_
When npc fallin love?
Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?
Ah, pasti seru!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tetangga
Usai sudah Ayya melewati MPLS di sekolah yang akan ia anyam selama 3 tahun nanti.
Seminggu berlalu, kelas ayya sudah aktif dengan pelajaran awal, pemilihan ketua kelas, wakil, sekretaris dan bendahara sudah ditentukan oleh wali kelasnya, bu nathalie.
Sayangnya ayya tak sekelas dengan kania, namun kelas mereka cukup dekat hanya beda lantai, kania lantai satu, ayya lantai dua.
Pemikiran tentang NPC masih berlangsung, namun ayya bisa mengalihkan hal itu saat pelajaran berlangsung.
kelas baru, ayya masih belum beradaptasi dengan cepat, ia hanya ikut-ikutan teman kelas jika ada yang berkumpul.
Sepulang dari sekolah, ayya cukup kelelahan setelah melaksanakan olahraga lari memutari lapangan sepak bola di sekolah tadi.
" Aargh.. Pemanasan apa yang larinya muter lapangan segede gaban? Ngawur emang pak Morgan itu."
Ayya memijit punggungnya dengan alat pijat, bibirnya tak berhenti menggerutu sembari menatap dirinya di cermin.
" Tapi, aku rasa aku ga terlalu jelek deh."
Ayya berhenti sejenak, ia terkejut saat melihat ada bekas jerawat kecil di bibirnya.
" pantes jelek, uh harus segera pakai masker inimah!"
" Urgent! Urgent! Mana masker matcha kuuu!!"
Gadis remaja itu kebingungan berlari kesana kemari mencari sisa masker dua bulan lalu, biasanya ia menyiapkan stok 10 masker wajah, tapi jarang dipakai sih.
" Ah pasti udah dibuang sama mbak Salma." Gumamnya mematung.
ayya mematung melihat tempat penyimpanan maskernya yang kosong, sudah jelas itu kerjaan art nya yang suka membuang barang lama tak terpakai.
Menghubungi mbak Salma, ternyata masker ayya masih ada tersimpan di kulkas.
Dengan cepat ia mengambil masker tersebut, dibawa ke kamar lagi untuk diraciknya, kemudian ayya pakai di wajah.
" Hmm.. Rasanya beda ya pake masker pas SMP dan SMA, apakah faktor umur yang semakin tua..?"
" Ih ga siap tua dan dewasa, pasti banyak adegan dewasa yang ga sanggup buat ku lewatin."
" 3 bulan lagi aku 16 tahun, cepet banget. ga mau tua.."
" Oke, daripada ngoceh ga jelas, mari kita lanjut baca mas-mas Jawa kharismatik!"
Ayya bersemangat membuka ipad nya, menggeser layar menyusuri menu, menekan icon aplikasi novel online.
Namun sayang diluar ayya dipanggil oleh sang ibu untuk turun.
" Kenapa lagi disuruh turun sih? Makan malem kan udah." Gerutu ayya.
Ternyata eh ternyata, ayya kedatangan dua sepupu karibnya dari surabaya, ia sontak lompat kegirangan, menubrukkan diri pada kedua sepupunya itu untuk melepas rindu.
" Tumbenan pake masker? ada yg diincer nih pasti?" Senggol Ghea pada ayya.
Ayya pun menggeleng panik. " Nggak kok, aku cuma ngerasa mulai butuh vitamin di kulitku.."
" Hmm, iyain aja deh, efek puber emang gini, hahah.. kita juga pernah rasain pas SMP kok ayy.." Ucap Dina.
Hmm, whatever lah.. dirasa maskernya mulai kering ayya langsung membilas di wastafel.
Lanjut ia menghampiri kedua sepupunya yang hanya mampir sejenak, mungkin dua jam lagi mereka bakal p1ulang mengikuti om mereka yang sedang ada tugas di kota ini.
" Ayy, aku ada novel rekomended buat kamu, kamu pasti suka!"
Oh jelas! ayya sangat antusias mendekati ghea, penasaran dengan novel darinya.
Haha hihi, melepas rindu sembari bahas novel karena ketiganya maniak novel, hihi.
" Eh, novel yang Judas tuh ngeri-ngeri sedep ga sih?"
