NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal lagi

Srekk.

Belum juga Alisha mengeluarkan milik Giovan, tiba-tiba saja teriakan seseorang menghentikan aksinya.

"WOW?!" pekik Rayhan.

Alisha dan Giovan sama-sama tersentak kaget, keduanya segera mengalihkan perhatiannya ke arah pintu yang di mana di sana ada Rayhan yang sedang berdiri.

"Enggak, aku enggak lihat kok!" ujar Rayhan sambil menutup matanya sendiri.

Giovan spontan mendorong tubuh Alisha sehingga gadis itu terjungkal ke belakang.

"AAWWW!" ringis Alisha.

"Ada apa, Han?" tanya Giovan tanpa memperdulikan istrinya yang kesakitan.

"Ada sesuatu yang penting, jadi ditunda dulu ya keinginan kalian berdua," jawab Rayhan sambil membuka matanya.

"Ciih, kami tidak sedang ngapa-ngapain!" bantah Giovan.

"Tapi tadi... Ahh, sudahlah, sekarang ada yang lebih penting, Gov," ujar Rayhan.

"Apa?"

"Transaksi barang senjata kita dicegat oleh anak buahnya Panji."

"Apa?!" Giovan langsung berdiri dari kursinya sendiri. "Kurang ajar! Mafia recehan itu, sepertinya sedang mencari masalah pada kita."

"Hm, yang parahnya lagi. Mereka juga mencuri senjata kita."

"Tikus-tikus itu, siapkan mobil. Kita datangi markasnya sekarang!!"

"Oke."

Alisha yang sedari tadi diam, hanya bisa menyimak percakapan antara suaminya dan Rayhan.

"Ehh, Gov, kamu mau ke mana?!" tanya Alisha.

"Ada urusan yang lebih penting, minggir!" jawab Giovan.

"Tapi.."

"Gov!"

"Giovan!"

"Akhh, sialan! Gagal lagi dong," seru Alisha dengan kesal.

Dengan kekesalan penuh akhirnya Alisha pergi dari ruangan kerja Giovan, dan kembali ke kamarnya untuk tertidur.

---

Ceklek.

Giovan pulang saat subuh hari, ia menatap Alisha yang sedang tertidur pulas.

Tanpa membangunkan gadis itu, Giovan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

"Sshh, sialan, beraninya mereka menembak aku!" gumam Giovan saat dadanya terluka.

Ia keluar dari kamar mandi dan mencari obat merah dan perban untuk luka tembaknya.

"Hais, di mana obat itu!" gerutu Giovan.

Prangg.

Alisha yang sedang tertidur, mulai terusik saat mendengar suara bising dari kamarnya.

"Ugh."

Matanya perlahan terbuka, dan melihat Giovan yang sepertinya sedang mencari sesuatu.

"Giovan?"

"Hm."

"Kau sudah pulang?" tanya Alisha seraya turun dari ranjangnya.

"Sudah!"

"Mencari apa?"

"Obat."

"Hm, obat untuk?"

Giovan membalikkan tubuhnya dan dengan jelas Alisha bisa melihat, jika dada Giovan terluka.

"Astaga, dadamu!"

"Hm, makanya di mana obat itu!"

"Di mana ya? Sebenarnya biar aku cari dulu."

Alisha mencari-cari obat tersebut, hingga akhirnya ia menemukannya.

"Ini, sini biar aku yang mengobatimu."

"Hm."

Dengan telaten, Alisha mengobati luka di dada Giovan dan langsung membalutnya.

"Terima kasih."

"Ya."

Giovan segera mengambil kemeja dan jas kerjanya.

"Kau mau ke mana lagi?" tanya Alisha.

"Aku harus berangkat kerja."

"Pagi-pagi begini?"

"Iyaa!"

"Tapi.."

"Apa lagi, Alisha?"

"Tidak ada! Sudahlah, sana kau pergi," usir Alisha yang kesal.

Giovan hanya menggelengkan kepalanya saja melihat Alisha yang ngambek, dan segera bersiap untuk berangkat kerja.

