NovelToon NovelToon
ILUSI HANGAT

ILUSI HANGAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:705
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

"Elian sengaja menciptakan neraka, hanya agar ia bisa menjadi satu-satunya surga tempat Lyra bersandar."

Menyembunyikan kecantikan di balik sikap tertutup adalah cara Lyra Anya Cassandra bertahan hidup di SMA Elit Gava. Statusnya sebagai siswi yatim piatu penerima beasiswa menuntutnya untuk tidak terlihat.

Namun, sebuah kotak bekal siang yang sederhana menghancurkan seluruh pertahanannya.

Lyra mendadak menjadi target perundungan yang kejam. Di tengah keputusasaan itu, hanya Elian cowok paling berpengaruh di sekolah yang bersedia menjadi pelindungnya.

Lyra mengira itu keberuntungan, tanpa tahu bahwa Elian sendiri yang menyalakan api neraka demi memaksanya datang kepelukan elian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENTENG YANG TERLALU KOKOH

Jam istirahat pertama kembali berdentang dengan nyaring. Sesuai dengan dugaannya, Elian mendapati tempat duduk di bawah pohon beringin tua di taman belakang sekolah kembali kosong. Tampaknya, rencana rahasianya semalam yang menggerakkan Devan untuk menyibukkan Ryzan Jonarland di SMA Taruna telah membuahkan hasil. Ryzan dipastikan sedang dihukum fisik oleh pelatih bela dirinya akibat manipulasi jadwal dinas, membuat Lyra kehilangan pelindung utamanya untuk sementara waktu.

Elian berjalan menyusuri selasar taman dengan langkah yang teratur. Di tangan kanannya, ia membawa sebuah kotak bekal mewah berwarna hitam metalik yang ia beli dari toko roti Prancis premium di pusat kota tadi pagi. Ia berniat memberikan ini sebagai bentuk pendekatan normal yang kedua sebuah pertukaran atas nasi goreng mentega kemarin.

Dari kejauhan, ia melihat Lyra sedang duduk menyendiri di bangku taman yang sama. Gadis itu tampak sedang fokus membaca sebuah novel tebal sambil sesekali menyuapkan potongan roti tawar kering tanpa selai ke dalam mulutnya. Kotak plastik hijau pudar miliknya diletakkan di samping tubuhnya, kosong.

"Boleh aku duduk di sini?" tanya Elian, menghentikan langkahnya tepat di samping bangku kayu.

Lyra tersentak kaget hingga hampir tersedak roti tawarnya. Ia buru-buru menutup novelnya dan membetulkan letak kacamata bulatnya. "Elian? K-kamu... mau duduk di sini? Tapi di sini banyak debu, bangkunya juga agak kotor."

"Aku tidak peduli," jawab Elian santai. Ia langsung mendudukkan tubuh jangkungnya di samping Lyra, membuat jarak di antara mereka terkikis hingga menyisakan aroma amberwood miliknya yang langsung mengintervensi udara di sekitar Lyra.

Elian meletakkan kotak hitam metalik premium itu di atas meja kayu. "Ini untukmu. Anggap saja sebagai balasan untuk kue sus yang kubeli kemarin, dan untuk makanan hangat yang kamu berikan di sini."

Lyra menatap kotak mewah itu dengan pandangan yang rumit. Di atas tutup kotak tersebut, terdapat logo emas dari restoran terkenal yang ia tahu harganya pasti setara dengan uang jajan seluruh minggu miliknya. Bukannya senang, ekspresi Lyra justru berubah menjadi canggung dan tidak nyaman.

"Maaf, Elian... tapi aku gak bisa menerima ini," ucap Lyra pelan namun terdengar sangat tegas. Ia mendorong kotak hitam itu kembali ke arah Elian.

Sepasang mata elang Elian langsung menyipit tajam. Kilat kemarahan yang dingin melintas di balik manik matanya. "Kenapa? Kamu meragukan niat baikku?"

"Bukan begitu," sahut Lyra cepat, cemas jika ia menyinggung perasaan anak pemilik yayasan. "Makanan ini terlalu mewah untukku. Aku cuma membagikan nasi goreng mentega sisa sarapan kemarin, itu sama sekali gak berharga kalau dibandingkan dengan ini. Nenekku selalu bilang, kita gak boleh mengambil sesuatu yang bukan porsi hidup kita. Aku tidak ingin terbiasa menerima pemberian mahal dari orang asing."

