NovelToon NovelToon
CINTA YANG SALAH

CINTA YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik etika / Selingkuh / Cinta Terlarang / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir
Popularitas:539
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

cinta? bagi ku, cinta itu adalah suatu rasa yang memang tidak pandang kepada siapapun rasa itu akan berlabuh, rasa itu akan bersemayam, dan bahkan rasa itu kepada siapa akan menetap. yang aku tahu, aku mencintai mu, aku mencintai dia dengan tulus dan penuh ikhlas. walau aku tahu kemungkinan aku dan dia akan bersatu dan akan hidup bersama sebagai pasangan suami istri sangatlah tipis. aku berusaha melupakannya, tapi sulit. dia masih saja ada dalam hati dan pikiran ku. aku mencintai mu, dia yang ada di hati ku sampai detik ini. rasa cinta yang sebenarnya dari awal sudah jelas sangatlah SALAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Pagi hari.

Riyan tidak sempat sarapan karena bangun kesiangan. Niya juga tidak membangunkannya. Mungkin dia masih marah karena masalah kemarin. Riyan tidak memperdulikan itu. Yang terpenting dia tiba di tempat bekerja tepat waktu.

Tadi sewaktu baru saja bangun, Riyan mendapat telpon dari pemilik mall tempat dia selama ini bekerja, pak Ramli mengadakan pertemuan pagi ini juga. Tumben sekali Pak Ramli menelponnya langsung, padahal biasanya asistennya yang menghubungi atau tidak asistennya yang datang ke ruangan kerjanya jika ada sesuatu yang penting. Namun, kali ini berbeda, terus terang saja membuat Riyan sedikit kepikiran.

"Semoga saja hanya seputar pekerjaan." lirihnya sambil melajukan mobilnya ke parkiran gedung mall tempat dia mencari uang.

Riyan turun dari mobil dan melempar kunci pada satpam untuk mempakirkannya dengan benar. Dia sudah tidak ada waktu untuk itu dan dia buru buru untuk sampai di ruangannya. Riyan tidak enak hati jika Pak Ramli lah yang lebih dulu datang.

Setelah Riyan meninggalkan parkiran, satpam itu langsung menjalankan tugasnya. Setelah selesai dia bergabung dengan satpam yang lainnya di pos penjagaan.

"Omong omong, kemarin Pak Riyan bertengkar dengan istrinya lho. Pak Riyan juga mengusir istrinya dari sini,"

Satpam yang tadi di minta mempakirkan mobil Riyan bercerita pada beberapa temannya yang kemarin tidak masuk karena ganti shift.

"Yang bener saja Pak Riyan seperti itu, aku tidak percaya," jawab satpam yang lain. Setahunya pak Riyan ini baik hati dan lembut, tidak mungkin lah beliau berbuat macam itu pada istrinya. Apa lagi sampai mengusirnya, dan menjadi bahan nge rumpi orang orang mall.

"Kalau kau tidak percaya coba kau tanyakan saja pada karyawan yang kemarin kebetulan lewat. Oh, Mas Nino juga ada di sana, lihat langsung malah. Kau tanyakan saja padanya. Dan parahnya lagi Pak Riyan sepertinya ada main sama wanita lain,"

"Hus! Jangan asal sembarangan nuduh. Kalau pak Riyan dengar bagaimana? Belum tentu juga yang kita dengar itu benar."

"Iya juga sih ya,"

Riyan berjalan menuju ruangannya dengan perasaan kurang nyaman. Biasanya setiap dia berpapasan dengan karyawan, mereka akan menyapanya dengan ramah dan sopan. Tapi pagi ini berbeda, mereka justru menatapnya aneh dan berbisik bisik. Riyan merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga imagenya kemarin pagi. Harusnya dia tidak memarahi Niya di sini. Tapi ya sudahlah semuanya juga sudah terjadi hanya saja Riyan tidak akan mengulangi lagi.

"Lebih tepatnya jika Niya tidak datang kemarin, semuanya pasti akan baik baik saja. Kurang ajar sekali, tanpa sengaja dia sudah membuat ku malu di depan karyawan ku sendiri." kesal, tapi ibarat kata nasi sudah jadi bubur.

"Akhirnya kau datang juga...."

"Huh!"

Riyan terlonjak, begitu dia membuka pintu ruangannya, suara yang dia kenali langsung menyapanya. Bahkan pemilik suara itu tengah duduk di kursi miliknya dengan santai, menatapnya datar.

"Pak Ramli?"

"Silakan duduk Riyan,"

"Baik Pak,"

Riyan menutup pintu lebih dulu sebelum berjalan dan duduk di kursi depan pak Ramli. Riyan tidak berani menatap wajah pak Ramli. Riyan malu karena datang tidak tepat waktu. Tapi seharusnya ini belum terlambat karena masih ada beberapa menit lagi.

Pak Ramli menatap Riyan dengan santai. Dia mengambil map warna hitam di dalam tas kerjanya yang di letakan di belakang punggungnya.

"Saya memang memutuskan untuk datang lebih pagi karena tidak mau kau yang menunggu saya."

