NovelToon NovelToon
Si Kembar Milik Tuan Asisten

Si Kembar Milik Tuan Asisten

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nouna Sagitarius

Karena kecerobohan nya sendiri seorang pria dewasa menarik tangan seorang gadis yang sedang berjalan dan dia membawanya ke suatu tempat.
Apakah yang terjadi kepada gadis malang itu?
ayok baca ceritanya hanya di noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nouna Sagitarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Sekarang Arkan sudah berada di kamar hotel tempat nya menginap dia menuju balkon kamarnya lalu mengeluarkan sebatang rokok dan menghisapnya kemudian menghembuskan asap putih tersebut seketika kumpulan asap berwarna putih itu hilang di tiup angin.

Kalau boleh di bilang ini adalah penyesalan yg dia alami seumur hidup nya. Arkan memandang kota S yg sangat indah di malam hari tapi tidak dengan hati nya,lagi -lagi ia menghembuskan napas panjang,mengusap wajahnya dan berteriak setelah itu dia masuk ingin membersihkan diri tapi getar  ponsel yang berada di  sakunya menghentikan langkah nya,tanpa melihat dia tau siapa yg menelpon nya malam -malam. Ternyata dugaan nya benar dia adalah bos nya.

Pagi menyapa tapi seseorang masih begitu betah di bawah selimut,dia adalah Arkan.Entah jam berapa dia tidur sampai jam menunjukan pukul 9 dia belum bangun dan entah pekerjaan apa yg dia kerjakan sampai dia melewatkan sarapan pagi nya juga.

Sedangkan di toko roti Khanza sedang sibuknya melayani pembeli karena ini hari Minggu jadi pembelinya sangat rame apalagi toko rotinya dekat dengan taman kota tersebut jadi setiap hari Minggu orang-orang yg joging di seputaran taman kota akan mampir membeli roti bahkan ada juga yg ngopi dan nongkrong bersama pasangan nya.

Kalau cafe dia serahkan sama sahabat nya yang handle sekaligus calon ipar sesekali dia akan ke sana.

Satu jam berlalu toko roti masih saja ramai oleh pengunjung sampai seseorang yg dia kenal pun masuk ke toko rotinya tiba -tiba dia berjongkok di bawah meja kasir, bukan dia takut tapi dia malas meladeni orang itu. Dia tidak mau karena masalah kemarin dan tadi malam dia di cerca oleh putrinya yg tidak mau diam kalau sudah  bertanya,kalau sang putri melihat dia sedang bicara dengan orang itu pasti putrinya akan menanyakan nya lagi.makanya dia bersembunyi.

"Ibu kenapa di bawah situ?."tanya salah satu karyawan sebut saja namanya yoga.

"Stttt...!"Khanza menempelkan jari telunjuknya di bibir tanda yoga harus diam.

"Tapi kenapa?,Di situ lantai nya kotor,,,."ucapnya lagi.

" Yoga lebih baik kamu diam dan lanjutkan pekerjaan mu!."kata nya setengah berbisik.

Kelakuan mereka membuat semua para karyawan memperhatikan mereka, di pikiran nya kenapa sang bos duduk dilantai dan kenapa berbisik-bisik.

Saat sedang berbisik-bisik seseorang datang menghampiri meja kasir karena dia ingin memesan roti dan secangkir kopi.

" Permisi saya pesan satu buah roti mocca dan kopi hitam gulanya jangan terlalu manis."pintanya.

" Siap pak silahkan duduk dulu sebentar pesanan anda akan kami antar."

" Baik".

Sedangkan Khanza ketar ketir di bawah takut nya dia ketauan walaupun mereka berbisik-bisik tapi tetap dia takut ketahuan.

"Ibu kenapa sih?."

"GK kenapa-napa lebih baik kamu segera antar kan pesanan orang tadi!."tekan Khanza .

"Udah sana kamu kerja lagi!."sambil mendorong badan yoga tapi yoga yg masih penasaran tidak akan mudah pergi, bukan kurang ngajar tapi heran saja melihat sang bos seperti sedang bersembunyi dari seseorang sedangkan dia tau bos nya ini tidak pernah takut dengan siapapun. Dia berdiri dan mengedarkan pandangan nya ke semua pengunjung yg ada dan pandangan nya jatuh ke pada seorang laki-laki tampan yg duduk di dekat  meja kasir. Ingatan nya kembali ke beberapa menit lalu sebelum orang itu masuk bosnya ini biasa-biasa saja tapi setelah orang ini masuk bos nya seperti seorang pencuri yg sedang di cari-cari sama polisi.

"Ibu takut sama laki -laki yg barusan masuk tadi?."katanya dengan nada kepo nya

"ngaco kmu siapa yg takut sama dia!."

"Dia siapa?."

"Dia yg masuk barusan?."

Khanza langsung menutup mulut nya dia sudah masuk perangkap yoga si karyawan yg paling kepo.

"Nah ketahuan kan sedang bersembunyi dari laki-laki itu,tapi kalau."kata-kata yoga berhenti setelah dia memperhatikan dan mengamati wajah lelaki tersebut dia mengucek matanya berulang kali dan melihat ke arah ibu bosnya,wajah laki-laki itu sangat mirip dengan wajah anak sang bos dan itu berarti dia adalah ayah si kembar.

Yah..., laki-laki itu adalah Arkan dia kesiangan bangun dan langsung ke toko roti. Karena mungkin ini adalah hari terakhirnya bertemu dengan anak anak nya karena besoknya dia harus kembali ke Singapura dan akan kembali seminggu lagi. Dia harus menanyakan tentang si kembar walau bagaimanapun dia harus bertanggung jawab.

