NovelToon NovelToon
TERJERAT

TERJERAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

" Nak. Ayo kita pulang, tak baik loh melamun di waktu senja, apalagi kamu melamun nya di bawah pohon randu." Tegur wanita tua, lembut dan tersenyum hangat kepada pemuda berusia 20 tahun.

" Ehk. Nek... Ayo.." Jawab pemuda itu tak beraturan ucapannya. Lalu bangkit dari tempat duduk di bawah pohon itu.

" Kamu kenapa Nak. Akhir akhir ini Nenek perhatikan kamu suka melamun seorang diri?"

" Gak kenapa-kenapa kok Nek." Jawab nya.

" Hmmmmmmm.." Gumam Nenek tak puas dengan jawaban dari pemuda yang kini berjalan berbarengan pulang ke rumah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Dari balik pepohonan dan semak-semak, muncul lima orang dengan pakaian gelap yang tidak mencolok. Mereka berdiri rapi di depan Langit dengan sikap sopan namun tegas.

Yang paling depan adalah pria kurus dengan mata tajam yang memperkenalkan diri sebagai Rio, pemimpin kelompok ini.

"Kami sudah menunggu perintah Anda, Pak Langit," ucap Rio dengan suara rendah. " Abah Haruman sudah kembali ke alam nya dan memberikan amanat kepada saya dan murid murid Abah lainya untuk mengikuti Pak Langit, saya bersama murid lainnya siap mengemban tugas dari anda, apa yang harus kami lakukan."

"Langit mengangguk dan mulai memberikan instruksi: dua orang untuk menjaga rumah Nenek Wati, dua orang untuk menjaga Intan dan anak-anaknya, dan Rio sebagai pemimpin bertugas untuk menjadi pengawal bayangan saya.

" Abah terima kasih atas bantuan sdm yang di berikan kepada Langit. Langit yakin semua masalah akan cepat selesai dan perang besar pun akan terjadi dengan cepat." Langit menadahkan tangannya ke atas langit yang tampak cerah dan saatnya kembali ke rumah.

PAGI HARI – SEHARI SETELAH PERTEMUAN DENGAN YUSUF.

Langit berjalan perlahan menuju rumah Nenek Wati, ditemani oleh Rio yang mengikuti dari kejauhan sebagai pengawal bayangan. Udara pagi masih segar dengan aroma daun teh yang menyegarkan, sementara sinar matahari mulai menyinari jalan kampung yang sepi.

Setelah beberapa langkah, dia melihat sosok Nenek Wati sedang menyiram tanaman di halaman depan rumah. Rambutnya yang sudah putih menjuntai di pundaknya, tapi gerakannya tetap lincah seperti biasa.

Langit tersenyum bahagia, ketika suara yang begitu familiar memanggilnya dengan sangat kencang dan itu pun membuat kaget neneknya.

"Om Ngit............! Adi cangen.

"Om Ngit............! Adel cangen pengen di gendong."

Si kembar anak teh Intan berlarian ke arah Langit yang masuk ke pekarangan rumah nenek Wati.

"Ponakan Om, yang cantik dan tampan." Langit jongkok menyambut si kembar dengan senyuman lalu memangku nya melangkah ke arah neneknya.

Tanpa disadari, mata Nenek Wati sudah melihat Langit yang berdiri di dekat gerbang rumah:

"Sudah lama kamu tidak datang pulang, Nak," ucapnya dengan suara lembut tanpa menghadapinya. "Aku tahu kamu sedang menghadapi banyak masalah, tapi rumah ini selalu terbuka untukmu."

Langit segera mendekat dan membantu neneknya menyiram tanaman, setelah menurunkan Adel dan Adi." Ayo kita bantu buyut.

"Ayo Om.!

Serentak mereka berdua penuh kegirangan."Maafkan aku, Nenek. Aku tidak sengaja membuatmu khawatir."

Mereka duduk bersama di teras rumah, sambil menikmati teh hangat yang sudah Nenek Wati sediakan. Langit menyembunyikan kekhawatirannya yang sebenarnya, tapi Nenek Wati seolah bisa membaca pikirannya:

"Jangan berpura-pura padaku, Nak. Aku sudah hidup cukup lama untuk tahu kalau ada sesuatu yang besar yang sedang kamu hadapi. Ceritakan saja padaku – apa yang sebenarnya terjadi?"

Langit terdiam sejenak, lalu mulai menjelaskan secara sederhana tentang klaim tanah dan orang-orang yang mengganggunya. Namun dia tidak mengungkap rahasia tentang dirinya yang bertemu dengan Abah Haruman.

"Kamu tidak sendirian dalam perjuangan ini, Nak," ucap Nenek Wati dengan tatapan hangat. "Tanah ini adalah milik keluarga kita, dan aku tidak akan membiarkan orang lain mengambilnya dengan cara yang tidak benar."

"Kalau begitu, Nenek perlu membantu aku," kata Langit dengan serius. "Aku akan tetap tinggal di rumah ini untuk sementara waktu – dari sini aku bisa mengawasi semua perkembangan. Tapi Nenek harus bersikap seperti biasa, jangan menunjukkan kalau kita sedang merencanakan sesuatu."

