NovelToon NovelToon
Dinikahi Sang CEO Lupa Ingatan

Dinikahi Sang CEO Lupa Ingatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Jangan pernah jatuh cinta padaku, karena kontrak ini tidak menyertakan perasaan," itulah aturan nomor satu yang ditulis oleh Arga Dirgantara untuk istrinya.

​Selama dua tahun, Keysa hidup dalam bayang-bayang. Sebagai istri kontrak, ia adalah asisten yang tak terlihat, tameng perusahaan, dan sosok yang paling dibenci Arga karena dianggap sebagai penghalang kebahagiaan pria itu dengan wanita lain. Keysa sudah siap untuk menyerahkan surat cerai dan pergi selamanya.

​Namun, takdir punya rencana lain. Sebuah kecelakaan fatal menghapus memori Arga selama tiga tahun terakhir.

​Saat pria itu membuka mata, ia tidak lagi melihat Keysa sebagai 'istri kontrak' yang menyebalkan. Ia melihat seorang wanita yang dingin, cerdas, efisien, dan memiliki tatapan tajam yang membuat jantungnya berdebar tanpa alasan.

​"Siapa kau sebenarnya?" tanya Arga dengan nada posesif. "Dan kenapa setiap kali aku melihatmu, aku merasa aku adalah orang paling bodoh karena pernah membiarkanmu menangis?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Dialog di Tengah Gelap

​​"Lepaskan tanganku, Arga. Sedikit lagi," desis Keysa dengan suara bergetar. Perempuan itu meronta di dalam dekapan suaminya. Suhu ruangan yang telanjur mendingin membuat gigi Keysa bergemeletuk tidak terkendali.

​"Jarimu sudah sepucat mayat. Kau tidak bisa merasakan apa pun lagi," bantah Arga keras kepala. Laki-laki itu justru semakin mengunci tubuh Keysa, menyalurkan sisa panas dari dadanya.

​"Sistem magnetik pintu ini harus diputus sekarang juga. Atau kita tidak akan pernah keluar." Keysa memaksa membebaskan tangan kanannya. Ia mengabaikan rasa kebas yang menjalar dari ujung kuku hingga ke pangkal bahu.

​Arga menatap mata istrinya di tengah remang cahaya senter yang tergeletak di lantai. Ia melihat tekad baja yang tidak bisa dipatahkan oleh hawa dingin sekalipun. Laki-laki itu akhirnya mengalah perlahan. Ia melonggarkan pelukannya sedikit, memberi ruang bagi Keysa untuk bergerak, namun tetap menempelkan punggung dan lengannya ke sisi tubuh Keysa sebagai tameng.

​"Lakukan dengan cepat. Tanganmu bergetar hebat," ucap Arga serak.

​Keysa menarik napas panjang, menahan ngilu di setiap ruas jarinya. Ia menatap ujung kabel warna merah dan biru yang sudah terkelupas lapisan karetnya. Keysa jelas tidak sebodoh itu untuk menyentuh tembaga beraliran listrik aktif dengan tangan kosong. Ia mengambil sebuah map berbahan plastik tebal dari laci terbawah yang terbuka di dekat kakinya.

​Menggunakan map plastik itu sebagai pelindung tangannya yang kebas, Keysa menjepit kawat rambut besinya dengan erat. Dengan satu sentakan kuat dan akurat, ia menekan kawat besi itu melintasi kedua ujung tembaga merah dan biru tersebut untuk menciptakan jembatan penghantar arus.

​Suara letupan keras memecah keheningan seketika. Percikan api menyala terang sesaat dari kotak panel, menerangi wajah lelah mereka berdua sebelum Keysa melompat mundur dengan gesit. Bau hangus karet yang menyengat langsung tercium di udara.

​Bunyi klik mekanis yang sangat berat terdengar dari dalam pintu baja. Kunci magnetik utama berhasil terlepas akibat korsleting lokal tersebut. Suara dengung mesin pendingin ruangan dari ventilasi atas juga ikut mati total secara bersamaan.

