Evelyn Carter tewas dalam kecelakaan mobil di abad ke-21. Namun saat membuka mata, ia tidak berada di rumah sakit, melainkan di sebuah istana kuno.
Ia kini hidup dalam tubuh Ratu Evelyn Lancaster, ratu muda yang terkenal lemah dan sedang menunggu kematian karena racun dari para selir. Di istana, semua orang sudah bersiap menyambut kematiannya.
Selir kesayangan raja ingin merebut tahta ratu. Para menteri diam-diam mengatur kekuasaan baru. Tapi mereka tidak tahu satu hal... Ratu yang bangun hari itu, bukan lagi wanita yang sama. Di dalam tubuh itu hidup jiwa wanita modern yang cerdas dan tidak mudah diinjak.
Selain itu, Ratu memiliki Ruang Ajaib. Tempat rahasia yang menyimpan obat, pengetahuan, dan teknologi masa depan.
Kini, orang-orang yang menunggunya mati akan segera sadar. Ratu yang mereka anggap lemah… justru akan menjadi penguasa sejati di istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter — 13.
Setelah rapat pagi selesai, Evelyn kembali ke paviliunnya. Namun pikirannya tidak benar-benar berada di aula tadi, melainkan di tempat lain.
Pintu kamar tertutup, Bernard menjaga di luar seperti biasa. Dan saat tidak ada siapa pun, Evelyn memejamkan mata.
Sunyi.
Lalu dunia berubah.
Ia berdiri di sebuah ruangan luas bercahaya putih, udara di sana berbeda. Bersih, tidak ada aroma dupa istana. Tidak ada suara langkah kasim. Inilah... ruang Ajaib. Tempat yang sejak awal menyelamatkannya setelah bangun dalam tubuh Ratu Evelyn Lancaster.
Evelyn berjalan perlahan melewati rak-rak tinggi, di sana tersimpan banyak hal yang tidak seharusnya ada di zaman ini.
Botol obat modern.
Buku.
Peralatan medis.
Benih tanaman.
Dokumen.
Bahkan beberapa benda elektronik yang tidak pernah kehabisan daya selama berada di ruang itu.
Saat pertama kali masuk ke sini dulu, ia hampir mengira dirinya bermimpi. Namun sekarang, ruang Ajaib sudah menjadi senjata terbesarnya.
Evelyn berhenti di depan meja kaca, di atasnya beberapa tanaman kecil tumbuh subur. Tanaman pangan hasil eksperimen, ia mengambil satu daun, memeriksanya pelan. Sementara tanaman di halaman belakang istana itu hanyalah kedok semata.
“Lebih cepat lagi…” gumamnya.
Waktu di Ruang Ajaib berjalan berbeda, satu malam di luar bisa menjadi beberapa hari di sini. Karena itu tanaman tumbuh jauh lebih cepat, dan obat bisa dibuat lebih banyak.
Evelyn juga bisa belajar tanpa diketahui siapa pun. Ia membuka sebuah buku tebal tentang sistem distribusi pangan modern. Beberapa hari terakhir, ia mulai sadar satu hal. Musuhnya bukan hanya Sophia dan para bangsawan kuat di belakang selir itu, namun masalahnya dari sistem kerajaan itu sendiri.
Kelaparan rakyat, permainan harga dan k0rvpsi para pejabat. Semua sudah terjadi jauh sebelum ia datang. Dan kalau ia ingin benar-benar bertahan, ia harus mengendalikan semuanya.
Tatapan Evelyn jatuh pada layar transparan di sudut ruangan, salah satu bagian Ruang Ajaib yang masih belum sepenuhnya ia pahami.
Di sana muncul tulisan samar.
...《Level Ruang meningkat》...
...《Akses baru terbuka》...
Evelyn menyipitkan mata, lalu perlahan sebuah pintu yang sebelumnya tertutup mulai terbuka sendiri. Udara dingin keluar dari dalam, Evelyn berjalan mendekat dengan pelan dan waspada.
Ruangan baru itu jauh lebih gelap dibanding bagian lain. Dan di tengahnya ada satu benda, sebuah kotak besi hitam.
Saat Evelyn menyentuhnya, kilatan cahaya muncul.
BRRRT—
Potongan gambar masuk ke kepalanya, sangat cepat dan terpotong-potong. Ada seorang wanita, istana terbakar. Darah berhamburan, dan simbol yang sama dengan lambang kerajaan.
Evelyn langsung mundur, nafasnya sedikit berat.
“Apa itu tadi…”
Namun sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, tulisan baru muncul.
...《Ruang mengenali pewaris》...
Ia sudah tau, ruang ajaib diwariskan pada orang-orang terpilih. Meski ia sempat mengira, jika Ruang Ajaib muncul karena transmigrasinya. Namun sekarang, ia merasa ada sesuatu yang lebih besar. Seolah tempat ini, sudah menunggunya sejak lama.
Di luar ruang ajaib, ketukan terdengar di pintu kamar.
“Yang Mulia?” suara Bernard terdengar.
Evelyn membuka mata, kembali ke kamarnya. “Masuk.”
Bernard masuk dengan cepat, wajahnya serius. “Ada masalah di wilayah barat.”
“Masalah apa?”
“Gudang gandum dibakar.”
Tatapan Evelyn berubah dingin. “Korban?”
“Belum diketahui pasti.”
Hening.
Evelyn langsung mengerti, ini bukan kecelakaan. Ini peringatan, atau lebih tepatnya... serangan.
“Siapa pejabat wilayahnya?”
Bernard menjawab cepat. “Orang-orang dari keluarga Selir Sophia.”
Tidak mengejutkan.
Evelyn berdiri, tatapannya tajam. “Mereka mulai panik.”
Dan orang yang panik, mulai membuat kesalahan.
Di sisi lain istana, Sophia sedang duduk saat seorang pria datang diam-diam. Utusan keluarganya dari utara.
“Gudang sudah terbakar,” katanya pelan.
Sophia mengangguk. “Bagus.”
“Namun…” pria itu ragu. “Rakyat sering memuji ratu.”
Tatapan Sophia langsung berubah dingin. “Aku tau, kali ini... buat mereka menyalahkannya.”
Malam itu, Alexander kembali datang ke paviliun ratu. Namun kali ini, ia langsung menyadari sesuatu. Evelyn terlihat berbeda, lebih diam.
“Apa yang terjadi?” tanyanya langsung.
Evelyn menatap Raja beberapa detik sebelum menjawab. “Aku mulai menemukan sesuatu yang aneh.”
Alexander mengangkat alis.
“Yang Mulia pernah merasa…” Evelyn berhenti sejenak. “Bahwa kerajaan ini... menyembunyikan terlalu banyak rahasia?”
Tatapan Alexander berubah tipis. “Setiap kerajaan menyimpan rahasia.”
“Bagaimana kalau rahasia itu… bisa menghancurkan semuanya?“
Alexander berjalan mendekat. “Apa yang sebenarnya kau cari, Evelyn?”
Untuk pertama kalinya Evelyn tidak langsung menjawab, karena ia sendiri belum tahu. Namun satu hal mulai jelas, ruang ajaib itu bukan sekadar hadiah. Dan keberadaannya di istana ini... mungkin bukan kebetulan sama sekali.
Tpi bgus jg sich biar di lihat kala ma wili