NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Duches

Jeratan Cinta Sang Duches

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Alessandro Magnus, Grand Duke penguasa Wilayah Magnus, dia terkenal kejam, dingin, dan punya insting membunuh yang tajam. Segala macam jebakan politik, racun, atau mata-mata yang dikirim musuh-musuhnya hanyalah kotoran yang bisa dia selesaikan dalam satu tebasan pedang.

Anastasia Starling adalah gadis yang selama ini terkenal pendiam, tertutup, dan lemah di seluruh kekaisaran. Namun, tidak ada yang tahu bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah digantikan oleh seorang pembunuh berdarah dingin yang mati akibat dikhianati.

Bagi Anastasia yang baru, air mata adalah tanda kelemahan yang menjijikkan, berbekal insting bertahan hidup yang kuat, mulut yang tajam, kemampuan bertarung, serta rahasia ruang dimensi di dalam jiwanya, dia menolak menjadi boneka politik

"Hugo, mundur tiga langkah, matamu terlalu lancang menatap istriku. Jaga batasanmu sendiri sebelum aku menganggap kesetiaanmu itu sebagai ancaman yang harus ku potong kepalanya." _Grand Duke Alessandro Magnus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LAPORAN PERBATASAN

Setelah kepergian Alessandro, Anastasia memanggil Nina kembali masuk ke dalam kamar.

"Grand Duchess... apakah Yang Mulia Grand Duke memarahi Anda karena suara saya yang terlalu berisik tadi?" tanya Nina cemas, meremas kedua tangannya di depan dada.

Anastasia yang sedang menyisir rambut panjangnya di depan cermin hanya melirik Nina sekilas dari pantulan kaca.

"Tidak. Dia hanya memperingatkan ku agar tidak melatih mu sampai mati," jawab Anastasia santai, meletakkan sisirnya ke atas meja.

"Saya kira Yang Mulia Grand Duke akan menghukum saya karena kelancangan saya," ucap Nina, menghela nafas nya lega.

"Dia tidak punya waktu untuk mengurusi pelayan sekecil dirimu, Nina, tapi ingat perkataanku tadi, besok latihan kita akan menjadi dua kali lebih berat, jadi, pastikan malam ini kamu istirahat dengan cukup," ucap Anastasia sembari berbalik, menatap pelayan pribadinya itu dengan senyum miring yang penuh arti.

"D-dua kali lebih berat? Saya rasa besok pagi saya tidak akan bisa menggerakkan jari kaki saya sendiri," keluh Nina pasrah, membuat Anastasia terkekeh pelan melihat ekspresi menderita pelayannya itu.

"Itu adalah harga yang harus kamu bayar jika ingin tetap hidup di sampingku, Nina, sekarang bantu aku bersiap, aku ingin melihat-lihat situasi di luar kamar sebelum makan malam tiba," perintah Anastasia sembari berdiri dari kursi riasnya.

"Baik, Yang Mulia," jawab Nina patuh, segera bergerak mengambil jubah luar yang lebih tebal untuk melindungi majikannya dari udara malam yang mulai turun.

Anastasia melangkah keluar dari kamarnya dengan langkah santai namun penuh kewaspadaan, dia sengaja tidak meminta pengawalan dari ksatria mana pun, karena dia ingin menguji sejauh mana para penjaga di kastil ini mengawasinya.

Setiap kali berpapasan dengan pelayan atau ksatria yang sedang berjaga, Anastasia hanya memberikan tatapan datar yang dingin, membuat orang-orang yang melewatinya langsung menunduk hormat dengan tubuh kaku.

Saat sedang menyusuri lorong sayap barat yang mengarah ke taman, Anastasia melihat sosok Nero yang sedang berjalan tergesa-gesa dari arah gerbang depan kastil.

Asisten pribadi Grand Duke itu tampak berkerut dalam, memegang sebuah gulungan surat dengan segel berwarna emas terang, segel khas milik keluarga kekaisaran.

"Nero," panggil Anastasia, menghentikan langkahnya tepat di tengah lorong.

Nero yang terkejut mendengar suara jernih itu langsung menghentikan langkah nya dan membungkuk hormat dengan sigap.

