiri tidak jauh langsung memperhatikan perubahan ekspresinya.

Mona buru-buru mengambil tas dengan tangan gemetar.

“Iya, Bu… aku ke sana sekarang!”

Telepon terputus dan untuk beberapa detik Mona hanya berdiri membeku. Pikirannya kosong, takut, sangat takut.

“Mona.” Suara Wira membuatnya tersadar.

“Ayah saya masuk rumah sakit…” Napas Mona mulai tidak teratur. “Saya harus pergi sekarang.”

Wira langsung mengambil jasnya tanpa banyak tanya. “Ayo.”

“Hah?”

“Aku antar.”

“Tidak usah, Pak. Saya bisa sendiri.”

Namun Wira sudah berjalan lebih dulu mengambil kunci mobil.

“Mona.” Nada suaranya tegas.

“Kamu tidak dalam kondisi buat pergi sendiri.”

Dan untuk pertama kalinya malam itu… Mona tidak membantah.

***

Perjalanan menuju rumah sakit terasa sangat panjang. Hujan masih turun deras di luar.

Mona duduk diam sambil menggenggam ponselnya erat. Tangannya dingin.

Wira beberapa kali melirik ke arahnya. “Kapan terakhir ayahmu sakit?”

“Beliau punya riwayat tekanan darah tinggi…” jawab Mona lirih. “Tapi biasanya tidak separah ini.”

Wira mengangguk kecil. “Tenang.”

Mona menatap keluar jendela. “Aku takut.”

Kalimat itu keluar begitu pelan, namun Wira mendengarnya. Pria itu akhirnya mengulurkan tangan sebentar, menggenggam tangan Mona yang dingin dan anehnya… sentuhan sederhana itu langsung membuat Mona sedikit lebih tenang.

“Aku di sini,” ucap Wira pelan.

Deg

Di tengah rasa takutnya… kalimat itu terasa begitu menenangkan.

***

Begitu sampai di rumah sakit, Mona langsung turun dan berlari masuk.

“Ibu!”

Ibunya berdiri di depan ruang pemeriksaan dengan wajah cemas. Begitu melihat Mona, wanita itu langsung memeluk putrinya.

“Ayahmu masih diperiksa…”

“Kenapa bisa tiba-tiba begini?”

“Tadi habis pulang kerja langsung jatuh di rumah…”

Mona langsung merasa bersalah. Belakangan ini ia terlalu sibuk bekerja sampai jarang memperhatikan keadaan rumah.

“Ayah…”

Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruangan.

“Keluarga pasien?”

“Iya, Dok!” Dokter melepas masker sebentar.

“Tekanan darah pasien sangat tinggi dan tubuhnya kelelahan. Untuk sementara harus dirawat beberapa hari.”

Mona langsung menghela napas lega, setidaknya bukan sesuatu yang lebih buruk.

“Syukurlah…”

Namun dokter kembali bicara, “Tapi pasien juga menunjukkan gejala kelelahan berat akibat terlalu banyak bekerja.”

Kalimat itu membuat Mona terdiam. Ayahnya memang selalu memaksakan diri bekerja, bahkan di usia yang tidak muda lagi. Setelah dokter pergi, Mona akhirnya bisa masuk melihat ayahnya. Pria paruh baya itu terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.

“Yah…”

Ayah Mona tersenyum kecil melihat putrinya. “Jangan nangis begitu…”

Mona langsung memegang tangan ayahnya erat.

“Ayah bikin takut…”

“Ayah cuma kecapekan.”

Meski mencoba tersenyum, wajah ayahnya terlihat pucat dan itu membuat hati Mona semakin sakit.

***

Di luar ruangan, Wira berdiri diam sambil memperhatikan dari kejauhan. Ibunda Mona yang baru sadar ada pria tinggi dan rapi berdiri di sana tampak sedikit bingung.

“Maaf… ini?”

Wira langsung menunduk sopan. “Saya Wira, Bu. Atasan Mona.”

“Oh…”

Wanita itu terlihat sedikit terkejut. Mungkin karena penampilan Wira terlalu berbeda dari lingkungan rumah sakit sederhana itu, namun sebelum suasana canggung muncul, Wira berkata tenang,

“Mona tidak sendiri malam ini.” Kalimat itu sederhana, tapi cukup membuat ibu Mona merasa lega.

***

Malam semakin larut. Mona akhirnya keluar dari kamar rawat setelah ayahnya tertidur. Ia terlihat sangat lelah.

Wira yang duduk di kursi tunggu langsung berdiri. “Sudah tenang?”

Mona mengangguk pelan. “Terima kasih…”

“Aku tidak melakukan apa-apa.”

“Kalau Bapak tidak antar saya…” Mona tersenyum kecil lelah. “Saya mungkin panik sendirian.”

Wira menatapnya beberapa detik, lalu tanpa bicara panjang, ia membuka jasnya dan menyampirkannya ke bahu Mona.

“Kamu dingin.”

Mona langsung menoleh. “Pak…”

“Pakai saja.”

Jas itu masih hangat dan aroma parfum khas Wira langsung terasa samar. Entah kenapa... Mona merasa ingin menangis lagi. Bukan karena sedih, tapi karena pria ini terlalu baik padanya dan itu membuat hatinya semakin sulit mundur.

***

Sekitar pukul satu malam, ibu Mona akhirnya memaksa Mona pulang sebentar untuk istirahat.

“Ayahmu tidak apa-apa,” ujar ibunya lembut. “Besok pagi datang lagi.”

Awalnya Mona menolak, namun Wira ikut bicara.

“Ibumu benar.”

Akhirnya Mona menyerah. Di perjalanan pulang, suasana mobil jauh lebih tenang dibanding sebelumnya.

Mona terlihat lelah sekali, sampai akhirnya tanpa sadar ia tertidur lagi. Kepalanya jatuh pelan ke bahu Wira dan kali ini… Wira tidak terkejut. Ia hanya menoleh sebentar ke arah Mona. Tatapannya melembut. Pria itu perlahan menyentuh kepala Mona hati-hati agar tidak terbentur jendela mobil, lalu menghela napas kecil.

“Aku benar-benar tidak bisa mundur sekarang…” gumamnya lirih.

Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun… Wira merasa ada seseorang yang ingin ia lindungi sepenuh hati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!