NovelToon NovelToon
Hubungan Terlarang

Hubungan Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cintapertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika cinta harus dipisahkan oleh perjodohan orangtua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana perjodohan

Dosen pengajar baru saja keluar. Kelas selama 2 jam baru saja berakhir dengan lancar dan menyenangkan. Leya keluar bersama beberapa orang teman-temannya. Mereka bercanda, tertawa membahas dosen kocak yang membuat perut mereka tergelitik.

"Aku balik duluan ya? Kalian hati-hati di jalan?" Harleya melambaikan tangan, ketika ia sudah sampai di mobilnya yang terparkir rapi disudut kampus. Teman-temannya membalas lambaian tangan gadis cantik nan ceria itu.

"Kamu juga hati-hati ya Leya? Awas kecantol duda!" ledek salah satu temannya, Luna.

Leya melotot. Matanya menatap tajam ke arah Luna yang tertawa terbahak. "Ciih! Gak ada yang lebih tampan dari ayangku!" balas Leya sengit.

Tidak ada yang tidak tahu seberapa bucinnya Seorang Harleya Putri Calista. Meski mereka tidak pernah bertemu langsung dengan sosok Ayang yang sering Leya sebut-sebut setiap hari. Namun mereka tahu, seberapa besar cinta keduanya... dan seberapa dalam hubungan mereka.

"Hahaha! Aku hanya bercanda!" tambah Luna. Puas rasanya meledek gadis cantik berwajah baby face itu.

"Huh! dasar jomblo karatan!" Leya langsung masuk ke dalam mobil. Ia buru-buru memacu roda empat nya meninggalkan parkiran kampus, sebelum sepatu Luna melayang ke arahnya.

"Harleya sialan! Bucin gila!" maki Luna kesal. Memicu tawa teman-teman yang lainnya.

Di dalam mobil Harleya tertawa. Puas, sangat puas rasanya membayangkan wajah marah Luna yang paling benci diledek jomblo karatan olehnya.

Tapi, senyum Leya mendadak luntur. Saat ia baru teringat akan satu hal.

"Astaga! Aku kan ada janji sama Mama!" Leya memukul setirnya. Lalu menambah kecepatan mobil agar segera sampai di rumah.

Sore ini jalanan cukup sepi. Hanya ada beberapa mobil, motor, becak dan truk yang melintas. Biasanya di jam seperti ini jalanan sangat padat merayap. Apalagi saat jam pulang kantor... Leya paling benci hal itu. Karena ia harus menghabiskan waktu yang lama hanya untuk melintas.

Tapi hari ini, sepertinya semesta sangat berpihak padanya. Mulai dari kelas yang mengasyikkan, mendapat traktiran dari salah satu teman di kampus. Dan sore ini, tidak harus terjebak oleh kemacetan yang sangat menyebalkan. Namun, satu hal yang selalu membuat harinya sangat berwarna dan selalu indah adalah... Kekasihnya.

Kekasih hati yang selalu mengirimkan kata cinta, perhatian, pujian, dan semua hal-hal manis... yang membuat cinta Harleya semakin dalam dan semakin besar untuknya. Hingga rasanya, tidak ada pria lain yang bisa membuat seorang Harleya goyah. Padahal di kampusnya, Leya termasuk mahasiswi yang cukup populer dan disukai banyak lawan jenisnya.

Kedua pipi Leya mendadak memanas, rona kemerahan terlihat jelas di wajahnya yang tak pernah kehilangan semangat, meskipun menjalani rutinitas perkuliahan padat setiap hari. Kedua mata bulat yang dibalut dengan bulu mata lentik melirik ke belakang. Melihat sebuah buket bunga mawar merah besar, dengan kotak cincin berisi berlian indah yang sudah tersemat di jarinya.

"Manis banget sih ayangku! Ada aja kejutannya setiap hari!" Leya bergumam. Membayangkan ekspresi terkejutnya siang tadi, saat seorang kurir tiba-tiba mengantarkan buket bunga itu padanya. Ditengah keramaian kantin kampus... yang membuatnya sukses jadi buah bibir.

Senang, tentu saja. Cinta apalagi. Leya tidak pernah mengerti, mengapa Tuhan mengirimkan pria semanis itu padanya. Meski usia meraka terpaut jauh... namun, angka-angka itu tidak pernah jadi penghambat cinta dalam mereka. Karena Leya dan Angkasa... memiliki kadar cinta yang sama besar dan dalamnya.

Terlalu larut dalam bunga-bunga cinta yang berterbangan. Membuat Leya tak sadar, jika ia sudah tiba di depan rumah.

