NovelToon NovelToon
Di Balik Topeng Kembar

Di Balik Topeng Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:527
Nilai: 5
Nama Author: Diyanathan

Ziva kembali ke keluarga kandungnya setelah dua puluh tahun terpisah, namun ia harus menyembunyikan identitas aslinya sebagai bos mafia yang kejam.

Di sana, ia bertemu Arsen—pria yang dikenal sebagai pengusaha sukses, tapi ada aura bahaya yang tak bisa dibohongi oleh naluri Ziva.

Mereka saling tertarik, tapi sama-sama memakai topeng.

Saat rahasia terbongkar, akankah cinta mereka bertahan... atau justru menjadi alasan untuk saling menghancurkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyanathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Malam & Cinta yang Terpendam

Melihat Arsen yang semakin kewalahan diinterogasi oleh seluruh anggota keluarganya, Ziva tidak tega sekaligus merasa situasi ini semakin tidak masuk akal.

"Cukup!" seru Ziva tegas.

Dengan gerakan cepat, ia menarik lengan kekar Arsen yang tertahan di sana. Tarikan!

"Ayo ikut aku!" bisik Ziva cepat. Ia menyeret pria itu melewati kerumunan keluarganya yang kaget, keluar dari ruang keluarga, melewati lorong, hingga sampai ke teras depan rumah.

Brak!

Pintu utama tertutup rapat di belakang mereka, menyisakan keributan di dalam.

Suasana di luar menjadi hening, hanya diterangi cahaya lampu taman yang remang. Ziva melepaskan tarikannya, lalu menatap Arsen.

"Maaf soal tadi. Keluargaku memang agak... berlebihan," kata Ziva singkat.

Arsen tidak langsung menjawab. Matanya tak lepas menatap wajah cantik di hadapannya. Di bawah sinar bulan, wajah Ziva terlihat semakin sempurna, damai, dan memikat. Jantung Arsen berdegup kencang tak beraturan. Rasa ingin memiliki gadis ini seutuhnya, menjadikannya miliknya sendiri, semakin besar dan sulit ditahan.

'Tuhan... betapa cantiknya dia. Aku ingin dia jadi milikku. Hanya milikku,' batin Arsen mendesah, tangannya terasa gatal ingin memeluk tubuh mungil itu, tapi ia menahannya sekuat tenaga. Ia tidak ingin terlihat seperti pria mesum di mata Ziva.

"Ziva..." panggil Arsen pelan, suaranya terdengar serak dan dalam.

Ziva menatapnya menunggu.

Dengan keberanian yang luar biasa, Arsen akhirnya mengajak. "Bolehkah aku menebus kesalahanku yang membuatmu repot? Besok malam... bolehkah aku mengajakmu makan malam? Hanya berdua. Aku janji tidak akan merepotkanmu."

Ziva terdiam sejenak. Matanya menyipit sedikit menatap pria itu. 'Makan malam? Hmm... kesempatan bagus.'

Sebagai pemimpin organisasi, Ziva selalu waspada. Ia masih belum 100% percaya pada Arsen. Pria ini penuh misteri, dan ia harus tahu apa tujuan sebenarnya pria ini mendekatinya.

"Baik," jawab Ziva setuju dengan senyum tipis. "Aku akan datang. Tapi ingat, jangan harap aku mudah dibohongi."

Arsen tersenyum lebar, matanya berbinar bahagia. "Terima kasih, Ziva. Aku janji akan membuat malam itu tak terlupakan."

Setelah mengucapkan janji dan memastikan Ziva aman di depan pintu, Arsen pun pergi dengan hati yang berbunga-bunga.

 

Begitu mobil Arsen menghilang dari pandangan, Ziva berbalik dan membuka pintu masuk kembali.

Dan benar saja... di ruang tengah, semua orang masih duduk menunggunya dengan wajah penuh tanda tanya besar. James, Victoria, Kevin, Daniel, dan Zio menatapnya serentak.

"Nah, sekarang jelaskan pada kami, Ziva. Dari mana kau kenal pria itu?" tanya James langsung pada intinya.

Ziva menghela napas panjang, lalu duduk di sofa tunggal. Ia mulai bercerita versi yang sudah diedit agar masuk akal.

"Dia itu... beberapa hari yang lalu aku kebetulan menolongnya saat dia terluka di jalan. Dia diserang orang jahat, dan aku bantu obati luka dia sedikit. Sejak saat itu dia mungkin merasa berhutang," cerita Ziva sehalus mungkin.

Mendengar penjelasan itu, wajah kedua orang tuanya justru semakin pucat dan khawatir.

"Astaga... Ziva sayang, kau ini ya! Sembarangan saja menolong orang tak dikenal di jalan yang gelap! Kalau dia orang jahat bagaimana?!" Victoria langsung memeluk Ziva, cemas sekali.

"Dan lagi, dia itu kelihatannya bukan orang sembarangan, Ziva. Aura dia kuat," tambah James.

