NovelToon NovelToon
GODAANKU

GODAANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Selly, gadis berusia 19 tahun, adalah putri kesayangan keluarga terkaya nomor dua di negara ini. Sejak kecil ia hidup dalam pelukan kasih sayang yang luar biasa—dimanja ayah, disayang ibu, dan dijaga mati-matian oleh kakak laki-lakinya, Rian, yang posesifnya level dewa.

Namun, ada satu hal yang selalu Selly inginkan namun sulit ia dapatkan: Hati seorang Darren Wijaya.

Darren, pria dingin berusia 32 tahun yang merupakan raja bisnis dan orang terkaya nomor satu. Luka masa lalu akibat pengkhianatan mantan kekasihnya, Natasha, membuat pria itu menutup hatinya rapat-rapat. Selama bertahun-tahun Selly mengejar, memberi perhatian, dan mencoba menembus tembok dingin itu, namun yang ia dapatkan hanyalah sikap acuh tak acuh dan penolakan.

Hingga suatu hari, rasa lelah dan sakit hati membuat Selly sadar. Ia tidak bisa terus memaksakan diri.

"Cukup, Om... Aku menyerah."

Selly memutuskan berhenti. Ia mulai fokus kuliah, bergaya lebih dewasa, dan mencoba membuka hati untuk Aron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Hidup di lingkungan masyarakat elit dan kalangan atas memang selalu seperti ini. Di mana pun berada, mata dan telinga seakan ada di mana-mana. Orang-orang sibuk mengurusi hidup orang lain, sibuk mencari kesalahan, sibuk menilai, dan sibuk menyebarkan gosip seolah itu adalah makanan pokok yang tidak boleh terlewatkan sehari pun.

Dan Selly Adhitama, dengan segala ketulusan dan usahanya yang sudah bertahun-tahun mengejar cinta Darren Wijaya... sudah sejak lama menjadi bahan pembicaraan hangat, bahkan mungkin bahan olokan di kalangan mereka.

Awalnya Selly berusaha bersikap bodoh dan tidak peduli. Ia selalu berfikir positif, 'Biarkanlah orang mau bilang apa, yang penting Selly bahagia ngejar dia, yang penting Selly tulus.'

Tapi manusia punya batas kesabaran. Dan telinga serta hati Selly pun bukan terbuat dari baja yang tidak bisa terluka atau merasakan perih.

Malam itu, di sebuah acara gathering bisnis dan amal yang mewah, suasana terasa hangat dan meriah. Namun bagi Selly, suasana itu justru terasa begitu menusuk.

Setelah lagi-lagi diabaikan begitu saja oleh Darren yang asyik mengobrol dengan rekan bisnisnya, Selly memilih mundur perlahan, berjalan menuju sudut ruangan yang agak sepi dan gelap, bersembunyi di balik pilar besar yang berukir indah.

Ia ingin menenangkan diri, ingin mengatur napas, dan ingin menghapus sedikit kekecewaan di wajahnya sebelum orang lain melihatnya.

Namun, takdir seakan ingin mempermainkannya.

Belum sempat ia mengatur emosinya, telinga gadis itu menangkap jelas suara percakapan beberapa wanita yang berdiri tidak jauh dari tempatnya bersembunyi. Mereka sedang asyik bersenda gurau, berbisik-bisik, dan sama sekali tidak menyadari bahwa objek pembicaraan mereka sedang berdiri tepat di dekat situ, mendengarkan setiap kata dengan telinga yang memanas dan hati yang berdebar kencang.

"Hahaha, liat tuh dari tadi ya! Nempel terus kayak perangko si Selly itu," celetuk seorang wanita dengan gaun merah menyala, suaranya penuh sinisme dan rasa geli.

"Iya lah, emang dasarnya ngefans berat banget sih sama Darren Wijaya. Tapi kasihan juga ya liatnya, udah cantik-cantik kok malas banget ngaca sih," jawab temannya sambil menyesap minumannya dengan angkuh.

