gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12p
El sudah mengumpulkan tugas nya dan dia segera menuju kantin untuk mengisi perut nya.
"Eits stop dulu. " ucap Alena menghentikan langkah El.
"Apa." ucap El menatap dingin Alena.
"Gue pikir lo ga akan masuk, tapi ternyata lo pinter juga nutupin wajah jelek lo. " bisik Alena tepat di telinga El.
"Gue bukan anak manja, yang luka dikit aja langsung bawa rumah sakit. " ucap El membuat Alena mengepal kuat tangan
"Lo jangan macem-macem ya, atau lo mau di ulang lagi luka lo ini. " ancam Alena membuat El terkekeh.
"Gue ga takut sama ancaman lo. " jawab El yang pergi meninggalkan Alena yang marah.
"Brense* lo El. " gumam Alena yang semakin membenci El dalam hidup nya.
...
Jam pembelajaran selesai dan bell pulang pun sudah berbunyi, El berjalan di karidor sepi itu sendiri, karena dia memilih pulang paling akhir.
El mengeluarkan kunci motor nya, untung saja tangan nya baik-baik saja, tidak mati rasa seperti beberapa hari hari ini.
"Ckck, gue harus segera selidiki Handaru dan Hana. "batin El segera mengendarai motor nya meninggalkan sekolah itu.
"Shitt tangan gue. " ucap El yang merasakan tangan nya mati rasa lagi.
El melihat jika di depan adalah lampu merah, tangan nya yang mati rasa membuat El kesulitan untuk berhenti, akhir nya El memilih menabrak pembatas jalan.
Brakk
Para pejalan kaki berlarian menolong El yang terjatuh.
"Terima kasih. " ucap El kepada bapak bapak yang membantu nya berdiri.
"Neng ga papa, atau mau di bawa ke rumah sakit.? " tanya bapak itu kepada El.
"Ga usah pak. " jawab El yang mendekati motor nya yang sudah di bantu berdiri kembali oleh bapak bapak itu.
"Yakin bisa Neng. ?" tanya bapak itu yang merasa kasihan dengan gadis muda di hadapan nya.
"Bisa pak. " jawab El.
Sedangkan di sisi lain Al mengikuti kemana El pergi dan dia juga melihat saat El terjatuh.
"Lo ga papa.? " tanya suara membuat El menoleh.
"Lo ngapain disini. ? " tanya El pada Al.
"Ga sengaja lewat dan liat lo jatuh. " ucap Al berbohong.
"Ayo gue anterin ke rumah sakit. " ucap Al.
"Ga usah. " jawab El yang memang tidak mau ke rumah sakit.
"Lo yakin bisa bawa motornya.?" tanya Al yang ragu dengan kondisi El.
"Bisa." jawab El yang sudah menaiki motor nya.
"Kenapa lagi sih tangan gue. " gumam El yang masih merasakan mati rasa pada tangan nya.
"Ga usah ngeyel bisa kan, biar gue anterin lo pulang. " ucap Al mendekati El.
"Gue bisa sendiri. " jawab El menolak ajakan Al.
"Keras kepala banget sih lo. " ucap Al yang mengangkat tubuh El.
Aaa
"Lepasin gue. " ucap El memberontak meminta di lepaskan.
"Ga usah keras kepala, biar gue anterin. " ucap Al yang mendudukan El di atas motor nya.
El tak lagi memberontak, karena tangan nya tidak bisa di ajak untuk melawan Al.
Al sendiri tersenyum tipis saat berhasil meruntuhkan sikap keras gadis ini.
Al segera mengendarai motor nya menuju apartemen El, dan untuk motor El akan diurus oleh bawahan nya Al.
...
"Lo tau dari mana tempat gue tinggal.? " tanya El saat sudah sampai di apartemen nya.
"Lo ga perlu tau. " jawab Al.
"Ya udah, thanks lo boleh balik. " ucap El mengusir Al dari sana.
"Gue anter lo sampai atas. " ucap Al membuka helm nya nya.
"Ckck ga usah. " jawab El yang merasa heran dengan sikap Al yang perhatian kepada nya.
"Ga usah batu bisa ga. " ucap Al yang menarik tangan El untuk segera masuk.
Saat sudah sampai di unit milik nya Al masih saja mengikuti nya.
"Udah sana lo balik. " ucap El menatap Al.
"Lo yakin ga mau ke rumah sakit.? " tanya Al memastikan kepada El.
"Gue yakin. " jawab El.
"Ya udah, gue balik dulu. " ucap Al yang segera pergi saat El sudah akan masuk kedalam unit apartemen nya.
"Gue tau lo lagi ga baik baik aja El. " batin Al saat sudah sampai di dekat motor nya, Al pun mengendarai motor nya menuju rumah nya.
Di sisi lain El sudah menganti pakaiannya nya, make up pagi tadi saja udah memudar dan memperlihatkan lebam dan luka di wajah nya.
"Gue harus ke rumah sakit. " ucap El yang akan memeriksa tangan nya, jangan sampai ada masalah serius dan membuat dia tidak bisa lagi mengunakan motor nya.
El memesan taxi untuk pergi ke rumah sakit, seperti biasa El keluar dengan penampilan yang tidak akan di kenali oleh orang.
"Rumah sakit. " ucap El kepada supir taxi yang sudah sampai.
Tiga puluh menit perjalanan akhir nya El sampai di rumah sakit, El segera masuk dan bertanya pada resepsionis rumah sakit itu.
Setelah sedikit bertanya El pun menuju lantai dua sesuai arahan dari petugas resepsionis itu.
"Sepertinya ada yang gue lewatin. " ucap El bersembunyi di balik tembok saat melihat seseorang yang dia kenali.
"Tapi nanti akan gue selidiki, sekarang gue harus check up dulu. " ucap El yang segera pergi menuju dokter yang akan dia temui.
Setidak nya akan ada ruangan yang akan dia selidiki nantinya, ternyata tidak sia sia juga dia datang ke rumah sakit ini.
El mengetuk pintu dan masuk saat mendengar suara dokter didalam.
"Kamu yang mau cek up. " ucap dokter itu tersenyum ramah.
"Iya." jawab El yang memberi tau keluhan nya kepada dokter itu.
"Kamu bisa berbaring dan akan di periksa. " ucap dokter itu dan El pun berbaring di ranjang pasien.
"Ini memang terjadi karena benturan keras di tangan kamu, dan ada sedikit retakan bagian dalam nya juga ada pembengkakan didalam nya, untuk sementara waktu kamu harus istirahat kan tangan kamu itu, jangan aktivitas berat dan tidak boleh membawa motor atau mobil untuk sementara waktu, atau nanti akan parah sakit nya. "ucap dokter itu yang di angguki oleh El.
"Untuk itu kamu harus terapi seminggu sekali dan ini ada obat yang harus kamu makan dan juga di olesi di bagian tangan nanti nya. " ucap dokter memberikan resep obat pada El.
El menerima dan mengucapkan terima kasih, setelah nya dia segera pergi menebus obat itu di apotek rumah sakit.
"Gue harus selidiki ruangan itu, dan siapa yang ada didalam nya. " batin El saat sudah berada di dalam taxi yang membawa nya pulang menuju apartemen nya.
Untuk sementara waktu dia tidak akan pulang ke rumah ayah nya, karena ada banyak hal yang harus dia selidiki dulu.