Orang asing.

Kata itu menghantam ego Elian dengan sangat keras. Di mata Lyra, semua pendekatan normal, semua senyuman ramah, dan semua barang mahal yang ia tawarkan hanyalah tindakan dari seorang "orang asing" yang patut dicurigai. Benteng yang dibangun Lyra di sekeliling dirinya bukan sekadar dinding kayu biasa, melainkan dinding beton yang tebal. Sifat mandiri dan harga diri gadis yatim piatu ini terlalu tinggi untuk bisa ditembus dengan metode pendekatan biasa.

Elian merasakan detak jantungnya berpacu lebih cepat, bukan karena cinta, melainkan karena frustrasi psikologis yang hebat. Rasa sosiopatik nya bergejolak hebat di dalam rongga dadanya. Pikiran gelapnya mulai bekerja secara sistematis, menganalisis kegagalan metodenya hari ini.

Ia menyadari satu kebenaran yang pasti Selama Lyra merasa hidupnya aman, damai, dan mandiri, gadis itu tidak akan pernah membutuhkan kehadirannya. Lyra memiliki neneknya, memiliki harga diri akademisnya, dan memiliki kebahagiaan kecilnya sendiri. Elian tidak memiliki tempat di dalam struktur hidup Lyra yang sudah lengkap itu.

Elian perlahan menarik kembali kotak makanan hitamnya. Senyuman ramahnya kini sepenuhnya menguap, digantikan oleh tatapan mata yang teramat intens, pekat, dan mengunci netra jernih Lyra tanpa ampun.

"Kamu tahu, Lyra?" bisik Elian dengan nada suara yang merendah, sangat lambat dan sarat akan dominasi yang menekan. "Terkadang, orang yang merasa paling mandiri adalah orang yang paling pertama runtuh saat dunianya mendadak berubah menjadi neraka."

Lyra mengerutkan keningnya pelan, merasa merinding mendengarkan kalimat filosofis yang terdengar sangat dingin dari mulut Elian. "Maksud kamu apa, Elian?"

Elian tidak menjawab. Ia bangkit berdiri dari bangku taman, merapikan jas seragamnya yang sempurna tanpa cela. Ia menatap ke bawah, ke arah Lyra yang tampak sangat kecil dan rapuh di bawah bayangan tubuh tingginya.

"Tidak ada apa-apa. Habiskan roti tawarmu, badai sebentar lagi akan datang," ucap Elian misterius, lalu berbalik meninggalkan taman belakang dengan langkah kaki yang tegap dan berwibawa.

Sambil berjalan menyusuri koridor menuju ruang OSIS, Elian mengambil ponselnya dari saku. Matanya menggelap sempurna, warna-warna indah yang semalam ia lihat dari diri Lyra kini terasa harus ia miliki dengan cara apa pun. Jika ia tidak bisa masuk ke dalam dunia Lyra yang damai, maka ia sendiri yang akan menghancurkan kedamaian itu. Ia akan membuat Lyra kehilangan sahabatnya, kehilangan ketenangannya di sekolah, dan kehilangan seluruh tempat bersandar di dunia ini.

Ia akan menciptakan sebuah skenario neraka yang begitu terkutuk melalui tangan Devan dan geng elit sekolah. Dan saat Lyra sudah berada di titik nadir kehancuran mentalnya, di saat gadis itu menangis ketakutan di dalam kegelapan, Elian akan datang sebagai satu-satunya pahlawan penolong yang membawa aroma amberwood hangat.

Metode Gaslighting, Conditioning, dan manipulasi psikologis sudah mulai ia susun rapi di dalam otaknya yang jenius namun sakit.

"Aku akan menghancurkan hidupmu terlebih dahulu, Lyra Anya Cassandra," gumam Elian dengan senyuman asimetris yang mengerikan saat ia membuka pintu ruang OSIS. "Agar setelah itu, kamu tidak akan punya pilihan lain selain menempel dan memohon keselamatan padaku untuk selamanya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!