NovelToon NovelToon
The End Of Before

The End Of Before

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 27 tahun, Vivian Wheeler mengira hidupnya sempurna—hingga ia mendapati dirinya menjadi "pelakor" tanpa sengaja dalam satu hari yang sama.

Setelah memergoki pengkhianatan George, Kekasihnya, yang ternyata telah beristri, Vivian kembali dihantam badai saat dituduh sebagai selingkuhan oleh seorang remaja histeris yang mengamuk hingga merusak mobil Porsche-nya.

Penyebabnya? Logan Enver-Valerio, pemuda 20 tahun yang angkuh, menggunakan foto Acak Vivian sebagai alasan palsu untuk memutuskan Moana.

Tak terima dihina "wanita tua" dan dijadikan tameng, Vivian mendatangi kampus Logan dengan penampilan yang menipu usia, siap memberi pelajaran pada bocah ingusan tersebut.

Pertarungan ego antara sang pewaris tegas dan brondong ini pun dimulai. Siapakah yang akan menyerah saat mulai mencampuradukkan dendam dan obsesi?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Pagi itu, area outdoor lapangan basket universitas tampak berkilau di bawah siraman cahaya matahari musim semi. Suara pantulan bola oranye yang beradu dengan semen keras menciptakan irama yang bertenaga, bersahutan dengan tawa dan teriakan antar mahasiswa yang sedang melakukan pemanasan.

Logan Enver-Valerio, dengan keringat yang mulai membasahi kaos jersey Hitam nya, tampak sangat menonjol. Gerakannya ringan, wajahnya cerah—sisa-sisa kebahagiaan dari pengakuan cinta Vivian semalam masih membekas jelas di auranya.

"Hei, Logan! Fokus! Kau hampir meleset dari ring tadi," goda Bernado sambil melemparkan umpan balik ke arah Logan.

Logan tertawa, menangkap bola dengan satu tangan. "Maaf, pikiranku sedang berada di tempat yang jauh lebih indah daripada lapangan ini."

Namun, suasana hangat itu mendadak mendingin saat segerombolan mahasiswa dari fakultas teknik berjalan mendekat.

Di depan mereka, Ronal—seorang pria bertubuh tegap dengan sorot mata penuh kebencian—melangkah masuk ke area lapangan. Ronal adalah rival abadi Logan, bukan karena prestasi, melainkan karena ia selalu kalah dalam urusan popularitas dan wanita.

"Ooh, lihatlah sang pahlawan kita," suara Ronal terdengar sinis, memecah keceriaan pagi itu. "Tampaknya kapten tim sedang berbunga-bunga."

Logan hanya melirik sekilas, lalu kembali mendribel bola. Ia tidak ingin merusak suasana hatinya yang sedang sangat baik hanya untuk meladeni pria yang selalu mencari masalah dengannya.

"Tadi pagi aku melihat kekasihmu, Logan," lanjut Ronal sambil berdiri di pinggir lapangan, melipat tangan di depan dada.

Logan berhenti mendribel bola sejenak. Ia menoleh perlahan, sebuah senyum tipis yang tampak ramah namun menyimpan peringatan terukir di bibirnya. Ia berpikir Ronal mungkin melihat Vivian saat wanita itu sedang berangkat kerja.

Ronal mendengus, merasa menang karena berhasil menarik perhatian Logan. "Tapi jujur saja... aku tidak yakin dia seorang gadis? Penampilannya... ya, sedikit terlalu 'matang' untuk lingkungan kita, bukan?"

Logan tetap diam, ia hanya tersenyum tipis. Ia sudah berjanji pada Vivian untuk menjadi lebih dewasa. Ia tidak akan meladeni si gila Ronal yang haus perhatian ini. Logan bersiap untuk melakukan tembakan tiga angka.

"Kau tahu, Logan," Ronal melangkah lebih dekat ke dalam area lapangan, "setelah kau bosan pada wanita dewasa itu, kau bisa membuangnya padaku. Dia benar-benar seksi dalam artian... kau tahu, dia terlihat sangat berpengalaman di ranjang."

Bugh!

Tembakan bola Logan tidak pernah terjadi. Secepat kilat, Logan sudah berada di depan Ronal dan mendaratkan kepalan tangannya tepat di rahang pria itu. Ronal terpelanting ke belakang, menabrak tiang penyangga ring basket.

"Logan! Sabar!" teriak Bernado dan beberapa rekan setimnya, segera berlari untuk memegangi lengan Logan yang sudah mengepal keras lagi. "Ronal memang gila, jangan terpancing!"