​Keysa membuang napas lega. Ia mendorong pintu baja itu dengan kedua tangannya sekuat tenaga. Pintu itu bergeser sekitar dua sentimeter, lalu terhenti total dengan bunyi besi beradu yang memekakkan telinga.

​"Kenapa tidak mau terbuka penuh?!" Keysa memukul permukaan pintu itu dengan sisa tenaganya yang kian menipis.

​Arga ikut mendorong pintu itu dengan bahu kirinya, mengabaikan nyeri tajam pada jahitan kepalanya. Pintu itu sama sekali tidak bergeming. Laki-laki itu mengintip dari celah dua sentimeter yang terbuka. Cahaya lorong luar terlihat samar, namun memperlihatkan sebuah rintangan baru.

​"Percuma, Keysa," ucap Arga sambil menyandarkan punggungnya ke pintu baja. Napasnya memburu cepat. "Kunci magnetiknya memang sudah mati. Tapi cecunguk suruhan Pak Hendra itu merantai gagang pintu luar dengan gembok manual tingkat industri. Kita tidak bisa mendorongnya dari dalam, sebesar apapun tenaga kita."

​Kaki Keysa seketika lemas. Perempuan tangguh itu akhirnya menyerah dan hendak merosot jatuh ke lantai.

​"Jangan duduk di lantai!" Arga dengan sigap menahan lengan istrinya. Laki-laki itu bergerak cepat menarik belasan tumpukan map karton dan dokumen tebal dari rak terbawah, lalu menyusunnya berlapis-lapis di atas lantai membentuk sebuah alas persegi.

​"Duduk di atas karton ini. Beton bawah tanah ini akan menyedot habis sisa panas tubuhmu dalam hitungan menit lewat konduksi," perintah Arga mutlak sambil menuntun Keysa duduk di atas tumpukan alas kertas tersebut.

​Semua usahanya mencari jalan keluar memang sia-sia. Kipas pendingin di atas mereka memang sudah mati, tapi ruangan arsip ini dirancang kedap udara dari awal. Udara dingin ekstrem yang sudah telanjur ditiupkan kini terperangkap utuh di dalam tanpa bisa keluar. Tempat ini resmi berubah fungsi menjadi kotak pendingin raksasa, dan Arga menolak pasrah kedinginan begitu saja.

​Arga memungut jas abu-abu miliknya yang tadi dibuang Keysa ke lantai. Ia ikut duduk di atas alas karton tersebut tepat di sebelah istrinya. Tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu, Arga menarik punggung Keysa agar merapat ke dadanya. Laki-laki itu menutupi punggung dan bahu Keysa dengan jas tersebut, membungkus mereka berdua dalam satu kehangatan yang tersisa.

​Kali ini Keysa sama sekali tidak memberontak. Tubuhnya terlalu lelah untuk mengedepankan egonya. Ia menyandarkan kepalanya ke dada Arga, mendengarkan detak jantung laki-laki itu yang berpacu stabil dan anehnya terasa sangat menenangkan.

​"Setidaknya hembusan angin bekunya sudah mati. Suhu ruangan tidak akan terus merosot turun lagi, walau udara dingin yang terperangkap ini masih cukup menyiksa," bisik Arga tepat di puncak kepala Keysa.

​"Regu keamanan pergantian sif baru akan menyadari sistem keamanan bawah tanah lumpuh total saat jam kerja selesai. Kita akan duduk di tempat ini sampai malam," gumam Keysa dengan mata setengah terpejam, perlahan menikmati hawa panas dari tubuh suaminya.

​Gelap pekat menyelimuti mereka. Tanpa ada tekanan pekerjaan, tanpa ada dering telepon darurat, tanpa ada berkas yang harus diurus. Untuk pertama kalinya dalam dua tahun, tidak ada dinding tebal hierarki sebagai CEO dan asisten di antara mereka berdua. Hanya ada laki-laki dan perempuan biasa yang sedang berusaha saling menghangatkan diri.

​"Kau bilang pernikahan kita adalah transaksi murni. Kontrak kerja di atas kertas," Arga memecah keheningan setelah waktu berlalu entah berapa lama. Suaranya terdengar sangat dalam mengalun di ruang gelap itu.

