Setelah menikah, Anin banyak menemukan banyak hal yang janggal di rumah mertua nya. Anin sering mendengar ibu mertua nya menangis dan dia juga sering melihat tubuh ibu mertua nya di penuhi oleh lebam.
Hingga suatu hari Anin melihat dengan mata kepala nya sendiri ayah mertua nya sedang melakukan hubungan terlarang dengan ipar nya. Anin bertekad untuk membongkar semua kebusukan mereka di depan semua orang, dan membuat ayah mertua nya dan juga ipar nya mendapat kan hukuman atas perbuatan mereka.
Ikuti kisah kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Dirga pulang ke rumah setelah seharian bekerja, tapi dia di sambut dengan wajah lesu sang istri. Tidak seperti biasa nya, Anin menyambut nya dengan wajah yang di tekuk.
"Ada apa sayang?" Tanya Dirga pada Anin.
Anin tidak menjawab, dia langsung mengambil tas kerja suami nya lalu membawa nya masuk ke dalam kamar.
"Ada apa sayang? Katakan pada mas apa yang terjadi?" Kembali Dirga bertanya dengan mada lembut.
Anin lalu duduk di tepi tempat tidur, dan dia menceritakan semua yang terjadi di rumah ini. Termasuk semua masakan nya hilang, tidak hanya itu semua isi kulkas yang dia isi tadi pagi sudah raib semua.
Anin lalu menceritakan usulan dari bu Ela dan juga Weni, tapi dia tidak setuju dengan usul mereka.
"Sayang, benar apa yang di katakan oleh mbak Weni dan juga ibu, sebaik nya belanja nya gak usah terlalu banyak ya. Tiap hari belanja secukupnya saja di tukang sayur keliling!" Dirga pun memberikan usul yang sama seperti ibu dan juga Weni.
"Kalian itu sama aja mas, bukan nya menemukan pencuri nya, malah terkesan menghindar!" Menurut Anin itu bukan solusi dari permasalahan yang tengah di hadapi nya sekarang.
"Mas mandi dulu ya sayang!" Dirga lalu bergegas ke kamar mandi, karena sebentar lagi masuk waktu magrib.
Anin tidak akan diam begitu saja, dia bertekad akan menemukan pelaku nya dan membalas semua perbuatan nya. Tidak perduli walaupun Dirga menghalangi nya.
Malam ini mereka makan malam dengan menu seada nya, Anin memetik sayuran yang di tanam oleh bu Ela di samping rumah untuk menu mereka, karena semua bahan masakan nya di kulkas sudah habis tak bersisa.
Seperti biasanya, setelah makan malam pak Johan langsung pergi entah kemana. Dia baru pulang setelah larut malam.
"Dirga, Dirga!" Tiba - tiba terdengar suara Tika dan dia sudah berada di ruang tamu.
"Ada apa mbak, malam - malam teriak - teriak?" Tanya Dirga pada kakak ipar nya tersebut.
Anin dan bu Ela yang sedang berada di ruang keluarga ikut keluar mendengar teriakan Tika di ruang tamu.
"Dirga, mbak mau ngomong nih sama kamu!" Tika langsung duduk di ruang tamu.
"Ngomong aja mbak, gak ada yang melarang kok!" Jawab Dirga santai.
"Ga, 2 minggu lagi Hazel ulang tahun untuk yang ke 3 tahun nya, jadi mbak mau kami buat lah pesta kecil - kecilan untuk ponakan mu. Undang warga di sekitar sini buat rayain uang tahun nya!" Tika memberi tahu Dirga apa yang menjadi keinginan nya.
"Maaf mbak, untuk itu aku gak bisa!" Dirga menolak keinginan Tika.
"Loh kok gitu sih Ga?" Tanya Tika yang tak percaya Dirga akan menolak keinginan nya.
"Mbak, mbak kan orang tua nya dan juga mas Atar, jadi mbak Tika dan mas Atar lah yang buat pesta nya bukan aku!" Dirga menolak nya dengan tegas.
"Dirga, kamu itu belum punya anak dan lagi pula semua uang dari hasil perkebunan itu di berikan pada istri mu. Jadi kamu yang harus bertanggung jawab atas semua kebutuhan Hazel!" Tika semakin menjadi kelakuan nya.