Ronal mengusap sudut bibirnya yang berdarah, lalu tertawa gila. Ia bangkit berdiri dengan tatapan penuh provokasi. "Kenapa? Apa aku menyentuh saraf sensitifmu? Dia memang hanya tante-tante yang haus belaian, kan? Tadi pagi aku melihatnya di lampu merah dengan mobil mewahnya. Benar-benar bukan tipemu, Logan. Apa karena goyangannya begitu hebat sampai kau jadi budaknya?"

"Brengsek! Lepaskan aku!" teriak Logan, meronta dengan tenaga yang luar biasa di genggaman teman-temannya. Matanya memerah, napasnya memburu. Penghinaan terhadap Vivian adalah satu-satunya hal yang tidak akan pernah ia toleransi.

"Rupanya setelah tidur bersama gadis-gadis kampus yang membosankan, kau berpindah pada pelukan seorang tante," ejek Ronal lagi, suaranya kini cukup keras hingga mahasiswa di lapangan sebelah mulai menoleh.

"Katakan padaku, apa dia selalu melakukan servis untuk malammu?"

"LEPASKAN AKU!" Logan meraung. Teman-temannya semakin kewalahan menahan tubuh atletisnya. Jika Logan terlepas sekarang, Ronal mungkin benar-benar akan berakhir di rumah sakit—atau lebih buruk.

Logan menatap Ronal dengan tatapan mematikan, namun di balik amarahnya, sisi playboy lamanya yang angkuh mulai mengambil alih sebagai mekanisme pertahanan harga diri di depan publik. Ia tidak ingin terlihat lemah. Ia tidak ingin terlihat seperti pria yang "dikendalikan" oleh seorang wanita di depan teman-temannya.

"Kenapa, hah?!" Logan berteriak keras, suaranya menggelegar di seluruh lapangan. "Kau iri karena gadis incaran mu selama ini justru mengejar ku? Kau iri karena tidak ada wanita sehebat dia yang melirik pria sampah sepertimu?"

Logan menarik napas panjang, mencoba menstabilkan suaranya meski tangannya masih gemetar hebat. Ia ingin menegaskan predikatnya sebagai pria yang tidak bisa disentuh oleh kata-kata Ronal.

"Ambil saja bekas-bekasku, Ronal! Jika kau sangat menginginkan wanita, ambil saja para mantan yang masih menangisi namaku di tribun!" teriak Logan keras, suaranya penuh dengan arogansi yang dibuat-buat.

"Kau pikir aku laki-laki lemah yang terikat pada satu wanita? Predikatku tetap sama. Aku adalah Logan Enver-Valerio. Gadis-gadis kampus, wanita dewasa... mereka semua hanyalah bagian dari permainanku. Ambil saja mereka jika kau sanggup!"

Logan ingin menegaskan bahwa ia adalah pemegang kendali. Ia ingin memposisikan dirinya tetap sebagai "pemangsa" di dunia asmara agar Ronal tidak memiliki celah untuk menjatuhkan reputasinya. Ia membiarkan predikat playboy dan gosip tentang ia yang bergonta-ganti pasangan hingga ke tempat tidur tetap hidup, hanya untuk membungkam mulut Ronal yang meremehkannya.

Padahal kenyataannya, sejak bersama Vivian, Logan tidak pernah melirik wanita lain, apalagi menyentuh mereka.

Namun, di tengah kerumunan mahasiswa yang menonton kejadian itu, seseorang sedang memegang ponsel secara tersembunyi. Kamera ponsel itu menyorot tepat ke wajah Logan saat ia meneriakkan kata-kata angkuh tersebut: "Ambil saja bekas-bekas ku... mereka semua hanyalah bagian dari permainanku."

Hanya butuh waktu satu jam bagi video tersebut untuk meledak di media sosial internal universitas dan menyebar ke grup-grup pesan instan.

Judulnya provokatif: 'Pengakuan Sang Kapten: Kekasih Dewasanya Hanya Bagian dari Permainan!'

Di kantornya, Vivian baru saja menyelesaikan tinjauan kontrak desain saat ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal—mungkin salah satu kenalannya yang merasa "prihatin". Pesan itu hanya berisi sebuah tautan video.

Vivian membukanya dengan dahi berkerut.

Wajah Logan muncul di layar, tampak sangat marah namun juga sangat angkuh. Vivian melihat bagaimana Logan berteriak di depan kerumunan, mendengar dengan jelas suara bariton yang semalam membisikkan kata 'Aku mencintaimu' kini berteriak:

"Ambil saja bekas-bekasku... mereka hanya bagian dari permainanku."

