NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: NERAKA API DAN KEBANGKITAN KAISAR

​Langit di atas Lembah Kematian yang tadinya ungu pucat kini berubah menjadi merah membara seolah-olah atmosfer itu sendiri sedang terpanggang. Bola api raksasa yang meluncur dari utara itu menghantam bumi dengan kekuatan yang mampu menggetarkan fondasi gunung.

​BOOOOOMM!!!

​Gelombang panas menyapu segala arah, menguapkan kabut kematian dalam sekejap dan mengubah tanah menjadi lava cair. Dari pusat kawah yang membara itu, sesosok pria raksasa setinggi dua meter keluar dengan tenang. Ia mengenakan zirah emas yang dipenuhi rune matahari, dan di tangannya tergenggam sebilah tombak panjang yang apinya tidak pernah padam.

​Inilah Jenderal Api Langit, Huo Yan, salah satu dari tiga algojo terkuat Klan Su.

​"Ye Xuan..." suara Huo Yan berat, setiap kata yang keluar dari mulutnya membawa percikan api. "Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah salah satu orang yang menyeret ibumu ke penjara. Hari ini, aku datang untuk memastikan garis keturunannya berakhir di tanganku."

​Ye Xuan melangkah maju, Pedang Penghancur Surga terseret di atas tanah yang kini menjadi lava, menciptakan suara desisan yang mengerikan. "Kau menyeret ibuku? Bagus. Setidaknya aku tahu bagian tubuh mana yang harus kupatahkan terlebih dahulu."

​[Ding! Peringatan Sistem Tingkat Tinggi!]

[Target: Jenderal Api Langit (Huo Yan).]

[Tingkat Kultivasi: Spirit Severing Tahap Awal!]

[Peringatan: Lawan memiliki 'Hukum Api Surgawi'. Jika Inang terkena serangan langsung, sel-sel tubuh Inang akan terbakar secara permanen.]

​Ye Xuan menyipitkan mata. Ini adalah pertama kalinya ia menghadapi lawan di tingkat Spirit Severing. Perbedaan antara Nascent Soul dan Spirit Severing adalah jurang yang sangat dalam; satu pihak menggunakan Qi, pihak lain mulai menyentuh Hukum Dunia.

​"Mati!" Huo Yan tidak membuang waktu. Ia menghentakkan tombaknya, dan seekor naga api raksasa sepanjang seratus meter meluncur dari ujung tombak itu, membuka rahangnya untuk menelan Ye Xuan.

​"Qing'er, sinkronisasi!" perintah Ye Xuan.

​ZING!

​Sosok Qing'er menghilang ke dalam Pedang Penghancur Surga. Seketika, pedang hitam itu diselimuti oleh aura ungu yang sangat padat hingga terlihat seperti api dingin.

​"Tebasan Kedua: Pemutus Hukum!"

​Ye Xuan mengayunkan pedangnya secara vertikal. Aliran energi Kekacauan yang tajam membelah naga api itu tepat di tengah, membaginya menjadi dua gumpalan api yang tak berbahaya. Namun, Huo Yan sudah berada di depan wajah Ye Xuan, tombaknya menusuk dengan kecepatan cahaya.

​CLANG!

​Pedang dan tombak beradu. Benturan dua energi raksasa itu menciptakan kubah kehampaan di sekitar mereka. Ye Xuan merasakan lengannya bergetar hebat; kekuatan fisik seorang Jenderal Langit bukan main-main.

​"Kau punya bakat, bocah. Tapi di depan hukum api, kau hanyalah lilin di tengah badai!" Huo Yan berteriak, dan suhu di sekitar mereka melonjak drastis. "Domain Api Surgawi: Sembilan Matahari Membakar Bumi!"

​Seketika, sembilan bola api raksasa muncul di langit lembah, menjatuhkan pilar-pilar api ke arah Ye Xuan. Tanah di bawah kaki Ye Xuan mencair sepenuhnya, menjebak gerakannya.

​"Xuan'er!" Ye Tian berteriak dari jauh, tangannya sudah memegang gagang pedang, siap mengorbankan nyawanya untuk campur tangan.

