NovelToon NovelToon
GOMA: THE REBORN

GOMA: THE REBORN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Action
Popularitas:426
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Mati di puncak gunung Goma justru terbangun di dasar neraka sebagai tengkorak rapuh tanpa daging. Demi kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan Goma mulai membantai iblis dan memangsa tubuh mereka. Setiap nyawa yang ia telan menumbuhkan otot serta kulit baru di atas tulangnya. Ini bukan hanya tentang bertahan hidup namun tentang pendakian berdarah dari dasar jurang menuju singgasana para dewa yang telah menghina takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ambang Batas Peradaban Tulang

Episode 12

Langkah kakiku bergema dengan suara yang sangat padat saat bersentuhan dengan permukaan batuan obsidian yang mengkilap. Setiap dentuman yang dihasilkan dari bantalan daging telapak kakiku seolah olah mengirimkan getaran balik yang bisa kurasakan hingga ke pangkal tulang belakang. Sekarang aku berjalan dengan postur tubuh yang sangat tegak. Bahuku lebar serta dada berotot ku membusung secara alami memberikan kesan bahwa aku bukan lagi mahluk yang bisa diremehkan oleh siapa pun di Gehenna ini.

Dug... dug... dug...

Jantung baruku berdetak dengan ritme yang sangat sinkron dengan langkah kakiku. Aku merasa jauh lebih hidup daripada sebelumnya. Di depanku dua prajurit Silent Watchers berjalan dengan kepala menunduk. Mereka tidak berani menatapku secara langsung setelah aku menelan kepingan jiwa rekan mereka. Tombak tombak hitam yang mereka bawa kini disandarkan di bahu mereka dalam posisi menyerah. Mereka bukan lagi pengintai yang sombong melainkan pemandu jalan yang terpaksa tunduk pada kekuatan yang lebih besar.

"Goma lihatlah ke atas. Gerbang itu sekarang sudah terlihat dengan jelas," bisik Kharis sambil melayang tepat di samping telingaku.

Aku mendongak ke arah depan. Di balik kabut ungu yang mulai menipis berdiri sebuah struktur raksasa yang sangat mengerikan sekaligus megah. Itu adalah Gerbang Utama Kota Oksidian. Gerbang itu tingginya mencapai lima puluh meter dengan dua daun pintu yang terbuat dari susunan tulang rusuk naga purba yang telah dilapisi oleh batuan obsidian hitam yang halus. Di tengah gerbang tersebut terdapat sebuah ukiran mata raksasa yang terus bercahaya dengan warna merah tua seolah olah ia sedang mengawasi siapa saja yang berani mendekat.

"Itu adalah Mata Pemantau (The Watchful Eye)," jelas salah satu Silent Watcher yang berjalan di depanku. "Ia akan memindai esensi jiwa siapa pun yang ingin masuk. Jika esensi mu tidak dikenal maka mata itu akan mengeluarkan serangan energi yang bisa menghancurkan tubuh iblis kelas menengah dalam sekali tembak."

Aku berhenti sejenak kemudian memfokuskan pandangan mataku yang baru. Eyes of the Abyss mulai bekerja secara otomatis.

[ SISTEM: MEMINDAI STRUKTUR PERTAHANAN GERBANG ]

[ SISTEM: OBJEK: THE WATCHFUL EYE ]

[ SISTEM: TIPE: SENSOR JIWA OTOMATIS ]

[ SISTEM: IDENTITAS ANDA SAAT INI: PRAJURIT RENDAH TERDAFTAR ]

[ SISTEM: STATUS: AMAN UNTUK MELEWATI PEMINDAIAN ]

Prajurit rendah terdaftar. Berkat kepingan jiwa yang ku telan tadi aku sekarang dianggap sebagai bagian dari mereka. Dunia ini benar benar bekerja berdasarkan esensi yang kau miliki di dalam tubuhmu.

"Teruslah berjalan. Jangan berhenti hanya karena sebuah ukiran mata," perintahku dengan suara yang datar.

