Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelajaran Tentang Ciuman.
"Hehehe!" Jay terkekeh. Lagi-lagi sepupunya itu ngatain dirinya mesum. "Liat tuh! Kayaknya si cewek itu menikmati banget waktu di paksa ciuman sama cowok itu!" Ucap Jay menunjukkan ekspresi cewek di adegan serial yang ditonton nya pada layar monitor.
"Halah! Itu kan cuma akting doang!" Kilah Shiva membantah argumen Jay. namun, diam-diam dia juga penasaran akan hal itu. Tubuh nya jadi sedikit bergetar. Membayangkan kalau saja itu terjadi pada diri nya sendiri.
"Hahaha." Jay tertawa kecil mendengar bantahan Shiva. "Kayaknya, lu belum pernah ciuman ya, Kak?" Ucap Jay menyudutkan Shiva dengan pertanyaan seperti itu.
"Apa untung nya ciuman?" Tanya Shiva dengan ketus.
"Banyak." Jawab Jay singkat.
"Apa emang nya?" Tanya Shiva lagi. Kali ini menatap pupil mata Jay dengan tajam.
"Apa yaa?" Jay mengetuk-ngetuk dagunya dengan pelan dengan menggunakan ujung jari telunjuknya. Seakan berfikir.
Shiva memperhatikan pergerakan pemuda itu. Seolah dia menunggu jawaban masuk akal yang akan di jelaskan oleh sepupunya itu.
"Mungkin. bisa mempererat hubungan dengan sang kekasih." Jawab Jay asal.
"Mesum!" Shiva melengos. Jawaban Jay tak sesuai dengan ekspetasi nya.
"Itu kan cuma kemungkinan gue aja kak, Tapi, kata orang nih. Ciuman itu banyak banget manfaat nya. seperti ;
- mengurangi stres dan kecemasan, Seperti menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan meningkatkan perasaan tenang serta relaksasi.
- Meningkatkan Mood dan kebahagiaan, kalau dua orang berciuman itu bisa memicu pelepasan bahan kimia otak seperti oksitosin, dopamin, dan serotonin yang menciptakan perasaan senang dan euforia.
- memperkuat Ikatan Emosional, maksudnya Pelepasan oksitosin, yang sering disebut "hormon cinta", membantu meningkatkan kedekatan dan hubungan yang lebih intim dengan pasangan.
- Kesehatan jantung dan tekanan darah, maksudnya berciuman juga dapat melebarkan pembuluh darah, yang membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
- Kesehatan mulut, dengan pertukaran air liur saat berciuman merangsang kelenjar ludah, meningkatkan produksi air liur yang membantu membersihkan plak dan bakteri berbahaya dari gigi.
- Meningkatkan Imunitas dan mengurangi alergi, ketika berciuman, saat pertukaran bakteri yang sehat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta mengurangi gejala alergi.
- Membakar Kalori, Berciuman dengan bergairah dapat membakar sekitar 2 sampai 6 kalori per menit.
- Meredakan nyeri, Pelepasan endorfin saat berciuman dapat berfungsi sebagai pereda nyeri alami, termasuk membantu meringankan sakit kepala."
Jelas Jay serinci-rincinya pada Shiva manfaat dari ciuman tersebut.
"Banyak banget!" Ucap Shiva mengernyitkan dahinya. Belum mencerna seluruh penjelasan yang di katakan Jay sepenuhnya.
"Tapi.. " Jay menjeda ucapan nya sesaat. "Meskipun bermanfaat, ciuman juga dapat menularkan penyakit seperti virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) atau infeksi lain jika salah satu pasangan sedang sakit." Jelas Jay memberikan penjelasan dampak negatif dari berciuman tersebut.
"Idih! Parah banget dampak nya." Ucap Shiva ketakutan mendengar penjelasan Jay barusan.
"Tapi, Manfaat nya lebih banyak, kan?" Goda Jay dengan main-main.
"Ah, Sok tau banget, lu! Kayak yang udah pernah ngelakuin aja.!" Ucap Shiva dengan ketus.
"Eh!" Jay jadi gelagapan sendiri.
'Mampus! Senjata makan tuan! Hahaha.' Tawa Milea mendengar perkataan skakmat dari Shiva.
'diem lu! Ini semua kan, juga gara-gara lu. mana ada manfaat ciuman kek gitu?' balas Jay. Kesal pada Milea waktu dia mengambil alih pembicaraan menjelaskan manfaat dari ciuman tadi.
