NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tak Di Kenal

Menikahi Pria Tak Di Kenal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.

Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.

Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,

yu simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Hari pertunangan Lia pun tiba dan aku sedang bersiap untuk berangkat. Aku pakai baju yang kemarin Galang belikan lalu aku keluar dan Galang sudah menungguku.

"Aku sudah siap bang, " ucap ku memberitahu Galang.

Galang pun bangkit dari duduknya dan melihat ke arah ku namun tatapannya membuat aku salah tingkah.

"Cantik, " gumamnya.

"Abang ngomong apa? " tanya ku karena ingin mastikan.

"Enggak, ayo berangkat! " jawab nya dan aku tersenyum.

Kami pun berangkat dan tak lama kami tiba, aku pun turun dari mobil dan Galang langsung membantu aku turun dan dia memegang tangan ku membuat aku kaget. Tibanya di dalam sudah banyak tamu berdatangan dan Galang membawa aku ke dekat keluarganya. Saat menghampiri keluarganya aku di buat kaget saat melihat Doni bersama istrinya melihat ke arah ku. Aku pun refleks memegang erat tangan Galang membuat Galang melirik ku dan dia pun langsung menggenggam tangan ku.

"Apa kabar lo? " tanya Galang sama Doni.

"Baik, gue gak habis pikir lo sampai mau Terima cewek bekas gue, " ucap Doni dan Galang malah tersenyum.

"Lo yakin Alika bekas lo, ya g gue tau lo tinggalin Alika karena Alika gak seperti cewek lain yang bisa lo sentuh kapan saja, " balas Galang membuat Doni marah.

"Jagan lupa, dia sekarang istri gue jadi gue tau Alika cewek seperti apa, " lanjut Galang lalu menarik aku untuk menemui Lia dan tunangannya.

"Lo gak perlu takut, gue pasti belain lo, " ucap Galang membuat aku merasa tenang.

Setelah mengucapkan selamat dan berbincang sebentar dengan keluarga Lia aku pun pamit ke kamar mandi karena tiba-tiba ingin ke toilet. Selesai dari kamar mandi aku di buat kaget saat Doni berada di luar toilet dan langsung menghampiri ku.

"Kamu tambah cantik aja, " pujinya namun bukannya senang saat mendengar pujian dari nya melainkan merasa jijik.

"Minggir, " pinta ku lalu melangkah namu Doni menghadang ku dan dia menarik ku dan mendorong ku ke dinding.

"Kamu mau ngapain? " tanya ku sedikit takut.

"Ngapain lo tanya?, gue belum ikhlas lo nikah sama Galang toh gue masih cinta sama lo, " ucapnya.

"Gak usah bohong deh kamu, kalau kamu emang cinta sama aku, kamu gak bakal selingkuh sama tuh cewek, " balas ku.

Doni menarik paksa aku dia masuk ke dalam lift dan naik ke lantai atas dan membawa aku ke sebuah kamar, Doni mengunci aku di kamar hotel tempat Lia tunangan.

"Lepasin aku Don, " pinta ku karena aku sedikit takut apa yang akan di lakukan Doni.

"Diem lo, sekarang gak bakal ada yang tolongin lo, " ucap nya.

Doni mendorong ku ke tempat tidur dan mulai melakukan aksinya, aku berusaha melawan awalnya aku gak berhasil namun aku terus berusaha sampai akhirnya aku bisa lepas namun lagi dan lagi Doni menarik ku dan mendorong ku sampai aku terjatuh dan kepala ku membentur ujung tempat tidur membuat kening ku terluka. Aku pun merasakan pusing dan aku benar-benar tidak ada tenaga buat melawan Doni. Namun tiba-tiba aku mendengar pintu kamar di dobrak dan sekilas aku melihat Galang namun kesadaran ku langsung hilang begitu saja aku gak tau apa yang terjadi namun aku terdengar suara Galang memanggil nama ku.