Kedua prajurit itu kembali melangkah. Jalan menuju gerbang dipenuhi oleh pilar pilar tinggi yang di atasnya terdapat obor dengan api berwarna biru. Api itu tidak memberikan panas melainkan memberikan rasa dingin yang menusuk ke dalam syaraf. Aku bisa merasakan bagaimana suhu di sekitar gerbang ini jauh lebih rendah daripada di wilayah luar.

"Tuan Goma di dalam kota nanti kau harus berhati hati," Kharis kembali berbisik dengan nada yang sangat serius. "Oksidian bukan tempat bagi mereka yang emosional. Di sana kekuatan adalah hukum utama namun diplomasi serta kasta juga memegang peranan penting. Jangan sembarangan menyerang iblis yang mengenakan jubah sutra hitam karena mereka biasanya adalah para bangsawan esensi."

Aku mengangguk pelan. "Aku tidak datang untuk mencari teman Kharis. Aku datang untuk mencari peta dimensi serta cara untuk kembali ke Bumi. Jika ada yang menghalangiku aku akan menyingkirkan mereka tidak peduli apa kasta mereka."

Kami sampai tepat di bawah bayangan gerbang yang sangat besar tersebut. Ukuran gerbang ini membuatku merasa sangat kecil seperti seekor semut yang berdiri di depan sebuah gunung. Aku menyentuh permukaan gerbang yang dingin. Batuan obsidiannya terasa sangat halus seolah olah dipoles oleh ribuan tangan selama ratusan tahun.

Tiba tiba ukiran mata di tengah gerbang itu berputar. Cahaya merahnya menyinari seluruh tubuhku dari ujung kepala hingga ujung kaki. Aku merasakan sebuah gelombang energi yang sangat asing mencoba masuk ke dalam pusat jiwaku untuk memeriksa identitasku.

Dug... dug... dug...

Jantungku berdetak sedikit lebih kencang menanggapi tekanan energi tersebut. Otot otot dadaku menegang secara otomatis. Aku merasakan partikel Black Iron di dalam tulangku bereaksi memberikan perlindungan tambahan terhadap tekanan mental yang diberikan oleh Mata Pemantau tersebut.

[ SISTEM: PROSES PEMINDAIAN SEDANG BERJALAN ]

[ SISTEM: MENDETEKSI KEPINGAN JIWA SILENT WATCHER 092 ]

[ SISTEM: IDENTITAS DIVALIDASI ]

[ SISTEM: AKSES DIIZINKAN ]

Suara dentuman besar terdengar dari dalam mekanisme gerbang tersebut. KRAAAKKK! Daun pintu raksasa itu perlahan lahan terbuka mengeluarkan debu hitam yang sangat banyak. Begitu gerbang terbuka aku bisa melihat pemandangan di dalam kota yang sangat berbeda dengan wilayah luar Gehenna.

Di dalam kota jalanan tertata dengan sangat rapi menggunakan ubin obsidian yang mengkilap. Ada bangunan bangunan tinggi yang terbuat dari tulang hitam dengan arsitektur yang sangat rumit. Lampu lampu jalan menggunakan kristal esensi yang bercahaya ungu terang memberikan kesan kota yang sangat modern namun sangat gelap. Ada banyak mahluk mahluk yang berjalan di jalanan tersebut. Sebagian besar dari mereka memiliki bentuk tubuh yang sudah sempurna seperti manusia dengan kulit berwarna abu abu atau merah tua.

"Masuklah mahluk baru. Kau sekarang berada di bawah pengawasan Kota Oksidian," ucap salah satu Silent Watcher sambil memberikan hormat terakhirnya sebelum ia menghilang ke dalam bayang bayang tembok kota.

Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam kota. Begitu aku melewati ambang gerbang aku merasakan kepadatan energi yang sangat luar biasa. Udara di sini terasa sangat murni serta kaya akan esensi jiwa. Aku merasa seolah olah setiap kali aku menarik napas otot ototku menjadi lebih padat serta lebih kuat secara otomatis.