​Keysa hanya diam, membiarkan Arga melanjutkan kalimat interogasinya.

​"Pria bodoh macam apa diriku di masa lalu? Membeli waktu dan kesetiaan seorang wanita cerdas hanya untuk dijadikan tameng skandal," lanjut Arga pelan, nyaris seperti merutuki dirinya sendiri. "Lalu kau sendiri. Kenapa wanita setangguh dan sepintar dirimu mau menerima kontrak tidak masuk akal itu? Kenapa kau memilih menjadi manusia yang membenci semua jenis perasaan?"

​Keysa menelan ludah. Tubuhnya yang perlahan menghangat membuat logikanya ikut melunak. Tembok pertahanan yang ia bangun sekian lama runtuh perlahan oleh pertanyaan tersebut. "Karena perasaan adalah kelemahan paling mematikan bagi umat manusia."

​Arga menunduk, menempelkan sebelah pipinya ke rambut Keysa. "Siapa yang mengajarimu konsep pesimis semacam itu?"

​"Realita hidup," jawab Keysa datar, matanya menatap lurus ke dalam kegelapan pekat ruang arsip. "Ayahku meninggalkan ibuku demi wanita lain dengan alasan muak pada kemiskinan dan mencari cinta sejati. Cinta yang dia puja itu ternyata hanya meninggalkan tumpukan utang judi ratusan juta untuk kami berdua lunasi. Ibuku bekerja siang dan malam seperti mesin, mengabaikan sakitnya hanya demi melunasi utang laki-laki brengsek yang sangat dicintainya itu."

​Keysa menarik napas tajam. Mengingat kepingan masa lalu itu membuat dadanya terasa jauh lebih sesak dan menyakitkan daripada sisa udara beku yang terkurung di ruang arsip ini.

​"Ibuku meninggal karena kelelahan parah saat aku baru masuk kuliah," lanjut Keysa tanpa nada cengeng sedikit pun. "Dia mati membawa perasaan cintanya yang buta. Sejak hari pemakamannya, aku berjanji pada diriku sendiri. Aku tidak akan pernah bergantung pada omong kosong bernama cinta atau janji manis manusia manapun. Satu-satunya hal yang tidak akan pernah mengkhianatimu di dunia ini hanyalah uang dan kontrak hitam di atas putih."

​Arga terdiam seribu bahasa. Dada laki-laki itu bergemuruh hebat. Logikanya yang selama ini terbiasa menilai segala sesuatu murni dari sudut pandang laba rugi bisnis, kini ditampar keras oleh realita kelam kehidupan istrinya. 

Keysa bukan wanita licik yang gila harta. Keysa adalah wanita yang menyimpan trauma besar pada ketidakpastian. 

Kontrak pernikahan mereka adalah tempat perlindungan paling aman bagi perempuan ini. Tempat di mana segala sesuatunya pasti, sangat jelas perhitungannya, dan tidak ada sedikitpun ruang untuk pengkhianatan emosional.

​Arga menyadari betapa luar biasa kuat dan berharganya wanita yang ada di dalam dekapannya ini. Keysa menelan rasa sakitnya sendirian, membangun karir dari nol, dan berdiri tegak menantang para direksi arogan demi melindungi perusahaan yang membayarnya. 

Keysa bukan sekadar asisten, apalagi tameng sekali pakai. Keysa adalah berlian paling berharga yang pernah ia temukan dalam hidupnya.

​Wangi parfum vanila Keysa kini sepenuhnya mengalahkan bau kertas tua dan kotor di ruangan itu. Arga memiringkan kepalanya. Ia melepaskan satu tangannya dari balik jas yang membungkus tubuh mereka.

​Tangan Arga yang hangat bergerak perlahan di dalam kegelapan. Jemari panjang laki-laki itu menemukan wajah Keysa dengan akurasi sempurna. Tangan Arga menelusuri garis rahang Keysa dalam gelap dengan sentuhan yang sangat posesif. Usapannya sangat lembut, namun menyimpan dominasi mutlak yang menuntut pengakuan penuh.