​"Jangan ikut campur, Ayah!" suara Ye Xuan terdengar tenang di tengah badai api.

​Ye Xuan menarik napas dalam-dalam. Di dalam tubuhnya, Tubuh Kaisar Kekacauan mulai berputar pada kecepatan maksimal. Esensi Darah Kekaisaran di jantungnya berdenyut liar, memompa energi kuno yang melampaui hukum dunia ini.

​"Hukum Api? Kau pikir hukum kecilmu bisa mengatur Kekacauan?"

​Ye Xuan membuka matanya lebar-lebar. Pola galaksi di matanya berputar terbalik. "Kekacauan adalah awal dari segalanya, termasuk apimu! Serap!"

​[Ding! Mengaktifkan Fungsi 'Kuali Semua Hukum' secara Eksternal!]

[Memulai Penyerapan Energi Hukum Api Surgawi!]

​Sebuah pusaran ungu raksasa muncul di atas kepala Ye Xuan. Sembilan matahari buatan Huo Yan bukannya membakar Ye Xuan, malah mulai tertarik masuk ke dalam pusaran tersebut. Energi api itu dimurnikan oleh energi Kekacauan dan dialirkan langsung ke dalam Dantian Ye Xuan.

​"Apa?! Kau... kau melahap hukumku?!" wajah Huo Yan yang tadinya sombong kini dipenuhi horor. "Itu tidak mungkin! Manusia tidak bisa menampung energi murni surga!"

​"Aku bukan manusia biasa..." Ye Xuan melompat dari lava, tubuhnya kini diselimuti api ungu keemasan. "Aku adalah akhir dari takdir kalian!"

​Dengan kecepatan yang bahkan melampaui penglihatan Jenderal Langit, Ye Xuan muncul di atas Huo Yan. Pedang Penghancur Surga diangkat tinggi, menyerap seluruh energi api yang baru saja ia hisap.

​"Tebasan Ketiga: Runtuhnya Takhta Langit!"

​BOOOOMMMMMMM!!!!

​Seluruh Lembah Kematian bergetar seolah-olah dunia sedang berakhir. Cahaya ungu-emas membutakan segalanya selama beberapa detik. Saat cahaya meredup, terlihat kawah raksasa sedalam seratus meter.

​Huo Yan berlutut di tengah kawah, zirah emasnya hancur berkeping-keping. Tombak sucinya patah menjadi dua. Ia menatap Ye Xuan dengan pandangan kosong sebelum tubuhnya mulai retak dan hancur menjadi debu abu-abu.

​[Ding! Target Tereliminasi!]

[Kultivasi Inang Meningkat Pesat: Mencapai 'Nascent Soul' Tahap Puncak!]

[Menghadiahi: Inti Api Surgawi (Dapat digunakan untuk meningkatkan tingkat Pedang Penghancur Surga).]

​Ye Xuan mendarat dengan napas tersengal, pedangnya kembali ke punggungnya. Ia menoleh ke arah utara, tempat dua aura lain yang jauh lebih kuat dari Huo Yan sedang mengamati dari kejauhan.

​"Satu jatuh," bisik Ye Xuan dingin. "Dua lagi untuk membebaskan Ibu."

​Tiba-tiba, dari sisa debu Huo Yan, sebuah proyeksi cahaya muncul. Itu adalah wajah seorang pria paruh baya dengan mahkota emas—Pemimpin Klan Su.

​"Ye Xuan... Kau telah membunuh Jenderalku. Nikmatilah kemenangan kecilmu ini, karena saat kau melangkah ke Kota Kekaisaran Langit, kau akan menyadari bahwa dunia ini jauh lebih kejam daripada yang bisa dibayangkan oleh otak kecilmu."

​Ye Xuan meludah ke arah proyeksi itu. "Simpan bicaramu untuk saat aku memenggal kepalamu, Pak Tua."

​Proyeksi itu menghilang dengan tawa dingin.

​Ye Xuan berbalik ke arah ayahnya dan Ling'er. "Kita berangkat sekarang. Tujuan selanjutnya: Akademi Langit Abadi. Aku butuh identitas baru untuk menyusup ke wilayah pusat."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!