"Jangan berdiri diam di situ cepat kamu sediakan pesanan nya kalau ngk kamu saya pecat!".tutur Khanza yg sudah geram dengan karyawan nya yg satu ini, padahal dia laki-laki doyan sekali bergosip dan suka kepo.

" Siap bos..."sahutnya cepat dari pada dia di pecat,walaupun dia tau itu hanyalah sebuah lelucon belaka.

Setelah pesanannya datang Arkan langsung menyantap nya karena dia sudah lapar dan kepalanya sedikit pusing karena biasanya dia pagi-pagi sudah ngopi itu adalah kebiasaan nya. Sehingga telat sedikit dia minum kopi efek nya kepalanya yg sedikit sakit.

Setelah selesai dia mengedarkan pandangan nya dia mencari orang yg ingin dia temui tapi dari tadi tidak ada. si kembar juga yg biasanya bermain di tempat biasa merekapun tidak ada, apakah mungkin Khanza tidak masuk atau kah mereka kenapa-napa itu di pikir nya.

Jam pun menunjukan pukul 2 berarti dia sudah lama duduk di dalam toko roti itu, tapi tanda -tanda orang yg dia cari tidak kelihatan akhirnya dia menyerah dan keluar dari toko itu setelah menyelesaikan pembayaran. Tau bahwa Arkan sudah pergi Khanza pun keluar dan  berdiri tapi badan nya pegal-pegal semua , bayangkan harus duduk selama beberapa jam di bawah meja kakinya kaku apalagi otot pinggang nya.

"Yoga saya keluar dulu mungkin sore saya ke sini lagi,tapi kalau saya tidak kembali kamu lakukan seperti biasa."ucap Khanza yg memberi perintah ke pada yoga. Selain karyawan di sini yoga juga masih saudara jauh nya Khanza jadi dia juga orang kepercayaan Khanza makanya dia berani dan lancang dengan pada Khanza.

"Siap bu bos, hati-hati di luar siapa tau ayah nya anak-anak masih berada di luar."kata yoga sambil menggoda Khanza setelah itu dia berlari meninggalkan Khanza yg terkejut untung gurauan nya yoga tidak ada yg mendengarkan nya.

Kalau memang sudah di takdirkan bertemu maka sekuat apapun kita bersembunyi dan berusaha menghindar pasti akan bertemu juga. Begitupun Khanza dan Arkan mereka tidak sengaja bertemu di salah satu swalayan yg berada di kota S . Khanza tidak sengaja menabrak Arkan yg berada di depan nya karena dia sedang mencari handphone nya yg dari tadi berbunyi di dalam tas.

"Maaf kan saya." Ucap Khanza menunduk dia belum melihat siapa yg dia tabrak,sedangkan yg di tabrak membalikan badan nya dan alangkah terkejutnya dia melihat Khanza orang yg dia tunggu dari tadi ternyata berada di hadapan nya. Tanpa basa-basi dia langsung menarik Khanza ke tempat yg sepi. Sedangkan Khanza kaget dan takut karena tiba-tiba seseorang menarik tangan nya.

"Jelaskan!."satu kata yg keluar dari mulut Arkan setelah berada di tempat sepi dan melepaskan tangan Khanza.

Khanza masih memegang tangan nya yg sakit akibat di tarik oleh Khanza tadi.

"Jelaskan Adiba Khanza, salah...tapi nyonya Arkan Nugroho!".ucap nya dengan menekan kata Arkan Nugroho.

" Jelas kan apa?,!,Apa yg harus di jelaskan!."

"Tentang si kembar,siapa mereka?."

"Oh,,itu, dia anak-anak ku kenapa?."jawabnya menatap Arkan dengan berani padahal dia takut.

" Anak-anak mu?." Arkan membeo

"Ya....mereka anak-anak ku,kenapa memangnya?, Kalau sudah tidak ada yg perlu anda tanyakan sebaiknya menyingkir dari hadapan ku!."katanya dengan tatapan tajam lalu meninggalkan Arkan.

" Mereka juga anak-anak ku kan?," Satu kalimat dari Arkan sukses menghentikan langkah Khanza dia pun berbalik dan kembali melangkah ke arah Arkan

" Siapa yg anda bilang anak-anak mu?." Tanya Khanza sambil menyungging senyum tipis.

" Ya...,mereka juga anak-anak ku kan Khanza."kata Arkan lagi.

...🌷ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ🌷...

1
Teh Euis Tea
benar kt Khanza klu ga di nafkahin lahir bathin dan istri tdk ridho maka jatuh talak 1
Rohmi Yatun
cerita yang menarik 👍
Dew666
👑👑👑
Teh Euis Tea
saling kenallah kan mereka suami istri
Teh Euis Tea
jgn salahkan mereka klu bermulut pedas itu turunan dari km Arkan
Teh Euis Tea
ada aj halangan mau ketemu istri yg hilang
Teh Euis Tea
ngelakuin sekali klu tokcer mah langsung jd arkan, apa lg klu ke2nya subur langsung jadi itu
Teh Euis Tea
mungkin itu istrinya arkan
Teh Euis Tea
jgn2 itu anak bosnya klu ga anak arkan
Isabela Devi
asisten masa Uda ketemu anaknya ga bisa mengenalnya
tia
lanjut thor
Supryatin 123
baru mampir thor❤️❤️ Lnjut thor 💪💪
Dew666
💃💃💃💃
Nouna Sagitarius: Masya Allah tabarakallah...
terimakasih kak bintang nya🙏
total 1 replies
Soraya
mampir thor lanjut
Teh Euis Tea
hadir baca thor, baru bab 1 tp sudah penasaran, bos sm asisten sama2 di tinggal istri kabur😁
Ma Em
Mungkin Dika dulu menyakiti hati istrinya makanya sang Ayah menyembunyikan nya .
Isabela Devi
knp ayah yg sembunyikan istri Dika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!