NovelToon NovelToon
Alvaro

Alvaro

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:925
Nilai: 5
Nama Author: Patmandari Nugraheni

Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...

Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11 Sabtu yang Paling Ditunggu

Hari sabtu pun datang hari di mana Alvaro tunggu-tunggu untuk minggu ini, karena hari ini Alvaro sangat bersemangat untuk pergi ke kantor sang papah karena ia hampir tidak pernah pergi ke kantor sang papah beda lagi dengan ketiga saudaranya yang sangat sering pergi ke kantor sang papah, ia sudah bersiap-siap dari sangat pagi bahkan matahari pun masih malu-malu untuk menapakkan dirinya.

[Kamar Alvaro - 05.00]

Tok

Tok tok

Suara ketukan dari depan kamar Alvaro yang cukup keras.

Pintu pun terbuka, menampilkan sosok Elvano yang masih memakai kaus santai namun rambutnya sudah rapi. Ia sedikit terkejut melihat Alvaro yang sudah rapi dengan pakaian terbaiknya.

"Widih udah rapi nih udah pakai kemeja aku aja masih pakai kaus" ucap Elvano.

"Hahah, hari ini aja hari yang paling aku tunggu-tunggu kok" ujar Alvaro dan di angguki oleh Elvano karena ia tau kalau hari sabtu adalah hari yang paling di tunggu oleh Alvaro karena akan pergi ke kantor sang papah.

"Bentar ya aku mau siap-siap, mau ikut gak?" tanya Elvano.

"Iya aku mau ikut, tapi bentar hpku mana ya?" tanya Alvaro kembali.

"Itu di meja nangkas itu apa" jawab Elvano dan hanya di balas cengiran oleh Alvaro.

Saat tiba di kamar Elvano mereka pun langsung memasuki kamar Elvano yang sangat terbanding terbalik dengan kamar Alvaro yang warnanya biru langit tetapi warna kamar Elvano adalah Charcoal Grey yang sangat kontras untuk sifat dirinya dan itu sangat mirip dengan sifat mereka yang satu ceria secerah langit dan satunya adalah dingin dan jail seperti percikan abu-abu di kamarnya.

"Wau El warna kamarmu sangat kontras dan bagus apa lagi dengan percikan abu-abu di kamarmu" jelas Alvaro.

"Ya gitu lah karena aku suka warna ini warnanya bagus" jawab Elvano dan di angguki oleh Alvaro.

"Alva boleh bantu aku memilih kemeja untukku?" tanya Elvano.

"Iya boleh kok" jawabnya.

Dan Alvaro membantu Elvano memilih kemeja untuk ia pakai ke kantor sang papah, tiba-tiba ia melihat kemeja warna biru dongker dan ia juga mencari celana untuk memadukannya dengan kemeja tersebut ternyata ia juga menemukan celana formal warna abu-abu yang cocok di padukan oleh kemeja yang tadi ia bawa.

"El coba pakai ini" ucap Alvaro sambil memberikan sepasang kemeja dan celana tersebut kepada Elvano dan Elvano hanya bisa mengangguk sebagai jawabannya.

"Ya udah aku ganti pakaian dulu di kamar mandi kamu tunggu di sini bentar" ujarnya sambil membawa kemeja dan celana yang tadi di pilih oleh Alvaro.

"Iya aku tunggu sini" ucap Alvaro lagi sambil melihat ke arah hpnya.

15 menit kemudian

Elvano pun selesai mengganti pakaiannya untuk nanti berangkat ke kantor sang papah, pakainya sudah rapi dan juga cukup formal karena ia hanya untuk menemani sang kakak yang sangat jarang atau hampir tidak pernah ke kantor sang papah.

"Gimana Alva cocok enggak?" tanya Elvano.

"Wauu udah ganteng nih adik kembarku, eh bentar itu kerahmu belum kamu benerin" ucap Alvaro sambil menunjuk ke kerah kemeja Elvano.

"Oh iya bentar" ujar Elvano sambil membenarkan kerahnya.

"Sudah rapi?" tanya Elvano lagi.

"Iya sudah" jawabnya.

[Di ruang makan - 06.00]

Di ruang makan yanh sudah terdapat keluarga Alexander yang sudah rapi untuk berangkat ke kantor sang papah untuk menemani Alvaro yang paling jarang datang ke kantor sang papah dan untuk sedikit membantu sang papah di kantor.