---

Siang harinya.

Seluruh pengawal dan pelayan keluarga Vizcaya sedang berlatih bertarung. Mereka semua berbaris rapi di halaman belakang.

Alisha sendiri berdiri di atas balkon sambil menatap mereka. Ternyata bukan hanya pengawal dan pelayan saja tapi, Fiona, Emeline, dan Christian pun ada.

"Hais, susah tahu!!" ujar Fiona.

"Makanya fokus!" omel Christian.

Fiona memutarkan kedua matanya dan kembali memfokuskan dirinya pada buah di hadapannya itu.

Dor.

Gagal, lagi-lagi Fiona gagal menembak buah itu. "Sudahlah, aku capek!" gerutu Fiona.

Christian dan Emeline saling tatap, mereka juga capek mengajarkan Fiona yang tak bisa-bisa.

"Hahaha, gitu doang aja enggak bisa! Lemah," ucap Alisha yang berada di balkon.

Fiona dan yang lain menatap ke atas, di mana ada Alisha yang sedang tersenyum lebar.

"Berisik!" teriak Fiona.

"Kayaknya, Om Farrel harus ganti istri deh. Soalnya istrinya yang sekarang ini, enggak becus," ujar Alisha.

"Diam kamu, Alisha, atau saya tembak!"

"Tembak aja kalau berani!" tantang Alisha.

"Gadis culun itu!!" geram Fiona.

Fiona mengarahkan pistol miliknya, dan melepaskan tembakannya pada Alisha.

Dor.

Dengan gerakan cepat, Alisha segera menghindar. "Ehh, enggak kena!" seru Alisha.

"Kurang ajar, ahh!"

Fiona kembali mengarahkan pistol punyanya dan melepaskan tiga tembakan.

Dor. Dor. Dor.

Namun, lagi-lagi Alisha pintar menghindar. "Haha, enggak kena!"

"Kauu, lihat ini.."

"Sudah, Fiona!" sentak Christian.

"Tapi.."

"Pelurunya akan habis, jika kau pakai untuk menembaknya!"

"Lebih baik kau.."

Dor.

"AAHK!" pekik Fiona yang terkejut saat tiba-tiba saja tangan kanannya tertembak.

"Rasakan itu!" ucap Alisha yang ternyata dialah orang yang sudah menembak Fiona.

"Alisha, kau.."

Mata Fiona menatap tangannya yang semakin mengeluarkan banyak darah, lalu tak lama...

Brukk.

"Fiona!!" pekik Emeline dan Christian.

Alisha tersenyum menyeringai, gadis itu segera pergi membiarkan Fiona yang pingsan karena ulahnya.

"Gitu doang aja, pake pingsan!" gumamnya.

---

Ia memilih duduk di meja makan, sambil mengupas buah yang berada di meja.

"Hei, ambilin gue minum dong," pinta Cerys.

Alisha menatap ke arah gadis itu, lalu menggelengkan kepalanya.

"Ambil aja sendiri!" serunya.

Cerys menatap tajam Alisha namun, Alisha tak gentar, gadis itu justru kembali menatap tajam Cerys.

"Ambil sendiri enggak?!!" titah Alisha sambil menekankan pisau buah di meja makan.

Glek.

Cerys yang melihat Alisha memainkan pisau segera menjauh, dan mengambil minumnya sendiri.

"Sekalian aku juga mau!!" teriak Alisha yang kembali menikmati buahnya.

"I-iya!" sahut Cerys.

"Astaga, dia kenapa jadi menakutkan seperti itu sih," batin Cerys.

"Cepat!"

"Iya, sebentar."

Cerys kembali mendekati Alisha sambil membawa gelas di tangannya.

"Ini."

"Hm, terima kasih."

"Ya."

Setelahnya Cerys segera pergi meninggalkan Alisha namun, Alisha tidak ingin melepaskan gadis itu.

"Ehh, tunggu dulu."

"Apa lagi?!" tanya Cerys menahan kekesalannya.

"Pijitin dong kakiku!"