Langit matanya fokus ke arah dia bocah kembar itu yang sedang asyik bermain air.

Nek aku masuk dulu, titip keponakan ku yang cantik dan tampan." Nenek Wati menganggukkan kepalanya.

Dari kamar kecilnya yang sederhana, Langit mengatur semua langkah aksi dengan cermat:

- Dia menggunakan laptop jadul yang disembunyikan di bawah kasur untuk berkomunikasi dengan Yusuf melalui aplikasi pesan rahasia. Yusuf melaporkan bahwa sudah berhasil mendapatkan bukti bahwa surat klaim tanah palsu dan Sri serta Dewi siap bekerja sama.

- Langit memberikan instruksi kepada Rio dan orang-orang bayangan untuk menjaga area sekitar rumah dan mengawasi setiap gerakan dari arah rumah Jaji serta markas Pardi.

- Saat malam tiba, Langit keluar rumah dengan berpakaian gelap dan pergi ke lokasi rahasia di belakang rumah – sebuah ruang bawah tanah kecil yang dulu digunakan oleh kakeknya untuk menyimpan barang berharga. Di sana, dia menyimpan berbagai dokumen penting dan alat komunikasi yang diberikan Abah Haruman.

Saat kembali ke kamar, dia melihat Nenek Wati sedang menunggunya dengan mangkuk bubur hangat:

"Aku tahu kamu keluar malam-malam, Nak. Aku tidak akan menanyakan kemana kamu pergi, tapi pastikan kamu menjaga dirimu dengan baik ya. Kamu adalah satu-satunya keluarga yang kudapat sekarang."

Langit merasa tersentuh dan memeluk neneknya erat: "Terima kasih, Nenek. Aku akan selalu menjaga kamu dan rumah ini."

Keesokan paginya, saat Langit sedang membantu Nenek Wati memasak di dapur, terdengar suara ketukan pintu yang keras. Jaji berdiri di depan pintu bersama dua orang pria besar yang mengenakan baju hitam.

"Selamat pagi, Bu Wati," ucap Jaji dengan senyum yang tidak bisa dipercaya. "Kami datang untuk membicarakan tentang tanah perkebunan teh yang seharusnya menjadi milik keluarga kami."

Langit keluar dari dapur dengan wajah biasa-biasa saja:"Sudah cukup, Pak Jaji. Kita sudah menjawab bahwa klaim Anda tidak sah. Silakan pergi jika tidak ada urusan penting lainnya."

Salah satu pria besar itu ingin menyerang Langit, tapi Jaji menahan dia dengan cepat:

"Kita akan melihat nanti siapa yang benar dan siapa yang salah, Langit. Hanya bersabar sedikit saja."

Setelah Jaji dan orangnya pergi, Langit segera menghubungi Yusuf:

"Mereka sudah mulai melakukan tekanan langsung. Hari Minggu akan menjadi hari yang menentukan, Kang. Pastikan semua persiapan sudah siap."

Yusuf menjawab dengan percaya diri:

"Semua sudah siap, Langit. Cukup fokus mengawasi situasi dari rumah saja. Kami yang akan menangani semuanya di depan."

Malam sebelum hari Minggu, Langit berkumpul dengan orang-orang bayangan di ruang bawah tanah. Dia memberikan instruksi terakhir:

Rio akan menemani Yusuf untuk mengantisipasi serangan Pardi. Dua orang pengawal akan tetap menjaga Nenek Wati di rumah.

Satu orang akan mengawasi rumah Intan dan anak-anaknya. Langit sendiri akan mengendalikan semua gerakan dari kamar kecilnya menggunakan alat komunikasi rahasia, sambil bersiap untuk bergerak jika ada hal yang tidak terduga.

"Kita tidak akan menyerang dulu," kata Langit dengan tekad yang kuat. "Kita akan menunggu mereka yang mulai bergerak, lalu kita berikan balasan yang mereka pantaskan."

Di luar ruangan, Nenek Wati sedang berdoa di depan altar keluarga. Dia tidak tahu persis apa yang akan terjadi, tapi dia yakin bahwa cucunya yang dia sayangi akan mampu mengatasi semua masalah dengan bijak.

CATATAN PEMBACA:

SESUDAH MEMBACA JANGAN LUPA KLIK LIKE YA!

SYUKUR-SYUKUR DAPAT VOTE DAN GIFT KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI.

JANGAN LUPA JUGA ADD KE LIBRARY / FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATE SELANJUTNYA!

SALAM DARI ANAK KAMPUNG,

ARIS.

Bersambung.

1
Neng
🤭🤭🤭🤭🤭
Neng
lumayan
Neng
👍👍👍👍
Tuyul
🤣🤣🤣🤣
Tuyul
😍😍😍😍
sitanggang
muter2 kek gangsing 🙄😵😵‍💫
RAJA CHAN
sangat bagus
Tuyul
menarik
Tuyul
👍👍👍
Aden
ayam dasar lemah
Aden
lumayan menarik
Robet
🤭🤭🤭🤭🤭 lumpur Lapindo
Aris Nugraha
🤣🤣🤣
Aris Nugraha
keren kak
Robet
🤣🤣🤣
Robet
keren
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!