"Salam Yang Mulia Grand Duchess. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Nero sopan, mencoba menyembunyikan keterkejutannya.

"Surat apa itu? Tampaknya sangat mendesak hingga membuat asisten terpercaya Grand Duke melangkah seperti itu," tanya Anastasia, matanya tertuju pada segel emas di tangan Nero.

Glek

Nero menelan ludahnya kasar, merasa tidak nyaman di bawah tatapan tajam mata biru Anastasia, dia tahu wanita di depannya ini bukan gadis bodoh yang bisa dibohongi dengan mudah, seperti rumor yang beredar selama ini.

"I-ini adalah surat pemberitahuan dari ibu kota, Yang Mulia, pangeran Mahkota Arkan sedang dalam perjalanan menuju kastil Magnus dan diperkirakan akan tiba besok pagi," jawab Nero jujur, karena dia tahu berbohong pada Anastasia hanya akan memicu masalah baru.

Diam-diam Nero memperhatikan raut wajah sang Grand Duchess, tapi dia tidak menemukan keterkejutan atau ketakutan di wajah Anastasia, sebaliknya, sepasang mata birunya itu justru berkilat senang, seolah seorang pemburu yang baru saja mendengar bahwa mangsanya berjalan sendiri masuk ke dalam jebakan.

"Oh, mantan tunanganku yang terhormat itu mau datang kemari?" tanya Anastasia dengan tawa pendek yang terdengar sangat meremehkan.

"Benar, Grand Duchess, laporannya mengatakan bahwa Pangeran Mahkota datang dengan alasan untuk memastikan kesejahteraan Anda setelah pernikahan," jawab Nero, meskipun dia sendiri tahu itu hanya omong kosong politik.

"Memastikan kesejahteraan ku, atau memastikan seberapa cepat aku bisa menyerahkan peta pertahanan Magnus padanya?" gumam Anastasia pelan, namun suaranya masih bisa terdengar jelas oleh Nero.

Nero tertegun mendengar kalimat Anastasia. Dia tidak menyangka bahwa sang Grand Duchess mengetahui motif tersembunyi Pangeran Mahkota dengan sangat akurat.

"Apakah Grand Duke sudah tahu tentang hal ini, Nero?" tanya Anastasia lagi, mengalihkan pandangannya kembali pada wajah asisten tersebut.

"Saya baru saja hendak mengantarkan surat ini ke ruang kerja Beliau, Yang Mulia," jawab Nero jujur.

"Kalau begitu, pergilah, sampaikan pada Tuan mu, jangan pasang wajah terlalu masam saat menyambut tamu agung kita besok, aku ingin pertunjukan besok pagi berjalan dengan sangat menyenangkan," ucap Anastasia dengan senyum miring yang tampak begitu mematikan.

"B-baik, Grand Duchess, saya permisi dulu," jawab Nero yang langsung membungkuk dalam dan bergegas pergi menuju ruang kerja Alessandro dengan perasaan yang semakin campur aduk.

Nero mendadak merasa bahwa kedatangan Pangeran Mahkota Arkan besok pagi tidak akan menjadi kunjungan politik biasa, melainkan sebuah awal dari pertumpahan darah baru yang melibatkan sepasang suami istri penguasa Magnus yang sama-sama mengerikan ini.

Sementara Anastasia, dia masih berdiri di sana, menatap punggung Nero yang menjauh dengan pandangan dingin, lalu memutar tubuhnya, membatalkan niatnya untuk berjalan-jalan ke taman dan memilih untuk kembali ke kamarnya.

"Arkan, kamu benar-benar tidak sabar untuk mengantarkan nyawamu sendiri padaku, ya?" batin Anastasia tersenyum sinis, jemari tangannya bergerak menyentuh belati yang tersembunyi di balik gaun nya.

Di dalam ruang kerja Grand Duke yang remang-ramah, Alessandro masih duduk di kursinya saat Nero mengetuk pintu dengan tergesa-gesa.

"Salam Yang Mulia Grand Duke," ucap Nero, membungkuk kan badannya hormat.