Dunia seolah runtuh seketika bagi Vivian. Ponselnya nyaris terjatuh dari genggamannya. Ia merasa seolah ada ribuan jarum yang menusuk jantungnya secara bersamaan.

Bayangan kemesraan semalam, janji Logan untuk menjadi pria yang pantas, dan pengakuan cintanya yang tulus... semuanya seolah menguap menjadi debu yang menjijikkan.

"Hanya permainan...?" bisik Vivian, suaranya tercekat di tenggorokan.

Ia menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya, menatap langit-langit kantor dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Rasa malu yang luar biasa menghantamnya. Ia merasa seperti wanita bodoh yang telah tertipu oleh drama manis seorang bocah berusia 20 tahun.

Segala keraguannya selama ini tentang perbedaan usia dan gaya hidup mereka seolah terbukti dalam satu video berdurasi tiga puluh detik.

Vivian memejamkan matanya rapat-rapat, mencoba menahan air mata yang mendesak keluar. Ia bukan wanita yang mudah menangis, tapi pengkhianatan verbal dari seseorang yang baru saja ia beri kunci hatinya terasa jauh lebih menyakitkan daripada pengkhianatan George.

"Logan..." gumamnya dengan nada yang sangat dingin, "kau baru saja melakukan kesalahan terbesar dalam hidupmu."

Tanpa membuang waktu, Vivian meraih tasnya dan berjalan keluar kantor dengan langkah yang kaku. Ia tidak akan menangis. Ia akan menghadapi "bocah" itu dengan cara yang paling bermartabat yang ia tahu: dengan mengakhiri segalanya sebelum ia hancur lebih dalam.

Rekaman itu adalah bukti nyata bahwa bagi seorang Logan, cinta hanyalah sebuah kompetisi harga diri di depan teman-temannya. Dan Vivian Wheeler menolak menjadi piala dalam permainan kotor tersebut.

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Anggap aja, itu 'jalan' spy Al berubah menjadi lebih baik lg 👍👍👍
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Iya, Ade ❤️🤗😘
total 2 replies
Queen AL
kenapa cuma balas dendam nya ke logan? ke george gak balas dendam?
Ros 🍂: author tidak terlalu fokus dengan George 🙏 ma'aciww sudah tinggalkan jejak kak🫶
total 1 replies
Ita Putri
kalo gk salah setting ceritanya di los angeles ya Thor
gimana bisa ada gunung Argopuro ya
Ros 🍂: ma'aciww sudah ingat kan kak🙏 Bisa-bisanya jadi ke Jawa Timur 🤣😭🙏🙏🙏
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Keputusan Logan yg terbaik utk kluarga 👍👍👍
ren_iren
pokoknya dar der dorrr🤭😂
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Daddy udh tau ini 🙈🙈🙈
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Cama², Ade ❤️🤗️😘
total 12 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Biar cinta segi4 mreka mnemukan jalan keluar terbaik wlau hrs mlewati neraka 🙈🙈🙈
Ros 🍂: ngakak ya tuhan 🤣🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Dad, Mom, itu Kedua Putra Putri kalian udh mlakuan ksalahn & mnyebabkn Flo hancur 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Ok, Ade ❤️🤗😘
total 9 replies
Nasya Sifa Aura
sdh lu tebak apa elowen tau y klau itu bkn kk kandung ny
Ros 🍂: ayo main tebak-tebakan kak😭🤣🤣🙏
total 1 replies
Ros 🍂
Nah Benar.🥰🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Tnyata oh tnyata, Elowen ...
Ros 🍂: Huhuhu terharu 🥹😭🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd inget Kartun, Flo & Al sperti Tom & Jerry 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Bener, Ade 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Moveee, Felix, klo gk mau, cwe yg kau cintai direbut Ade mu 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Blummm... msh otw jd kekasih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Wkwkwkw siapa yg pernah ke neraka 🤭🤭🤭
ren_iren
nah loh bau bau huru hara akan terjadi.... 🤭
Ros 🍂: Wkwkw siapkan diri kak 🤣🙏🥰
total 1 replies
Dev..
Vivian keterlaluan banget, dia dominan di hubungkan pernikahan, padahal harusnya ada proses diskusi utk ambil keputusan..😌
Ros 🍂: Nah benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Logan gk mau Putra ny mngalami hal yg sama sperti diri ny dulu 👍👍👍
Ros 🍂: Benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Logan, ini Putra mu, bikin 'mual' 🤣🤣🤣
Ros 🍂: besar dimulut kak😭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Auuu auuu suka hewan purba ternyata 🤭🤭🤭
Ros 🍂: cap Dino nggak tuh 🫶🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!