"Hah?"

"Cepat, kakiku ini pegal-pegal."

"Tapi.."

"Cepatlah, Cerys!!"

Cerys menghela napasnya dengan kasar dan mendekati Alisha, untuk memijat kaki dari gadis itu.

"Yang bener!"

"Iya, iya!"

Diam-diam Alisha tersenyum miring, dia ingat dulu Cerys ini sering kali menyuruh-nyuruh Alisha jadi, biarkanlah sekarang dia yang menyuruh-nyuruh Cerys.

"Sudah belum?" tanya Cerys.

"Belum lah! Baru juga dipijat," jawab Alisha.

"Hais."

Alisha dibuat salah fokus pada perut Cerys, ia memerhatikan dengan saksama perut gadis itu yang tampak buncit.

"Cerys."

"Hm."

"Kau hamil, kah?" tanya Alisha membuat pergerakan tangan Cerys terhenti.

"E-enggak!!"

Mata Alisha menatap wajah Cerys. "Bohong! Lalu kenapa perutmu buncit?"

"T-tidak! Ini isinya lemak."

"Ohh, kupikir kau hamil."

"Tidaklah! Mana mungkin aku hamil, nikah saja belum!"

"Hm, aku yang sudah menikah saja belum hamil," ujar Alisha.

"Bagaimana aku mau hamil, tidur dengan Giovan saja tidak pernah!" batin Alisha.

"Ya, doakan saja."

"Sudah belum pijitnya? Ada tugas yang harus aku kerjakan lagi," ucap Cerys.

"Sudah, gih sana kerjakan tugasmu itu!" ujar Alisha.

Cerys mengangguk dan segera pergi dari hadapan Alisha.

"Aneh sekali gadis itu!"

"Tapi, perutnya benar buncit. Jangan-jangan dia memang betulan hamil," gumam Alisha.

---

"Siapa yang hamil?" tanya Christian tiba-tiba.

Alisha tersentak kaget saat melihat Christian yang sudah berada di belakangnya. "Astaga, Tante, kau mengejutkan aku!"

"Aku tanya, siapa yang hamil?"

"Oh itu.."

"Kau sedang hamil?" tanya Christian.

"Hah, aku.."

"Astaga, Emeline, selamat kau sebentar lagi menjadi nenek!" teriak Christian.

Emeline buru-buru menghampiri Christian dan Alisha. "Apa maksud, Christian?" tanyanya.

"Alisha hamil, selamat kau sebentar lagi menjadi nenek!"

Mata Emeline terbelalak, ia segera menatap Alisha yang tampak bingung.

"Serius, Alisha? Kau betulan hamil?"

"Ti.."

"Wahhhh, selamat ya, Alisha!"

---

Bersambung

1
SANG
Keren deh👍💪
SANG
Tambah seru deh👍💪
SANG
Lanjut dek💪👍
SANG
Apa katanya
SANG
Nah, kan
SANG
Ayo dek tetap semangat💪👍
Ankani
Semangat terus kak nulisnya 😁
Anne Soraya
lanjut
SANG
Aku kasih bintang lima untukmu dek, keren, beken, mantap, cucok, sip deh. Pokonya top mar kotop dah. Semangat ya
Alia Chans: tencu segudang buat kakak 😘😘
total 1 replies
SANG
Mantap banget💪👍
SANG
Keren habis dek💪👍
SANG
Seru dek💪👍
Sishrye
Alisha yang sekarang tidak seperti alisha yang dulu. tunggu pembalasan darinya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
aduhhhh teman macam apa kamu Kalina
Tati Hartati
bagus Thor...💪💪💪💪
Mingyu gf😘
cihh sombong
Mingyu gf😘
ckck penghianat
Mingyu gf😘
dihhh pagar makan tanaman😌
Alia Chans: Thank you min, dh mampir☺
total 1 replies
EvhaLynn
aku suka karakter nya😉
Alia Chans: thanks kk
total 1 replies
Pengabdi Uji
jgn prcayaaa ini siasat licik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!