Aku pun terbangun lalu aku melihat sekeliling.

"Alika ada apa? " tanya Galang sambil memegang kedua bahu ku dan aku pun melirik ke arah nya.

Aku langsung memeluknya dan menangis di pelukan Galang. Galang melepaskan pelukan ku dan menatap ku.

"Ada apa? " tanya Galang.

"Doni, " ucap ku.

"Tenang saja Doni gak ngapa-ngapain lo, " beritahu Galang dan aku merasa tenang.

"Sekarang lo istirahat Doni gak bakal bisa gangguin lo lagi, " ucap Galang.

"Sekarang lo istirahat, " titahnya dan aku pun berbaring lagi dan aku tidak melepaskan tangan Galang aku gak peduli Galang berpikiran apa toh saat ini cuman dia yang bisa lindungi aku.

Selama di rumah sakit Galang selalu menemani aku dan bahkan dia selalu menyuapi aku.Setelah aku pulang Galang malah membawa ku ke rumah orang tua nya tidak ke apartemen nya.

"Kenapa kita pulang ke rumah mama? " tanya ku.

"Untuk sementara lo tinggal di ruang mama karena gue khawatir terjadi sesuatu lagi sama lo di saat gue sedang gak di rumah, " jawab Galang lalu keluar dan membantu aku turun.

"Akhirnya kamu pulang juga sayang, " ucap mama menyambut kedatangan kami.

Aku pun masuk dan mama langsung menyuruh aku naik ke kamar agar aku bisa istirahat.

"Galang ikut mama ke luar, " ajak mama dan Galang pun ke luar.

Aku gak tau apa yang di bicarakan mama dan Galang karena aku memilih istirahat. Selama aku tinggal di rumah orang tua Galang aku di layani dengan baik bahkan aku di perlakukan seperti orang sakit padahal aku baik-baik saja.Seperti siang ini bibi mengantarkan makan siang ku ke kamar.

"BI, aku udah sembuh aku bisa kok makan di bawah, " ucap ku memberitahu bibi.

"Den Galang yang nyuruh neng, bibi gak bisa nolak kalau den Galang yang nyuruh, " balas bibi.

"Ya udah bi nanti malam gak usah di antar aku makan bareng aja di bawah nanti aku yang bilang ke bang Galang, " ucap ku.

"Iya neng, " jawab bibi lalu keluar kamar.

Selesai makan aku membawa piring kotor ke bawah dan menyimpannya ke dapur. Namun saat aku akan kembali ke kamar baru saja aku naik dua tangga tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil ku.

"Alika, keluar lo, " teriaknya bahkan para pekerja di rumah ini langsung pada keluar.

"Siapa yang teriak-teriak neng? " tanya bibi.

"Gak tau bi, " jawab ku.

"Bibi lihat dulu neng, " ucap bibi namun belum sempat ke depan tiba-tiba Rindu menghampiri ku.

"Dasar cewek murahan, " teriknya ngatain aku bahkan hendak memukul ku namun di tahan para ART di rumah ini.

"Maksud kamu apa? seharusnya aku yang bilang itu sama kamu, " balas ku.

"Lo tau kan Doni itu suami gue, ngapain lo godain dia, " ucap nya.

"Gue gak godain dia tapi dia yang gangguin gue, " balas ku.

"Mending sekarang lo pergi deh sebelum gue panggil Galang kemari, " usir ku.

"Coba aja kalau lo berani, " tantang nya.

"Oke, jangan salahkan aku kalau dia berbuat macam-macam sama kamu, "ancam ku dan Rindu dia langsung pergi dengan kesal karena dia takut jika Galang sudah turun tangan.

" Neng, gak apa-apa kan? "tanya bibi.

" Aku gak apa-apa bi, bibi jangan bilang sama bang Galang ya kejadian hari ini, "pinta ku karena aku gak mau masalah ini jadi panjang.

1
Juliaty Paridy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!