Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.
Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8.
Kini Qiandra berjalan keluar rumah keluarga Dewandaru tanpa mengenakan alas kaki, Qiandra terus dipanggil oleh pelayan Rio, tapi dia memilih abai. Karena takut terlambat menemui Julia.
Qiandra yang merasa tenaga nya sudah pulih, terus ber lari tanpa memperdulikan teriakan dari pelayan Rio.
Mata Qiandra membulat sempurna kala diri nya sampai di sebuah perempatan yang ada di komplek perumahan milik Rio tadi, Dia baru sadar. Jika kediaman milik Rio jauh dari kediaman milik nya.
Lalu Qiandra melihat ke arah papan nama jalan, Qiandra merasa tidak asing dengan papan nama jalan yang ada di depan nya.
"Owh buka nya jalan merak, blok B adalah kediaman milik Bu Julia yang alamat nya kemarin dia tulis kan pada ku." Gumam Qiandra, lalu ber jalan ke arah kanan, mengikuti ke arah papan nama jalan, untuk mencari jalan merak blok B. Sebuah alamat yang kemarin Julia tulis kan untuk Qiandra datangi.
Qiandra terus ber jalan tanpa alas kaki, bahkan kini Qiandra merasa perut nya kembali sakit, mungkin karena dia makan ter lalu banyak. Jadi perut nya menjadi sakit seperti ini.
Tapi demi pengobatan adik nya, Qiandra rela menahan sakit di sekujur tubuh nya.
"Mau kemana dek?" Tanya seorang satpam yang datang menghampiri Qiandra. Dia melihat Qiandra dengan tatapan wajha bingung.
"Sa - saya mau mencari kediaman ibu Julia," Ucap Qiandra dengan nada yang ter dengar ter bata bata.
"Ibu Julia, di sini cuman ada satu, dia juga orang paling kaya raya di komplek ini. Adek ini jangan asal bicara, tidak sembarang orang dapat menemui Ibu Julia," ucap satpam itu sembari melihat ke arah Qiandra dari atas dan juga bawah.
"Saya beneran pak? Saya ada janji dengan ibu Julia. Saya enggak bohong," Ucap Qiandra dengan wajah serius, bahkan kini dia ter lihat ingin menangis. Karena merasa perut nya juga terasa semakin teriris iris, bahkan lama lama ada rasa mulas yang melanda diri Qiandra.
"Mungkin anda salah orang dek, lebih baik ikut saya keluar dari area perumahan komplek ini, karena saya juga mengenal semua pembantu yang bekerja di area ini. Dan yang membuat saya heran itu, kenapa orang seperti adek bisa masuk ke dalam perumahan elite seperti ini, bagaimana cara nya?" Tanya satpam itu dengan wajah yang heran.
"hmm ... saya, sa - saya adalah pembantu dari Rio," ucap Qiandra dengan nada yang ter dengar ragu, dan juga dengan nada yang ter dengar terbata bata.
Sungguh Qiandra kini merasa bingung, dia harus bagaimana? Karena satpam malah memasang wajah marah ke pada diri nya.
Tin
Tin
Tiba tiba ada sebuah mobil mewah yang ber henti tepat di jalan dimana ada Qiandra dan juga satpam itu. Mobil ber warna hitam yang ter lihat begitu elegan.
"Qiandra, ayo masuk ke dalam mobil saya! baru saja saya akan mencari mu," ucap Julia dengan tatapan mata tajam ke arah Qiandra dan juga pak satpam itu.
Sedang kan satpam yang tadi nya memasang wajah yang ter lihat begitu garang dan juga ter lihat marah, kini hanya diam mematung, bahkan mimik wajah nya kini berubah ter lihat begitu ketakutan. Siapa yang tidak takut dengan Julia Wayne, orang ter kaya di komplek perumahan yang elite, yang berada di jalan merak. Yang ter kenal akan ketegasan nya dan kekejaman nya dalam ber bisnis, bahkan banyak berita yang tersebar di media sosial bahwa Julia adalah musuh para mafia kejam, tapi berita itu sampai sekarang masih simpang siur. Karena sejak kematian suami nya. Julia banting tulang sendirian untuk mencari nafkah.
"Ba - baik bu!" Ucap Qiandra dengan nada yang ter dengar terbata bata.
Qiandra pun ber jalan ke arah mobil mewah yang ada di depan nya, tapi Qiandra bingung. Bagaimana cara untuk membuka pintu mobil itu. Dia sama sekali belum pernah menaiki mobil, kendaraan yang roda empat yang dia pernah naiki sebatas mobil kol dan mobil angkutan umum.
Qiandra malah mematung lumayan lama di depan pintu mobil belakang yang Julia kendarai.
Julia yang seakan tahu, apa yang ada di dalam pikiran Qiandra itu, akhir nya meneriaki satpam yang masih mematung di pinggir jalan dengan wajah menunduk itu.