" Coba baca gih, aku udah ngulang 3 kali nih."
" Ih ayya, kamu polos tapi bacaannya dark, ga nangka.!"
" Hahaha, apasih orang cuma cowo obs-.."
Ting nong..
Semua terdiam dan serempak menoleh pada pintu di ruang tamu, ada seseorang di luar, menekan bel rumah sehingga dengan cepat ayya keluar.
Malam-malam begini mbak art udah pada cape kata ayya, so dia berbaik hati membuka pintunya sekarang.
Cklek..
" Dengan sia-.. Hah?!"
Ayya syok berat saat melihat sosok ketua OSIS sekolah nya tengah berdiri di depan pintu rumahnya.
Galih pun menyodorkan bingkisan pada ayya, namun reflek ayya langsung menutup balik pintunya.
Cklek!
Deg..
Deg..
Ayya menyandarkan diri di pintu yang sudah tertutup rapat itu, jantungnya berdegup sangat kencang, siapa sangka jika si galih bakal ada disana sekarang?!
" Permisi, maaf menganggu saya cuma mau antar bingkisan dari eyang anna untuk tante sela. Apa benar ini rumahnya?"
The hell? suara itu membuat ayya gelagapan. Ia pun menyahut.
" K-kamu siapanya eyang anna? Apa kamu ga ada niat buruk?" Seru ayya.
Galih di luar pun mengernyit heran menatap pintu rumah elit tersebut.
" Aku cucunya, eyang anna baru balik dari Luxemburg dan bawa oleh-oleh buat tante sela." Ucap Galih.
" Lama amat bukanya, aneh.. ngapain tutup pintu lagi coba." Gumamnya menunggu.
Sementara ayya langsung berlari ke dalam usia menyuruh Galih untuk menunggunya keluar.
Ayya berlari ke dalam, menemui Ghea untuk ditanyai masker.
" Masker apaan?" tanya Ghea bingung.
" Masker medis atau apa gitu kak, cepetan udah ditunggu di depan." ucap ayya kelimpungan.
Dina yang melihatnya pun curiga. " Siapa yang dateng? aku coba liat ya..?"
" No! Jangan kak, cuma shoppe food kok." ucap ayya sembari memakai masker medis milik ghea.
begitu masker melekat rapih di wajahnya, ayya mulai memberanikan diri untuk keluar.
Cklek..
" Terimakasih sudah menunggu lama.." Ucap ayya pada Galih.
Kali ini ayya berani karena wajahnya tak terekspos, namun berhadapan langsung secara personal dengan Galih sekarang, siapa yang kuat?
Galih tak mau berlama-lama, ia langsung menyodorkan bingkisan itu pada ayya.
" Dari eyang anna, sampai in salam buat tante sela, kamu anaknya tante sela kan?" tanya Galih tak menaruh curiga.
Ayya pun mengangguk sembari membenahi maskernya.
" Salam kenal, kak Galih.." Ucap ayya yang langsung membuat Galih mengerutkan alis.
" Tau namaku darimana? Kita belum kenal sebelumnya, kan?" tanya galih.
Ah shit! ayya mencubit pahanya kesal, dirinya terlalu ingin sok kenal sok dekat karena identitasnya tak diketahui, bukannya keren malah terlihat kampung! Sial!
Begitu Galih pulang, ayya langsung masuk kembali, mengunci pintu, lalu menekan degup jantung di dadanya.
" Hayooo, pucet amat tuh muka, mas-mas Shopee food apa mas-mas tampan?" Goda Ghea memergoki ayya.
" Ih apaansih kak Ghea, tadi itu-"
" Siapa coba? Ga mungkin mamas Shopee food sampe bikin ayya panik begitu." kekeh dina.
Terpaksa ayya cerita, lagipun kedua sepupunya itu ga bakalan tau yang mana Galih karena sebentar lagi mereka balik ke Surabaya.
~~
Keesokan paginya-
Kembali bersekolah, pagi yang cerah diiringi murid-murid baru yang terlihat sangat antusias menjalani minggu pertama aktif sekolah.
Ayya pun sudah mengumpulkan semangatnya sejak pagi tadi, Hari-hari nya menjadi sangat menarik setelah membaca chapter misterius dari author kesayangannya.