Di sisi lain, Kevin masih memasang wajah murka dan sangat protektif. Ia melipat tangannya di dada. "Aku tidak suka dia. Matanya terlalu tajam, terlalu menguasai. Sepertinya dia bukan orang baik-baik. Ziva, kau jangan terlalu dekat dengan dia! Bahaya!"

"Santai saja, Kak. Aku bisa jaga diri," jawab Ziva santai.

Sementara itu, Daniel masih terus menatap pintu kosong tempat Arsen tadi berada. Otaknya bekerja keras mengingat. "Wajah itu... aku yakin sekali pernah melihatnya. Di majalah bisnis? Atau di acara pertemuan penting? Tapi kenapa aku lupa nama dan jabatannya? Ada yang aneh dengan pria itu..."

Daniel merasa ada sesuatu yang besar sedang tersembunyi, tapi ia belum bisa menebaknya.

Setelah drama panjang tentang Arsen usai dan rasa kantuk mulai menyerang, semua anggota keluarga pun bubaran dan kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

 

Tengah Malam... Kamar Zea

Semua orang sudah terlelap. Namun Kevin tidak bisa memejamkan matanya. Pikiran tentang Zea yang ketakutan hari ini terus menghantuinya.

Dengan langkah pelan dan hati-hati, Kevin menyelinap keluar dari kamarnya. Ia membuka pintu kamar Zea perlahan-lahan agar tidak menimbulkan suara.

Di dalam kamar yang gelap, hanya diterangi cahaya bulan dari jendela, terlihat Zea sedang tidur meringkuk di bawah selimut tebal. Wajahnya terlihat sedikit pucat, dan bahkan dalam tidurnya, alis gadis itu tampak mengerut seolah sedang bermimpi buruk.

Kevin mendekat ke sisi ranjang dengan langkah tak bersuara. Ia duduk di tepi kasur, menatap wajah gadis itu dengan tatapan penuh kasih sayang dan penyesalan yang dalam.

Perlahan, tangan besarnya terulur menggenggam tangan kecil Zea yang dingin. Lalu, dengan sangat lembut dan penuh hormat, ia mencium punggung tangan gadis itu.

'Maafkan aku, Zea...' batin Kevin bergetar. 'Selama ini aku selalu berjanji pada diriku sendiri akan menjagamu agar tidak pernah menangis atau terluka sedikitpun. Tapi hari ini... aku kecolongan. Aku membiarkanmu ketakutan seperti itu. Maafkan Kakak yang tidak berguna ini.'

Ciuman hangat di tangannya itu sepertinya terasa oleh Zea.

Perlahan, kelopak mata gadis itu bergetar dan terbuka. Matanya yang masih sayu menatap ke atas, dan saat menyadari siapa yang ada di hadapannya, tubuh Zea sedikit menegang dan mundur sedikit ke belakang dengan refleks ketakutan.

Bayangan kejadian tadi siang, tentang pria-pria jahat yang ingin menyakitinya, masih sangat segar di ingatannya. Ia masih takut pada sentuhan pria manapun.

Melihat reaksi ketakutan itu, hati Kevin terasa seperti disayat-sayat pisau tajam. Hancur dan perih.

"Zea..." panggil Kevin parau.

Ia tidak memberi jarak. Dengan gerakan cepat namun lembut, Kevin langsung merengkuh tubuh mungil itu ke dalam pelukannya yang kuat dan hangat.

"Jangan takut... ini Kakak... ini Kevin... tidak ada siapa-siapa di sini selain kita," bisik Kevin menenangkan, suaranya bergetar menahan emosi.

Zea yang berada di dalam pelukan itu awalnya tegang, tapi aroma tubuh Kevin yang maskulin dan hangat perlahan membuatnya sadar bahwa ini aman. Ini pelukan sang kakak yang selalu melindunginya.

Kevin mengecup kening Zea, lalu turun ke kelopak mata, ke pipi, dan ke dagu gadis itu dengan penuh cinta dan rasa memiliki. Ia mencium setiap inci wajah Zea seolah ingin menghapus semua kenangan buruk yang menempel hari ini.

"Lupakan mereka, Zea... lupakan pria-pria brengsek itu..." bisik Kevin tepat di telinga gadis itu, napasnya hangat menyapu leher putih mulus Zea, membuat gadis itu gemetar bukan karena takut, tapi karena sesuatu yang lain.

"Aku akan menghapus semua jejak mereka. Aku akan membuatmu ingat bahwa hanya sentuhan Kakaklah yang boleh ada di tubuhmu. Hanya aku..."

Zea memejamkan matanya, membiarkan dirinya tenggelam dalam pelukan hangat dan ciuman penuh kasih sayang itu. Rasa takutnya perlahan berganti menjadi rasa aman dan hangat yang luar biasa.

Malam itu, di bawah naungan bulan, cinta terpendam antara sang komandan disiplin dan gadis manja itu mulai menampakkan wujud aslinya.

1
YusWa
karya baru Thor? semangat semoga sukses
Mimpi Pencatat: Terimakasih suportnya ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!