[ SISTEM: ANDA TELAH MEMASUKI WILAYAH TENGAH: KOTA OKSIDIAN ]

[ SISTEM: KEPADATAN ENERGI LINGKUNGAN: TINGGI ]

[ SISTEM: TINGKAT REGENERASI OTOT MENINGKAT 20 PERSEN SECARA PASIF ]

Ini adalah tempat yang sempurna untuk menyempurnakan tubuhku. Jika di luar saja aku bisa tumbuh secepat itu maka di sini aku bisa menjadi mahluk yang tidak terkalahkan dalam waktu yang lebih singkat.

Aku melihat ke arah sekitar. Banyak iblis yang sedang menatapku dengan pandangan meremehkan namun ada juga yang menatap dengan penuh rasa penasaran karena aku memiliki aura campuran antara wilayah luar yang liar serta wilayah tengah yang stabil. Aku terus berjalan dengan tenang mengabaikan tatapan tatapan tersebut.

"Kharis di mana tempat yang paling banyak menyimpan informasi di kota ini. Aku butuh peta atau catatan sejarah mengenai pintu dimensi."

"Kau harus mencari Aula Pengetahuan (Hall of Knowledge) Goma. Itu adalah tempat di mana para juru tulis iblis menyimpan semua catatan sejarah sejak zaman perang besar. Tapi untuk masuk ke sana kau butuh koin esensi atau kau harus memiliki jabatan tertentu di kota ini."

Aku mengepalkan tangan kananku. Koin esensi. Ternyata di sini pun uang memegang kendali. Aku tersenyum tipis. Jika aku harus mencari uang maka aku akan mencarinya dengan cara yang paling ku kuasai iaitu bertarung.

"Kharis cari tahu di mana tempat iblis di sini bertaruh kekuatan. Aku akan mendapatkan koin esensi itu secepat mungkin."

"Kau baru saja sampai dan sudah ingin bertarung lagi ya. Baiklah baiklah. Ada sebuah tempat bernama Arena Debu Hitam (Black Dust Arena). Di sana para iblis kelas menengah bertarung untuk mendapatkan koin esensi serta budak. Tapi ingat Goma mereka yang bertarung di sana adalah mahluk mahluk yang sudah memiliki teknik tempur yang sangat matang."

Aku tidak membalas ucapan Kharis. Aku hanya terus berjalan mengikuti arah yang ditunjukkan oleh sistem navigasi di dalam pikiranku. Setiap langkahku di Kota Oksidian ini adalah persiapan untuk pendakianku yang berikutnya. Aku bukan lagi Goma yang jatuh dari gunung es. Aku adalah Goma yang sedang mendaki singgasana neraka.

Ibu Widya panti asuhan kita akan memiliki pelindung yang paling mengerikan yang pernah ada. Aku akan mendapatkan informasi itu dan aku akan segera menemukan jalan pulang. Takdir yang membuangku ke sini akan menyesali keputusannya saat aku berdiri kembali di atas tanah Bumi nanti.

Aku melihat sebuah menara tinggi di kejauhan yang puncaknya tertutup api ungu. Itulah pusat kekuasaan kota ini. Aku tahu suatu saat nanti aku akan berada di puncak menara itu melihat ke seluruh Gehenna sebagai penguasanya. Namun untuk sekarang aku harus memulai dari bawah selangkah demi selangkah membangun reputasiku dengan darah serta esensi lawan lawanku.

"Ayo Kharis. Tunjukkan padaku di mana Arena Debu Hitam itu berada."

Kami terus berjalan menembus keramaian iblis di Kota Oksidian. Perjalananku di wilayah tengah baru saja dimulai serta aroma tantangan baru mulai memenuhi paru paru semu ku dengan semangat yang membara.

1
diy
hadir thor🤭
diy
tetap semangat 💪
M Agus Salim: siap💪
total 1 replies
diy
hmmm menarik☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
semakin menarik ☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
dibanyakin dong bab nya hehe 🤭
diy
semangat author💪
M Agus Salim: selalu 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!