"Ngapain sih capek-capek ngejar-ngejar pria yang jelas-jelas dingin kayak es kutub gitu? Udah tua lagi kan umurnya? Beda berapa tahun sih sama dia?" tanya wanita lain dengan nada mengejek.

"Udah lah, tau banget sih. Darren kan udah kepala tiga, hampir 13 tahun lebih tua lah dari si Selly itu. Masa muda-muda gini sukanya sama bapak-bapak kaku gitu sih? Apa enaknya coba?"

"Yaelah, mana bisa dibandingin sama cowok-cowok seumuran dia yang asik, ganteng, dan bisa bikin ketawa. Si Darren mah bisanya cuma ngomongin duit sama kerjaan doang. Muka aja serem banget, mana ada romantisnya, mana ada asiknya."

"Tapi emang bener ya kata orang-orang, si Darren itu gak pernah nengok kan? Padahal si Selly udah usaha mati-matian, bawa bekal, anterin makanan, nungguin lama-lama, chat juga dibalas singkat-singkat..."

"Ah itu namanya GAK PANTAS, Bukan gak nengok! Kasihan banget sih cewek itu, diperlakukan kayak pengemis perhatian doang. Ditinggalin sendirian di pesta juga pernah kan? Malu banget gak sih?"

"Udahlah, mending sadar diri deh. Jangan maksa terus. Nanti juga kalau si Darren beneran mau, itu juga bukan karena sayang, tapi karena kasihan atau karena pengen ada yang ngurusin dia doang kayak pembantu."

"Atau jangan-jangan si Selly itu cuma demen sama status doang? Demen nempel sama orang paling kaya dan paling berkuasa biar kelihatan kece dan keren?"

"Kemungkinan besar iya lah. Di dunia ini siapa sih yang gak suka harta? Apalagi anak muda sekarang. Mana ada cewek secantik dia yang tulus ngejar pria tua dingin tanpa iming-iming duit atau kepentingan?"

"Dasar cewek matre juga kali ya, cuma pinter nyari image baik doang."

 

Suara-suara itu... setiap kata, setiap kalimat, setiap tawa renyah yang penuh makian... bak ribuan jarum tajam yang menusuk-nusuk telinga dan jantung Selly secara bersamaan.

Gadis itu berdiri mematung di balik pilar itu. Tubuhnya kaku, kakinya terasa lemas seakan tak lagi punya tenaga untuk menopang berat badannya sendiri.

Tangannya mencengkeram ujung gaun pesta yang indah itu dengan kuat hingga kain sutra mahal itu terlipat kasar dan berkerut. Wajahnya memerah padam, bukan karena malu-malu manis, tapi karena rasa panas, rasa malu, dan rasa terhina yang luar biasa memuncak.

Air mata yang sedari tadi ia tahan sekuat tenaga, kini mulai menetes perlahan membasahi pipi, jatuh satu per satu lalu makin deras tak terbendung.

'Jadi... selama ini di mata mereka, Selly sebegitu menyedihkannya ya?' batin Selly berteriak getir, rasanya sesak sekali di ulu hati.

'Mereka bilang Selly gak pantas? Mereka bilang Selly ngejar orang tua dan dingin? Mereka bilang Selly cuma mau harta doang dan matre?'

Padahal Selly tahu persis isi hati sendiri. Ia mencintai Darren tulus. Selly tidak peduli dia tua atau muda, kaya atau miskin, ganteng atau biasa saja. Selly sayang sama orangnya, sayang sama hatinya.

Tapi kenapa... kenapa di mata orang lain, usaha murni Selly ini justru terlihat begitu murahan, begitu menyedihkan, dan begitu bodoh?

"Kasihan cewek itu..."

Kalimat itu terus terngiang di kepala. Kata 'kasihan' itu terdengar begitu menyakitkan, begitu merendahkan. Selly tidak mau dikasihani! Selly mau dicintai! Selly mau dihargai!