Rumah keluarga Hardiman, berdiri kokoh ditengah kawasan elit perkotaan. Letaknya yang strategis, membuat Leya bisa kemana saja dalam jarak yang cukup dekat. Namun yang namanya kota besar, selalu melekat dengan yang namanya kemacetan.

Ketika klakson mobil dibunyikan. Perlahan pagar besi itu terbuka. Mobil putih milik Leya masuk dengan halusnya. Dan, seorang pelayan pria sudah berdiri standby, membuka pintu mobil Leya, lalu membantu gadis itu untuk memarkirkan mobil kesayangannya di garasi.

"Aku pulang!" suara ceria Leya memenuhi ruangan. Ruangan dengan gaya klasik modern itu sudah menjadi tempat tinggalnya sejak lahir.

Leya terus melangkah, melewati ruang tamu dengan berbagai guci, lukisan, dan segala pernak-pernik mahal yang memberikan kesan antik, unik, namun tetap mewah dipandang. Leya terus melangkah, menuju ke ruang keluarga, dimana terdengar suara Ibu dan Kakeknya.

"Papa mau jodohin aku sama Angkasa?" pertanyaan yang keluar bibir Ibunya membuat langkah Leya terhenti.

"Tidak ada tawar menawar Sukma! Kamu harus menikah! Ini demi keberlangsungan perusahaan kita!"

Terdengar helaan nafas berat dari Ibunya. Namun, tidak ada sahutan apapun yang keluar dari bibir wanita berusia 38 tahun itu.

Leya mengintip. Ia melihat wajah ibunya yang datar. Tapi dari kornea matanya...terlihat berbagai macam ekspresi, yang sepertinya tidak bisa wanita berambut pendek itu ungkapkan dengan kata-kata. Karena Ayahnya, Hardiman adalah sosok yang keras dan tidak bisa dibantah.

"Mama mau dijodohkan?" batin Leya, menyimpulkan percakapan singkat yang terjadi antara ibu dan kakeknya.

Leya melanjutkan langkah. Menghampiri keduanya yang terkejut melihat kedatangannya.

"Mama! Opa!" Leya duduk dihadapan mereka.

Sejak ia mendengar percakapan itu, suasana jadi berubah total. Ada ketegangan, paksaan, dan kepasrahan yang membuat ruang keluarga itu terasa sesak. Padahal, disana hanya ada mereka bertiga. Tapi rasanya seperti ada puluhan orang yang mengerumuninya.

"Leya, Mama kamu akan menikah lagi!" Hardiman, kepala keluarga sekaligus Kakek kandungnya bicara dengan nada tegas, dengan sorot matanya tajam. Dan... Leya tahu jika itu sebuah pemberitahuan yang harus dipatuhi.

"Sama siapa Opa?" tanya Leya. Nyalinya menciut, keberaniannya menghilang setiap kali berhadapan dengan kakeknya yang tak pernah bersikap lembut padanya.

"Angkasa! putra bungsu keluarga Felix!" jawab Kekeknya.

Kedua bola mata Leya membulat, jantungnya seketika berhenti berdetak. Tubuhnya roboh, namun untungnya ada sandaran sofa yang menahannya.

"Maksud Opa... Angkasa Bimantara Felix, pemilik perusahaan Mega Raya Sentosa?" suara Leya bergetar, ia ingin memastikan. Benarkah Angkasa yang dimaksud adalah Angkasa kekasihnya.

"Iya! Besok malam mereka akan datang. Kamu jangan kemana-mana!" Hardiman beranjak. Ia merasa sudah cukup bicara dengan mereka.

Leya membatu. Ketakutan dan kekhawatirannya menjadi kenyataan. Ternyata nama Angkasa yang sebelumnya ia dengar...memang Angkasa kekasihnya.

Sukma, Ibu Leya masih diam. Wanita itu belum bicara apapun.

"Ma!" Leya memanggil. Suaranya menarik kesadaran Ibunya kembali. "Mama mau menikah dengan pria itu?"

Sukma menoleh. Senyum diwajahnya terbit. "Tentu saja! Mama ingin memberikan keluarga yang utuh untuk kamu. Kamu senang kan? Om Angkasa orang yang sangat baik! Dia bisa jadi Papa sambung yang hebat untuk kamu!"

Jawaban yang keluar dari bibir ibunya bukan membuat hatinya merasa tenang. Melainkan membuat semuanya semakin bertambah kacau. Ia memang ingin sekali memiliki seorang ayah. Tapi dari sekian banyaknya pria di dunia ini... mengapa Angkasa yang harus menjadi ayah sambungnya.

"Ma, bisakah Mama tolak perjodohan itu?"

1
Jhesika Cika
bagus cta ny
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!