"Mbak, mbak kan punya suami, jadi ngapain minta suami aku buat tanggung jawab sama anak nya mbak!" Anin yang diam saja sejak tadi ikut geram mendengar keinginan tidak masuk akal ipar nya itu.
"Diam kamu Anin, ini semua gara - gara kamu. Jika saja kamu tidak merampas semua milik ku maka semua ini tidak akan terjadi!" Tika sangat kesal sehingga dia menunjuk - nunjuk wajah nya Anin.
"Hak mbak yang mana yang aku rampas? Aku bahkan tidak tahu yang mana yang mbak maksud sebagai hak mbak!" Anin pun kini tidak mau kalah dari Tika.
"Semua uang yang kau ambil itu adalah milik ku!" Jawab Tika sambil berkacak pinggang.
"Cukup mbak, mbak tidak punya hak secuil pun di dalam uang itu. Semua itu milik ku, dan Anin lah yang berhak karena dia istri ku. Jadi mbak, tidak ada yang merampas hak mu di sini!" Dirga berkata dengan tegas.
"Dirga benar Tika, Atar sudah mendapat kan bagian nya. Kau bisa menguasai semua bagian nya Atar, tapi untuk Bagian Dirga itu mutlak hak nya Anin!" Bu Ela yang sudah sangat jengah dengan kelakuan menantu nya tersebut ikut membela Dirga dan Anin.
"Ibu, aku ini adalah menantu tertua di sini. Jadi aku lah yang berkuasa di sini!" Tika berkata sambil meletakkan tangan nya di pinggang.
"Tika, kau tidak bisa menguasai anak - anak ku yang lain nya. Mereka masing- masing punya keluarga, jadi silahkan kau pergi dan urus semua urusan keluarga mu sendiri dan jangan ganggu anak - anak ku yang lain nya!" Bu Ela mengusir Tika dari rumah nya.
"Apa? Ibu berani mengusir ku dari rumah ini?" Tika tak percaya kini mertua nya sudah berani mengusir nya.
"Kau belum budek kan, ibu sudah mengusir mu, pergi sana. Hus,,,, hus,,,!" Anin mengibas kan tangan nya seperti mengusir seekor anjing.
"Awas kalian semua, aku akan membalas nya!" Tika pun akhir nya keluar dari rumah itu dengan sangat kesal.
Bu Ela hanya bisa mengusap dada nya sambil terus mengucap kan istighfar melihat kelakuan menantu nya tersebut, begitu pula dengan Anin dan Dirga.
"Kamu yang sabar ya nak!" Bu Ela mengusap lengan Anin.
"Dek, uang yang di berikan ibu kemarin masih ada kan?" Dirga bertanya pada Anin.
"Masih mas, ada apa?" Tanya Anin heran.
"Sebaik nya kamu simpan saja uang itu di bank, jangan terlalu banyak menyimpan uang tunai di rumah. Lagian kan di dekat sini ada minimarket, dan kita bisa tarik tunai kapan saja. Ini semua demi kebaikan kita semua!" Dirga berkata pada Anin.
"Suami kamu benar nak, akan lebih baik jika uang itu disimpan di bank saja!" Bu Ela pun ikut menimpali.
"Baik bu, besok rencana nya Anin akan simpan semua uang itu di bank!" Anin berkata sambil mengangguk kan kepala nya.
Anin merasa semakin yakin saat ini ibu mertua nya dan juga suami nya sedang menyimpan sesuatu rahasia di rumah ini yang tidak Anin ketahui. Tapi Anin yakin, suatu saat dia pasti akan mengetahui apa yang menjadi rahasia mereka selama ini.
"Oh ya bu, bapak pergi kemana ya? Kok setiap kita selesai makan malam bapak selalu menghilang?" Anin bertanya pada ibu mertua nya.
"Mungkin bapak mu bermain gaple di warung ujung sana nak!" Jawab Bu Ela sambil tersenyum.
"Oh, gitu ya!" Anin pun mengangguk kan kepala nya.
"Ibu ke kamar dulu nak, ini sudah malam!" Bu Ela pun pamit pada menantu dan juga anak nya.
"Iya bu!" Jawab Anin dan Dirga bersamaan.
Bu Ela segera pergi ke kamar nya, tapi Anin merasa bahwa saat ini bu Ela seperti sengaja menghindari diri nya.