"Ini," Pak Ramli menaruh map warna hitam itu di depan Riyan.

"Ini apa Pak?" Sambil meraih map itu dan mulai membukanya. Kedua mata Riyan nyaris keluar membaca tulisan di kertas resmi yang sudah tertanda tangani atas nama Pak Ramli.

Riyan mendongak, menatap Pak Ramli dengan wajah terkejutnya. "Pak, ini maksudnya? Maksudnya saya... saya di pecat?"

Pak Ramli beranjak, berdiri dari kursi yang sudah hampir lima tahun dia percayakan pada Riyan.

"Apa salah saya Pak? Kenapa saya di pecat?" Riyan menatap Pak Ramli yang berdiri membelakanginya sambil menatap ke luar jendela.

"Tidak ada yang salah dengan mu Riyan. Selama ini semua kinerja mu bagus. Tapi..."

"Tapi apa Pak?"

"Ada yang mengatakan pada saya jika kau telah berbuat kasar pada istri mu demi membela wanita lain. Riyan, bukannya sejak awal masuk gedung ini kau sudah tahu peraturannya?"

Pak Ramli berbalik, menatap Riyan yang kini menunduk, sama sekali tidak berani menatapnya.

"Iya Pak saya tahu. Tapi itu semua bohong. Saya tidak melakukan itu." Riyan tidak terima.

"Nino, masuk!"

Riyan tercengang nendengar Pak Ramli memanggil nama Nino. Apa semua ini ada kaitannya dengan Nino? Kemarin Nino memang melihatnya langsung saat Riyan mendorong Niya sampai terjatuh.

"Pak, ini apa maksdunya Pak?" Riyan lebih tidak mengerti lagi saat Nino datang bersama Luna.

"Nino dan Luna melihat saat kau berbuat kasar pada istrimu. Jadi itu alasan saya untuk memecatmu. Sekarang kemasi barang barangmu!"

Riyan berdiri dia memohon pada Pak Ramli untuk tidak memecatnya. Tapi Pak Ramli sama sekali tidak menggubrisnya. Sampai Riyan bersitatap dengan kedua mata Nino dan Luna. Riyan tidak mengerti apa maksud dari semua ini. Apa Nino dan Luna saling mengenal.

"Pak, saya mohon maaf karena telah berbuat kasar dengan istri saya. Say---"

"Minta maaf lah pada istri mu bukan dengan saya. Dan lagi, kau berhubungan dengan Luna? Apa benar?"

Riyan menggeleng hebat. Matanya menatap kedua mata Luna sebentar sebelum kembali menatap Pak Ramli. "Tidak Pak. Kami hanya teman dekat dari masa bangku sekolahan. Tidak lebih dari itu. Saya berani bersumpah Pak. Saya tidak berbohong!"

"Nino, ceritakan apa yang kau lihat kemarin,"

"Baik Pak,"

"Iya. Saya melihat Pak Riyan berbuat kasar pada istrinya karena beliau membela wanita lain, yaitu Luna." Nino menatap Luna sejenak lalu menunduk.

"Tapi sekarang tidak lagi Pak. Saya memutuskan hubungan dengan Riyan karena ternyata dia adalah pria yang kasar. Dia berani main tangan dengan seorang wanita." Luna menatap Pak Ramli sejenak lalu menunduk.

Riyan menatap Luna dan Nino dengan tajam. "Apa maksud semua ini?! Kalian tega sekali menuduh ku!"

Riyan menatap Pak Ramli pemilik sah mall tempatnya mencari uang selama ini. "Pak mereka bohong, Pak. Bapak harus percaya sama saya!"

"Sudah ada buktinya Riyan. Ada cctv juga disana. Apa kau juga ingin melihatnya?!"

"Pak, saya mohon jangan pecat saya. Saya mengaku, saya memang mendorong istri saya kemarin. Tapi saya tidak ada hubungan dengan wanita lain. Lagi pula Luna juga tidak bekerja disini Pak,"

Pak Ramli mendengus. "Satpam!"

Riyan menghela. "Saya bisa sendiri..."

1
Apple
kaget
Apple
mood riyan gmpg goyah btuh tgurN krs
Apple
krj aja niya biar bs pny uang sendiri
Apple
eits riski minta pap wahwah
Apple
kok luna bisa sama nino?
Apple
cari solusi dong jgn asal mnyimpulkn
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
kasihan Niya. itu riyan knp lgsg pcy aja sama luna
Apple
nah pasti bakal ada ribut ribut nih.
Apple
surat apaan sih
Apple
ngapain malu Riyan jangan tinggi ego dan gengsi
Apple
kalo cemburu tinggal ngomong nggak usah pake acara ngambek ngambekan wkwkwk
Apple
cemburu bilang bos/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
pesan apaan?
pesan dari siapa?
Apple
bagus
Apple
siapa yang ngikutin Deni.
Apple
kaget soalnya lagi ngeliatin kamu Niya
Apple
hahaha zona lucu dan bikin gemes
Apple
keluarga yang bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!