tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
"Uwih, mengerikan,,,, ucap Zelka bergidik ngeri melihat Athena, pemuda itu juga sesekali mengecek layar saat berhenti bergerak.
Ia kebagian satu kelompok dengan Ashley Zender dan bersama sekitar 29 orang.
" Arah jam 9" Ucap Sevalio mengarahkan Zender agar pemuda itu membidik dengan tepat buruan nya.
"Tembak! Teriak anak itu di pikiran Zender.
" Jleb! Satu anak panah mendarat di punggung seekor rusa, Zender lalu bangkit dan mulai berjalan menghampiri rusa yang sudah tergeletak itu.
ia merasa sedikit kecewa saat tau yang ia temui bukanlah mahluk spiritual.
"Srekhh! Dengan sekali tebasan, Zender memotong leher rusa itu dan membawa nya menuju kuda.
Ashley mengawasi area sekitar, ia ingin membunuh setidaknya satu hewan, namun mereka terlalu mengemaskan hingga ia tidak tega.
" Ayo Ashley! Desak Zelka, pemuda itu sedari tadi menunggu Ashley membunuh kelinci di hadapan nya, namun gadis itu terus menerus menunda hingga Zelka terpaksa menonton peserta lain, meskipun ia sebal karena yang di tampilkan kristal sihir hanya gambar dan tidak ada suara.
"Tapi,,, Ashley memegangi panah nya dengan tangan gemetar, ia benar-benar tidak tega membunuh hewan kecil mengemaskan itu.
" Ck! Zelka berdecak kesal sambil men garuk-garuk kepala nya, ia frustasi kebagian kelompok dengan Ashley yang lemah lembut dan tidak tegaan.
"Ayo! Ucap Zender setelah mengikat kepala rusa itu.
Zelka lalu berjalan menuju kuda nya hendak pergi, namun Ashley masih terus diam di tempat nya berada hingga membuat semua orang heran.
" Ada apa Ashley? Tanya Zender, pemuda itu menatap penuh heran pada Ashley.
"Tidak apa-apa" Balas gadis itu, ia lalu bangkit dan menaiki kuda nya mengikuti Zelka dan Zender.
Mereka berdua hanya saling tatap sebentar sebelum akhirnya saling mengedihkan bahu tidak mengerti.
Di sisi lain, Damien yang hanya bersama dengan sekitar 6 orang sedang di kepung oleh Wilfred, jumlah mereka sangat tumpang-tindih, mungkin Wilfred berjumlah sekitar 40 orang.
Damien melihat kebelakang setengah panik, para Sekutu nya telah di buat sekarat oleh Wilfred dan kini hanya tersisa dirinya seorang diri yang masih mampu berdiri.
Ia menatap tajam pemimpin Wilfred di hadapan nya.
Halland menatap Remeh Damien, pemuda itu menarik pedang nya dan Menghunuskan nya pada leher Damien.
"Menyerah atau mati? Tanya pemuda itu menaikkan satu alisnya.
" Tapi apakah pantas calon pewaris keluarga yang terkenal kuat dan kejam justru mati di tangan anak yang baru memegang pedang? Tanya nya memicingkan mata pada Damien.
Damien tersenyum, pemuda itu lalu ikut Menghunuskan pedang nya pada leher Halland.
" Menyerah atau mati? Tanya nya mengulangi ucapan Halland tadi.
"Ck! Halland berdecak kesal, urat-urat wajah nya terlihat jelas.
" Sungguh tidak pantas!" Ucap nya menatap tajam Damien dengan sedikit senyuman miring di bibir nya.
Damien menunggingkan senyum licik, tanpa mengatakan apapun,pemuda itu mengalirkan sihir api pada pedang nya.
" Apa? Dengan terkejut, Halland berusaha menghindari percikan api dari pedang Damien, namun mungkin karena pergerakan nya lambat, ia terkena api Damien sebelum bisa menghindar.
"Damien!! Teriak nya murka mencoba memasang sihir pelindung secepat mungkin.
" Boom! Suara ledakan yang cukup keras terdengar dari kepala Halland, asap tebal mulai keluar dan menutupi seluruh area membuat titik buta.
Damien dengan sigap memanfaatkan tebal nya asap dan berlari menuju balik badan Halland, pemuda itu lalu melancarkan tebasan pedang dengan sedikit percikan api pada punggung Halland.
"Boom! Lagi-lagi suara ledakan terdengar, asap kembali menebal sebelum akhirnya menghilang tertiup angin dari sihir Wilfred.
Halland keluar dari asap tanpa ada luka sedikit pun di tubuh nya.
Dari ekspresi wajah nya saja siapapun pasti tahu kalau pemuda itu saat ini sangat murka.
"Damien bajingan!! Erang pemuda itu kesal, ia mengepalkan tangan erat lalu mengaktifkan sihir nya dan mulai menyerang Damien beruntun.
Ia menggunakan trik yang sama dengan yang digunakan Damien, ia melumuri pedang nya dengan sihir cahaya dan berlari mendekati pemuda itu.
" Prang!
"Prang!
" Prang!
"Prang!
Suara pedang yang saling beradu terdengar nyaring disana, Damien terus menerus menangkis serangan Halland yang kuat.
Dengan kesal, Halland mengaktifkan sihir cahaya tepat saat tubuh Damien mendekati nya.
" Buta! Ucap pemuda itu tersenyum puas saat sihirnya perlahan lahan semakin bercahaya hingga di titik mampu membuat orang buta.
Namun Damien berhasil mengakali sihir cahaya Wilfred, ia menggunakan sihir kegelapan untuk melindungi mata nya dari cahaya yang di lancarkan Halland.
Beruntung nya ia lahir di keluarga yang berkebalikan dengan Wilfred.
Berkat pelindung sihir di mata nya, Damien mampu melihat dengan jelas di dalam cahaya itu, ia memegang pedang nya erat erat dan menebas tubuh Halland.
"Srekhh!!
" Jleb! Dalam waktu singkat, dua serangan di layangkan pada Halland.
"Uhuk! Pemuda itu memuntahkan darah segar dengan wajah pucat pasi, dengan tangan bergetar, ia memegangi perut nya dan menatap Damien tajam.
" Apa kemampuan keluarga suci Kekaisaran hanya sebatas ini? Tanya Damien dengan senyuman miring, penampilan pemuda itu terlihat keren sekaligus menakutkan dengan asap hitam di mata nya.
"Ha!!
" Jangan sombong hanya karena kau memiliki bakat! Ucap Halland.
"Kau tidak berbakat? Ucap Damien memegangi dagu nya seolah-olah sedang berpikir keras.
" Sungguh?
"Seorang Wilfred tidak berbakat? Ucap nya memprovokasi Halland dengan senyuman menakutkan nya.
" Apa?! Wajah pemuda itu memerah padam, ia mengigit bibir nya sendiri hingga mengeluarkan darah.
"Bunuh Damieno Lysander Vesper! Ucap nya dengan suara yang berat sekaligus dingin, tatapan nya datar dan mengintimidasi, ia memberikan perintah yang tak boleh di bantah.
" Baik!! Teriak serempak para orang orang berbaju putih itu, mereka lalu menarik pedang masing masing dan memasang kuda-kuda siap menyerang Damien.
"Serang!!!!
Dengan tangan yang sedikit bergetar, salah satu sekutu Vesper di belakang Damien menembakkan sihir angin pada pasukan Wilfred.
" Boom!