Tapi kenyataan memang begitu pahit. Di mata semua orang, dia memang terlihat bodoh. Terlihat tidak punya harga diri karena terus-terusan berlari mengejar pria yang bahkan tidak pernah mau berjalan sedikit pun mendekatinya.

"Benar kata mereka..." bisik Selly pelan, suaranya bergetar parau. "Selly aneh ya... suka sama orang yang jauh lebih tua, dingin, dan bahkan gak pernah nganggep Selly ada."

Rasa percaya diri yang sedari tadi ia bangun setinggi langit... runtuh seketika hancur berkeping-keping karena omongan pedas itu.

Mereka benar. Darren itu sudah tua, sudah punya banyak luka masa lalu, dan hatinya beku sedingin es. Sedangkan Selly masih muda, ceria, dan penuh semangat. Mereka memang tidak pernah cocok. Mereka memang dunia yang berbeda.

Dan yang paling menyakitkan... Selly mulai meragukan dirinya sendiri. Apa benar ia sebodoh ini? Apa benar ia selama ini hanya memaksakan kehendak dan membuat dirinya sendiri terlihat murahan di depan umum?

Dengan tangan gemetar dan air mata yang terus mengalir, Selly memutuskan untuk pergi. Ia tidak sanggup berdiri di sana lebih lama lagi.

 

(Bersambung...)

--- gimana nih teman teman makin gemes kan sama mereka? ---

1
aku
petir, gledek, angin topan, nyampur dlm otaknya daren 🤣🤣
wiwi: bener banget kak🤣🤭
total 1 replies
aku
bentar, kok aq malah merinding disko sm aron. takut bgt ada niat gk bner, mudahan jgn. kesian selly. n pliss sell, jgn gmpg luluh sm makhluk berkelamin LAKI2 dulu 😭😭
wiwi: lanjut terus kak biar gak penasaran🤭
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
badai salju akan datang🤭🤭
hanyauntknovelygseru😋
aaiisshh bnyak bcot luhh Darren🙈
hanyauntknovelygseru😋
yuhuuiiii thooorr bisa bikin Derren bucin akut ke Selly nggak🤭🤭 seru banget soalnya liat Derren jdi pusing 7 keliling🤣🤣🤣
hanyauntknovelygseru😋: *Darren
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
eeeee situ baru ngerasa sakit yah... apa kabar dngan Selly yg slalu kamu sakiti slm bertahun2 njjirrrr😑
hanyauntknovelygseru😋
Ceritanya sangatt seruuu
Semangattt thoorrr💚❤️🌺🍂🍁🌸🌼💮🔥
partini
daren ngedumel Mulu dah ,,
Ni Luh Dwi Sani
lanjut kak
wiwi: sabar kak, update tiap hari kok
total 1 replies
Celine Jehira
rasain lu 🤣🤣🤣
wiwi: aku aja penulisnya kalau baca ulang kadang jengkel🤣
total 1 replies
Celine Jehira
idihhhh mulai kehilangan loh
Sodiri Dirin
mampir KK 😍😍
wiwi: makasih kak😄
total 1 replies
partini
nah baru segitu kalau lihat dia Ama cowok lain bias" auto pindah alam 😂😂
hanyauntknovelygseru😋
lanjuutttt thoorrr,,, seru banget ceritanyaa
wiwi: sabar yah gays, ini update tiap hari kok, tiap jam 07.00 dan 12.00
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
lanjuuuuutttt thooorrrr🌺❤️
hanyauntknovelygseru😋
😭😭😭😭😭
hanyauntknovelygseru😋
iihhhh dingin bener tuhhh derren kyak es batu
wiwi: sabar aja kak, ada masanya dia yang bucin😄
total 1 replies
partini
lah kejar terus apa ga cape hati malu juga lah dasar laki laki Bege
wiwi: nnti juga dia yang kejar balik kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!