(Sekedar info)
Milea bisa saja sewaktu-waktu mengendalikan mulut Jay untuk berbicara. Dan berkat Iblis itu lah yang telah merubah penampilan Jay saat ini.
Dari yang dulunya hanya biasa-biasa saja. kini dari segi bentuk tubuh nya saja sudah sangat berubah. Tubuh nya bertambah tinggi 5 cm. kulit nya jadi sangat bersih, walaupun warnanya tak begitu putih. Namun, untuk pria yang tinggal di desa ini saja sudah cukup untuk nai banding.
Kakinya yang sakit, kini sudah sembuh. tak hanya itu, dia juga bisa merasakan, saat ini tubuh terlihat amat bagus.
'Kan biar terlihat keren!' Timpal Milea sekenanya.
'Keren apanya? sekarang gue jadi di ejek kan?" Sungut Jay tak terima.
'Masih mending! Dari pada dikatain mesum.' Bantah Milea.
'Tapi, kan. '
'Sudah lah! Dasar manusia! Sama saja! Nggak pernah bersyukur! dIbantuin malah nggak berterima kasih.' Sela Milea sebelum Jay melanjutkan perkataan nya
'Hey! Emang bangsa Iblis juga bisa ngambek, kah?' Fikir Jay dalam hati.
Namun, dia tak mendengar respon dari Milea lagi.
Suasana di benaknya begitu hening dengan waktu yang cukup lama. Begitu juga dengan Shiva. Saat ini gadis itu fokus memperhatikan layar laptopnya yang memutar serial drama.
Melihat Shiva yang khusyuk dengan serial drama itu, Jay pun akhirnya juga mengikuti menyaksikan alur cerita drama tersebut dengan tenang.
Namun, ketenangan itu bertahan hanya sesaat. dari sudut matanya, dia bisa melihat kegelisahan Shiva saat gadis itu menatap adegan drama yang kian memanas.
Gadis itu bergerak tak karuan, seperti cacing kepanasan. Padahal, daster yang dikenakan nya itu sudah lah tipis.
"gila tuh cewek!" Celetuk Shiva membuyarkan keheningan antara mereka berdua.
"biasa ajah!" Timpal Jay menanggapi nya.
'Biasa? dia bilang mere mas payu dara seorang wanita sambil ciuman biasa aja!' Rutuk Shiva dalam hati.
"Tapi, kok nggak disensor ya?" Gumam Jay pelan. memperhatikan dengan seksama adegan yang sedang di tunjukkan pada serial drama tersebut.
Shiva memperhatikan raut wajah Jay. Mata pemuda itu tak berkedip meman ke arah monitor. "Menghayati banget!" dengus Shiva.
"Sambil belajar, apa salahnya, kan?" Kilah Jay. "Buat menyenangkan pasangan juga dibutuhkan pengalaman, harus memperhatikan setiap detail kebutuhan nya." Imbuhnya menjelaskan manfaat dari adegan yang membutuhkan ke profesionalnya dalam menyenangkan pasangan.
"huh! Pasangan! Pacar aja lu nggak punya." Timpal Shiva mendenguskan hidungnya.
"Maka nya belajar dulu.!" Sela Jay menanggapi. "Acara nonton Drama ini adalah ilmu mata. Pengalaman yang tak bisa di jelas kan dengan kata-kata." Lanjut nya lengkap dengan penjelasan nya.
"ye lah! Si paling pintar!" Balas Shiva dengan mencibir.
"Lu mau belajar juga nggak, kak?" Tanya Jay tiba-tiba. Itu semua bukan lah kerjaan Milea. dia secara sadar mengatakan kalimat pertanyaan sakral itu.
Entah karena terbawa suasana atau memang hanya penasaran. Dengan inisiatif sendiri menawarkan pengalaman yang sama-sama belum mereka pelajari pada Shiva.
Dia tak peduli jika kakak sepupunya itu akan kembali marah padanya. Sementara hubungan baik ini baru saja mencair malam ini.
Apakah hubungan ini akan berakhir seperti sebelumnya? Kembali dingin? Apakah Shiva akan kembali tak ingin bersuara seperti kemaren-kemaren?
Penyesalan tiba-tiba saja menggerogoti fikiran nya.
"Memang nya lu, mau? Berciuman sama, gue?" Tanya Shiva dengan tatapan sayu.
*****