NovelToon NovelToon
LUSIANA

LUSIANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Anak Genius / CEO
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: putrinw

Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.

bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.13

 "Bu, aku baru sampai dan khawatir kondisi ayah. Tapi ibu langsung mengucapkan nada yang sarkas." ucap lusi dengan tatapan berkaca-kaca nya.

"Marni, apa yang kau katakan. Dia juga putri ku, seharusnya kau menyambut nya dengan baik." ucap aden yang marah terhadap ucapan istrinya itu.

"Aku kan hanya mengatakan hal yang jujur, lebih baik dia kerja, supaya bisa bayar uang rumah sakit ini."

Lusi terlihat mengembuskan nafas nya, apakah di mata ibunya, dia sama sekali tak berharga. Segitu benci nya ibunya dan hanya peduli dengan uang nya saja.

"Aku sudah membayar pengobatan ayah Bu, jangan khawatir." ucap lusi dengan tatapan datar nya. Dia sudah terlanjur kecewa dengan ibunya itu.

"Kalau gitu bagus dong." ucap ketus Marni yang langsung mengambil tas nya di meja, dan ingin segera pergi dari rumah sakit.

"Minta uang kamu sini, ibu mau pulang dulu. Kamu jagain ayah kamu yang penyakitan itu. ibu mau tidur cape, ngurus ayah kamu itu."

"Astaghfirullah." gumam Lusi yang merasa cape dengan tingka ibu nya.

Tapi Lusi tetap memberikan uang 3 lembar uang merah kepada ibunya itu. uang yang diberikan oleh pria kaya itu cukup banyak, sehingga bisa membayar pengobatan ayah nya.

 "Astaghfirullah, maafkan sifat ibu mu ya nak, maafin ayah yang gagal mendidik nya." ucap aden yang merasa semua ini salah nya. Yang tak bisa mendidik istrinya dengan baik, sehingga membuat semua nya berantakan.

"Ayah, sudah tak apa apa. Lusi sudah terbiasa dengan sikap ibu. gimana kondisi ayah?" ucap lusi yang tersenyum melihat ayah nya.

"Ayah sudah sembuh nak, jangan khawatir. Apakah anak ayah ini libur?" tanya Aden dengan tatapan lembut nya ke arah lusi.

Lusi terdiam seketika, dia belum mengatakan bahwa dia sudah keluar dari tempat kerjaan nya.

"Nak, ada apa. Kenapa wajah mu terlihat murung?" aden yang merasa ada yang tak beres dengan wajah putri nya yang terlihat murung.

"Tidak ayah, aku baik baik saja." ucap lusi yang masih belum siap mengatakan bahwa dia sudah berhenti dari pekerjaannya.

Lusi dengan telaten menyuapi ayah nya itu, Bahakan sesekali melihat ke arah infus di tangan ayah nya, karena cairan infus yang sudah tinggal sedikit lagi.

Sedangkan di rumah, Marni terlihat mengomeli putra nya itu. bagaimana tidak, rumah terlihat berantakan sehingga membuat Marni kesal dengan sikap Dimas yang hanya menatap nya dengan malas.

"Berapa kali ibu bilang Dimas, jangan membuang sampah di sini. kamu kenapa ga bisa dibilangin!" ucap Marni yang kesal karena sampah kacang terlihat berserakan di lantai.

"Bu, diam lah. Kenapa ibu terlihat emosi. Kan putri ibu sudah pulang, pasti sudah dikasih uang kan sama Lusi." ucap Dimas yang bisa menebak bahwa ibunya pasti sudah diberikan uang kepada adiknya itu.

"Tidak ada, kamu ini uang uang saja terus."

"Ya kan ibu itu orang tua ku, wajar lah kalau minta ke ibu. Kalau minta ke ayah, dia saja ga punya uang. Apalagi ayah penyakitan, mana ada uang nya."

"Ini uang ibu, kalau kau mau minta saja ke adik mu itu."

"Bu, ayolah aku butuh uang nya sekarang. Ibu tau sendiri Lusi itu pelit ke aku Bu, dia ga akan mau memberi ku uang."

"Bagaimana dia tidak pelit, kau saja hobi nya judi terus. sudahlah ibu mau istirahat."

Melihat ibunya masuk ke kamar, dimas terlihat sangat kesal. "Sial, seharusnya aku bisa mendapatkan uang nya sekarang. bagaimana ini." gumam Dimas yang pusing karena memiliki utang kepada salah satu rentenir di desa.

Wajah Dimas terlihat begitu kesal, dan bingung bagaimana harus membayar utang saat ini. Apalagi rentenir itu sudah mulai menagih utang nya.

Sedangkan di rumah sakit, Lusi terlihat begitu perduli dengan Ayah nya. Bahkan saat ini perasaan nya menghangat saat ayah nya bertanya tentang kondisi nya. biasanya ayah nya itu tampak tak perduli, tapi hari ini ayah nya membela nya dari ucapan ibunya yang pedas itu.

1
Nyonya Gunawan
Ayo kek suruh orang utk mata"in livia
Nyonya Gunawan
Waah ada nenek dtg,,ayooo nek buat si kakek sadar akan kelicikan si ular..
Nyonya Gunawan
Lusi hamil..
Nyonya Gunawan
Nanti kira" siapa y yg bucin,,lusi atau ken..😄😄
Nyonya Gunawan
Akhirnya sah jga,,
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..
Dinda Putri
up lagi rhooorrr semangaaaaaaat
Dinda Putri
luar biasa
Dinda Putri
lanjut
Nyonya Gunawan
Makanya yg pintar lusi jgan bodoh,,pergi jauh" ganti nmor hpmu,,jgan trlalu lemah sdah di tindas msh jga punya rasa lemah
Nyonya Gunawan
Seharusnya lusi cari tau dlu ttg keluarganya,,
Dinda Putri
lanjut
§͜¢🦢🍒 Triya_S ♬⃝❤️
double up de /Determined//Determined/
§͜¢🦢🍒 Triya_S ♬⃝❤️
i chose to stay and wait 🥰
kaylla salsabella
lanjut
Nyonya Gunawan
Kasian bget lusi di jadikan sapi perah ma keluarganya..
kaylla salsabella
aku mampir thor
macha late: terima kasih kak🥰
total 1 replies
mary dice
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!