" Uh ga sabar buat nunggu next chapter, pasti reyre bakal dilamar sama davinci. Em gemes...!!"
Ayya tak berhenti senyum sendirian di sepanjang koridor, dari kejauhan pun Kania tertawa geli menyaksikannya.
Louis pun keluar menyikut Kania yang berdiri menghalangi pintu kelas.
" Hey, ngetawain apaansih?" Tanya louis.
Kania pun menunjuk dengan sudut matanya pada ayya yang baru saja sampai, ia hendak melewati anak tangga di samping kelas mereka.
" Ehem, ketawa sendirian ga ajak-ajak, Ciri-ciri orang gila baru apa orang jatuh cinta nih?" Sindir Kania.
Louis pun mendelik kaget. " Weh! beneran ayy?!"
" Ck! apasih kalian berdua pagi-pagi udah curigaan." Ketus ayya.
" Ya gimana ga curiga, senyum lo manis banget dari ujung sana.." Ucap louis membuat Kania dan ayya serempak kaget.
" Ih louis lo suka sama ayya ya? gombalin dia mulu." cetus Kania.
" Mana ada? Emang tengil si louis ini Kania, eh kamu baru sekelas sama louis ya? pasti bakal kaget sih sama tingkah konyol dia.. Agak malu-maluin dikit, hihi.."
Louis mengernyit tak terima, dan ayya pun langsung kabur berlari menaiki anak tangga dengan cepat.
_
Bel istirahat berbunyi, ayya pun bergegas keluar kelas saat teman sebangkunya mengajak ke kantin.
" Eh iya, kamu suka pelajaran apa nih ayya?" Tanya melanie, chair mate ayya.
Ayya pun tersenyum dan menjawab. " Aku suka pelajaran sastra, sejarah, sama seni.."
" Hemm, 3-S nih ceritanya? Sastra, sejarah, seni. hihihi.."
Keduanya pun saling mengenal satu sama lain sepanjang jalan menuju kantin.
Begitu sampai kantin, dari kejauhan louis melambaikan tangan pada ayya.
" Dia temenmu ayya?" Tanya melanie.
Ayya reflek menggeleng cepat. " Bukan, ga kenal, dia siapa? mungkin nyapa temennya yang lain, yuk deh ke mamang itu." ajaknya ke kedai mie gacoan.
Ya, begitulah keseharian ayya selama satu bulan menjalani sekolah sebagai siwi di SMA nusa anugerah itu.
Seperti dugaannya, ia pasti akan menjadi NPC diantara para MC.
Karakter utama mulai bermain di kehidupan sekolah ayya, melihat si Vela, hanggini, dan beberapa adik kelas yang baru sekolah di Nusa anugerah sudah mendapatkan banyak atensi di sekolah.
foto mereka di publish di akun instagram sekolah, tiktok dan akun sosmed sekolah lainnya.
" Sungguh indah kehidupan mereka.." Ucap ayya.
Kania yang tengah menikmati chitato nya itu langsung tersedak, ayya pun sigap memberinya minum.
Usai minum, Kania pun berucap.
" Lo terlalu fokus sama orang lain, udahlah let them.."
Hmm, ayya mengangguk paham.
" Menurutmu, mantan kak Galih tuh spek manhwa ga sih?" ucap ayya mengalihkan topik.
Kania pun memutar matanya malas. " Kak hanin? B aja sih, cantikan juga guehh.. Muehehe.. "
Dih? Hahaha, ayya tertawa geli melihat Kania berulah, tidak ada jaim nya dia sebagai siswa cantik disana, ayya akui Kania termasuk deretan adik kelas tercantik, tubuhnya tinggi bak model, ramping, kulit eksotis semi kuning langsat, rambut curly style alami, ayya kagum sejak awal berteman.
" Ngapain liatin begitu? suka gue, lo?" Tanya Kania menyikut ayya.
" Ehem, kamu kalo di cerita novel pasti kebanyak jadi pemeran villain." ucap ayya membuat Kania mengernyit.
" Villain? apalagi itu? banyak banget sih kosakata puitis mu itu ayy? Kadang jadi aneh ngobrol sama kamu tau?"
Hihi, ayya tersenyum kikuk.