"Hem."

Surat berlogo kekaisaran itu langsung diletakkan di atas meja, tepat di depan sang Grand Duke.

"Pangeran Mahkota Arkan sedang menuju kemari, Yang Mulia, keretanya sudah melewati perbatasan dan diperkirakan tiba besok pagi," lapor Nero dengan napas yang sedikit memburu.

Alessandro tidak langsung membuka surat itu, dia hanya menatap segel emasnya dengan pandangan muak.

"Untuk apa si bajingan pencari muka itu datang ke Magnus di tengah musim dingin seperti ini?" tanya Alessandro, suaranya berat dan penuh penekanan.

"Secara resmi, beliau ingin memastikan keadaan Grand Duchess Anastasia, Yang Mulia. Namun, kita semua tahu apa tujuan aslinya," jawab Nero, berdiri tegap dengan tangan di belakang punggung.

Alessandro menyandarkan punggungnya ke kursi kayu yang besar, lalu mendengus kasar, tangan kanannya bergerak mengetuk-ngetuk meja.

"Dia merindukan mata-matanya," ucap Alessandro dengan senyum sinis yang dingin.

"Tadi saya berpapasan dengan Grand Duchess, beliau sudah tahu tentang kedatangan Pangeran Arkan," lapor Nero, dengan hati-hati.

Alessandro menghentikan ketukan jarinya, matanya langsung tertuju pada Nero.

"Lalu? Apa wanita itu menangis kegirangan karena kekasih lamanya datang menyelamatkannya?" tanya Alessandro, dingin.

"Sama sekali tidak, Grand Duke," jawab Nero cepat-cepat, tidak ingin majikannya salah paham.

"Grand Duchess justru tersenyum miring yang membuat saya merinding melihat nya, beliau bahkan tahu kalau tujuan Arkan datang adalah untuk mengincar peta pertahanan kita. Beliau menitipkan pesan agar Anda tidak memasang wajah terlalu masam besok pagi, karena beliau ingin melihat pertunjukan yang menyenangkan," lanjut Nero, jujur.

Mendengar laporan itu, alis Alessandro bertaut rapat.

1
Atik Kiswati
mantsap bgt alurnya.....👍👍👍
renjani
wah seru nih..jadi penasaran dgn Hugo..tapi yg pasti Hugo akan bertekuk lutut samatasia...
Noey Aprilia
Psangn idiot....pntsn jodoh.....😛😛😛....
imel
aku gak sabar dengan gebrakanmu Anastasia buat jinakkan serigala liar🤭
renjani
bagaimana rasanya tamparan tasia Arkan..makyos👍👍👍🤭🤣🤣
Fajar Fathur rizky
kaisar felix siap siap aja takhta di ambil oleh Alessandro
Anandita Syifa Malika
Semangat kakkk!!!!
IG : hofi03_skrniii: terimakasih sayangggg 🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
😍😍😍😍
kaylla salsabella
semangat
kaylla salsabella
😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut
Eka Putri Handayani
gak sabar nunggu kelanjutannya, cepat up ya kak🥰
ryuka
sukurin kamu nenek lampirrr
miss blue 💙💙💙
kayak nya yg paling dendam sama arkan itu nina ya 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙: kasih kontak dukun online kak, biar dia bisa santet online si arka 🤣🤣🤣
total 2 replies
kaylla salsabella
cie.. cie
letslalaviena
BAGUSSS BGTTT
IG : hofi03_skrniii: thank you sayanggggg 🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
idih mimpi tuh kaisar🤭🤭
Atik Kiswati
lnjt....
IG : hofi03_skrniii: stay tuned ya kakkkk🤍
total 1 replies
Eka Putri Handayani
cie ada yg mulai terpesona nih sm ana🤣🤭ditunggu kebucinannya ale
Eka Putri Handayani
pokoknya minta imbalan wilayah yg paling subur yg memiliki hasil bumi berlimpah dan separuh kekuatan militer Kekaisaran jd kaisar dan putra mahkota idiotnya semakin takut dngn ale klo bisa jg nnt buat aja ale dan anatastasia jd pemimpin kekaisaran🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!