​Napas Keysa tertahan seketika di tenggorokan saat merasakan ibu jari Arga mengusap pelan bibir bawahnya.

​"Bodoh sekali aku di masa lalu, membuat kontrak tanpa perasaan dengan wanita sepertimu."

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Bastian kamu nyari perkara aja 😏😏
Popy Ana
o, jadi berubah haluan cara Arga untuk mendapatkan Keysa lagi.. tidak dengan menahan tapi melepaskan nya untuk di kejar 🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
saya yakin pasti itu Keysa 🤗🤗
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ayo tunjukan Arga kl kamu sdh berubah dan layak berdiri di samping Keysa 💪💪
Popy Ana
👏👏👏 Akhirnya si monster balik.. lanjut Arga babat habis semua orang orang licik itu..
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bersihkan semua yg sdh jahat pd Keysa sejak dulu Arga kl kamu mau memperbaiki semuanya 😏😏
Savana Liora
sabar
Popy Ana
duh ini keposesifan Arga yg pertama setelah sembuh dari lupa ingatan Nya..
semoga Arga bisa meluluhkan hati Keysa walaupun harus menunggu waktu yg lama..
Popy Ana
sungguh dramatis sekali Arga nasibmu sudah bercerai kamu baru ingat semua masalalumu.. dan itu sangat baik untuk Keysa..
Popy Ana
ciyus arga gak mau ngamok dulu minimal banting kursi lah 😁🤣🤣
Popy Ana
aku mau nangis loh sumpah 🤭
Popy Ana: ini karma untuk Arga ya Thor 🤭
total 2 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ratna liat anak sakit di rawat bkn tanya apa yg sakit ke Arga malah ngehina dan ngerendahin Keysa trus malah mau jodohin Arga lg 😏😏 ampun dah ada ya ibu seperti Ratna gak ada khawatir"nya sama anak sendiri 😏😏 skrng Arga pasti lbh dingin dan kejam deh sama orang tp dia akan lembut sama Keysa tp perjuangan Arga gak akan mdh buat bisa balik lg sama Keysa 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
jd pengen th kekejaman apa aja yg tlh Arga lakukan sama Keysa 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nah skrng waktunya Arga berjuang buat luluhin hati Keysa secara benar bkn karna hilang ingatan atau ego semata karna sejujurnya dr awal saya setuju kl Keysa berjodoh dngn Arga karna mereka cocok cuma saya gak mau Keysa di perlakukan seperti itu oleh Arga jd Arga hrs di kasih pelajaran dulu Thor biar dia th arti kehilangan seorang yg benar" dia cintai dan arti penyesalan yg meruntuhkan semua egonya karna seorang Keysa 😏😏 jd nanti kl bisa Arga dan Keysa di persatukan lg tp jngn skrng karna kita jg hrs liat perjuangan Arga buat dapetin Keysa lg 😉😉
Savana Liora: belum tau ya kak. kita lihat saja nanti kemana ketikan othor membawa mereka
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nah Arga skrng kamu thkan kenapa Keysa kekeh pengen pergi dr kamu skrng nikmatilah penyesalan mu karna ditinggal Keysa pergi 😏😏
Savana Liora: iya makasih ya
total 1 replies
hana
hari ini tiap part bikin sesak nafas semua😔😢
hana: 😆😆😆😆😆
total 2 replies
Eni Istiarsi
baguslah kamu kena amnesia, Arga.. mungkin biar kamu introspeksi bagaimana kamu selama ini memperlakukan Keysa sebagai istrimu
hana
maafkan masih kurang puas thor crazy up nya🤭🤭🤭
hana: siap 🫡semangat ya thor👏💪
total 2 replies
MamDeyh
/Sweat/
Popy Ana
😭😭😭😭 key sedih aku key... usahamu berpisah dari Arga gagal total. Arga kamu menahan Keysa di sisimu saat kamu lupa ingatan dan berubah 180° dari sikap dan perlakuan kamu yg dulu . ya jelas lah Keysa gak mudah percaya..
apalagi Keysa sosok mandiri tangguh dan badass..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!