"Wau Alvaro kamu rapi sekali di antara kami semua" goda Erlan.

"Hehehe iya kak, aku gak sabar mau ke kantor papah karenakan aku paling jarang ke kantor papah, iya kan pah?" tanya Alvaro.

"Iya Alva di antara saudara-saudara kamu, kamu yang paling jarang ke kantor papah" jawab sang papah.

"Papah, uncle Sam ikutkan pah?" tanya Alvaro.

"Tentu Alva dia ikut kan dia bodyguard kamu" jawab sang papah.

"Ok kalau begitu, kan aku jadi semangat kalau nanti yang lain bantu papah aku bisa keliling kantor sama uncle" ucap Alvaro semangat.

30 menit kemudian

"Apakah ada yang ke tinggalan?" tanya sang papah.

"Enggak pah, gak ada" jawab Alvaro sebagai perwakilan dan di angguki oleh yang lainnya.

"Ya sudah ayo ke mobil, mobilnya sudah menunggu di luar mansion soalnya" ucap sang papah dan di angguki oleh mereka berempat.

20 menit kemudian

Mobil mereka pun sampai di depan kantor Alexander yang sangat besar dan juga megah itu.

[Di dalam Kantor Alexander - 07.00]

"Pagi tuan besar pagi juga tuan muda" ucap resepsionis.

"Maya suruh semua orang untuk kelobi sekarang, saya mau memperkenalkan anak keempat saya supaya tidak ada seseorang di kantor ini bermain-main dengan anak saya" jelas sang papah.

"Baik pak akan saya laksanakan perintah anda" ucap maya.

15 menit kemudian

"Kenapa tuan besar menyuruh kita ke lobi" bisik para karyawan.

"Semuanya perkenalkan ini anak ketiga saya namanya Alvaro Zaidan Alexander jangan sampai kalian bermacam-macam dengan anak saya" peringat sang papah.

"Baik pak" ucap para karyawan.

"Baiklah kalian bisa pergi berkerja kembali" ujar sang papah.

Dan semua karyawan kembali berkerja karena sudah dapat perintah dari bos mereka untuk langsung berkerja kembali.

"Ayo ke ruangan papah" ucapnya sambil di ikuti oleh keempat anaknya dan tangan kanannya yaitu uncle Sam.

Di depan lift khusus untuk bos

Uncle Sam pun menekan lift ke lantai paling atas kantor tersebut koridor ruangan sang tuan besar dan pemilik kantor Alexander, mereka semua pun masuk.

Tink

Setibanya di koridor ruangan sang tuan besar dan cuma orang-orang tertulah yang boleh masuk kekoridor ini karena koridor ini juga memerlukan kartu akses.

"Papah kenapa koridor ini sepi?" tanya Alvaro.

"Ini koridor khusus Alva di sini juga ada ruangan papah dan cuma orang-orang tertentulah yang boleh kesini dan orang tersebut hanya boleh ada janji dan kartu akses, ayo ke ruangan papah" jelas sang papah sambil mengajak anak-anaknya terutama Alvaro untuk mengenalkan kantornya ini.

"Yap ini ruangan papah" tunjuk sang papah sambil membukakan pintu ruangannya.

"Wauu ruangan papah besar sekali" kagum Alvaro dan saudara-saudaranya, papah dan uncle Sam hanya bisa menggelengkan kepala mereka saja.

"Kalau yang lainnya bantu papah di kantor ada ruangan sendiri?" tanya Alvaro.

"Iya Alvaro kita punya ruangan sendiri dan dan di lantai ini juga gak jauh kok" ucap seseorang tapi bukan sang papah yaitu sang abang Arlan.

"Wau Varo kamu tanya banyak sekali" goda Elvano.

"Iyalah aku tanya banyaklah aku aja jarang ke kantorkan paling sering kalian" ucap Alvaro sambil melipat kedua tangannya dan mereka semua yang ada di sana hanya bisa menggelangkan kepala dan juga ketawa karena tingkah dari Alvaro.

"Papah lalu pintu itu ruangan apa?" tanya Alvaro lagi.

"Ooh itu, itu kamar tidur untuj papah istirahat jika papah lembur" jawab sang papah dan alvaro hanya menganggukkan kepalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!