NovelToon NovelToon
Idola Kampus Itu Pacarku

Idola Kampus Itu Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Woy, lihat! Itu Kak Baskara!"

​Bisikan-bisikan itu menyebar cepat seperti api yang menyambar rumput kering. Lara yang awalnya sibuk merapikan buku catatannya, refleks mendongak ketika suasana mendadak hening selama satu detik, lalu pecah oleh riuh tepuk tangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacu jantung di balik kemudi

Baskara mengemudikan mobil sportnya dengan kecepatan tinggi, membelah jalanan kampus yang mulai temaram. Tangannya mencengkeram kemudi dengan sangat kuat, sementara sesekali matanya melirik ke arah kursi penumpang di mana Lara terkulai lemas tak sadarkan diri.

​Suara deru mesin mobil sport itu meraung di area kampus, memancing perhatian beberapa mahasiswa yang tersisa, namun Baskara tidak peduli. Pikirannya hanya terfokus pada wajah pucat Lara.

​"Tahan sebentar, Lara... sebentar lagi kita sampai," gumamnya dengan suara parau, penuh kekhawatiran yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

​Hanya dalam hitungan menit, mobil itu berhenti tepat di depan unit gawat darurat rumah sakit pendidikan milik kampus. Baskara langsung melompat turun tanpa mematikan mesin.

​"Tolong! Ada mahasiswa pingsan karena sesak napas!" teriaknya pada petugas medis yang berjaga.

​Tim medis dengan sigap membawa brankar. Baskara sendiri yang mengangkat tubuh Lara dari kursi mobil dan memindahkannya ke tempat tidur dorong tersebut. Ia terus menggenggam tangan Lara yang terasa dingin hingga mereka sampai di depan pintu ruang tindakan.

​"Maaf, Mas, silakan tunggu di luar," cegat seorang perawat dengan tegas.

​Baskara terpaksa berhenti. Ia berdiri di depan pintu kaca yang tertutup rapat, napasnya memburu, dan keringat dingin bercucuran di pelipisnya. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding rumah sakit yang dingin, mencoba mengatur detak jantungnya yang berantakan.

Tak lama kemudian, ponsel Lara yang berada di saku jaket Baskara bergetar hebat. Nama "Papa" muncul di layar. Baskara memejamkan mata sejenak, menghimpun keberanian untuk memberikan kabar yang pasti akan menghancurkan hati pria yang sudah mempercayainya itu.

​Dengan tangan gemetar, ia menggeser tombol hijau.

Baskara menarik napas panjang, berusaha menetralkan suaranya agar tidak terdengar panik sebelum menggeser tombol hijau di ponsel Lara. Ia tahu, jika ia mengatakan yang sebenarnya sekarang, keadaan akan menjadi sangat kacau dan ia tidak ingin orang tua Lara cemas berlebihan sebelum kondisi Lara benar-benar stabil.

​"Halo, selamat malam, Om Wijaya," ucap Baskara dengan nada sesopan dan setenang mungkin.

​"Lho, Baskara? Kenapa HP Lara ada di kamu? Laranya mana? Kok jam segini belum pulang?" suara Papa Lara terdengar heran sekaligus mulai khawatir.

​Baskara melirik pintu ruang tindakan sebentar, lalu berjalan menjauh ke area yang lebih sepi. "Mohon maaf sebelumnya, Om. Ini saya, Baskara. Lara sedang ada di perpustakaan bersama saya. Kebetulan ada tugas tambahan mendadak untuk persiapan Hari Ulang Tahun Kampus besok pagi."

​"Tugas tambahan malam-malam begini?" tanya Papa Lara ragu.

​"Iya, Om. Karena Lara ketua kelompok, ada beberapa berkas administrasi yang harus diselesaikan segera agar besok acara berjalan lancar. Saya yang akan mendampingi dan menjaganya di sini. Om tidak perlu khawatir, setelah urusannya selesai, saya sendiri yang akan mengantar Lara pulang sampai ke depan rumah."

​Di seberang telepon, Papa Lara terdengar menghela napas lega. "Oh, begitu. Ya sudah kalau sama kamu, Om tenang. Bilang ke Lara jangan terlalu diforsir ya, kasihan dia pasti capek. Terima kasih ya, Baskara, sudah mau menjaga Lara."

​"Sama-sama, Om. Selamat malam," tutup Baskara.

​Begitu sambungan terputus, Baskara menyandarkan punggungnya ke dinding, merasa sedikit bersalah karena telah berbohong. Namun, matanya kembali menajam saat melihat dokter keluar dari ruang tindakan. Ia segera menghampiri, siap mendengarkan kabar apapun tentang kondisi gadis yang kini telah memenuhi seluruh pikirannya itu.

1
ASTRI LIANTI
kok di paragraf atas ga berjilbab kok di sini berjilbab sih
Zet3: mksh kak koreksi nya,aku perbaiki yaa🙏🏻
total 1 replies
Ryuu
semangat terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!