"Apakah pengelola perumahan elite ini, membayar satpam seperti mu, hanya untuk ber diri sebagai patung seperti itu, cepat bantu anak ini untuk masuk ke dalam mobil saya!" Ucap Julia dengan suara yang keras, bahkan wajah nya terlihat begitu kejam saat diri nya sedang marah seperti ini.
Akhir nya lamunan satpam nya itu pun buyar, kala mendengar ucapan Julia setinggi lima oktaf, walau pun tidak ber teriak, tapi suara Julia ter lihat dingin dan juga ter lihat begitu jelas.
"I - iya bu, saya sakan membantu nya, to - tolong jangan pecat saya!" Ucap satpam itu dengan nada takut, lalu ber jalan ke arah Qiandra. Dia pun membuka kan pintu mobil untuk Qiandra dengan memasang wajah kesal saat menatap wajah Qiandra, tapi memasang wajah manis dan juga ramah ke arah julia yang masih duduk di balik kemudi mobil, dengan kaca jendela mobil yang ter lihat masih terbuka.
"Masuk lah Qiandra!" Ucap Julia dengan nada tajam.
Qiandra pun buru buru masuk ke dalam mobil milik Julia, tanpa mengucap kan terima kasih ke pada satpam itu, Julia langsung menancap gas mobil mewah milik nya.
Julia begitu jengkel dengan satpam komplek yang bekerja di daerah nya, karena tadi telah memperlakukan ibu susu untuk anak nya denagn kasar dan ter lihat begitu buruk, hanya karena penampilan Qiandra yang terlihat seperti orang susah.
Apa lagi? kini Julia begitu kalut dengan pikiran nya, semalam kondisi anak nya menurun dan juga drop. bahkan anak nya sampai kejang kejang. Hanya Felix anak nya, satu satu nya orang yang Julia punyai di dunia ini. Tanpa anak nya, dia sebatang kara di dunia ini.
Qiandra duduk dengan mata berbinar, sembari melihat ke arah detail interior mobil milik Julia. Bahkan kini Qiandra juga ter lihat memandang ke arah luar jendela. Melihat banyak nya bangunan yang ter lihat begitu mewah dan juga megah, bukan kah sebuah pemandangan yang sangat menyejukkan mata bagi seorang gadis miskin yang begitu kasihan hidup nya, seperti Qiandra ini.
Mata Qiandra kembali ber tambah ber binar, bahkan kini Qiandra juga ter lihat menepuk nepuk pipi nya, untuk mamastikan apakah ini? sebuah mimpi atau bukan. Kini mobil yang di kemudikan oleh Julia, masuk ke dalam sebuah rumah yang ter lihat paling mewah dan juga megah di area komplek perumahan merak.
"Berhenti lah! menepuk nepuk pipi mu? karena setelah ini, kamu akan di rias dan di nikah kan dengan putra ku yang nanti akan menerima ASI dari mu." Ucap an Julia bak sambaran petir di hari yang cerah ini, bagi Qiandra.
"Apa? Apa yang barusan nyonya kata kan? Padahal kemarin tidak ada perjanjian nya, saya harus menikahi anak nyonya! Bukan kah saya hanya harus menyusui anak nyonya saja, bagaimana bisa, saya menikahi anak yang laki laki yang masih di bawah umur, seperti anak nyonya? Saya takut jika nanti saya di penjara, apa lagi umur saya juga masih 17 tahun." Ucap Qiandra dengan nada yang terdengar begitu polos.
"Tenang, harta saya sangat banyak, tidak akan ada orang yang berani untuk menyentuh mu, dan kamu menikahi anak saya untuk menghindari sebuah dosa saja. Saya sudah mengontrak mu hanya beberapa tahun saja, sampai anak saya benar benar sembuh dan juga pulih. Jadi pernikahan ini di lakukan, agar kalian bisa ber sentuhan walau pun bukan muhrim, Tidak perlu kamu melakukan kewajiban sebagai seorang istri, kamu hanya perlu merawat nya dengan membersih kan tubuh nya, dan memberi kan asi pada nya, Kamu masih bisa pergi ke sekolah dengan bebas. INGAT MAHAR PERNIKAHAN INI ADALAH SEBUAH RUMAH MEWAH di komplek ini, dan aku pastikan juga anak ku juga tidak akan pernah menyentuh mu atau pun mengambil segel milik mu. Karena pernikahan ini hanya murni pernikahan di atas kertas saja." Ucap Julia dengan nada serius.
'apa rumah mewah di komplek ini?' batin Qiandra dengan mata berbinar. Walau pun awalnya dia kaget, tapi imbalan itu sangat lah menggiur kan, apa lagi pernikahan ini cuman pernikahan di atas kertas.